cover
Contact Name
Fransiscus Asisi Ricky Bayu Styanto
Contact Email
ricky@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia
ISSN : 26856298     EISSN : 26856298     DOI : -
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) dengan p-ISSN : 2685-6298 dan e-ISSN : 2685-6328 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan April dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI BESARAN SISA MAKANAN PADA PASIEN GERIATRI, PENYAKIT DALAM DAN OBGYN DI RUANG RAWAT INAP RS BHAYANGKARA BRIMOB TINGKAT III JAKARTA Mutmainah, Nafsul; Windiyaningsih, Cicilia; Dewanto, Dicky
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya makanan yang sisa pasien rawat inap dirumah sakit yang ada di Indonesia.Pelayanan standar minimal rumah sakit bahwa indikator pelayanan gizi standarnya meliputi makanan yang sisa tidak dihabiskan pasien ?20%.Tujuan dari penelitian membuktikan determinan yang berperan terhadap besaran makanan yang sisa pada pasien geriatri,penyakit dalam dan obsgin diruang rawat inap. Penelitian terapan adalah penelitian terapan disainnya Kohort prospektif,  dengan 90 pasien dari populasi rawat inap dilantai dua dan tiga yang mendapatkan makanan biasa dengan siklus menu lebih dari 3x mendapatkan menu makanan selama perawatan di rumah sakit. Pengambilan data dengan dua cara pengamatan makanan yang sisa dan pengisian kuesioner sebagai instrumen.Data tentang makanan yang sisa didapatkan dengan cara skala 6 point visual comstock.Data tentang umur, jenis kelamin,lama perawatan dan jenis perawatan dari instansi gizi dalam memenuhi pesanan menu pasien rawat inap.Analisis deskriptif dan analitik korelasi dengan regresi linier sederhana berganda. Sisa makanan pasien 61,1%, nasi 72%, sayur 53.44 %,lauk hewani 52.38 %, lauk nabati 50.97%. Ada hubungan  bermakna sisa makanan dengan penampilan makanan ,rasa makanan,sikap pramusaji dan makanan dari luar sedangkan kondisi klinis dengan suhu tidak ada hubungan bermakna. Determinan yang berpengaruh terhadap sisa makanan adalah penampilan dan makanan dari luar dengan R2 0.274. Kesimpulannya adalah  makanan dari luar dan penampilan makanan berkontribusi 27.4% terhadap sisa makanan.Kata kunci : makanan luar, penampilan makanan,sisa makanan
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI UNIT PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT KEPRESIDENAN RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA TAHUN 2018 Hayatunnisa, Nurul Ulfah; Soepangat, Soedarto; Windiyaningsih, Cicilia
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperlukan suatu analisis untuk menilai penerapan sistem informasi manajemen di unit perawatan intensif yang sejak September 2015 belum pernah dievaluasi. Sekaligus untuk mengetahui manfaat, hambatan dan kualitas  dari sistem informasi manajemen rumah sakit selama diterapkan di unit perawatan intensif  Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebrot. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan program aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit di unit perawatan intensif RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Desain Penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan kualitatif. Sumber data dikumpulkan dengan menggunakan Observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen terkait sistem informasi manajemen rumah sakit di unit perawatan intensif RS Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Hasil dari Penelitian ini didapatkan bahwa penerapan program aplikasi SIMRS di ICU bermanfaat, terdapat hambatan dan kualitasnya baik. Kesimpulannya adalah penerapan program aplikasi SIMRS di ICU bermanfaat walau belum maksimal, mempunyai beberapa hambatan yang terutama bersumber pada sumber daya manusia dan sistem yang mendukung program aplikasi SIMRS dan kualitasnya baik tapi masih bisa ditingkatkan lagi.Kata Kunci: Sistem infromasi manajemen rumah sakit, SIMRS, Unit Perawatan Intensif, ICU, Manfaat, Hambatan, Kualitas
