cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Planologi: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 47 Documents
STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKITAR KAWASAN KALIMALANG KOTA BEKASI SECARA BERKELANJUTAN ASYIAWATI, YULIA; OKTAVYA, NUR EVY
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14, No 1 (2014): Lingkungan dan Pembangunan 1
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v14i1.2550

Abstract

Sejalan dengan perkembangan penduduk suatu kota, akan meningaktkan kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diantaranya adalah untuk kebutuhan permukiman, pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ketersediaan lahan yang ada tetap, sehingga hal ini mengakibatkan banyak terjadi ali fungsi peruntukan lahan. Demikian juga halnya yang terjadi di Kawasan Kalimalang Kota Bekasi.Kawasan Kalimalang Kota Bekasi yang terdapat di tengah-tengah Kota Bekasi memupunyai fungsi sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Pada kenyataannya pada saat ini, kawasan Kalimalang secara sporadis dimanfaatkan oleh masyarakat untuk permukiman, perdagangan serta penggunaan jasa lainnya seerti seperti jasa bengkel. Semua kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang terdapat di Kawasan kalimalang, membuang limbahnya ke Kalimalang. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air sungai Kalimalang yang merupakan salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Bekasi. Berdasarkan Kalimalang Bekasi dimanfaatkan sebagai sumber air baku di Kota Bekasi ialah Kalimalang. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mengendalikan pemanfaatan lahan di sekitar Kawasan Kalimalang Kota Bekasi agar dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang lestari sesuai rencana tata ruang. Tujuan yang diharapkan dari studi ini (1) identifikasi karakteristik masyarakat yang tinggal di kawasan studi; (2) identifikasi faktor yang mengalami penyimpangan penggunaan lahan; dan (3) identifikasi faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan. Metode aanalisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode super impose antara pemanfaatan lahan eksisting dengan rencana tata ruang dana analisis kesesuaian peruntukan lahan; analisis korelasi kontingensi untuk melihat hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi masyarakat, serta analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang kebijakan tata ruang Kota Bekasi. Dengan menggunakan analisis tersebut, diperoleh hasil bahwa pemanfaatan lahan di Kawasan Kalimalang mengalami pergeseran peruntukan sebesar 65,80 %  dari luas lahan kawasan yaitu 123.938 ha. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan tingginya aksesibiltas dari kawasan ini menuju ke tempat kerja masyarakat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kawasan kalimalang harus dikendalikan pemanfaatannya dengan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Oleh karena itu langkah yang dilakukan adalah dengan merelokasi masyarakat yang tinggal di kawasan studi dan menata ulang Kawasan kalimalang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan. Hal ini dilakukan untuk dapat mewujudkan pemanfaatan lahan berkelanjutan di Kawasan Kalimalang.
STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTUKTUR KECAMATAN CARINGIN SEBANGAI PKWP WILAYAH PUSAT PERTUMBUHAN RANCABUAYA Mukhsin, Dadan
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 15, No 1 (2015): Transportasi dan Infrastruktur
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v15i1.2622

Abstract

Infrastruktur menurut Grigg (Nurmadimah, 2012:19) adalah ?semua fasilititas fisik yang sering disebut dengan pekerjaan umum?. Menurut AGCA (associated General Conctractor of America), mendefinisikan infraktruktur adalah semua aset berumur panjang yang dimiliki oleh pemerintah setempat, pemerintah daerah maupun pusat dan utilitas yang dimiliki oleh para pengusaha (Nurmadimah, 2012:20)Maksud dan tujuan dari kegiatan pada penyusunan ini adalah menyusun strategi mengenai pengembangan infrastruktur yang disediakan di Kecamatan Caringin yang terintegrasi dengan pengembangan wilayah. Dalam penyusunan Strategi Pengembangan Infrastruktur Penunjang Wisata di Kecamatan Caringin diharapkan menghasilkan suatu kegiatan perencanaan yang terarah, maka perlu adanya panduan untuk menggambarkan tahapan-tahapan kegiatan untuk mencapai maksud dan tujuanStrategi untuk meningkatkan keterkaitan antar kawasan pusat pertumbuhan Rancabuaya dengan daerah lainnya, meliputi: Mengembangkan pusat pariwisata bahari, Meningkatkan fungsi dan status jalan antar pusat kawasan dan Menyediakan sarana dan prasarana pendukung fungsi pusat kawasan.
ESTIMASI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM KOTA BANDA ACEH Judiantono, Tonny; Rachmawati, Rica
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v10i2.1370

Abstract

Permasalahan yang dihadapi angkutan umum labi-labi pada tahun 2007 adalah pelayanan jaringan rute yang ada tidak dapat menjangkau seluruh pelosok Kota Banda Aceh, karena untuk saat ini cakupan daerah pelayanan angkutan umum labi-labi hanya 37% sehingga masih 63% daerah yang tidak terlayani. Berdasarkan analisis potensi travel demand maka di dapat jumlah pergerakan penumpang angkutan umum di Kota Banda Aceh pada tahun 2007 sebesar 18.513 orang/hari. Dengan zona pembangkit terbesar adalah Kuta Alam dengan 1.386 pergerakan orang/hari. Dan zona penarik terbesar adalah Kampung Baru dengan pergerakan 1.314 orang/hari. Sedangkan ada juga yang melakukan pergerakan ke luar dari Kota Banda Aceh misalnya ke daerah Kab.Aceh Besar. Bila dilihat dari pergerakan keluar kota yang menjadi pembangkit paling besar adalah Kec.Suka Makmur yaitu dengan pergerakan sebesar 991 orang/hari. Sehingga total pergerakan yang dihasilkan oleh masyarakat Kota Banda Aceh diluar kota adalah 2.463 orang/hari. Sedangkan untuk pergerakan antar kelurahan tahun 2017 sebesar 22.583 orang/hari maka dengan melihat dari data HI   Kata Kunci : Kebutuhan (demand) transportasi, Angkutan Umum, Trip Generation, Trip Attraction
ANALISIS POLA DAN ESTIMASI PERGERAKAN BARANG SEBAGAI PERTIMBANGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN BENGKALIS - PROVINSI RIAU Tonny, Judiantono
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 2 (2011): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i2.1380

Abstract

Bagi daerah dengan luas daerah yang besar, kepadatan penduduk rendah dan sebaran penduduk tidak merata seperti Kabupaten Bengkalis, maka identifikasi pola pergerakan dan estimasi pergerakan barang sebagai pendorong perekonomian daerah menjadi bagian pertimbangan penting dalam penyediaan sarana dan prasarana transportasi. Melalui analisis regresi atas gunalahan eksisting dan rencana pengembangannya di masa datang terhadap data OD, disintesiskan dengan analisis LQ, dan Shift-share atas data produksi beberapa komoditi unggulan  Kab.Bengkalis, dapat disimpulkan bahwa pembangunan jaringan jalan internal Kabupaten Bengkalis dan sarana pendukungnya yang terintegrasi (linkage) melalui titik-titik simpul (node) dengan ruas jalan menuju arah Sumatera Utara, Pekanbaru dan Sumatera Selatan penting untuk mendapat prioritas pembangunan guna mendukung pergerakan barang di internal dan eksternal Kabupaten Bengkalis. Kata Kunci: pola pergerakan barang, estimasi pergerakan barang. linkage, node
ANALISIS DAYA DUKUNG KAWASAN WISATA PANTAI SEBANJAR KABUPATEN ALOR DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN Akliyah, Lely Syiddatul; