cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
EFEK HIPOGLIKEMIK FRAKSI ETIL ASETAT DAN AIR RANTING BUAH PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA BLUME) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR DENGAN METODE INDUKSI ALOKSAN Pujiastuti, Endra; Megawati, Annik
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.56

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Mellitus yang semakin meningkat, menempatkan Indonesia di posisi ke-4 di dunia setah India, Cina dan Amerika serikat. Tahun 2000, Indonesia terdapat 8,4 juta penderita Diabetes Mellitus dan diperkirakan akan terus bertambah menjadi 21,3juta pada tahun 2030 (Soegondo dkk, 2009).Indonesia sebagai Negara dengan kekayaan alam yang melimpah, diantaranya dari segi tanaman obat sehinnga banyak digunakan sebagai altenatif obat, salah satuanya untuk menurunkan kadar glukosa darah (Soriton, 2014).Salah satu tanaman obat berasal dari kearifan lokal Desa Colo kecamatan Dawe Kabupaten Kudus yaitu parijoto (Medinilla speciosa  Blume). Tanaman parijoto mengandung  tanin, flavonoid dan glikosida pada buahnya, serta didapatkan hasil ekstrak buah parijoto memenuhi standar mutu dengan kadar flavonoid total 156 mg/RE serta memiliki aktivitas antioksidan (Wachidah, 2013).  Penelitian ini bertujuan mengetahui efek hipoglikemia fraksi etil asetat dan air Ranting Buah Parijoto (Medinilla speciosa  Blume) pada Tikus Putih jantan galur Wistar Dengan Metode Induksi Aloksan, mengetahui perbedaan efek hipoglikemik fraksi etil asetat dan air Ranting Buah Parijoto (Medinilla speciosa  Blume) pada Tikus Putih jantann galur Wistar Dengan Metode Induksi Aloksan. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorik dengan menggunakan induksi aloksan pada tikus putih jantan galur wistar dan mengakibatkan rusaknya sel beta pancreas sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar. Dimana sebelum diberikan aloksan hewan uji dipuasakan terlebih dahulu dan di periksa kadar darah nya. Pemberian fraksi etil asetat dan air ranting buah parijoto pada dosis 25, 50 dan 100 mg/Kg BB diberikan setelah tikus mengalami Peningkatan Kadar glukosa darah dan dikatakan diabetes mellitus dengan harapan dapat menurunkan kadar glukosa darah. Data diuji menggunakan one way ANOVA untuk mengetahui adanya perbedaan antar perlakuan.hasil yang diperoleh dari uji one way ANOVA didapat nilai signifikan 0.000 0.05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antar kelompok perlakuan.Dilanjutkan uji Post Hoc LSD dengan hasil P 0.05 arti nya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pemberian fraksi air dengan etilasetat ranting buah parijoto pada tikus wistar yang diinduksi aloksan.
BACK MATTER CENDEKIA JOURNAL OF PHARMACY VOL. 3 NO. 2 TAHUN 2019 Caesar, David Laksamana
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.63

Abstract

OPTIMASI FORMULA SABUN PADAT ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) DENGAN VARIASI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN COCOAMIDOPROPYL BETAINE Mardiyanti, Devi; Indrayanti, Ana; Ikasari, Endang Diyah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.45

Abstract

Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah buah pare. VCO mempunyai sifat mudah diabsorpsi kulit sehingga kulit menjadi lembab. Betaine digunakan dalam pembuatan sabun untuk menghasilkan busa yang melimpah. Optimasi VCO dan betaine bertujuan untuk memperoleh sabun yang lembab, menghasilkan busa banyak, dan tidak mengiritasi kulit. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula sabun padat ekstrak buah pare dengan variasi VCO dan betaine sehingga menghasikan sabun yang baik, tidak mengiritasi kulit, dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Optimasi menggunakan desain faktorial software Design Expert versi 10 dilakukan terhadap parameter sifat fisik yang meliputi kekerasan sabun, ketinggian busa, dan pH sabun. Uji aktivitas antibakteri metode difusi terhadap bakteri S. aureus digunakan konsentrasi 0,5% ekstrak buah pare. Formula optimum diuji iritasi dengan metode skor draize menggunakan 5 ekor kelinci jantan dengan waktu pengamatan selama 24, 48, dan 72 jam. Hasil optimasi dihasilkan VCO (7,5 gram) dan betaine (6,9 gram) dengan kriteria kekerasan (2,66 kg), ketinggian busa (8,01 cm), dan pH (9,13). Analisis T-test formula optimum hasil observasi dan prediksi tidak berbeda signifikan dengan nilai p-value 0,05. Formula optimum memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 11,56 ±2,01 mm, dan memiliki indeks iritasi sebesar 0,0-0,4.
OPTIMASI WAKTU FERMENTASI DAN KONSENTRASI YEAST PADA PROSES PEMBUATAN ETANOL DARI NIRA TEBU SEBAGAI BAHAN BAKU OBAT KIMIA Nafi'ah, Rohmatun; Primadevi, Susan
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.54

Abstract

Nira Tebu hasil pemerasan tebu mempunyai kandungan gula tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi waktu fermentasi dan konsentrasi yeast pada proses pembuatan etanol sebagai bahan baku obat kimia. Proses pembuatan etanol meliputi tahap pretreatment, tahap hidrolisis, tahap fermentasi. Dan tahap destilasi. Proses fermentasi dengan penambahan ragi (yeast) dengan penambahan urea dan berlangsung selama 6 hari dengan volume nira tebu yang digunakan adalah sebanyak 5 Liter. Ragi yang digunakan untuk fermentasi sebanyak 1,2,3,4, dan 5 gram dan variasi waktu fermentasi 2 dan 6 hari. Selanjutnya ditentukan kadar etanol dengan menggunakan Gas Chromatography (GC).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar etanol mengalami kenaikan pada konsentrasi yeast 1 gram sampai 3 gram namun mengalami penurunan pada konsentrasi 4 gram dan 5 gram. Hal ini disebabkan pada konsentrasi 1 gram sampai 3 gram yeast mengalami pertumbuhan (berkembang biak) sehingga dapat mengkonversi gula menjadi etanol secara efektif. Sedangkan penambahan konsentrasi yeast yang semakin besar menunjukkan hasil kadar etanol menurun, hal ini disebabkan Saccharomyces cerevisiae yang ada lebih banyak menggunakan nutrisi tersebut untuk bertahan hidup dari pada mengubah gula menjadi etanol. Semakin lama waktu fermentasi maka semakin tinggi pula kadar etanolnya. Hal ini terjadi karena semakin lama waktu fermentasi maka semakin banyak pula kesempatan yeast untuk mengkoversi nira menjadi etanol.
FORMULASI DEODORAN ROLL ON EKSTRAK DAUN WARU (HIBISCUS TILIACEUS L.) PADA KONSENTRASI 3%;5%;8% DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Lailiyah, Munifatul; Sukmana, Primadita Hervia; P, Eko Yudha
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.48

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya bau badan terutama pada ketiak adalah bakteri Staphylococcus aureus. Daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang mempunyai mekanisme kerja sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membuat formulasi sediaan deodoran roll on menggunakan ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) pada konsentrasi 3%, 5%, 8% untuk mengetahui zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Daun waru diekstraksi menggunakan metode maserasi kemudian diformulasikan menjadi sediaan deodoran roll on. Pengujian deodoran roll on ekstrak daun waru meliputi evaluasi organoleptis, pH, homogenitas, iritasi kulit, viskositas dan aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang mengandung ekstrak etanol daun waru memiliki bentuk cairan kental, bau khas ekstrak dan berwarna coklat. Data hasil uji pH dianalisis menggunakan Kruskal Wallis menunjukkan bahwa hasil sig 0,05. Hasil uji viskositas dan uji antibakteri menunjukkan hasil sig 0,05. Uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan deodoran roll on ekstrak daun waru memiliki zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus rata-rata F1 3% sebesar 13,05 mm, FII 5% sebesar 15,57  mm dan FIII 8% sebesar 18,01 mm. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun waru yang digunakan menyebabkan bertambahnya zona hambat terhadap antivitas antibakteri.
FRONT MATTER CENDEKIA JOURNAL OF PHARMACY VOL. 3 NO. 2 TAHUN 2019 Caesar, David Laksamana
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.62

Abstract

EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI ALOKSAN Pujiastuti, Endra; Amilia, Desi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.13

Abstract

Daun kenikir merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa flavonoid yang diduga mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kenikir terhadap penurunan glukosa darah pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Hewan uji ada 24 ekor yang dibagi dalam 6 kelompok yaitu normal, negatif, positif dan 3 konsentrasi ekstrak diantaranya 150 mg/KgBB, 300 mg/KgBB dan 600mg/KgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah penginduksian aloksan serta setelah pemberian perlakuan selama 5 hari. Data yang diperoleh diolah menggunakan metode One Way ANOVA. Pemberian ekstrak etanol daun kenikir selama 5 hari dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan presentase 36,5% pada dosis 150 mg/KgBB, 36,3% pada dosis 300 mg/KgBB dan 42,5% pada dosis 600 mg/KgBB. Sedangkan pada uji one way ANOVA menunjukkan nilai signifikasi 0,00   0,05 yang artinya ada perbedaan yang nyata antar kelompok perlakuan dalam menurunkan kadar glukosa. Ekstrak etanol daun kenikir dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih galur wistar yang diinduksi aloksan dan dosis paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah adalah 600 mg/kgBB.Kata Kunci : Ektrak daun kenikir, Kadar glukosa darah, Aloksan, Cosmos caudatus Kunth.
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA TERHADAP DERAJAT TEKANAN DARAH Ikawati, Kartika; Hadimarta, Fransisca Pramessinta; Widodo, Agus
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 1 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i1.44

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena prevalensi kasusnya yang tinggi dan berasosiasi dengan penyakit lainnya. Kolesterol dan trigliserida dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar kolesterol total dan trigliserida terhadap derajad tekanan darah. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan rancangan cross sectional.   Jumlah sampel sebanyak 40 orang yang diambil dengan teknik sampling consecutive dari penderita hipertensi stadium 1 dan 2 yang menjalani  rawat jalan di RSUD Tugurejo Semarang.Sebagai obyek penelitian digunkan serum dari darah vena cubiti yang kemudian diukur kadar kolesterol total menggunakan metode CHOD-PAP dan untuk pengukuran kadar trigliserida dengan menggunkan metode GPO-PAP. Pengukuran tekanan darah berdasarkan rekomendasi WHO dan klasifikasi hipertensi berdasarkan JNC VII. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 40 responden didapatkan rerata kadar kolesterol pada penderita hipertensi stadium 1 sebesar 220.5 mg/dL. Sedangkan rerata kadar kolesterol padapenderitahipertensi stadium 2 sebesar 242 mg/dL atau lebih tinggi 9,8%. Kadar trigliserida penderita hipertensi stadium 1 didapatkan rerata 160,4 mg/dL dan rerata pada penderita hipertensi stadium 2 sebesar 238.1 mg/dL atau lebih tinggi 48%.  Hasil uji korelasi terhadap kadar kolesterol didapatkan nilai P 0.05 sedang untuk kadar trigliserida didapatkan P 0.05 dan R=0.725. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol total dengan derajat tekanan darah, tetapi terdapat hubungan positif kuat antara kadar trigliserida dengan tekanan darah. Semakin tinggi kadar trigliserida akan semakin tinggi derajad tekanan darahnya. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian profil lipid berhubungan terhadap derajad tekanan darah pada penderita hipertensi di RSUD Tugu Semarang.
FORMULASI SERUM LIPOSOM ANTOSIANIN DARI KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) UNTUK ANTIAGING Purwanto, Ungsari Rizki Eka; Ariani, Lilies Wahyu; Pramitaningastuti, Anastasia Setyopuspito
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 3, No 2 (2019): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v3i2.52

Abstract

Penelitian mengenai pemanfaatan limbah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) saat ini telah banyak dilakukan, salah satunya adalah aktivitasnya sebagai antioksidan yang dapat bermanfaat sebagai kosmetik antiaging. Kesulitan dalam mempertahankan kandungan antosianin pada sediaan adalah hal yang paling sering ditemui. Potensinya sebagai antioksidan sering menurun seiring dengan penurunan kadar antosianin. Formulasi bentuk liposom merupakan salah satu cara yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi keterbatasan stabilitas antosianin kulit buah naga merah yang mudah rusak oleh faktor lingkungan. Teknologi liposom juga telah terbukti efektif sebagai sistem penghantaran obat melalui kulit.Tujuan penellitian ini adalah untuk mengoptimasi komponen penyusun liposom antosianin kulit buah naga merah yang terdiri dari lesitin soya dan kolesterol untuk memperoleh penyerapan antosianin kulit buah naga merah yang maksimal. Optimasi liposom tersebut menggunakan metode optimasi Simplex Lattice Design dengan bantuan software Design Expert 10.0. Respon uji yang digunakan untuk optimasi liposom adalah persentase efisiensi penjerapan antosianin dan pH. Hasil menunjukkan, liposom yang paling optimum adalah liposom dengan komponen kolesterol dibanding lesitin = 0,647 : 0,353 dan terhidrasi oleh fase air dapar fosfat pH 7,4. Formula optimum memiliki rata-rata distribusi ukuran partikel sebesar 270,7 nm. Formula optimum yang didapat kemudian dimasukkan ke dalam basis serum sehingga menjadi sediaan serum liposom. Serum atau biasa disebut konsentrat, mengandung substansi aktif biologis sepuluh kali lebih banyak dibandingkan sediaan topikal lain, sehingga lebih cepat dan lebih efektif.Pengujian aktivitas antiaging serum liposom antosianin kulit buah naga merah dilakukan dengan pengujian aktivitas antioksidan secara invitro dengan metode DPPH. Hasil uji iritasi menunjukkan semua sediaan termasuk basis tidak menimbulkan iritasi pada hewan uji. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin sediaan serum liposom yang dihasilkan dapat berkhasiat, bersifat aman, dan tidak menimbulkan erhytema maupun udema bila diaplikasikan pada kulit.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA BLUME) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Sugiarti, Lilis; Fitrianingsih, Sri
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 2, No 1 ( Mei 2018) : Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v2i1.18

Abstract

Penyakit kulit seperti jerawat dapat terjadi jika saluran menuju permukaan kulit untuk mengeluarkan sebum yang diproduksi oleh kelenjar minyak rambut pada lapisan dermis tersumbat penyebab utamanya Propionibacterium acnes. Tanaman yang berperan sebagai antibakteri salah satunya adalah parijoto (Medinilla speciosa, Blume). Kandungan bahan aktif dari parijoto yaitu flavonoid, saponin dan tanin. Flavonoid bertindak sebagai penghambat pertumbuhan sel kanker, saponin yang mempunyai aktivitas antitumor dan tanin yang beraktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan Konsentrasi Hambat Minimal (KHM) ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri Propionobacterium acnes dan Staphylococcus aureus serta untuk mengetahui adanya korelasi antara aktivitas antibakteri dan konsentrasi ekstrak etanol.  Metode yang dilakukan yaitu pengolahan sampel sampai diperoleh serbuk dan diekstraksi menggunakan metode maserasi serta diujikan pada bakteri dengan metode pour. Hasil uji dilakukan analisis menggunakan SPSS dengan analisis oneway ANOVA. Hasil dari analisis oneway ANOVA diameter zona  hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus diperoleh signifikansi 0,000 (p 0,05). Hasil dari korelasi pada bakteri propionibacterium acnes mempunyai besaran korelasi antara jumlah konsentrasi dan daya hambat terhadap bakteri adalah 0,886 dan p value sebesar 0,000 0,05 dan pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 0,903 dan p value sebesar 0,000 0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan. Ekstrak etanol daun parijoto mempunyai potensi antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Propioniacterium acnes dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi hambat minmal pada konsentrasi 6,25 mg/ml dan terdapat hubungan positif antara konsentrasi ekstrak etanol daun parijoto dengan diameter zona hambat bakteri. Kata kunci: Ekstrak etanol daun parijoto, KHM, Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus.