cover
Contact Name
Pratiwi Hermiyanti
Contact Email
pratiwi.kesling@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalgemakesling@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GEMA KESEHATAN LINGKUNGAN
ISSN : 16933761     EISSN : 24078948     DOI : -
Jurnal ini menerima artikel dengan scope sanitasi lingkungan meliputi penyehatan air, pengolahan limbah, penyehatan makanan minuman, penyehatan tanah dan pengolahan sampah, sanitasi tempat umum, kesehatan keselamatan kerja, penyehatan udara sanitasi permukiman dan promosi kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 250 Documents
FAKTOR RESIKO DAN KElADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN PONOROGO (Studi Kasus Di Wilayah Kecamatan Ngrayun Dan Kecamatan Badegan Tahun 2014) Pratiwi, Rahma Ika; Surasri, Siti; ., Koerniasari
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 12, No 2 (2014): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.104 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v12i2.61

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease with rodents (rat), pigs, cows, goats, sheep, horses, dogs, cats,birds, insectivores (hedgehogs, bats, squirrels) acting as the reservoir that have been infected by theagent of the disease leptospiroses leptospira bacteria. leptospiroses outbreak in Ponorogo namely inNgrayun Sub District in 2011 until 2013 marked the highest the number of cases. In 2013 an incident ofleptospiroses involved 20 patients in Ngrayun sub district and 7 people in the district Badegan subdistrictand in 2013 leptospiroses appeared for the first time in Badegan. The purpose of this study was todetermine the risk factors and the occurrence of leptospirosis cases in Ngrayun and Badegan subdistrictsof Ponorogo in 2014.The type of this research is descriptive with case study design to assessand describe the conditionof the cases and the associated risk factors . The research subjects were leptospiroses patients and theirhomes. Research variables in this study were the physical environment, biological environment, socialenvironment, and behavioral factors.Results of the observations and interviews using Guttman scale factors included the state of thephysical environment, poor water storage, poor use of river/weill, and the distance of the waste collection.Biological environment factors included the presenceof rats, the presence of farm animals or pets. Socialenvironmental factors included the level of education and type of occupation, they were also poor.Behavioral factors which included the habit of bathing, washing hands, use of footwear, treatment ofwounds, were all in poor state.The final conclusion is that the state of the risk factors, that include the physical environment.biological/ social and behavioral factors are in poor state. These call for counseling and testing of ROTtoimprove knowledge and insiqhts and to change people's behavior and to review the leptospirosesprevention program
Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Wilayah Kerja Puskesmas Kadur Tahun 2017 Istihoroh, Yeni Rohmatul; Rahayu, Umi; Hermiyanti, Pratiwi
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 1 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.32 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v16i1.812

Abstract

Penyakit ISPA menempati peringkat pertama dengan jumlah kasus 284 menurut data dari Puskesmas Kadur pada tahun 2016. Hasil dari survey pendahuluan di 70 rumah pasien penyakit ISPA yaitu 28% rumah yang lantai rumahnya belum memenuhi persyaratan rumah sehat, dan 78% rumah yang jarang membuka jendela sehingga tidak ada cahaya matahari masuk ke dalam rumah, dan masih ada 57% rumah yang pencahayaannya belum memenuhi persyaratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ventilasi, pencahayaan alami, lantai rumah, suhu udara, dan kelembaban udara dengan kejadian penyakit ISPA.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control. Populasi di penelitian ini adalah semua rumah penduduk yang terdapat pasien penyakit ISPA yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kadur Kabupaten Pamekasan dengan sampel 72 rumah penduduk diambil dengan metode simple random sampling. Analisis data dengan metode chi square untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terkait. Dan dilanjutkan ke analisis koefisien kontingensi untuk mengetahui besarnya keeratan hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian penyakit ISPA.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang lemah antara intensitas pencahayaan (p = 0.012, C = 0.12) dengan kejadian penyakit ISPA, sedangkan luas ventilasi, suhu udara, dan kelembaban udara tidak ada hubungan dengan kejadian penyakit ISPA.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kejadian penyakit ISPA dan tidak ada hubungan antara luas ventilasi, lantai rumah, suhu udara, dan kelembaban udara dengan kejadian penyakit ISPA. Sedangkan saran bagi petugas kesehatan yaitu dapat melakukan pencegahan terhadap penyakit ISPA, bagi masyarakat yaitu dapat meningkatkan dan melakukan upaya penyehatan rumah untuk menekan terjadinya penyakit ISPA, dan bagi peneliti lain yaitu dapat melakukan penelitian dengan variabel yang berbeda. Kata kunci : kondisi fisik rumah, ISPA.
RELATIONSHIP SMOKING HABITS OF FAMILY MEMBERS AND NUTRITIONAL STATUS OF INFANTS WITH ACUTE RESPIRATORY INFECTION EVENT ON INFANTS (Case study in the work Area of Larangan Public Health Center of Larangan District, Pamekasan Regency) Noviyana, Afriyani; ., Nurhaidah; Suryono, Hadi
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 11, No 2 (2013): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.151 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v11i2.187