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN MEDICAL CHECK UP (MCU) DI RUMAH SAKIT ANNA MEDIKA BEKASI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN Mulyasari, Ingkem; Kodyat, Alih Germas; Windiyaningsih, Cicilia
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap rumah sakit harus dapat membuat suatu strategi pemasaran yang tepat dan dapat membuat suatu perencanaan untuk dapat bersaing dimasa sekarang dan akan datang Strategi tersebut diperlukan untuk dapat meningkatkan daya saing diantara perusahaan yang sejenis. Salah satu upaya untuk mengetahui strategi yang tepat bagi rumah sakit/klinik adalah dengan analisis SWOT dan matriks TOWS dapat digunakan untuk menyebarkan strategi yang dikembangkan dalam rangka untuk menjadi sukses di lingkungan global di masa depan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian ini RS Anna Medika Bekasi berada kuadran I (SWOT) dan pada sel V (TOWS)  yaitu dalam posisi hold & maintain. Strategi yang umum dipakai pada posisi tersebut adalah strategi pengembangan produk dan strategi penetrasi pasar. Alternatif strategi pemasaran tersebut harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan terintegrasi. Pengembangan strategi pemasaran juga diperlukan karena setiap tahunnya kondisi eksternal maupun internal senantiasa mengalami perubahan. Diperlukan pula dukungan manajemen puncak dan pembentukan tim khusus pemasaran MCU agar strategi pemasaran tersebut dapat berjalan lebih optimal.Kata Kunci : strategi pemasaran, eksternal, internal
DETERMINAN PENYEBAB KETERLAMBATAN PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN POLI GIGI DAN MULUT DI RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA JAKARTA TAHUN 2019 Roviq, Abdul; Soepangat, Soedarto; Windiyaningsih, Cicilia; Damayanti, Irma
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan dokumen rekam medis (DRM) yang cepat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Berdasarkan studi pendahuluan di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta diperoleh data bahwa masih terdapat penyediaan dokumen rekam medis yang lebih dari 10 menit yaitu sebesar 12,7% dengan waktu penyediaan lebih dari 30 menit. Data ini jauh dari standar pelayanan minimal penyediaan dokumen rekam medis adalah ?10 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan penyebab keterlambatan penyediaan dokumen rekam medis poli gigi dan mulut di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta tahun 2019. Observasional deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi pada penelitian yaitu petugas yang melakukan kegiatan penyediaan dokumen rekam medis, dengan sampel sebanyak 85 berkas rekam medis poli Gigi dan Mulut yang diambil secara accidental sampling. Variabel dependen yaitu keterlambatan penyediaan DRM, dan variabel independen yaitu karakteristik (usia, pendidikan, masa kerja) dan kompetensi (pengetahuan, komunikasi, dan keterampilan) petugas. Hasilnya adalah terdapat 28 dokumen rekam medis yang mengalami keterlambatan (32,9%). Variabel yang berpengaruh terhadap keterlambatan yaitu usia, masa kerja, pengetahuan dan keterampilan petugas distribusi dengan nilai p=0,039. Sedangkan untuk karakteristik dan kompetensi petugas pendaftaran maupun pengambilan tidak berpengaruh terhadap keterlambatan penyediaan DRM dengan niai p>0,05. Kesimpulannya adalah Penyediaan DRM menjadi terlambat disebabkan petugas yang kurang berpengalaman dan kurang mendapatkan pelatihan atau pendidikan rekam medis dan alur distribusi yang lama pada rak tunggu distribusi DRM.Kata kunci           : Penyediaan rekam medis, karakteristik, kompetensi, response time 
PERSIAPAN RUMAH SAKIT SEBAGAI RUJUKAN PADA KOMPETISI OLAHRAGA: PENGALAMAN RUMAH SAKIT OLAHRAGA NASIONAL SEBAGAI RUMAH SAKIT RUJUKAN ASIAN GAMES 2018 Paramita, Bunga Listia; Ayuningtyas, Dumilah
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 pada tanggal 18 Agustus ? 2 September 2018 lalu, Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) menjadi salah satu dari 28 rumah sakit rujukan dan telah memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Olympic Council of Asia (OCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah persiapan rumah sakit rujukan pada kompetisi olahraga berdasarkan pengalaman RSON pada penyelenggaraan Asian Games 2018 sehingga berguna sebagai informasi di dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan model sistem input-proses-output, yang melibatkan 6 unsur manajemen (Man, Money, Material, Machine, Method, dan Market). Penelitian dilakukan mulai dari 5 Mei 2017 ? 2 September 2018 yang berlokasi di RSON dengan data primer berdasarkan observasi dan keterlibatan langsung peneliti pertama di lokasi, serta data sekunder dari regulasi internal rumah sakit, laporan keuangan rumah sakit, dan rekam medis pasien. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa unsur kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, ketersediaan anggaran, fasilitas ruangan pelayanan khusus, dan penetapan Surat Keputusan (SK) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi unsur input yang penting. Selain itu, rumah sakit juga perlu mempelajari regulasi kompetisi olahraga yang diselenggarakan, jenis dan karakteristik cabang olahraga yang dipertandingkan, karakteristik setiap negara yang berpartisipasi terutama terkait penyakit endemis atau yang berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa. Seluruh unsur ini saling bersinergis di dalam proses pemberian layanan rumah sakit rujukan. Dari segi output, RSON telah melayani 29 pasien, dengan mayoritas kunjungan berasal dari Indonesia (22 pasien), mayoritas cabang olahraga yang dirujuk adalah bola tangan (handball) (22 orang), dan diagnosis terbanyak yaitu contusion shoulder dekstra (10%) dan impingement syndrome right shoulder (10%). Adanya variasi jenis dan jumlah angka kejadian cedera atau penyakit, asal negara dan jenis cabang olahraga yang mengalami cedera ataupun penyakit yang dirujuk ke rumah sakit rujukan kompetisi olahraga dapat dipengaruhi oleh lokasi venue yang terdekat dengan rumah sakit rujukan, cabang olahraga yang bertanding di venue tersebut dan tingkat resiko cedera cabang olahraga tersebut, dan faktor lain yang mempengaruhinya.
ANALISIS KETIDAKSESUAIAN JUMLAH KUNJUNGAN PASIEN JAMINAN BPJS DENGAN JUMLAH YANG DITERIMA VERIFIKATOR INTERNAL DI RAWAT JALAN RSUD KOJA Warni, Warni; Rahadjo, Tri Budi W.; Supriyantoro, Supriyantoro
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses klaim BPJS menjadi sangat penting karena sumber utama pendapatan rumah sakit tersebut adalah melalui pasien BPJS. Kegagalan proses klaim dikarenakan berkas yang dinyatakan tidak layak oleh BPJS menimbulkan dampak yang cukup besar bagi pengelolaan keuangan RSUD Koja. Terjadinya ketidaksesuain berkas klaim yang cukup tinggi berpotensi mengakibatkan kehilangan pendapatan rumah sakit yang cukup signifikan hal ini disebabkan oleh berberapa faktor antara lain  monitoring yang tidak terpantau terkait alur berkas klaim pasien BPJS. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pada penelitian ini, setelah peneliti mengumpulkan data dalam bentuk hasil wawancara, dokumentasi, dan FGD maka untuk selanjutnya data tersebut akan dianalisis lebih mendalam lagi sehingga membentuk suatu kesimpulan. Pengambilan data dengan dua cara, data primer degan wawancara mendalam dan FGD ( Focus Group Discussion )  bertujuan untuk mencari penyebab ketidaksesuaian jumlah kunjungan dengan jumlah yang di verifikasi oleh verifikator internal dan data sekunder dengan telaah dokumen dari data Rekam Medis dan data Keuangan RSUD Koja Hasil penelitian ini adalah bahwa terbukti setiap bulan selalu terdapat selisih jumlah berkas pasien rawat jalan penjamin BPJS disebabkan oleh 2 hal, karena kunjungan pasien yang banyak dan factor dari SDM yang terkait yaitu ketidaklengkapan resume medis, kurang telitinya petugas, kurangnya pengetahuan petugas, ketidakseragaman informasi terkait SOP dan peraturan yang belaku serta overload berkas pasien yang tidak diiringi dengan kesesuaian jumlah petugas. Kesimpulan dari penenlitian ini adalah keterlambatan pengisian resume medis, SDM kurang teliti, kepatuhan menjalankan SOP, ketidakseragaman informasi serta overlood pasien dirawat jalan merupakan penyebab ketidaksesuaian jumlah kunjungan pasien dengan jumlah yang diterima verifikator internal yang berpengaruh pada penurunan pendapatan Rumah Sakit.  Kata kunci : Kunjungan Pasien Rawat Jalan, Berkas Klaim, Verifikator Internal, Ketidaksesuaian jumlah 
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEGIATAN SUPERVISI TERHADAP PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR DI RUANG RAWAT INAP RS PUSAT OTAK NASIONAL Hedyastuti, Dheanira; Rahayu, Sri; Germas, Alih
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi efektif termasuk kedalam salah satu unsur dari enam target keselamatan pasien. Hal ini tertuang pada Permenkes Nomor 11 /MENKES/ PER/ II / 2017  dan KARS 2012.  Kesalahan komunikasi akan membahayakan keselamatan pasien. Komunikasi yang efektif yaitu komunikasi yang jelas, akurat, lengkap serta mudah dimengerti oleh penerima pesan atau pasien sehingga kesalahan dapat diminimalisasi dan keselamatan pasien tercapai. SBAR merupakan tehnik komunikasi yang digunakan antar tenaga kesehatan. Penerapan komunikasi SBAR sudah dilaksanakan namun belum secara utuh. Budaya organisasi dan Kegiatan supervisi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi penerapan komunikasi SBAR. Budaya organisasi memegang peranan penting pada keberhasilan organisasi tersebut untuk meraih prestasi sesuai dengan tujuan, visi dan misi serta menjadi tuntunan karakter sesuai ciri khas organisasi bagi karyawan. Kinerja perawat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang kuat dan baik. Supervisi (penyeliaan) adalah Suatu pemantauan, pemeriksaan dan pengontrolan yang dilakukan secara langsung dan periodik oleh ?bos? terhadap ?staf? dalam menyelesaikan pekerjaannya, sehingga jika ditemukan masalah dapat langsung dibantu untuk mengatasinya. Kegiatan penyeliaan oleh kepala ruangan diharapkan akan meningkatkan kinerja perawat. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh budaya organisasi dan kegiatan supervisi kepala ruangan terhadap penerapan komunikasi SBAR Perawat di Ruang Rawat Inap RS. PON. Penelitian kuantitatif dengan pengambilan data cross sectional study. Populasi perawat di ruang rawat inap sebanyak 128 responden. Besar klasifikasi jenis kelamin didominasi kaum perempuan 109 orang (85,2%), kategori usia  dewasa awal (21- 30 tahun) yaitu 92 orang (71.9%),Rata-rata perawat pelaksana di ruang rawat inap RS PON berpendidikan D III yaitu 67 orang (52.3%). Status pegawai didominasi  PNS 118 orang (92.2%) dengan lama kerja 12-60 bulan yaitu 70 orang (54.7%). Tidak ada hubungan budaya Organisasi dengan Penerapan Komunikasi SBAR sig (0,401), pearson correlation (0,075). Ada pengaruh negatif hubungan kegiatan supervisi dengan penerapan komunikasi SBAR sig (0,001), pearson correlation(-0,282) dan persamaan regresi Y= 88,820 ? 0,483X. Kata kunci :Budaya organisasi, kegiatan supervisi ,komunikasi SBAR,RS.PON
ANALISIS PENGARUH KEDISIPLINAN DAN PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PERAWAT PADA RUMAH SAKIT UMUM DELIA KABUPATEN LANGKAT Dalimunthe, Muhammad Bayhaqi
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan  hasil survei awal yang telah dilakukan di Rumah Sakit Delia perawat masih belum mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada pasien disebabkan karena belum optimalnya produktivitas kerja perawat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan perlatihan terhadap produktivitas kerja perawat di Rumah Sakit Delia Kabupaten Langkat. Penelitian yang dilakukan bersifat kuantitatif dengan pendekatan Ex post faxto Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Delia yang berjumlah 90 orang yang masa kerja diatas 1 tahun. Sampel yang diambil sejumlah 70 orang, diperoleh dengan menggunakan teknik slovin. Hasil uji statistic korelasi menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari variabel disiplin (p=0,000), pelatihan (p=0,029) terhadap produktivitas kerja perawat. Hasil uji stastistik regresi menunjukkan (thitung 5,863>ttabel  1,66), sehingga ada pengaruh antara kedisiplinan dengan produktivitas kerja perawat, sedangkan pelatihan menunjukkan adanya pengaruh terhadap produktivitas kerja perawat  dengan hasil (thitung 3,778>ttabel  1,66). Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kedisiplinan dan pelatihan kerja terhadap produktivitas kerja perawat. Kata Kunci                : Kedisiplinan, Pelatihan, Produktivitas Kerja Perawat
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN (PERAWAT) TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT MARINIR CILANDAK Irenawati, Ollanda
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan kerja adalah salah satu faktor yang mampu mempengaruhi kinerja karyawan. Tinggi atau rendahnya kinerja karyawan dapat ditentukan dari kepuasan kerja karyawan tersebut, sehingga hasil kerja yang dapat diperoleh baik, dan menghasilkan produktivitas yang juga baik, yang menyebabkan tercapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Dimana pengumpulan data dilakukan dalam waktu yang bersamaan, dan setiap subjek hanya diteliti satu kali. Berdasarkan hasil analisis data uji univariat, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang buruk antara kepuasan psikologi terhadap kinerja karyawan (perawat) RS. Marinir Cilandak. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata (mean) 4,13 dimana lebih kecil dari nilai tengah (median) 4,2. Jadi hipotesisnya adalah Ha yaitu kepuasan psikologi dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada RS Marinir Cilandak. Kesimpulannya adalah Pengaruh kepuasan kerja para karyawan terhadap kinerja karyawan di RS. Marinir Cilandak adalah negative (kurang baik) untuk kepuasan psikologi, kepuasan social, dan kepuasan fisik.Kata kunci: kepuasan kerja karyawan, kinerja karyawan
DETERMINAN PENYEBAB KETERLAMBATAN REKAM MEDIS PADA POLI PENYAKIT DALAM DI RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA JAKARTA TAHUN 2019 Yusuf, Nurillah Isnaeni; Windiyaningsih, Cicilia; Soepangat, Soedarto
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit (MARSI)
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagian terdepan dalam pelayanan di rumah sakit adalah bagian pendaftaran yang masuk ke dalam unit rekam medis. Pelayanan rekam medis sebaiknya harus cepat dan tepat agar pasien dapat segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Kecepatan pelayanan rekam medis dari pendaftaran hingga proses distribusi dapat dinilai dengan cara melihat respon time pelayanan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian petugas pendaftaran, pengambilan, dan distribusi di Unit Rekam Medis berjumlah 96 orang. Sampel 96 rekam medis pasien yang diambil dengan tehnik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dengan menampilkan mean, median, modus, dan standar deviasi waktu penyediaan rekam medis dan bivariat dengan menggunakan uji Regresi Linear.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap keterlambatan penyediaan rekam medis poli penyakit dalam yaitu kompetensi keterampilan petugas pendaftaran, sedangkan variabel yang tidak berpengaruh yaitu karakteristik petugas. Variabel yang bepengaruh paling dominan terhadap keterlambatan penyediaan rekam medis poli penyakit dalam RSAU dr. Esnawan Antariksa adalah keterampilan petugas pendaftaran dengan nilai (p=0,029). Masih ditemukan keterlambatan penyediaan rekam medis dengan waktu > 10 menit sebanyak 34,4%. Perhitungan variabel keterampilan petugas pendaftaran mendapatkan nilai p=0,029 artinya p<0,05 sehingga faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap keterlambatan penyediaan rekam medis di poli penyakit dalam. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Asmuni, S (2009) di RSU dr. Pringadi Medan yang menunjukkan bahwa variabel keterampilan berpengaruh terhadap waktu tunggu pasien dengan (p=0,035). Sedangkan tidak ditemukan pengaruh yang bermakna dari variabel lainnya seperti karakteristik petugas, pengetahuan dan komunikasi petugas. Kata kunci           : Penyediaan rekam medis, karakteristik, kompetensi, respon time.