cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ppjbsip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : -
Core Subject : Education,
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (2685-4147) is a journal published three times a year (January, May and September) by PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya). This journal is to publish scientific works for Indonesian and overseas lecturers, researchers, students, and practitioners to present new ideas, concepts and theories in Indonesian language and literature education such as: The result of research development of language learning and Indonesian literature. The result of experimental research of language education and Indonesian literature. The result of class action research of language teaching and Indonesian literature. The result of research of language and Indonesian literature. The result of research on linguistics analysis and literary analysis.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Resistensi Masyarakat Petalangan Mempertahankan Kearifan Lokal dalam “Kemantan Muda Roh Belian" Wahyuni, Dessy
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.435 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.21

Abstract

Dalam dinamika kehidupan, khususnya di Indonesia, arus globalisasi telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia, baik identitas, citra diri, maupun nilai hidup. Bagi masyarakat tertentu, tekanan arus globalisasi melalui pencintraan yang dilakukan secara masif oleh negara-negara maju pengusung globalisasi tersebut justru meminggirkan nilai-nilai lokal yang dijunjung tinggi selama ini. Nilai-nilai lokal yang dipandang arif dalam berbagai persoalan kehidupan tergerus oleh lajunya arus globalisasi ini, terutama bagi masyarakat Petalangan di Provinsi Riau. Kehidupan masyarakat Petalangan semakin terpinggirkan oleh proses pembangungan yang gegap gempita. Masyarakat hidup berbalut kesengsaraan dan kemiskinan. Sebagai seorang sastrawan, B.M. Syamsuddin mencoba merepresentasikan kehidupan sosial budaya masyarakat Petalangan ini dalam karyasastra. Melalui cerpennya yang berjudul “Kemantan Muda Roh Belian”, ia mengkritik kondisi sosial budaya dan menguak ketidakberesan yang terjadi, khususnya dalam kehidupan masyarakat Petalangan. Melalui pendekatan hermeneutik yang diusung Richard E. Palmer, penulis menafsirkankritik sosial budaya yang disampaikan B.M. Syamsuddin dalam cerpen “Kemantan Muda Roh Belian”. Kritik tersebut ditunjukkan melalui bentuk resistensi masyarakat setempat dalam mempertahankan kearifan lokal yang mereka miliki secara turun-temurun. Dengan menggunakan metode deskriptifinterpretatif, dapat ditemukan bahwa pengarang memunculkan tokoh seorang kemantan (dukun) sebagai bentuk resistensi masyarakat Petalangan dalam mempertahankan kearifan lokal. Dengan demikian, kehadiran kemantan ini dapat dikatakan sebagai sebuah perlawanan masyarakat Petalangan untuk mengukuhkan eksistensi mereka yang membebaskan masyarakat dari ketertindasan.
Mistik dalam Novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha (Tinjauan Sosiologi Sastra) Yusantia, Deftita ; Laila, Aruna; Rahmat, Wahyudi
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.851 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.24

Abstract

Mistik menjadi salah satu bagian yang digambarkan dan dikisahkan oleh tokoh yang berhubungan dengan hal gaib atau hal-hal yang tidak masuk akal. Salah satunya hal mistik yang diceritakan dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha. Kejadian mistik diawali pemberian sepatu merah kepada tokoh Kau yang membuat setiap perjalanannya membuahkan kisah yang misteri dan selalu mempunyai kaitan dengan perjalanan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur mistik dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitiannya adalah deskriptif analisis. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara: (1) membaca sekaligus memahami novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha secara keseluruhan; (2) menandai unsur-unsur mistik yang ditemukan dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha; (3) mengklasifikasikan data sesuai dengan format inventarisasi data; dan (4) memasukkan data dalam format inventarisasi data. Setelah melakukan penelitian terhadap novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha diperoleh hasil sebagai berikut: (1) unsur mistik berupa hal gaib yang diyakini (2) unsur mistik berupa sebab akibat yang tidak rasio (3) unsur mistik berupa mitos. Ketiga unsur tersebut merupakan peristiwa mistik atau suatu hal yang luar biasa yang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia yang terdapat dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha.
Multiliterasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Berbasis Sastra Warna Lokal Betawi Di Uin Syarif Hidayatullah Jakarta Bahtiar, Ahmad ; Nasrullah, Agung
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.929 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.25

