cover
Contact Name
nursari Abdul Syukur
Contact Email
nursarias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nursarias@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
MMJ (Mahakam Midwifery Journal)
ISSN : 25485210     EISSN : 25485229     DOI : -
Core Subject : Health,
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Jurnal Kebidanan was publish by the Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur on May and Nopember every year. This journal can publish research articles from midwifery. However, the focus and scope of your Healthy Journal are as follows: Midwifery ( Adolesence, Maternity: Prenatal care, Intranatal care, Pospartum care, family Planning, Reproduction of Health), New Born, Neonatus, Pediatric, Management, Comnunity midwifery, Emergency Maternal and Neonatal), Health Education, Evidence Based midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU IBU HAMIL TENTANG AKTIVITAS SEKSUAL KEHAMILAN DI PUSKESMAS SAMBUTAN SAMARINDA stephanie, stephanie
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.038 KB)

Abstract

ABSTRACT Sexual activity is one important partbecause sexual activity is a primary need for married couples. Sexual activity trigged many days of pregnancy although medically related questions during the pregnancy in a safe condition. To determine the factors associated with the behavior of pregnant women about sexual activity during pregnancy in Puskesmas Sambutan Samarinda Sambutan 2014. This study aimed to analyze the analytic because that will be examined. Meanwhile, according of this study using cross sectional approach where subjects were observed only once with the measurement of independent and dependent variables is done at the time of inspection. Research methods using multivariate linear regression. Result of the analysis of the relationship of linear multivariate regression statistical test showed variable calculation Work with P value = 10,868 < 0,05, which means that the independent variable is highly correlated with the dependent so that there is a correlation between behavioral work with pregnant women about sexual activity during pregnancy in Puskesmas Sambutan Samarinda Kalimantan Timur 2014. There is a relationship between tradition, work, attitude and support of health workers with sexual activity during pregnancy and there is no relationship between knowledge, availability of health care facilities.                                                                                                                                Keywords             : Behavior, Pregnancy, Sexual Activity
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP KECEPATAN INVOLUSIO UTERUS PADA IBU NIFAS DIBPM DWI INGGRINI SAMARINDA S, Sonya Yulia
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.076 KB)

Abstract

Abstrak. Proses involusi uterus dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu inisiasi menyusu dini (IMD), senam nifas, mobilisasi dini, status gizi, usia ibu, dan paritas. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi percepatan involusi uterus yaitu dengan melakukan IMD. Menurut dr. Asti bahwa ibu yang melakukan IMD akan mempercepat involusi uterus karena pengaruh hormon oksitosin. IMD adalah bayi mulai menyusui sendiri segera setelah lahir dalam satu jam pertama setelah kelahiran yang diawali dengan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya. Untuk mengetahui pengaruh IMD terhadap kecepatan involusi uterus pada ibu nifas di BPM di Samarinda tahun 2014. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat pre eksperimen. Dengan rancangan Static Group Comparison Group Design terhadap 30 ibu post partum di BPM “D.I” Samarinda, sebagai 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol dengan populasi semua ibu bersalin dan sampel yang digunakan adalah sebagian ibu bersalin. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Uji statistik yang digunakan Uji Mann Whitney. Pada kelompok perlakuan involusi uterus kategori cepat sebanyak 13 ibu nifas (86,7%) dan involusi uterus kategori normal sebanyak 2 ibu nifas (13,3%). Kelompok kontrol, involusi uterus kategori cepat sebanyak 3 ibu nifas (20%) dan involusi uterus kategori normal 13 ibu nifas (80%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk TFU 12 jam post partum menunjukkan nilai signifikan (p value = 0,000) lebih kecil dari α (0,05) dan UHitung (37,500) ≤ UTabel (15,15) (64), untuk TFU 2 hari post partum juga menunjukkan nilai signifikan dengan (p value = 0,001) lebih kecil dari α (0,05) dan UHitung (45,500) ≤ UTabel (15,15) (64) maka Ha diterima atau H0 ditolak. Kesimpulan pada penenlitian ini yaitu ada pengaruh IMD terhadap kecepatan involusio uterus pada ibu nifas. Sehingga peneliti menyarankan kepada suami, keluarga dan ibu bersalin serta petugas kesehatan untuk dapat melakukan IMD segera setelah bayi lahir dalam satu jam pertama kelahiran yang diawali dengan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya. sehingga involusio uterus atau pemulihan alat genitalia ibu setelah melahirkan dapat lebih cepat pulih yang tentunya hal ini memberikan banyak manfaat untuk ibu juga bayinya.   Abstract. Uterine involution processis influenced by several factors, namely the initiation of early breastfeeding(IMD), gymnastics childbirth, early mobilization, nutritional status, maternal age, andparity. One of thefactors that influence uterine involution is accelerated bythe IMD. According to dr. Astithatwomen who under go uterine involution IMD will accelerate due to the influence of the hormone oxytocin. IMD is the baby start feeding them selves shortly after birth in the first hour afterbirth is preceded by skin contact with the baby's mother's skin.This study aim stode termine the effect of IMD to speed on maternal puerperal uterine involution in BPM Dwi Inggrini in Samarinda 2014. This research use quantitative research that is true experiments. With the design of the posttest only control group design to 30 post partum mothers in BPM "IN" Samarinda, the 15 treatment group and 15 control group with a population of all women giving birth and the sample use dispartly maternal. The sampling technique used was accidental sampling. The statistical test used Mann Whitney test. In the treatment group rapid uterine involution as many as 13 categories of puerperal women (86.7%) and normal uterine involution category as much as2 puerperal women(13.3%). The control group, rapid uterine involution category 3 aspuerperal women(20%) and uterine involution categories and 13 normal puerperal women(80%).The results showed that the value ofp=0.001, therefore p value smaller than α(0.05) then Hais acceptedor rejected H0.Based on this research has ire searchers concluded that there is influence on the speed involusio IMD uterus in puerperal women. So the researchers suggested to her husband, family and maternity and health workers to be able to perform IMD immediately after birth in the first hour of birth is preceded by skin contact with the baby's mother's skin. So involusio uterus or maternal genital recovery tool after giving birth can recover more quickly which of course it gives many benefits for the motheas well the baby.
HAMBATAN SUAMI ISTERI DALAM MENJALANKAN KELUARGA BERNCANA METODE OVULASI BILLINGS Corniawati, Inda
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 1 No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.86 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu metode keluarga berencana alamiah yang dapat digunakan adalah metode ovulasi billing’s. Metode ini mengandalkan pengamatan harian dengan indikator rasa pada vulva, sifat lendir yang keluar serta kerjasama suami isteri yang solid. Berdasarkan informasi dari para provider di Pusat Informasi MOB Malang selama bimbingan dan pendampingan seringkali menemui pelanggaran peraturan untuk pasangan suami isteri yang merencanakan kehamilan maupun yang membatasi kelahiran. Berdasarkan adanya pelanggaran tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hambatan yang dihadapi oleh suami isteri akseptor KBA MOB. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan hambatan suami isteri melaksanakan keluarga berencana metode ovulasi billing’s. Rancangan yang digunakan deskriptif kualitatif, pendekatan naturalistik. Subyek penelitian suami isteri akseptor KBA MOB di Kecamatan Lowokwaru Malang sejumlah 6 pasangan suami isteri.Pengumpulan data pihak isteri dilakukan wawancara mendalam sedangkan pihak suami dengan kuesioner pertanyaan terbuka guna keabsahan data dengan teknik triangulasi. Analisis hasil penelitian diperoleh gambaran tentang hambatan operasional suami yaitu bingung memahami perubahan masa subur dan tidak memahami catatan harian KB MOB, hambatan operasional isteri tahap pemula secara fisik sulit mengenali perubahan lendir dan membedakan perubahan rasa divulva. Aspek psikologis bingung, khawatir dan keraguan.Tahapan mantap secara fisik terjadi perubahan lendir dan perubahan rasa divulva tidak menentu. Aspek psikologis ragu, khawatir dan tidak telaten dalam pencatatan. Hambatan seksual pasangan suami isteri tahap pemula dan mantap pada suami sulit untuk menahan diri dan masa subur isteri terlalu panjang sedangkan isteri muncul gairah seksual saat masa subur, capek, tuntutan kewajiban dan pola kesuburan tidak menentu. Tahap transisi muncul gairah seksual suami isteri saat masa subur tapi tetap mentaati peraturan metode ovulasi billing’s. Teori substantif suami isteri membuat simbol/kode tersendiri sehingga mempermudah pelaksanaan KB MOB. Hambatan operasional fisik dan psikologis isteri akan berdampak pada kehidupan seksual dan pemahaman suami terhadap operasional KB MOB. Kata kunci: Keluarga Berencana Alamiah, Metode Ovulasi Billing’s, Hambatan Operasional. Abstract One of the natural family planning method that can be used is the method of billing's ovulation. These methods rely on daily observations with flavor indicators on the vulva, the nature of mucus, and the cooperation of conjugal solid. Based on information from the provider in Malang MOB Information Center for guidance and mentoring often find violations of the rules for married couples who are planning a pregnancy or are limiting births. Based on the existence of such violations to investigate the barriers faced by spouses acceptor KBA MOB. The research objective to describe the obstacles conjugal implement billing ovulation method of family planning's. The design is descriptive qualitative, naturalistic approach. The research subject of conjugal acceptor KBA MOB in Malang Lowokwaru District 6 couples isteri.Pengumpulan number of data depth interviews the wife while the husband with a questionnaire of open questions to the validity of the data with triangulation techniques. Analysis of the results obtained an overview of the operational constraints husband is confused to understand the changes in fertility and does not understand diaries KB MOB, operational constraints wife of the beginner stage is physically difficult to identify and distinguish the mucus changes divulva taste changes. Psychological aspects confused, worried and steady keraguan.Tahapan physically changes the mucus and changes in taste divulva erratic. Psychological Aspects of doubt, worry and no patient in the recording. Sexual inhibitions married couples and steady on the beginner stage it is difficult to resist the husband and wife fertile period is too long, while his wife appeared sexual arousal when the fertile period, tired, liability claims and fertility patterns erratic. Phase transitions appear conjugal sexual arousal when the fertile period but still obey the rules billing's ovulation method. Substantive theory of conjugal create symbols / codes of its own so as to facilitate the implementation KB MOB. Operational limitations of physical and psychological wife will have an impact on sexual life and understanding husband against KB MOB operations. Keywords: Natural Family Planning, Billing Ovulation Method's, Operational Constraints
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PREMENOPAUSE TENTANG PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGI DENGAN PERSIAPAN MENOPAUSE DI. Rt. 15 KELURAHAN DADI MULYA SAMARINDA Purwanti, Susi
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.256 KB)

Abstract

Abstrak Menopause merupakan sebuah kata yang mempunyai banyak arti yang terdiri dari kata men dan pauseis yang berasal dari bahasa Yunani yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan berhentinya haid. Penelitian ini bersifat deskriftif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 33 ibu usia premenopause, teknik sampel yang digunakan total sampel jadi semua jumlah populasi yang akan diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu usia premenopause yang berdomisili di Rt.15 kelurahan Dadi Mulya, kemudian diolah dengan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan chi square (X2) dengan tingkat kepercayaan 95 % melalui system pengolahan data komputerisasi. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value = 0.001, sedangkan nilai α 0.05 dan X2 hitung = 12,64 dengan X2 tabel = 3.48, maka dapat dilihat bahwa P Value < α (0.001 < 0,05) dan X2 hitung > X2 tabel (12,64 > 3.48) sehingga bisa disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan ibu premenopause tentang persiapan fisik dan psikologi dengan persiapan menopause. Kemudian dari uji statistik juga didapatkan nilai OR = 20. 250 dan CI = 95% (3.101 – 132.248), yang berarti menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan ibu premenopause tentang perubahan fisik dan psikologi dengan persiapan menopause.   AbstractMenopause is defined as occurring 12 months after your last menstrual period and marks the end of menstrual cycles.Menopause is a word that has many meanings which consists of men and pauseis word derived from the Greek word that was first used to describe the cessation of menstruation. This research is descriptive analytic cross sectional study design number of population in this study were 33 mothers aged premenopausal, sampling techniques used so all amounts total sample population to be studied. Data were collected through questionnaires distributed to mothers who live in the premenopausal age Rt.15 Dadi Mulya village, then processed by univariate and bivariate analysis using chi square (X¬2) with a confidence level of 95% through computerized data processing system. Statistical test results obtained value of P Value = 0.001, while the value of α of 0.05 and X2 count = 12.64 with tables X2 = 3.48, it can be seen that P Value <α (0.001 <0.05) and X2 count> X2 table (12 , 64> 3:48) so that it can be concluded that there is a significant relationship between mother's knowledge level relationship premenopausal about physical preparation and psychological preparation menopause. Then of statistical tests also found the value of OR = 20. 250 and CI = 95% (3101-132248), which means showed a significant relationship between mother's knowledge premenopausal relationship of physical and psychological changes with menopause preparation.
GAMBARAN KESEHATAN REPRODUKSI PENYAPU JALANAN PEREMPUAN DI KOTA BALIKPAPAN TAHUN 2016 Rahmawati, Eli
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 1 (2017): Volume II No. 1 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.743 KB)