Abstract

Acute Respiratory infection (ARI) is one of the causes of infant mortality in developingcountries, including in Indonesia. This study aimed to investigate the relationship betweensmoking habits of family members and nutritional status of infants with ARI incidence ofinfants in the larangan Public Health Center.This type of research was an observational case control study desiqn, The sample wasmostly infants of ARI patients in Larangan District who have come to the Larangan PublicHealth Center during the last three months that were 53 infants and 53 infants were notsuffered ARI who were neighbors of infans who suffered ARI. Data analysis was performedusing Chi Square test with a = 0,05.Results of this study shown that smoking habits of fdamily members (p = 0,243) thereis no association with incidence of acute respiratory infection of infant, while the nutritionalstatus of infants (p = 0,008) is correlated with the incidence of acute respiratory infection oninfants.It is recommended that larangan public health center to improve the provision ofinformation of the public about the nutritional status of infants in order to avoid acuterespiratory diseases, providing enough food for infants by providing fruit that are around theenvironment such as bananas and papayas, maintain the condition or the air in the house tostay healthy by cleaning the house every day, behave healthy lifestyle, and care sanitation inorder not to become breeding grounds for germsKeywords: ARI, smoking habits, nutritional status
PENURUNAN KANDUNGAN BOD, COD, TSS, WARNA DAN PENGENDALIAN pH LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN PROSES ELEKTROKOAGULASI TAHUN 2015 Hildayanti, Novika; ., Sudjarwo; Rokhmalia, Fitri
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 14, No 1 (2016): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.918 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v14i1.125

Abstract

Home industry batik is among the largest producers of liquid  waste originating from the dyeing process. Those home industries discharge liquid waste to the surrounding water determine the capability of electrocoagulation to reduce the contents of BOD, COD, TSS, color and pH of liquid water from batik home industry.Electrocoagulation was used in the study with a stainless steel anode and an aluminium cathode.Result showed a decrease in BOD content from 855,85mg/l at minute 30 to 54,42 mg/l at minute 180. There was decrease in COD content from 1685,9mg/l at minute 30 to 98,30 mg/l at minute 180. There was decrease in TSS content from 720 mg/l at minute 30 to 50 mg/l at minute 180. There was decrease in color content from 242 TCU at minute 30 to 10,66 TCU at minute 180. An increase in pH of 6,9 occurred from minute 30 and remained stable for next minutes.They goverment is recommended to use electrocoagulation equipment since it fairly effective to reduce the contents of BOD, COD, TSS, color and pH in order for the liquid batik waste to meet the quality standards of Eat Java Governor Regulation No. 72 of 2013. Electrocoagulation equipment is quite easy to make and it can be designed according to local people conditions.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum) SEBAGAI REPELLENT NYAMUK Aedes aegypti Jubaedah, Nurul; ., Winarko; Rohmalia, Fitri
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 15, No 2 (2017): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.34 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v15i2.677