Abstract

Bahasa berkaitan dengan budaya. Seperti halnya bahasa yang lain, bahasa Indonesia pun banyak dipengaruhi budaya-budaya setempat. Untuk itu, sebagai strategi pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)  harus juga mengenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Model yang digunakan untuk pembelajaran tersebut adalah multiliterasi berbasis warna lokal Betawi. Dengan multiliterasi pembelajaran tidak hanya mengajarkan aspek kebahasaan tetapi juga budaya mencakup identitas,  keyakinan, profesi, kebiasaan, dan sebagainya budaya setempat. Pilihan tersebut berdasarkan lokasi penelitian yaitu  UIN Syarif Hidayatullah terletak di Jakarta yang didominasi masyarakat Betawi. Selain itu, Betawi merupakan representasi masyarakat Indonesia sebenarnya. Sastra warna lokal yang dipakai untuk model ini adalah prosa berupa kumpulan cerpen Terang Bulang, Terang di Kali dan Cerita Keliling Jakarta karya S.M. Ardan dan puisi lama yang berbentuk Pantun. Dengan multiliterasi, diharapkan pembelajar BIPA selain memiliki kemampuan kebahasaan juga dapat memahami budaya Indonesia khususnya Betawi. Dengan demikian, para pembelajar BIPA memiliki impresi sehinga termotivasi untuk belajar bahasa Indonesia dan menggunakannya  dalam berbagai kesempatan. 
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Kegiatan Diskusi Suryanti; Lina Tiawati, Refa
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.163 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan analisis kesalahan berbahasa siswa SMA Negeri 3 Baubau pada kegiatan diskusi kelas. Desain penelitian secara deskriptif kualitatif. Data penelitian analisis kesalahan berbahasa pada kegiatan diskusi kelas berupa penggunaan intonasi/ nada, diksi (pilihan kata), dan struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk analisis kesalahan berbahasa siswa kelas X SMA Negeri 3 Baubau pada kegiatan diskusi kelas adalah penggunan intonasi/ nada yang terdiri atas: intonasi tinggi, intonasi sedang dan intonasi rendah. Penggunaan diksi (pilihan kata) yang terdiri atas: pemakaian kata bersinonim, pemakaian kata denotasi dan konotasi, pemakaian kata-kata atau istilah asing, pemakaian kata populer dan kata kajian, serta pemakaian kata percakapan dan slang. Penggunaan struktur kalimat terdiri atas: penggunaan struktur kalimat wajib dan penggunaan struktur kalimat tak wajib (mana suka). Berdasarkan data yang diperoleh  mengenai analisis kesalahan berbahasa siswa kelas X pada kegiatan diskusi kelas, dapat dikatakan bahwa pada penggunaan intonasi terdapat kesalahan berupa intonasi tinggi sebanyak 11, intonasi sedang tidak ada dan intonasi rendah sebanyak 16 kesalahan. Pada penggunaan diksi terdapat kesalahan pada pemakaian kata bersinonim sebanyak 40, pemakaian kata denotasi dan konotasi sebanyak 41, pemakaian kata-kata atau istilah asing sebanyak 14, pemakaian kata populer dan kata kajian sebanyak 3, dan pemakaian kata percakapan dan slang sebanyak 120 kesalahan. Selanjutnya penggunan struktur kalimat terdapat kesalahan berupa struktur kalimat wajib tidak ada, dan pada struktur kalimat tak wajib sebanyak 156 kesalahan.
Implementasi Model Pembelajaran Kolaboratif pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Zisca Diana, Purwati ; Sulistiyono, Roni ; Abri Pradan, Rizka
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.431 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.27

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian kolaboratif yang diisi oleh diri sendiri, teman, dan kelompok. Subjek dalam penelitian ini adalah 84 mahasiswa yang terbagi atas kelas 2A dan 2B prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan kolaboratif mahasiswa kelas 2B Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, sebagai kelas eksperimen, mengalami peningkatan pada predikat sudah konsisten (SB) dari 0% menjadi 57,14%; predikat mulai konsisten (B) dari 0% menjadi 26,19%; predikat belum konsisten (C) mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 76,19% menjadi 11,91%; dan predikat tidak konsisten (K) juga mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 23,81% menjadi 4,76%. Kemampuan kolaboratif mahasiswa kelas 2A Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, sebagai kelas kontrol, mengalami peningkatan predikat sudah konsisten (SB) dari 0% menjadi 26,32%; predikat mulai konsisten (B) dari 0% menjadi 31,58%; predikat belum konsisten (C) mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 76,32% menjadi 34,21%; dan predikat tidak konsisten (K) juga mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 23,68% menjadi 7,89%.
Kajian Dekonstruksi Karakterisasi Tokoh Rahwana dalam Novel Ramayana Karya Sunardi DM Kaitannya dengan Pendidikan Karakter dan Nilai Budaya Sugara, Hendry
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2019): May 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.585 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i2.34

Abstract

Saat ini pendidikan karakter sedang gencar dilakukan oleh pemerintah untuk mengembalikan karakter budaya Indonesia yang dianggap sedang mengalami krisis. Perbaikan tersebut dilakukan melalui kurikulum pendidikan yang menekankan nilai karakter dalam kegiatan belajar mengajar. Karya sastra klasik merupakan salah satu khazanah budaya Indonesia yang di dalamnya memuat nilai-nilai karakter yang dapat diteladani. Epos Ramayana merupakan salah satu karya sastra klasik yang memiliki nilai pendidikan karakter yang dapat diteladani. Salah satu tokoh dalam Epos Ramayana yaitu Rahwana yang di dalam cerita tersebut merupakan raja dari Kerajaan Alengka yang sakti dan tak terkalahkan. Rahwana memiliki karakterisasi yang jahat tetapi di balik itu semua, terdapat hal-hal yang juga dapat kita jadikan sebagai teladan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengungkap karakterisasi tokoh Rahwana yang kemudian dikaitkan dengan pendidikan karakter dan nilai budaya. Penelitian ini menggunakan metode dekonstruksi dengan melakukan kajian mendalam terhadap tokoh Rahwana melalui teks-teks pada novel Ramayana karya Sunardi DM. Hasil dari penelitian ini bahwa di balik karakternya yang jahat, Rahwana memiliki enam nilai karakter yaitu religius, kerja keras, demokratis, cinta tanah air, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Nilai karakter tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai pendidikan karakter yang dirumuskan dalam kurikulum saat ini. Selain nilai karakter, ada empat nilai budaya yang terdapat dalam tokoh Rahwana yaitu sistem religius, bahasa, sistem peralatan dan teknologi, dan sistem kesenian. Nilai budaya tersebut merupakan nilai-nilai yang padat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan Karakter Tokoh dan Ilustrasi dalam Kumpulan Cerpen 9 Dari Nadira Karya Leila S. Chudori Kusumaningsih, Sri Ayu ; Bahtiar, Ahmad
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2019): May 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.136 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i2.35

Abstract

Penelitian  ini untuk mengetahui  hubungan karakter dengan ilustrasi pada kumpulan cerpen9 dari Nadira Karya Leila S. Chudori. Dalam kumpulan tersebut, terdapat empat cerpen yang memuat ilustrasi tokoh utama  yaitu “Melukis Langit”, “Tasbih”, “Sebelah Pisau”, dan “At Pedder Bay”.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan Teori Semiotik Charles Sanders Pierce  yang mencakup sign dan  object.Kajian terhadap karakterisasi atau penokohan dilakukan dengan dua metode yaitu langsung (telling) dan tidak langsung (showing). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari  4 cerpen yang dianalisis hanya 3 cerpen yang memiliki hubungan karakter dengan ilustrasi yaitu cerpen “Melukis Langit”, “Tasbih” dan “Sebilah Pisau”. Cerpen “Melukis Langit” menggambarkan tokoh Nadira yang tegar menghadapi perilaku ayahnya semenjak kematian ibunya. Ilustrasi cerpen tersebut menampilkan Nadira yang sedang menangis di dalam kamar mandi untuk melampiaskan kesedihannya. Cerpen “Tasbih” menggambarkan Bapak X dengan karakter misterius yang  diilustrasikan dengan  menampilkan wajah Bapak X yang penuh dengan misteri sedangkan cerpen “Sebelah Pisau” menceritakan Kris yang merupakan pengagum rahasia Nadira. Karakter Kris ditampilkan dengan ilustrasi yang menggambarkan peristiwa ketika Nadira terkejut melihat meja Kris penuh dengan gambar Nadira.Cerpen “At Pedder Bay” menceritakan teman lama Nadira yaitu Marc yang juga pengagum Nadira sejak lama. Karakter utama, Marc di dalam cerpen ini tidak digambarkan dalam  ilustrasi. Cerpen tersebut  menampilkan sebuah latar yaitu danau dan sosok wanita yang sedang duduk termenung.
Penerepan Model Explicit Instruction Terhadap Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Siswa SMP Lina Tiawati, Refa ; Dwinitia, Suci
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2019): May 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.238 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i2.36

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013 yang akan dipelajari oleh siswa SMP salah satunya yaitu teks deskripsi. Teks deskripsi adalah jenis teks memaparkan suatu objek, hal dan keadaan sehingga pembaca seolah-olah mendengar melihat, atau merasakan hal yang dipaparkan. Dalam menulis teks deskripsi harus memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan teks deskripsi yang telah ditetapkan, agar menghasilkan suatu teks deskripsi yang padu dan utuh. Di dalam menulis teks deskripsi peserta didik masih mengalami kesulitan dalam penulisan kaidah  kebahasaann yang masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Explicit Instruction terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini adalah one group pretets-postest design penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali sebelum diberikan perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan teknik purposive sampling, Sampel dalam penelitian  ini adalah satu kelas. Data dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja hasil keterampilan menulis teks deskripsi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Explicit Instruction terhadap keterampilan menulis teks deskripsi  siswa SMP. Hasil penelitiannya adalah ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran dengan hasil keterampilan menulis teks berita sebelum dan sesudah menggunakan model Explicit Instruction terhadap Keterampilan Menulis Teks deskripsi Siswa SMP. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel (> 1,90), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal itu berarti model pembelajaran explicit instruction efektif digunakan dalam keterampilan menulis teks deskripsi siswa SMP.
Masyarakat Minangkabau dalam Kumpulan Cerpen Kaki Yang Terhormat Karya Gus Tf Sakai Karami, Habibullah ; Rahmat, Wahyudi; Laila, Aruna
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2019): May 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.218 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i2.38

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah banyaknya bentuk realitas sosial masyarakat Minangkabau dalam kumpulan cerpen Kaki Yang Terhormat karya Gus tf Sakai . Masalah ini menjadi acuan utama untuk menemukan seperti apa realitas sosial masyarakat Minangkabau dalam kumpulan cerpen Kaki Yang Terhormat dari kacamata pengarang. Jenis penelitan ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, kalimat dan dialog yang berhubungan dengan realitas sosial Minangkabau. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Kaki Yang Terhormat karya Gus Tf Sakai. Hasil penelitian ini menggambarkan realitas sosial masyarakat Minangkabau yang terjadi dari kebudayaan atau tradisi yang sudah lahir dari nenek Moyang mereka, yang merupakan adat istiadat atau yang sudah menjadi identitas bagi masyarakat di Minangkabau ataupun dari kebiasaan yang terjadi berulang kali dan ditetapkan sebagai tradisi bagi masyarakat Minangkabau. Berdasarkan hal tersebut, Gus tf Sakai dalam kumpulan cerpen mengungkapkan realitas sosial masyarakat Minangkabau dari segi, (1) bahasa, terdapat bahasa Minang dan bahasa Indonesia; (2) sistem ilmu pengetahuan, mengenai alam takambang jadi guru; (3) sistem kemasyarakatan/sistem sosial, berupa tradisi yang menjadi identitas bagi masyarakat Minangkabau; (4) peralatan/perlengkapan, mengenai peralatan/ciri khas bagi masyarakat Minangkabau yang menjadi kebutuhan untuk hidup maupun kebudayaan dari masyarakat Minangkabau; (5) sistem mata pencaharian, mengenai pekerjaan bagi masyarakat Minangkabau (6) kesenian, mengenai seni gerak yang dimiliki masyarakat Minangkabau yaitu silek, dan (7) sistem religi, mengenai budaya ke surau bagi remaja di Minangkabau.
Membaca Kritis dan Kemampuan Mengungkapkan Makna Tersirat Teks Cerpen Siswa SMP Mardiana; Maman, Mayong; Sultan, Sultan
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 3 (2019): September 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1518.123 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i3.6

Abstract

This study aims to: (1) describe the ability of student to uncover the implicit meaning of short stories before applying critical reading strategies in grade VII student of Marioriawa State Middle School 3 Soppeng Regency; (2) describe the ability of student to uncover the implicit meaning of short stories after applying critical reading strategies in grade VII student of Marioriawa State Middle School 3 Soppeng Regency; and (3) knowing the effect of critical reading strategies on the ability to uncover the implicit meanings of short story texts in class VII students of Marioriawa 3 Public Middle School, Soppeng District. This type of research is quantitative research with a pre-experimental design using test techniques namely the initial test (pretest) and the final test (posttest). The sample of this study was the seventh grade students of Marioriawa State Middle School 3 Soppeng Regency, amounting to 45 people. The data collection technique used is the test technique. The results showed that there was a significant effect of critical reading on the ability to express the implicit meaning of short stories.

Page 1 of 3 | Total Record : 26