Abstract

Abstract The street sweeper is a group of high-risk workers, vulnerable to accidents and illness. One of them is the infected reproductive organs due to the use of public toilets. Preliminary study of most women's street swabs CHAPTER / BAK while working in public toilets, workers do not get maternity leave and holidays. The purpose of this research is to know the characteristics and description of reproductive health of female street sweeper covering the way to keep the reproduction organ clean, the use of public toilet, the pattern of working hours, rest, maternity leave and the use of PPE. Research design mixed method. The population is a street contract female street sweeper DKPP Balikpapan amounted to 260 people. Accumental sampling sampling technique with a sample size of 100 people. Characteristics of respondents in most ages> 40 years (64%), elementary education (40%), Islam (99%) and longest working time> 10 years. The majority of respondents still get menstruation (63%), highest parity of 2-4 people (66%), majority do not use contraception (66%), whiteness 27%, have disease history 26% and as much as 38% choose office for CHAPTER / BAK While working. Personal protective equipment is well equipped by DKPP. Maternity leave is on average 1 month, no annual leave, but allowed to take leave if necessary. The pattern of working hours and breaks is divided into two shifts ie morning shift starting at 06.00 s.d 12.00 noon and at 12.00 s.d 18.00 afternoon. The average break ranges from 1-2 hours. Suggested research results are followed up for community service on knowledge of how to maintain reproductive organs, the government pay more attention to facilities and facilities kespro, the right of workers leave and improve knowledge of reproductive health of street sweepers from various sources.   Keywords: image of reproductive health, female street sweeper   Abstrak Petugas penyapu jalanan merupakan kelompok pekerja berisiko tinggi, rentan kecelakaan dan terserang penyakit. Salah satunyaadalah organ reproduksi  yang terinfeksi karena penggunaan toilet umum. Hasil study pendahuluan sebagian besar penyapu jalanan perempuan BAB/BAK saat bekerja di toilet umum, pekerja tidak mendapatkan cuti bersalin dan libur. Tujuan penelitian adalah diketahuinya karakteristik dan gambaran kesehatan reproduksi penyapu jalanan perempuan meliputi cara menjaga kebersihan organ reproduksi, penggunaan toilet umum, pola jam kerja, istirahat, cuti bersalin dan penggunaan APD. Rancangan penelitian mixed method. Populasi adalah tenaga kontrak penyapu jalanan perempuan DKPP kota Balikpapan berjumlah 260 orang. Teknik sampling accindental sampling dengan besar sampel 100 orang. Karakteristik responden usia terbanyak > 40 tahun (64%), pendidikan SD (40%), agama Islam (99%) dan waktu bekerja terlama > 10 tahun. Mayoritas responden masih mendapatkan haid (63%), paritas tertinggi 2-4 orang (66%), mayoritas tidak menggunakan kontrasepsi (66%), mengalami keputihan 27%, memiliki riwayat penyakit 26% dan sebanyak 38% memilih perkantoran untuk BAB/BAK saat bekerja. Alat pelindung diri sudah dilengkapi dengan baik oleh DKPP. Cuti bersalin ada rata-rata 1 bulan, tidak ada cuti tahunan, namun diperbolehkan ajukan cuti jika ada keperluan. Pola jam kerja &istirahat dibagi menjadi dua shift yaitu shift pagi dimulai jam 06.00 s.d 12.00 siang dan pukul 12.00 s.d 18.00 sore. Istirahat rata-rata berkisar antara 1-2 jam. Disarankan hasil penelitian ditindaklanjuti untuk pengabdian masyarakat tentang pengetahuan cara menjaga organ reproduksi, pemerintah lebih memperhatikan fasilitas dan sarana kespro, hak cuti pekerja dan meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi para penyapu jalanan dari berbagai sumber.   Kata Kunci: gambaran kesehatan reproduksi, penyapu jalanan perempuan  
ANTENATAL CARE DAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA IBU MENYUSUI DI KOTA PALANGKA RAYA april, cia
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 2 (2017): Volume II No. 2 November 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.976 KB)

Abstract

Abstract The percentage of utilization of health services by mothers during pregnancy to health workers and users of contraceptives or hormonal contraceptive methods tends to increase. However, in reality the Indonesian Demographic Survey data shows that there is a tendency of increasing percentage of Ante Natal Care and hormonal contraceptive users to the decreasing of long breastfeeding mothers. Therefore, the contraception used by postpartum mothers should be considered especially for breastfeeding mothers because there are certain contraceptive methods that may affect breast milk production. This should be initiated to the mother since pregnancy at the time of the mother's ANC examination. To examine the relationship of mother's behavior in utilizing health services during pregnancy and use of contraception during breastfeeding. This research is an observational research with cross sectional study design and quantitative approach. The study population was all postpartum mothers in Palangka Raya City. The subjects were 140 postpartum mothers with a maximum distance of 1 year after delivery. Sampling was conducted in a simple random manner from posyandu data in selected sub-districts. The analysis was performed by univariable analysis, bivariable analysis with chi-square, and multivariable analysis with logistic regression. Mothers categorized as non-adherent in ANC had a 1.4 times higher risk of using hormonal contraceptives (95% CI: 1.11-2.35), compared with non-hormonal contraception. Mothers classified in low-risk age groups preferred to use hormonal contraceptives 1.8 times greater than mothers classified in high-risk age groups who preferred to use nonhormonal contraceptives (95% CI: 1.51-3-2.68). Conclusions: the use of hormonal contraceptives in obedient breast-feeding mothers during ANC during pregnancy was lower when compared to mothers who did not adhere to ANC during pregnancy.   Key words : ante natal care, hormonal contraceptive, breast-feeding mother Abstrak Persentase pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh ibu selama hamil ke petugas kesehatan dan pengguna alat kontrasepsi ataupun cara kontrasepsi hormonal cenderung meningkat. Namun pada kenyataannya data Survey Demografi Kesehatan Indonesia menunjukkan adanya kecenderungan meningkatnya persentase Ante Natal Care dan pengguna KB hormonal diiringi menurunnya lama ibu menyusui. Oleh sebab itu kontrasepsi yang digunakan oleh ibu post partum harus dipertimbangkan terutama bagi ibu yang menyusui karena terdapat metode kontrasepsi tertentu yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Hal ini sebaiknya suda di inisiasikan kepada ibu sejak kehamilan pada saat ibu melakukan pemeriksaan ANC. Tujuan penelitian ini Mengetahui hubungan perilaku ibu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan selama hamil dan penggunaan kontrasepsi selama menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan rancangan studi cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu postpartum di Kota Palangka Raya. Subjek penelitian adalah 140 ibu postpartum dengan jarak maksimal 1 tahun setelah melahirkan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana dari data posyandu pada kecamatan terpilih. Analisis dilakukan dengan analisis univariabel, analisis bivariabel denga chi-square, dan analisis multivariabel dengan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan Ibu yang dikategorikan tidak patuh dalam melakukan ANC memiliki risiko 1.4 kali lebih tinggi untuk menggunakan kontrasepsi hormonal (95% CI:1.11-2.35), dibanding dengan kontrasepsi non hormonal. Ibu yang digolongkan dalam kelompok usia risiko rendah lebih memilih untuk menggunakan KB hormonal 1.8 kali lebih besar dibandingkan ibu yang digolongkan pada kelompok usia risiko tinggi lebih memilih menggunakan kontrasepsi nonhormonal (95% CI: 1.51-3-2.68). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan kontrasepsi hormonal pada ibu menyusui yang patuh dalam melakukan ANC selama masa kehamilan lebih rendah jika dibandingkan dengan ibu yang tidak patuh dalam melakukan ANC selama masa kehamilannya.   Kata Kunci : ante natal care, kontrasepsi hormonal, ibu menyusui
PENGARUH MP-ASI DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKIT KAYU KAPUR TAHUN 2017 Mustika, Mustika; Santosa, Heru; Salmah, Umi
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 2 (2017): Volume II No. 2 November 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.307 KB)