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Surabaya semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu pencegahan untuk menurunkan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggunakan repellent. Repellent dapat dibuat dari bahan alami yaitu ketumbar (Coriandrum sativum)yang di ekstrak. Ketumbar (Coriandrum sativum) memiliki kandungan linalool yang terkenal sebagai bahan yang dapat mencegah nyamuk Aedes aegypti untuk menggigit. Kandungan linalool pada ketumbar (Coriandrum sativum) sebesar 60-70%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas ekstrak biji ketumbar sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti.            Jenis penelitian ini eksperimen murni dengan desain penelitian Rancangan Eksperimen Sederhana (posttest only with control group design). Kelompok perlakuan diberi perlakuan dengan dosis bertingkat. Terdapat 5 perlakuan repellent dari ekstrak ketumbar (Coriandrum sativum) terhadap nyamuk Aedes aegypti yaitu 0%, 45%, 50%, 55%, dan 60% dengan replikasi sebanyak 4 kali. Kondisi yang dikendalikan yaitu suhu, kelembaban dan karakteristik nyamuk. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi eksperimental dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara analitik menggunakan uji One way ANOVA dan menggunakan analisis probit.            Nyamuk Aedes aegypti yang kontak paling sedikit yaitu 1 ekor pada konsentrasi 60%. Suhu dan kelembaban ruang penelitian homogen. Tidak ada perbedaan jumlah nyamuk kontak pada  konsentrasi ekstrak biji ketumbar 0%, 45%, 50%, 55%, dan 60%. Konsentrasi yang paling efektif dari hasil probit yaitu konsentrasi 60% dengan daya tolak sebesar 98% dan daya proteksi lama waktu yang memenuhi standar WHO selama 2 jam. Saran untuk peneliti selanjutnya agar meningkatkan konsentrasi untuk mendapatkan daya proteksi 100%. Penelitian terhadap jenis nyamuk yang lainnya seperti nyamuk Culex sp, Anopheles sp, Mansonia sp dan Aedes albopictus. Membuat repellent ekstrak biji ketumbar dalam bentuk krim atau gel.           Kata kunci : ekstrak ketumbar, nyamuk Aedes aegypti, dan repellent
TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK Aedes sp. PADA SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONOROGO UTARA KABUPATEN PONOROGO Pinardi, Tuhu; Supriyono, Vincentius; ., Mujiono
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 13, No 2 (2015): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.453 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v13i2.93

Abstract

Wilayah kerja Puskesmas Ponorogo Utara setiap tahunnya terdapat pasien DBD dengan jumlahpenderita terbanyak berumur 5-14 tahun. Penderita terbanyak adalah anak-anak Sekolah Dasaryang biasanya berumur 6-13 tahun. Sehingga anak-anak sekolah dasar lebih rentan terkenapenyakit DBD. Nyamuk Aedes aegypti dan  Aedes albopictus merupakan nyamuk yang menggigitpada siang hari. Kemungkinan besar anak-anak tertular penyakit DBD di lingkungan sekolah karenapada siang hari waktu mereka dihabiskan di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuikarakteristik tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti dan  Aedes albopictus pada Sekolah Dasardi Wilayah Kerja Puskesmas Ponorogo Utara Kabupaten Ponorogo tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Data dikumpulkan secarasistematis pada saat penelitian dilaksanakan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua SekolahDasar yang berjumlah 22 Sekolah Dasar (SD). Data dalam penelitian ini yaitu dianalisis secaradeskriptif dikaitkan dengan teori-teori yang ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyamuk Aedes lebih suka berkembang biak di kontainer yang berisi air yang  bersih yaitu bak mandi berbahan gelas atau keramik, tidak tertutup dan berwarna gelap. Angka Container Index (CI) sebesar 21,1 % jika dibandingkan dengan standar Container Index (CI) berarti risiko penularan tinggi karena ? 15 %, angka House Index (HI) adalah 59,1 %jika dibandingkan dengan standar House Index (HI) berarti risiko penularan tinggi karena ? 38 %.Untuk itu disarankansetiap Sekolah Dasar memperhatikan lingkungan sekitar sekolah khususnyapada kontainer-kontainer penampungan air yang dapat mendukung berkembangbiaknya vektorDemam Berdarah juga untuk dinas kesehatan agar dapat mengaktifkan petugas kesehatan dalamupaya penyuluhan, pengendalian vektor penyakit.
HUBUNGAN KADAR GAS METAN (CH4) DENGAN KELUHAN SALURAN PERNAPASAN PEKERJA WISATA LUMPUR SIDOARJO NB, Farida Aisyah; ., Suprijandani; ., Khambali
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 3 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.865 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v16i3.897

