cover
Contact Name
Heni Indrayani
Contact Email
jurnal.audience@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
heni.indrayani@dsn.dinus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Audience
ISSN : 26208393     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Audience, Journal of Communication Studies is a scientific journal published by Dian Nuswantoro University. Audience journal publishes original papers, review papers, conceptual framework, analytical and simulation models, case studies, and empirical research. Audience journal aims to develop and communicate widely the development of creative media and business communication both theoretical and pragmatic. Audience journal publishes papers in the fields of journalism, mass media industries, broadcasting media issue, new media studies, media ethics, political communications, media law, strategic communications management, social marketing, political marketing, political campaign, public relations. Audience journal is published both in print and online versions. Audience journal published twice a year, in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
LITERASI PELAJAR SMA TENTANG INTERNASIONALISASI PERGURUAN TINGGI Nugroho, Rino A; Vionuke, Apneta; Prakoso, Septyanto G; Anggreni, Likha S; Yuliarti, Monika S
Jurnal Audience Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v2i1.2695

Abstract

AbstrakPembangunan suatu negara ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Dalam banyakkasus, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, beberapa orang memilih untukmendapatkan gelar yang lebih tinggi di universitas di luar negeri. Sayangnya, sebagian besarsiswa memilih untuk tidak kembali ke negara asal mereka dan lebih memilih untuk tinggal danbekerja di negara tempat mereka mendapatkan negara mereka. Fenomena tertentu ini disebutbraindrain.Untukmengurangikemungkinanbraindrainterjadi,kualitasuniversitaslokalharusdisinkronkandenganstandarinternasional.Namun,walaupunadabeberapauniversitasberstandarinternasionaldidalam negeri,adakemungkinanbahwacalonsiswa/ lulusan sekolahmenengahmasih belumtahutentangpentingnyaketerpaparaninternasionaldankualitasdalammemilihuniversitasmasa depan mereka.Penelitianinidilakukanuntukmeneliti literasiinformasisiswaSMA tentanginternasionalisasitingkatyanglebih tinggi.Inidianggapsebagaiproyekpercontohanuntukmenemukankorelasiliterasiinformasisiswasekolahmenengahdanstatusuniversitastingkatinternasional.Penelitianini dilakukandenganmelakukansurveiterhadapsiswadi dua sekolahmenengahterkemukadi Solo.Sampeldiambil denganmenggunakanmetodeconveniencesampling,mengingatsifatpenelitian untukmenemukanfenomenasosial.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwauntukkriteriatertentu,siswasudah tahutentangmasalahini,tetapiuntukbeberapakriterialain merekamasih memilikiinformasiminimum.Penelitianinijugadapatmenemukanmediayangbanyakdigunakanolehsiswasebagaisaranauntukmeningkatkanliterasiinformasi.Kata kunci: brain drain, internasionalisasi pendidikan tinggi, literasi informasi, media. AbstractIt is a fact that the development of a country is decided by the quality of the human resources.In a lot of cases, to increase the quality of human resources, some individuals choose to gettheir higher degree in the universities overseas. Unfortunately, most of these students choosenot to go back to their home country and prefer to stay and work in the the country where they get their country instead. This certain phenomenon is called brain drain. To reduce the possi-bility of brain drain for happening, the quality of local university should be synchronized withinternational standard. However, eventhough there are some internationally-standard universitiesdomestically,thereisa possibilities thatthe potentialstudents/highschool graduatesstilldonotknowabout theimportanceof internationalexposureandqualityinchoosingtheirfutureuniversity.Thisresearchisconductedtoscrutinizethe informationliterationofhighschoolstudentsabout higherdegreeinternationalization.Thisisconsidereda pilot projecttodiscoverthecorrelationofinformationliterationof high schoolstudentsand the statusof ainternational-leveluniversity.Theresearch isdonebyconductingsurveytowardsstudentsin two reputable high schools in Solo. Sample is taken by applying convenience sampling method, considering the nature of the research to discover a social phenomenon. The result of the researchshownthat tocertaincriteria,thestudentsalready knowabout the issue,but forsomeothercriteriatheystillpossessa minimum information.Thisresearchalsoabletofind themedia which mostly used by the students as the means to increase information literation. Keywords: higher education internationalization, information literacy, media.
PERSEPSI KHALAYAK PADA VIDEO IKLAN THAI LIFE INSURANCE VERSI “ I WANT MORE TIME ” TERHADAP PERAN AYAH DAN ANAK LAKI-LAKI DALAM KELUARGA Fajar, Fahmi Rizki
Jurnal Audience Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2685