Abstract

Abstract Additional feeding before children from six months is not recommended, because it can increase the risk of illness, particularly diarrhea. This research aims to factors that influence on the awarding of the MP-ASI's early work in the area of Bukit Kapur Clinics Dumai Year 2017. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The population in this study are all the mothers who have toddlers totaled 122 respondents, where all the population in the sample in this research. The variable in this study is the knowledge, culture, economic status and family support. Data analysis univariate analysis is used with variable frequency distribution research, bivariat chisquare test with, and multivariate logistic regression test with. The results showed that there is the influence of the mother's knowledge of a toddler (p = 0.001 <), culture (p = 0.001 <), family support (p = 0.001 <) against granting MP ASI early and no influence of economic status (p = 0.364), against granting of MP Early BREAST MILK. The most dominant variable influenced the awarding of MP Early BREAST MILK is a cultural variable (p = 0.001; OR < = 8.2 95% CI 2,066-62,598) meaning that the mother of a toddler who believes in culture have risky opportunities 8.2 times larger giving MP Early compared to mother's breast milk toddlers who do not believe in the culture. The conclusion is the absence of any economic status influence against the granting of an early MP-ASI and the influence of the knowledge, culture and family support against the awarding of the MP-ASI early. Expected to health workers in order to deliver health promotion of Exclusive breast milk so that the mother of a toddler can know the exact time in awarding MP Early breast milk.   Keywords          : knowledge, culture, economic status, family support, early complementary feeding (MP-ASI) ABSTRAK Pemberian makanan tambahan sebelum anak berumur enam bulan tidak dianjurkan, karena dapat meningkatkan resiko terkena penyakit, khususnya diare. Penelitian ini bertujuan untuk Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian MP-ASI dini di wilayah kerja Puskesmas Bukit Kayu Kapur Kota Dumai Tahun 2017. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita berjumlah 122 responden, di mana semua populasi tersebut di jadikan sampel dalam penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, budaya, status ekonomi dan dukungan keluarga. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat degan distribusi frekuensi variabel penelitian, bivariat dengan uji chisquare, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan ibu balita (p = <0,001), budaya (p = <0,001),dukungan keluarga (p = <0,001) terhadap pemberian MP ASI Dini dan tidak ada pengaruh status ekonomi (p = 0,364), terhadap pemberian MP ASI Dini. Variabel yang paling dominan mempengaruhi pemberian MP ASI Dini adalah variabel budaya (p= <0,001;OR=8,2 95%CI 2,066-62,598)  artinya ibu balita yang percaya pada budaya memiliki peluang berisiko 8,2 kali lebih besar memberi MP ASI Dini dibanding dengan ibu balita yang tidak percaya pada budaya. Kesimpulannya adalah tidak adanya pengaruh status ekonomi terhadap pemberian MP-ASI dini dan adanya pengaruh pengetahuan, budaya dan dukungan keluarga terhadap pemberian MP-ASI dini. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan promosi kesehatan tentang ASI Eksklusif sehingga ibu balita dapat mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian MP ASI Dini. Kata kunci : pengetahuan, budaya, status ekonomu, dukungan keluarga, pemberian MP ASI
PENGARUH BABY SPA (SOLUS PER AQUA) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN RENDAH USIA 4-6 BULAN Noorbaya, Siti; Reni, Dian Puspita; Lidia, Besse
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 3 (2018): Vol 2 No. 3 Mei 2018 Mahakam Midwifery Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.585 KB)

Abstract

Abstract Weight is a measure of Anthropometry paramount and most often used in the newborn (neonatal), weight used to see normal Or Low Birth Weight Baby. It Says The Baby's Weight in babies, baby birth weight of under 2500 grams or less 2.5 kg. In infants who experience low weight Baby Spa (solus per aqua) can be done on infants aged 4-6 months in two ways, namely bath soak or swimming and massage. Soaking and swimming can stimulate motor movements in infants, while playing the water so that the muscles can thrive, the joints will grow optimally and the body of a baby being pliable. Baby massage is beneficial increasing the weight, concentration of babies, make baby sleep more soundly, as well as foster the bonds of affection between rope and masseurs. This research aims to know the influence of Baby Spa (solus per aqua) against the increase in low weight infants aged 4-6 months. Using the quasi approach alphabets experiment, the research design used was pre test and post test with control design. The population of this research was the baby with low weight age 4-6 months. Research of sampling by using purposive sampling. Sample research already selected based on the criteria of inclusion amounted to 16. The subject is divided into 2 groups, group treatment (baby spa) that add up to 8 babies and the control group (Massage) that add up to 8 babies. Analysis using the Wilcoxon umtuk test to know the influence of pre and post test group treatment. To test the different post test on the Group's treatment with Mann-whitney test. The results of this research namely the influence Baby Spa (solus per aqua) against the increasing weight of infants aged 4-6 months. Keywords : Baby Spa (Solus per Aqua), Low Birth Weigth Baby Abstrak Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus), berat badan digunakan untuk melihat bayi normal atau BBLR. Dikatakan BBLR apabila berat bayi/balita,  berat  bayi  lahir  dibawah 2500 gram atau dibawah 2,5 kg. Pada bayi yang mengalami berat badan rendah Baby Spa (solus per aqua) dapat dilakukan pada bayi usia 4-6 bulan dengan dua cara, yaitu mandi berendam atau berenang dan pijat. Berendam dan berenang dapat merangsang gerakan motorik pada bayi, sedangkan bermain air agar otot-otot bayi dapat berkembang dengan baik, persendian akan tumbuh secara optimal dan tubuh bayi menjadi lentur. Pijat bayi bermanfaat meningkatkan berat badan, konsentrasi bayi, membuat tidur bayi lebih lelap, serta membina ikatan tali kasih sayang antara pemijat dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Baby Spa (solus per aqua) terhadap peningkatan berat badan rendah pada bayi usia 4-6 bulan. Dengan menggunakan pendekatan quasi eksperiment, design penelitian yang digunakan adalah pre-test and post-test with control design. Populasi penelitian ini adalah bayi dengan berat badan rendah usia 4-6 bulan. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian yang sudah terpilih berdasarkan kriteria Inklusi berjumlah 16 bayi. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (baby spa) yang berjumlah 8 bayi dan kelompok kontrol (Massage) yang berjumlah 8 bayi. Analisis menggunakan Wilcoxon test umtuk mengetahui pengaruh pre and post test pada kelompok perlakuan. Untuk uji beda post test pada kelompok perlakuan meggunakan Mann-whitney test. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh Baby Spa (solus per aqua) terhadap peningkatan berat badan bayi usia 4-6 bulan.   Kata Kunci  : Baby Spa (solus per aqua), Berat Badan Bayi Rendah
PENGARUH PENYULUHAN METODE CERAMAH DAN AUDIO-VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG 1000 HPK DI PUSKESMAS SIDOMULYO RAWAT INAP KOTA PEKANBARU Melly, Melly; Magdalena, Magdalena
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 4 (2018): Mahakam Midwifery Journal Vol. 2 No. 4 November 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.837 KB)

Abstract

Abstract   The first 1000 days of Life is a movement acceleration improvement of nutrition are set by the Government of Indonesia to address the problem of nutrition. The purpose of this research is to know the influence of extension with lectures and audio-visual methods against the level of knowledge of pregnant women about The first 1000 days of Life on the Community Health Center Sidomulyo Pekanbaru. This research uses quasi-experimental design one group pretest-posttest design. Sample as many as 22  pregnant women First until third trimesther to visit Clinics Sidomulyo Inpatient Pekanbaru. The results showed the level of knowledge of respondents before the extension is done using the method of lecturing categories include both have 5 people (45.5%) respondents, and that includes the categories is not good there are 6 people (54.5%) while the level of knowledge the respondents after were done using methods extension lectures including categories either have 6 people (54.5%) and which includes the category of no good there were 5 people (45.5%). Level of knowledge of respondents before the extension is done using audio-visual methods include good category there are 7 persons (63.6%) and which includes categories is not good there are 4 people (36.4%) while the level of knowledge of respondents having done extension method using audio-visual categories include both have 6 people (54.5%) and which includes the category of no good there were 5 people (45.5%). Audio-visual methods extension (video) more influential lecture method compared to the difference between the before and after done extension i.e. of 27.18.   Keywords: Education, Knowledge Of The Mother, The first 1000 days of Life     Abstrak                                                                        Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah suatu gerakan percepatan perbaikan gizi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk menjawab permasalahan gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan audio visual terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang seribu hari pertama kehidupan di Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap Kota Pekanbaru Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 22 orang Ibu Hamil Trimester I s/d III yang berkunjung ke Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap  Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan menggunakan metode ceramah termasuk kategori baik ada 5 orang (45,5%) responden, dan yang termasuk kategori tidak baik ada 6 orang (54,5%) sedangkan tingkat pengetahuan responden setelah dilakukan penyuluhan menggunakan metode ceramah termasuk kategori baik ada 6 orang (54,5%) dan yang termasuk kategori tidak baik ada 5 orang (45,5%). Tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan menggunakan metode audio visual termasuk kategori baik ada 7 orang (63,6%) dan yang termasuk kategori tidak baik ada 4 orang (36,4%) sedangkan tingkat pengetahuan responden sesudah dilakukan penyuluhan menggunakan metode audio visual termasuk kategori baik ada 6 orang (54,5%) dan yang termasuk kategori tidak baik ada 5 orang (45,5%).Penyuluhan dengan Metode audio visual (video) lebih berpengaruh dibandingkan dengan metode ceramah yaitu dengan selisih antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan yaitu sebesar 27,18.   Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan Ibu, Seribu Hari Pertama Kehidupan
TINGGI IBU SEBAGAI DETERMINAN STUNTING PADA BALITA DI KALIMANTAN TIMUR Chifdillah, Nino Adib; Utami, Kurniati Dwi; Ratnawati, Ratnawati
Mahakam Midwifery Journal (MMJ) Vol 2 No 5 (2019): Mahakam Midwifery Journal Volume 2 No. 5 Mei 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.251 KB)

Abstract

Abstract Indonesia is country with the fourth highest prevalence of stunting among under 5-years old children in the world and the second highest of that in Southern Asia. Maternal factors is so important because they become the main determinants  and source of stunting prevention. This research aimed to analyze the sociodemography, parenting and food intake of mother as determinant of stunting. The research was cross sectional study with 97 under 5-years old children in chosen Posyandu. Measurement of body height of mother and under 5-years old children who had stood by microtoise. Meanwhile measurement of under 5-years old children who had not stood by length board. There were three variables related to stunting among under 5-years old children. They are parity (p-value=0,017), the height of mother (p-value=0,009) and the level of income (p-value=0,036). The most dominant variable related to stunting among under 5-years old children was the height of mother (OR=3,1). Determinants of stunting among under 5-years old children were parity, height of mother and the level of income.   Keywords: stunting, under 5-years old children, height of mother     Abstrak Indonesia adalah negara dengan prevalensi balita stunting terbesar keempat di dunia dan tertinggi kedua di wilayah Asia Tenggara. Faktor ibu layak menjadi perhatian karena menjadi determinan dan sumber utama pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosiodemografi ibu, pola asuh dan asupan makanan sebagai determinan stunting. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel 97 balita yang terdaftar di Posyandu. Pengukuran tinggi badan ibu dan balita yang sudah bisa berdiri menggunakan microtoise. Sementara pengukuran panjang badan balita yang belum bisa berdiri menggunakan length board. Terdapat tiga variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Ketiga variabel tersebut adalah paritas (p-value=0,017), tinggi badan ibu (p-value=0,009) dan tingkat pendapatan            (p-value=0,036). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah tinggi badan ibu (OR=3,1). Determinan stunting balita antara lain faktor paritas, tinggi badan ibu dan tingkat pendapatanAbstrak dalam Bahasa Indonesia.   Kata Kunci: stunting, balita, tinggi badan ibu