cover
Contact Name
Julaili Irni
Contact Email
julailiirni@yahoo.com
Phone
+6282276709657
Journal Mail Official
agroprimatech@gmail.com
Editorial Address
Kampus III, Fakultas Agro Teknologi Prodi Agribisnis Universitas Prima Indonesia Jl. Danau Singkarak Gg. Madrasah, Kel. Sei Agul Medan Barat
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Agroprimatech
ISSN : -     EISSN : 25993232     DOI : 10.34012
Core Subject : Agriculture, Social,
Agroprimatech merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan publikasi pada bidang pertanian dan teknologi yang dapat menjadi sumber bacaan berstandar nasional. Jurnal ini berupa hasil penilitian secara kualitatif maupun kuantitatif yang terfokus pada bidang teknologi pertanian, biologi, pemberdayaan sumberdaya pertanian, budidaya pertanian, proteksi tanaman, sosial dan budaya masyarakat pertanian serta pengaturan landscape pertanian secara berkelanjutan. Agroprimatech terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober.
Articles 36 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI KUMU KABUPATEN ROKAN HULU purnama, arif
Agroprimatech Vol 1 No 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.396 KB)

Abstract

Penelitian Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Kumu Kabupaten Rokan Hulu telah dilaksanakan pada bulan Maret-Desember 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur komunitas makrozoobentos di sungai kumu kabupaten rokan hulu. Penelitian ini menggunakan metode random sampling. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperairan sungai kumu telah ditemukan sebanyak 14 jenis makrozoobentos yang terdiri dari 7 ordo yaitu: Coleoptera (satu jenis), Decapoda (satu jenis), Diptera (3 jenis), Ephemeroptera (empat jenis), Eulamelibranchiata (satu jenis), Odonata (satu jenis), Sorbeoconcha (tiga jenis). Indeks diversitas makrozzobentos di sungai kumu sebesar 1,49 dengan kategori sedang. Kondisi perairan sungai kumu berada dalam kondisi tertekan dengan nilai indeks equitabilitas 0,28.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TUMBUHAN SEMAK DI AREA KAMPUS 2 UIN ALAUDDIN DAN SEKITARNYA sriwahyuni, Andi
Agroprimatech Vol 1 No 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.303 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan semak yang ada di area kampus 2 UIN Alauddin dan sekitarnya. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2011 di area kampus 2 UIN Alauddin dan sekitarnya selama 3 hari dengan menggunakan metode jelajah yang dibagi dalam 13 stasiun. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan semak yang terdapat di area kampus 2 UIN Alauddin dan sekitarnya terdiri dari 14 jenis diantaranya adalah putri malu (Mimosa pudica), rembete (Mimosa invisa), gandarusa (Justiciandarussa), jarong (Stachytarpheta jamaicensis), kembang telekan (Lantana camara), tapak dara (Catharanthus roseus), biduri (Calatropis gigantea), terongan (Solanum torvum), sida guri (Sida rhombifolia), cabe kecil (Capsicum frutescens), beluntas (Pluchea indica), kemangi (Ocimum basilicum), kirinyuh (Eupatorium inulifolium), dan soka (Ixora coccinea).
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DENGAN PEMBERIAN AZOTOBACTER DAN PUPUK KOMPOS KULIT BUAH KAKAO PADA PEMBIBITAN UTAMA Tobing, Wilda Lumban
Agroprimatech Vol 1 No 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.349 KB)

Abstract

Luas areal kelapa sawit di Indonesia semakin meningkat sehingga diperlukan bibit yang lebih baik. Melalui proses pembibitan dapat dihasilkan bibit-bibit yang bermutu. Pemberian  Azotobacter dan kompos kulit buah kakao (KKBK) merupakan salah satu alternatif yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kelapa sawit dengan pemberian Azotobacter dan kompos kulit buah kakao pada pembibitan utama. Penelitian ini dilakukan di areal kampus STIPAP Medan pada Februari-Juli 2013  dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dilanjutkan pada uji beda nyata terkecil (BNT). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, lingkar batang, dan jumlah daun.  Dari hasil penelitian, kombinasi A1K1 adalah perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman senilai 74.43 cm, dan  jumlah daun senilai 12.67 helai. Aplikasi Azotobacter dan kompos kulit buah kakao yang  sangat baik dengan dosis 20 ml Azotobacter dan 125 gr kompos dapat menjadi pilihan dalam pembibitan kelapa sawit.
PENGARUH CEKAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BEBERAPA KLON KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) Kurniawan, Dedi
Agroprimatech Vol 1 No 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.66 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan klon yang toleran terhadap cekaman air. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kassa Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Kecamatan Helvetia Kelurahan Cinta Damai, Provinsi Sumatera Utara. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor Klon (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : K1 = RCC 70, K2 = RCC 71, K3 = RCC 72, K4 = TSH 858 dan Faktor Cekaman Air (A) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : A1 = 30 cc/polibek/hari, A2 = 60 cc/polibek/hari, A3 = 90 cc/polibek/hari dan A4 = 120 cc/polibek/hari. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Klon kakao yang diuji berpengaruh nyata terhadap total luas daun, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang, dan volume akar bibit kakao. Cekaman air berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, diameter batang dan total luas daun, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar bibit kakao. Interaksi beberapa klon dan cekaman air berpengaruh nyata terhadap volume akar bibit kakao
ANALISIS KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKAN BURUNG GOSONG KAKI MERAH (MEGAPODIUS REINDWARDT) DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TUNAK M.Si, Oktovianus
Agroprimatech Vol 1 No 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.993 KB)

Abstract

Burung gosong kaki merah (Megapodius reindwart Dumont 1823) digolongkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Sebagai kawasan Taman Wisata Alam maka TWA Gunung Tunak berfungsi sebagai kawasan pelestarian alam (KPA) yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan konservasi yang diperuntukkan sebagai kawasan rekreasi dan pariwisata alam. Terkait dengan fungsinya tersebut maka TWA Gunung Tunak mempunyai peran yang penting dalam menunjang konservasi satwaliar khususnya burung gosong kaki merah dan terlaksananya kegiatan rekreasi dan pariwisata alam seara berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis pakan tumbuhan serta mengetahui keanekaragaman jenis pakan tumbuhan burung gosong kaki merah di TWA Gunung Tunak. Keragaman jenis tumbuhan pakan menggunakan beberapa indeks yaitu Indeks keanekaragaman spesies (Indeks Shannon-Wiener), indeks kekayaan Margalef, dan indeks kemerataan spesies (Indeks Pielou).  Berdasarkan hasil pengambilan data di lapangan ditemukan 13 spesies (20%) dari 65 spesies tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber burung gosong kaki merah. Keanekaragaman spesies berdasarkan indeks Shannon-Wiener berkisar antara 0.26 hingga 0.69 untuk tumbuhan bawah/tumbuhan merambat; 0.46 hingga 1.04 untuk tiang; serta 0.74 hingga 1.39 untuk pohon. Indeks kekayaan Margalef tumbuhan pakan burung gosong kaki berkisar antara 0.38 hingga 1.44 untuk tumbuhan bawah/tumbuhan merambat; 0.72 hingga 1.44 untuk tingkat tiang; serta 0.96 hingga 1.70 untuk pohon. Untuk indeks kemerataan spesies (Indeks Pielou) didapatkan berkisar antara 0,37 hingga 1,00 untuk tumbuhan bawah/tumbuhan merambat; 0,42 hingga 0,95 untuk tiang; serta 0,62 hingga 0,97 untuk pohon.
EFEKTIVITAS PENCAMPURAN HERBISIDA GLIFOSAT DENGAN 2,4 D TERHADAP PENGENDALIAN GULMA BERDAUN SEMPIT DAN GULMA BERDAUN LEBAR PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINENSIS JACQ) Afrianti, Suratni
Agroprimatech Vol 1 No 1 (2017): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.43 KB) | DOI: 10.34012/agroprimatech.v1i1.436

Abstract

Gulma merupakan organisme penggangu tanaman yang dapat menimbulkan resiko terutama penurunan hasil produksi. Penelitian ini berupa aplikasi lapangan terhadap pengendalian gulma dengan menggunakan pencampuran herbisida glifosat dengan 2,4 D. Parameter yang di amati adalah tingkat kematian gulma setelah aplikasi dan fase tumbuh kembali gulma setelah gulma terhitung mati.rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan, yaitu G0 (tanpa glifosat) G1 (5,5 ml) G2 ( 7,5 ml) G3 (9,5 ml) dan D0 (tanpa 2,4 D) D1 ( 0,25ml) D2 (1,25ml) D3 (2,25ml). Hasil penelitian menunjukkan presentase kematian gulma paling tinggi pada perlakuan G3D3. Semakin tinggi dosis yang digunakan maka semakin cepat tingkat kematian gulma. 
UJI VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK AKAR TUBA (DERRIS ELLIPTICA) DALAM PENGENDALIAN HAMA ULAT API (SETOTHOSEA ASIGNA) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (ELAIS GUINEENSIS JACQ.) Pratomo, Bayu
Agroprimatech Vol 1 No 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.206 KB)

Abstract

Kelapa sawit merupakan Kelapa Sawit (Elaeis guineennsis Jacq.)  merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan di masa yang akan datang. permasalahan penting dalam perkebunan tanaman kelapa sawit adalah serangan ulat pemakan daun  yang menyerang baik pada periode tanaman belum menghasilkan (TBM) maupun tanaman menghasilkan (TM). Khususnya hama ulat api jenis Setothosea asigna yang mampu menurunkan tingkat produksi sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui manfaat pemberian ekstrak akar tuba terhadap pengendalian hama ulat api (Setothosea asigna) pada tanaman kelapa sawit dengan proses maserasi dan pemisahan larutan dengan senyawa aktif. Crude extract yang dihasilkan selanjutnya dilakukan pengenceran dengan 8 variasi konsentrasi yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80% serta insektisida ?Deltametrhin? 4ml/l sebagai pembanding. Hasil uji konsentrasi yang telah dilakukan secara berturut-turut dengan konsentrasi 10% dapat mematikan hama ulat api (Setothosea asigna) selama 35.614 detik, konsentrasi 20% selama 29.270 detik, konsentrasi 30% selama 25.659 detik, konsentrasi 40% selama 18.011 detik, konsentrasi 50% selama 14.435 detik, konsentrasi 60% selama 8.537 detik, konsentrasi 70% selama 5.308 detik, jonsentrasi 80% selama 3.011 detik, dan insektisida kimia ?Deltametrhin? selama 1.499 detik.. Ekstrak akar tuba efektif dalam mengendalikan hama ulat api (Setothosea asigna). Pada konsentrasi 80% ekstrak akar tuba mampu mendekati lama tingkat kematian ulat api dengan menggunakan insektisida ?Deltametrhin? dengan beda waktu kurang lebih 25 menit.  
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA L.) DAN METIL METSULFURON DALAM PENGENDALIAN GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol 1 No 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.951 KB)

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman industri andalan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit adalah gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman budidaya, Dalam penelitian ini, pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara ekstrak daun ketapang dengan metil metsulfuron. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak daun ketapang dan metil metsulfuron yang terbaik dalam mengendalikan gulma diperkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama konsentrasi ekstrak T.catappa terdiri dari 4 taraf, yaitu 0% (K0) 10% (K1), 20% (K2), 40% (K3). Faktor kedua metil metsulfuron terdiri dari 4 taraf yaitu, 0  (P0), 10 g/ha (0,1 g/plot) (P1), 20 g/ha (0,2 g/plot) (P2), 50 g/ha (0,5 g/plot) (P3). Terdiri dari 16 perlakuan dengan 2 ulangan, dan 32 plot. Data dianalisis dengan uji analisis varians, dan dilanjut dengan uji Duncan?s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun ketapang 40% (K3) dengan konsentrasi metil metsulfuron 0,5 gram/m2 (P3) efektif mematikan gulma sebesar 70,38%. Penggunaan ekstrak daun ketapang 10 % dan metil metsulfuron 0,2 g/m2 (P2K1) berpengaruh nyata terhadap persentase pertumbuhan gulma sebesar 8,5 % pada 5 minggu setelah aplikasi.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS AMPAS TEBU DAN EKSTRAK REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT(ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI PRE NURSERY Pratomo, Bayu
Agroprimatech Vol 1 No 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.401 KB)

Abstract

Penelitian,:?Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Ekstrak Rebung Bambu terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre Nursery? bertujuan mengetahui perlakuan kompos ampas tebu dan ekstrak rebung bambu yang sesuai untuk pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery secara vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diteliti yaitu berbagai perlakuan kompos ampas tebu (T) dengan 4 taraf yaitu T0 (tanpa pemberian kompos ampas tebu), T1 (50 g), T2 (100 g), T3 (160 g) sebagai faktor pertama dan ekstrak rebung bambu (R) dengan 4 taraf yaitu R0 (tanpa pemberian kompos ampas tebu), R1 (4 ml), R2 (10 ml), R3 (14 ml) sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Berdasarkan hasil analisa data (ANOVA), Pemberian kompos ampas tebu berpengaruh nyata terhadap berat segar total tanaman, berat segar tajuk, berat kering tajuk dan rasio tajuk akar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, panjang daun, diameter batang, jumlah daun, berat segar akar, berat kering akar, dan berat kering total tanaman pada umur 12 MST. Pemberian ekstrak rebung bambu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat segar akar, dan rasio tajuk akar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang daun, jumlah daun, berat segar total tanaman, berat segar tajuk, berat kering total tanaman, berat kering akar, dan berat kering tajuk pada umur 12 MST. Interaksi antara pemberian kompos ampas tebu dan ekstrak rebung bambu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman bibit kelapa sawit di pre nursery pada umur 9 MST dan 10 MST. Pemberian ekstrak rebung bambu dengan perlakuan 14 ml memberikan perrtumbuhan yang signifikan terhadap semua parameter pengamatan.
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) DI SEKITAR PESISIR PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Sitinjak, Rama Riana
Agroprimatech Vol 1 No 2 (2018): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.222 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang terdapat di perkebunan kelapa sawit sekitar  pesisir pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pembuatan plot contoh dengan metode petak kuadrat  ukuran 1m2 per plot. Pengambilan sampel dari total 10 plot adalah dengan sampel jenuh. Hasil analisis vegetasi keragaman tumbuhan menunjukkan bahwa Ageratum conyzoides, Asystasia intrusa, Axonops compresus, Cyclosorus aridus, Cyperus rotundus., Elaeis guineensis, dan Ottochloa nodosa, adalah jenis tumbuhan yang ditemukan dilapangan. Data dianalisis dengan menggunakan perhitungan Indeks vegetasi rumus Shannon ? Wiener (H?), dengan kriteria tingkat keragamannya adalah rendah (H? < 1), sedang  (1 < H?? 3) dan tinggi (H? > 3). Indeks  vegetasi keragaman H? = 1,297. Tingkat keanekaragaman tumbuhan di perkebunan kelapa sawit di sepanjang pesisir pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai adalah sedang.

Page 1 of 4 | Total Record : 36