Abstract

Bencana lumpur Sidoarjo yang terjadi  pada 29 Mei 2006 diakibatkan karena kesalahan operasional dalam pengeboran. Semburan lumpur ini mengeluarkan gas polutan yang dapat mencemari lingkungan dan menambah komposisi bahan pencemar di udara ambien. Salah satu gas pencemar udara yang dihasilkan dari semburan lumpur Sidoarjo adalah gas Metan (CH4). Keberadaan gas Metan (CH4) di udara ambien sangat berpengaruh terhadap kerusakan lingkungan salah satunya mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia berupa kekurangan asupan Oksigen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar gas Metan (CH4) terhadap keluhan saluran pernapasan pekerja wisata lumpur Sidoarjo di sekitar semburan lumpur.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 orang, sedangkan yang digunakan sebagai sampel penelitian sebanyak 60 orang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan uji statistik yaitu Kendall?s tau-b.Hasil pengukuran pada kualitas fisik udara meliputi suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan arah angin semuanya memenuhi syarat. Hasil pengukuran kadar gas Metan (CH4) di 3 titik pengukuran hanya 1 yang memenuhi syarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kadar gas Metan (CH4) dengan keluhan saluran pernapasan pekerja (p ? 0,05). Keluhan saluran pernapasan yang dimiliki pekerja tersebut memiliki hubungan dengan karakteristik pekerja yang meliputi umur dan lama bekerja (p ? 0,05).Disarankan melakukan pemantauan secara rutin serta penghijauan guna mengendalikan kadar gas Metan (CH4) di udara ambien. Pekerja wisata lumpur Sidoarjo disarankan menggunakan masker pada saat berada di sekitar semburan lumpur serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.Kata Kunci : CH4, Pekerja, Keluhan Saluran Pernapasan
FERMENTASI JERAMI PADI UNTUK KOMPOS DENGAN BEBERAPA AKTIVATOR KOTORAN TERNAK DI DUSUN SUGIHAN TUBAN TAHUN 2016 Oktavia, Eliya Malika; ., Darjati; ., Mamik
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 14, No 2 (2016): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.081 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v14i2.251

Abstract

Dusun Sugihan has thewidest area of paddy field in Desa Sumberejo with post-harvest rice straw of 12 tons/ha.Those rice straw have not used optimally.Ifleft untreated, it can spoil the aesthetics of the environment, generates odor and becomes a den of disease vectors. The purpose of the present study was to determine the fermentation process of composts and the quality of composts produced with regard to temperature, humidity, pH, water content, C/N ratio and levels of Pb in composts.The present study was a pre-experiment usinga statistical group comparison. Data were analyzed descriptively in order to describe the results of the field inspection and laboratory testing in accordance with SNI 19-7030-2004 on Compost Quality Standards. Results of this 8-wk study showed that the fastest composting time was for the compost with chicken manure was the activator at a dose of 30% for 3 weeks.In terms of compost quality, which includes temperature, pH, humidity, water content and levels of Pb,all of the composts fulfilled the requirements. However, with regard to C/N ratio,those composts with activator of 10% cow manure,10% goat manure and no manure did not fulfill the requirements with a C/N ratio of 27.36, 23.64 and 26.75, respectively. Therefore, it is recommended to make composts using manure as an activatorat a dose ?20% in order for fulfillment of C/N ratio and shorter composting time. Keywords: Compost fermentation, rice straw, manure as activator
THE FACTORS RELATING TO SELF PROTECTION TOOLS ON THE WORKERS (STUDY IN PT. lAPFA COM FEED INDONESIA TBK, THE DIVISION OF TECHNIQUE AND PRODUCTION) IN 2014 Hidayat, Nita Faradhila; ., Winarko; Thohari, Imam
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 12, No 3 (2014): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.205 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v12i3.116

Abstract

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk is one of the companies that produce animal feed especiallypoultry feed. Conducive factory environment will optimize operational activities of the company. On thecontrary, inconducive surrounding of the company, where there are lacks of safety, distance to sources ofraw material will induce obstruction to the operation and will create loss to the company. Many workers inPT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk who do not wear self protection devices at work, or in the area of thework place. The purpose of this research is to illustrate the factors affecting use of Self Protection devicesat work.This was an observational study. Basedon the time aspect, it was a cross sectional study. Basedon the location this study was classfled as a field research, and considered to be an analytical research tocompare the relationship of variables.Workers who do not wear self Protection devices in PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk of were putunder study and: there were 45,2% workers who do not wear self Protection devices. 40,5% wear itincompletely, and the rest 4,3% wear such devices completely. Results of Chi-Square test indicated thatthere is relationship between knowledge and the use of self protection devices. However, there is norelationship with supervision, training and policy.Workers need to improve their poor habit by complying to the regulation made by the company, orcomply to government polkles which demand workers to wear self protection devices at work. Punishmentshall be given to workers who do not comply to the regulation with regard to the wearing of self protectiondevices at work or in work place area.
EFEKTIVITAS SERBUK KULIT DUKU (Lansium Domesticum Corr) SEBAGAI MAT ELEKTRIK DALAM MEMBUNUH NYAMUK Culex sp Nabilah S, Rizky; ., Ngadino; Suryono, Hadi
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 17, No 2 (2019): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.024 KB) | DOI: 10.36568/kesling.v17i2.1063

Abstract

Penyakti filariasis merupakan penyakit bersumber vektor yakni nyamuk  Culex sp yang penyebarannya akan semakin luas jika tidak dikendalikan. Pengendalian nyamuk dengan menggunakan insektisida kimia secara kontinyu mengakibatkan resistensi pada nyamuk dan dapat mencemari lingkungan. Kulit buah duku dapat digunakan untuk membunuh nyamuk Culex sp karena memiliki kandunga senyawa aktif Triterpen, flavonoid, dan Saponin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektifitas serbuk kulit duku (Lansium domesticum corr) sebagai mat elektrik dalam membunuh nyamuk Culex sp. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen murni dengan post test only control grup design. Penelitian ini  menggunakan 25 ekor nyamuk Culex sp untuk masing-masing 4 variasi berat kulit serbuk duku yaitu 0,125gr, 0,25gr, 0,5gr, dan 1gr selama 60 menit dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Analisis data mengguankan uji one away ANOVA dan  analisis probit.Hasil yag diperoleh menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata kematian nyamuk Culex sp berdasarkan variasi berat serbuk kulit duku yang digunakan dengan hasil uji one away ANOVA p=0,000. Perbedaan rata-rata kematian nyamuk Culex sp disebabkan karena perbedaan jumlah bahan aktif pada masing-masing variasi serbuk kulit duku. Hasil analisis probit didapatkan LD50 pada konsentrasi berat kulit buah duku 0,392 gr.Penelitian ini menyimpulkanbahwa ada perbedaan jumlah kematian nyamuk Culex sp dengan variasi berat kulit buah duku (Lansium domesticum corr). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan berat kulit buah duku (Lansium domesticum corr) untuk mendapatkan daya bunuh 100% dengan lama waktu pengamatan 24 jam. Kata kunci : Kulit duku, mat elektrik, nyamuk Culek sp

Page 1 of 25 | Total Record : 250