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan memahami persepsi khalayak pada video iklan Thai Life Insurance versi “ I WantMore Time “ terhadap peran ayah dan anak laki-laki dalam keluarga. Iklan ini menceritakan hubungan daninteraksi ayah sebagai orang tua tunggal dan satu anak laki-lakinya dalam keluarga. Fokus dari penelitianini adalah pada pemaknaan khalayak yang memiliki latar belakang berbeda dalam dua keluarga terhadapiklan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi. Analisisresepsi dipilih untuk mendapatkan temuan yang mendalam. Ada tujuh orang yang menjadi narasumberdari penelitian ini. Ketujuh narasumber terbagi menjadi dua keluarga tersebut memiliki latar belakang yangberbeda untuk mendapatkan data yang akurat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitianini adalah dengan wawancara yang mendalam melalui Forum Group Disccusion (FGD) dan studi pustaka.Penelitian ini menggunakan teori Negosiasi Muka dari Stella ting Toomey. Hasil penelitian ini menyatakanbahwa peran ayah dan anak laki-laki dalam video iklan Thai Life Insurance versi “ I Want More Time “ memilikikesamaan dengan peran ayah dan anak laki-laki di kehidupan sehari – hari dalam konteks keluarga, hal inipernah dialami sendiri oleh narasumber laki-laki sebagai ayah dan anak serta didukung oleh penuturaninforman lainnya.Kata Kunci : iklan, i want more time, persepsi khalayakAbstractThis study aims to understand the audience perceptions on the Thai Life Insurance video version  “I WantMore Time” to the role of father and son in the family. This ad tells about the relationship and interaction,the father as a single parent and one of his sons. The focus of this study is on the meaning of the audiencethat has different background. This study used a qualitative approach with the method of reception analysis.Analysis reception was selected to obtain deep findings. There are seven audiences who became the sourcethis research. The seven speakers are divided into two families that have different backgrounds to obtainaccurate data. The data collection techniques used in this study are through in-depth interviews throughGroup Disccusion (FGD) forums and literature studies. This study uses the Advocacy of Stella ting ToomeyAdvance theory. The results of this study shows that the role of fathers and boys in the Thai Life Insurance advideo version “I Want More Time” has similarities to the role of father and son in everyday life in the context of the family, it has been experienced alone by informants as fathers and children and supported by other informants’ narratives.Keywords: advertising, thai life insurance, audience perception
ETNOGRAFI VIRTUAL PADA LAMAN PENGGUNA INSTAGRAM STORIES (IG STORIES) SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI INTERPERSONAL Witri, Akira Aulia; Pratiwi, Mutia Rahmi
Jurnal Audience Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v2i2.2710

Abstract

AbstrakPerkembangan media sosial di Indonesia berdampak pada penggunanya, terutama bagiremaja. Instagram merupakan salah satu media sosial yang digunakan oleh para remaja untukmenunjukan eksistensinya melalui berbagai informasi yang diunggah. Instagram Stories (IGStories) merupakan salah satu fitur di Instagram yang memiliki banyak pengguna. Fitur IGStories menjadi media pengungkapan diri melalui unggahan berupa foto, teks, video yangdidukung dengan filter didalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif denganmetode etnografi virtual. Subjek penelitian terdiri dari dua orang yaitu Icak dan Rizky, remajaberusia 18 dan 23 tahun yang aktif menggunakan IG Stories di akun pribadinya. Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat lima aspek dalam pengungkapan diri yang melatarbelakangipengguna fitur IG stories, yaitu: (1) Berdasarkan aspek ketepatan, para informan mengunggahkonten yang relevan dengan kegiatan yang sedang dilakukan; (2) Berdasarkan aspek motivasi,para informan termotivasi untuk mengungkapkan dirinya karena adanya dorongan dari luardan dalam melalui setiap foto yang diposting; (3) Berdasarkan aspek waktu, para informanmemposting foto pada pagi, siang dan malam hari; (4) Berdasarkan aspek keintensifan yangditunjukan oleh para informan kepada siapa ia mengungkapkan dirinya; (5) Berdasarkan aspekkedalaman, para informan melakukan postingan di IG Stories yang ditujukan kapada semuafollower di akunnya.    Kata Kunci: Self Disclosure, Instagram Stories, Remaja. AbstractThe development of social media in Indonesia has an impact on its users, especially for teenagers.Instagram is one of the social media used by teenagers to show their existence through variousuploaded information. Instagram Stories (IG Stories) is one of the features on Instagram thathas many users. IG Stories feature is a medium for self disclosure through uploads of photos,text, videos that are supported by filters inside. This research is a qualitative research with virtual ethnographic methods. The research subjects consisted of two people, Icak and Rizky, adolescents aged 18 and 23 years who actively used IG Stories in their personal accounts.The results of the study describe a five aspect of instagram stories feature. Five aspect of selfdisclosure which is influence the user of Instagram Stories feature: (1) Accuracy, the informantsuploaded content that was relevant to the activities being carried out;(2) Motivation aspect,the informant is motivated to express himself because of the encouragement from insideand outside through each photo posted; (3)The time aspect, the informant posted a photoin the morning, afternoon and evening; (4) The intensification aspect, which is indicated bythe informant to whom he revealed himself; (5) The depth aspect, the informant posting on instagram stories is directed to all followers or to certain accounts on his instagram.Keywords: Self Disclosure, Social Media, Adolescent
KOMUNIKASI NEGOSIASI INDIVIDU GAY DALAM MEMUTUSKAN VCT SECARA SUKARELA Pudrianisa, Sheila Lestari Giza
Jurnal Audience Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2690

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi negosiasi individu gaymemutuskan VCT (Voluntary, Counseling and Tasting) serta pendampingan secara sukarela.Informan penelitian adalah LSL yang tergabung dalam Semarang GAY@ Community yang terdiriatas tiga orang LSL negatif dan tiga orang LSL positif. Keluarga, teman dan pacar sesama LSLberpengaruh pada pengambilan keputusan saat proses negosiasi berjalan. Proses komunikasinegosiasi menggunakan tiga pendekatan yaitu framing sebagai posisi tawar, penyusunan pesan sebagai elemen dalam membentuk pesan persuasi, dan mengelola hubungan antara LSL dengan Dinas Kesehatan yang menyediakan layanan tes gratis dan layanan konseling(VCT) rutin, yang ditandai dengan perjanjian tertulis atau penandatangan kontrak sebagaibentuk kesepakatan antara negosiator (petugas kesehatan) dengan narasumber. Penelitianini menghasilkan sikap sukarela karena terdorong rasa tanggung jawab terhadap diri sendiridengan konsep komunikasi negosiasi berulang (multilayer negotiation) menggunakan gayakomunikasi yang berbeda yaitu karena paksaan, imbalan serta rasa penasaran.Kata kunci: Negosiasi berulang, LSL, VCT, ODHAAbstractThis research has purpose to understand a process communication of negotiation guyindividuals decide on VCT (Voluntary, Counseling and Tasting) as well as voluntary colleague.The research information were MSM who joined in Semarang GAY@ community consists thatof three persons negative and three persons positive include family,friends, girl or boy friendof MSM has an effect decision when during negotiation process. The process negotation usesthree approachs such as framing become undisturbed position,composing massage becomeelement and then massage transform persuasi, and can make relationship between MSM andpublic health office that provide service free test and conseling services (VCT), as indicated bya agreement or sign contract as a form of agreement between the negotiator (health worker)and the resource persen. This research can produce a voluntary attitude inasmuch as it shoveda sense of responsibility towards oneself with concept repeatation negotiation communication(multilayer negotiation) can use different communication such as compulsion,wage,andcurious.Keywoards: Multilayer negotiation, MSM, VCT, ODHA.
ANALISA SEMIOTIKA VISUAL FILM BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA Perdana, Rizki Rengganu Suri
Jurnal Audience Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2681

Abstract

AbstrakTerorisme didefinisikan sebagai sebuah doktrin yang mengandung unsur intimidasi, kekerasan dan brutalismemelawan warga sipil sebagai dasar dengan motivasi tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapapembuat film telah mengangkat persoalan yang terjadi dalam masyarakat untuk membangun perhatiantentang isu terkait,salah satunya adalah film Bulan Terbelah di Langit Amerika. Metode yang dipakai dalampenelitian ini adalah Metode Analisis Semiotik film (MAS) Christian Metz.Bahasa struktur film kemudiandibagi menjadi delapan pengelompokan dalam ”The Large Syntagmatic Category” .Teori yang penulisgunakan adalah Sigmund Freud – Psikoanalisis,teori ini untuk melihat bagaimana representasi dari karakteryang dibentuk dari hasil tabarakan montage,dan Sergei Eisenstein – Teori Montage,adalah teori yangdigunakan untuk memunculkan serta menimbulkan emosi kepada audience.Hasil dari penelitian ini(1)Teror,direpresentasikan berupa penekanan akan Super Ego pada karakter(2)Intimidasi, direpresentasikan melaluimedia–media menyorot karakter Sarah dan Azima, sehingga menciptakan trauma psikologis kepada mereka, terlihat kekerasan simbolik yang terlihat dari narasi (verbal) dan bahasa tubuh (non verbal),(3)Pengakuan Bangsa Barat, direpresentasikan melalui karakter Philipus Brown dan bentuk dorongan Id nya yang akhirnyamembuat keseluruhan karakter memiliki kesamaan IdKata Kunci : Bulan Terbelah di Langit Amerika, Semiotik, Film TerorisAbstractTerrorism is defined as a doctrine that contains elements of intimidation, violence and brutality againstcivilians as a basis with certain motivations. In recent years, some filmmakers have raised the issues that occurin society to build attention to related issues, one of which is the film of Bulan Terbelah di Langit Amerika.The method used in this study is the Semiotic Analysis Film Method (MAS) Christian Metz.The structure of thefilm is then divided into eight groupings in “The Large Syntagmatic Category”. The theory the author uses isSigmund Freud - Psychoanalysis, the theory is to see how the representation of the characters formed fromthe results of montage, and Sergei Eisenstein - Montage Theory, is a theory used to generate emotion to theaudience. The results of this study (1) Terror, represented in the form of Super Ego emphasis on the character(2) Intimidation, represented through the media highlighted the character of Sarah and Azima, thus creatingpsychological trauma to them, seen symbolic violence seen from the narrative (verbal) and body language (non verbal), (3) Confession of the West, represented by the character of Philipus Brown and the form of his Id impulse that eventually made it whole an character has a similarity Id.Kata Kunci : Bulan Terbelah di Langit Amerika, Semiotics, Terrorism Movie.
ANALISIS TINDAK TUTUR HUMAS PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI 4 SEMARANG DALAM MENSOSIALISASIKAN SOP TENTANG REKOMENDASI IBU HAMIL (STUDI KASUS IBU MELAHIRKAN DI KA KERTAJAYA LEBARAN) Loka, Putri Tiara; Purnamasari, Devi
Jurnal Audience Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v2i1.2696

Abstract

AsbtrakPT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki berbagai macam pedoman yang digunakan untukmengimplementasikan 4 pilar perusahaan. Khususnya adalah Keselamatan, Ketepatan Waktu,Keamanan dan Kenyamanan. Salah satu peraturan yang di publikasikan adalah peraturan khususuntuk ibu hamil sebagai pedoman keselamatan bagi penumpang. Umumnya, penumpangibu hamil yang menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan kereta api. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses sosialisasi SOP No. 1/KS.102/II/MMH/9001/2017 yang dilakukan Humas kepada ibu hamil tentang peraturan perusahaandengan menggunakan teori tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode wawancara,observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teoritindak tutur milik John Searle. Hasil penelitian menunjukan bahwa Humas dapat menyampaikantuturan dengan jelas kepada penumpang. Tindak tutur lokusi menyampaikan pernyataan isitertentu untuk mendapatkan hubungan kerja sama yang baik dengan penumpang. Tindaktutur ilokusi disampaikan melalui berbagai media, antara lain media massa, media audio visualberupa KA TV, kegiatan Humas seperti himbauan dari announcer, talkshow dan jumpa persserta iklan media massa berupa roll banner, dan spanduk di stasiun. Tindak tutur perlokusimemberikan hasil bahwa dominasi penumpang paham dan melaksanakan sesuai denganperaturan yang telah dibuat oleh perusahaan.Kata Kunci : PT. KAI (Persero), Tindak Tutur,  Sosialisasi AbstractPT. Kereta Api Indonesia (Persero) has a variety of guidelines that are used to implement the4 pillars of the company. Especially is Safety, Timeliness, Security and Comfort. One of theregulations published is a special regulation for pregnant women as a safety guideline forpassengers. Generally, passengers of pregnant women who travel long distances by train. The purpose of this study was to find out how the process of socializing SOP No. 1 / KS.102 / II / MMH / 9001/2017 conducted by PR to pregnant women about company regulations usingspeech act theory. This research uses interview, observation and documentation methods. Thetheory used in this study uses John Searle's theory of speech acts. The results of the study showthat Public Relations can convey speech clearly to passengers. Location speech acts conveycertain content statements to get a good working relationship with passengers. Illocutionaryspeeches were delivered through various media, including mass media, audio-visual mediain the form of TV trains, public relations activities such as appeals from announcers, talkshows and press conferences and mass media advertisements in the form of roll banners, and banners at stations. Perlokusi speeches result that the dominance of passengers understands and executes in accordance with the regulations made by the company.Keywords: PT. KAI (Persero), Speech Acts, Socialization
KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI DALAM KONSTRUKSI MEDIA ONLINE (ANALISIS WACANA KRITIS BERITA PUTUSAN SIDANG PRAPERADILAN PERTAMA SETYA NOVANTO DI TRIBUNNEWS.COM PERIODE 30 SEPTEMBER 2017) Suryawati, Indah; Agustiar, Muhammad Syaid
Jurnal Audience Vol 1, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i2.2686

Abstract

AbstrakKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  merupakan lembaga negara yang bersifat independenyang melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasaan manapun. Penelitian inibertujuan pertama, membongkar konstruksi wacana KPK dalam berita pasca sidang putusanpraperadilan pertama Setnov periode 30 September 2017 di Tribunnews.com, dan kedua,mengkaji faktor-faktor dibalik konstruksi Tribunnews.com tentang wacana KPK. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough.  Adapun metode yang digunakan untuk tingkat pertama adalah metode framing. Tingkat kedua adalahpemahaman teks dan konteks. Ada lima langkah yang dijadikan acuan. Pertama, fokus kepadaketidakberesan sosial  dalam aspek semiotikanya. Kedua, mengidentifikasi hambatan-hambatanuntuk menangani aspek ketidakberesan sosial tersebut. Ketiga, mempertimbangkan apakahtatanan sosial membutuhkan ketidakberesan sosial itu. Keempat, mengidentifikasi cara-carayang mungkin untuk  mengatasi  hambatan  tersebut. Kelima, melakukan refleksi secara kritis darikeempat poin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribunnews.com meletakkan KPKsebagai pihak yang salah. Setnov yang benar. KPK dikonstruksikan  tidak memiliki kompetensi untuk menangani kasus Setnov. Tribunnews.com mengarahkan pandangan khalayak untukmenyudutkan KPK. Pihak Tribunnews.com melawan arus suara publik dalam pemberitaannyatentang KPK adalah sebagai strategi bisnis. Positioning Tribunnews.com ini dilakukan karenanyaris semua media online berada untuk membela KPK. Dari sudut pandang bisnis media halini tidak menguntungkan untuk mencari iklan.Kata Kunci : Konstruksi, Wacana Kritis, Berita Sidang, Komisi Pemberantasan KorupsiAbstractThe Corruption Eradication Commission is a state institution that is independent and incarrying out its duties and authority free from any power. This study aims at first, dismantlingthe construction of KPK discourse in the post-trial news of the first pre-trial ruling of Setnov forSeptember 30, 2017 at Tribunnews.com, and secondly reviewing the factors behind Tribunnews.com construction of the KPK discourse. The research method used is Critical Discourse  Analysisof Norman Fairclough. The method used for the first level is the framing method. The secondlevel is the understanding of text and context. There are five steps that are used as a reference.First, focus on social irregularities in its semiotic aspects. Second, identify barriers to address the social irregularities. Third, consider whether social order requires social irregularity. Fourth, identify possible ways to overcome these obstacles. Fifth, reflect critically from those four points.The results showed that Tribunnews.com put the KPK as the wrong party. Means that Setnov is the right one. KPK was constructed with no competence to handle Setnov’s case. Tribunnews.com directs the public view to cornering the KPK. Tribunnews.com parties against the currenpublic voice in its coverage of the KPK is a business strategy. Positioning Tribunnews.com isdone because almost all online media are to defend the Commission. From a media businesspoint of view it is not profitable to find ads.Keywords: Construction, Critical Discourse, News Session, Corruption EradicationCommission
REPRESENTASI IDENTITAS “COMFORT WOMEN” DALAM FILM I CAN SPEAK Fauziatunnisa, Fauziatunnisa; Hapsari, Swita Amallia
Jurnal Audience Vol 2, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v2i2.2711

Abstract

AbstrakFilm Korea yang berjudul I Can Speak merupakan film yang diadaptasi dari kisah nyatatentang comfort women di Korea Selatan dan Jepang. Film ini menggunakan genre komedidan menjelaskan tentang seorang perempuan yang berjuang mencari keadilan atas kasuswanita penghibur atau comfort women selama lebih dari satu tahun. Penelitian ini fokus padarepresentasi identitas comfort women dalam film “I Can Speak”. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dan dikaji melalui teknik analisa Semiotika dari Roland Barthes. Untukmendapatkan tujuan dari penelitian, maka digunakan teori Gender Struktural Fungsionaldan teori pendukung The Second Sex dalam kajian feminis untuk melengkapi analisa. Hasildari penelitian ini yakni menjelaskan bahwa perempuan dijadikan objek seksual oleh militerJepang yang dikenal sebagai comfort women. Film ini menyampaikan pesan bahwa perempuandipandang sebagai orang kedua atau tidak menjadi prioritas dari laki-laki yang dikenal dengan(liyan). Gagasan dari korban comfort women ini adalah sejarah yang terlupakan dalam filmI Can Speak menggambarkan dengan jelas bahwa para korban masih memperjuangkan hakmereka. Comfort women menjadi isu sensitif dan masih menjadi topik serius hingga saat ini.Kata kunci : Analisis semiotika, comfort women, gender structural fungsional, Representasi, film AsbstractThe Korean movies titled  I Can Speak is an adapted movie based on true story of comfort womenat South Korea and Japan. This movie featuring a comedy genre and describe a woman whofight for her justice a comfort women victim over the years. This study focus on representativeof comfort women identity in the movie titled “I can speak”. This type of research is a qualitativemethod using semiotic data with  Roland Barthes analysis technique. To achieve the purposeof the study, a functional structural gender theory and a feminism philosophy of the secondsex support and complete the analysis . The result of this study, describe that women had been used as a sexual object for Japanese military satisfaction which is later known as comfort women. This film deliver a message of women’s become the second sex or not priority thanmen’s identified as (liyan). The idea of comfort women victim is a forgotten history yet in themovie “I Can Speak” clearly illustrate that the victims still struggling to fight for their right.Comfort women is become the sensitive issue and being a serious topic until these day.Keywords: Comfort women, functional structural gender, representative film, semiotic analysis
PENGARUH TERPAAN IKLAN ONLINE DAN KELOMPOK REFERENSI TERHADAP PERILAKU ADOPSI GO-JEK DI KOTA SEMARANG YANG DIMEDIASI OLEH SIKAP KONSUMEN Amali, Muhammad Thoyib
Jurnal Audience Vol 2, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v2i1.2692

Abstract

AbstrakBerlandaskan pada teori difusi inovasi, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampakterpaan iklan online dan kelompok referensi terhadap perilaku adopsi GO-JEK yang dimediasioleh sikap konsumen. Penelitian ini dilakukan pada 100 responden yang tersebar di KotaSemarang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis jalur menggunakan SmartPLS3.0. Berdasarkan pengujian hipotesis yang ada, terpaan iklan online dan kelompok referensimemiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku adopsi GO-JEK, di mana sikap konsumenmengambil peran sebagai mediasi parsial pada hubungan variabel-variabel tersebut. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa paparan iklan online dan kelompok referensi tidak sertamerta mempengaruhi perilaku adopsi GO-JEK, tetapi lebih membentuk sikap terhadap GOJEK,yangkemudianmemengaruhiperilakuadopsipada GO-JEK itu sendiri.Melihatnilai sikapkonsumenyangrendahdalamindikatorkemudahanmenemukandriverpenelitimenyarankanagarpihak GO-JEK memperluas penyebarandriver.Kata Kunci: Terpaan Iklan Online, Kelompok Referensi, Sikap Konsumen, Adopsi GO-JEK AbstractBy implementing the innovation diffusion theory this research has aims to analyze the impactof online ad exposure and reference group on GO-JEK adoption behaviour with the mediatingrole of consumer attitude. This research was interviewing 100 respondents spreaded acrossSemarang City. The analysis technique used was path analysis using SmartPLS 3.0. Based onthe existing hypothesis testing, online ad exposure and reference group has a significant effecton GO-JEK adoption behaviour where the consumer attitude taking role as a partial mediationon the relation of those variables. The study indicates that online ad exposure and reference group does not necessarily affect GO-JEK adoption behavior, but rather shapes attitudes towards GO-JEK, which then influences adoption behaviour on GO-JEK it self. Based on the lowvalue of consumers attitude on finding the drivers, we suggest GO-JEK to expand their driverdeployment.Keywords: Online Ad Exposure, Reference Group, Consumers Attitude, GO-JEK Adoption
GAYA RETORIKA KEPALA NEGARA RI: ANALISIS KOMPARATIF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY) DAN JOKO WIDODO Sulistiyani, Dwi; Mukaromah, Mukaromah
Jurnal Audience Vol 1, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : COMMUNICATION MAJOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v1i1.2682

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang kanon gaya retorika (Chanon Rethoric) kepala negara, yaitu Susilo BambangYudhoyono dan Joko Widodo. Baik Susilo Bambang Yudhoyono maupun Joko Widodo memiliki gaya retorikayang berbeda dan karakter pribadi yang masing-masing memiliki keunikan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi gaya retorika SBY dan Jokowi, berfokus pada saat mereka memimpin Sidang KabinetParipurna. Dalam penelitian, penulis menggunakan teori kode verbal dan kode nonverbal dan menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif dengan teknik triangulasi. Objek penelitian iniberupa video rekaman pidato SBY dan Jokowi dalam memimpin sidang kabinet paripurna. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dalam menyampaikan materi pidato, gaya bicara SBY teratur, kaku, dan menggunakanistilah yang panjang. SBY lebih mengutamakan kode verbal dibandingkan dengan non verbal karena mampu membentuk bahasa (langue) yaitu fonologi (tata bunyi), morfologi (pembentukan kata), dan sintaksis (pembentuk kalimat). Gerakan bahasa isyarat adaptor SBY yang paling banyak ditemui terutama objek adapteryang ditujukan pada gadget canggih yang dibawanya untuk membantunya mengingat isi materipidato. Sedangkan gaya retorika Jokowi menggunakan bahasa percakapan (parole), yaitu menggunakanbahasa keseharian dan mudah dipahami oleh semua kalangan, kata-kata yang merakyat, dan lebih to thepoint. Bahasa tubuh (body language) Jokowi juga membantu memudahkan pesan pidato dapat tersampaikandengan jelas. Hal ini menandakan bahasa non verbal kinesics lebih dominan karena ekspresi Jokowi berubahubahmengikuti pesan yang disampaikandan gerakanyangdilakukan.Kata Kunci: Kanon Retorika, Gaya Retorika, Teori Kode Verbal dan Nonverbal.AbstractThis study discusses the Chanon Rethoric head of state, namely Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo.Both Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) and Joko Widodo have different styles of rhetoric and personal characterthat each has its own uniqueness. This study aims to identify the rhetorical style of SBY and Jokowi, focusingas they lead the Plenary Cabinet Session. In the study, the author uses verbal code theory and nonverbal codeand uses a qualitative approach with descriptive analysis method with triangulation technique. The objectof this research is a video recording of SBY and Jokowi’s speech in leading the plenary cabinet session. The results showed that in delivering speech material, SBY’s speech style is regular, rigid, and uses long term. SBY prefers verbal code compared with non verbal because it is able to form language (langue) that is phonology(sound system), morphology (word formation), and syntax (forming of sentence). The most widely used SBYadapter language gesture is particularly the object-adapter aimed at the advanced gadgets it carries tohelp him remember the content of the speech material. While Jokowi rhetoric style using the language ofconversation (parole), which uses the language of everyday and easily understood by all circles, the wordspopulist, and more to the point. Body language (body language) Jokowi also help ease speech messages canbe conveyed clearly. This indicates that non-verbal language kinesics is more dominant because Jokowi’sexpression changes with the message and movements.Keywords: Rethorical Canon, Rethorical style, Verbal Code and nonverbal Theory

Page 1 of 3 | Total Record : 23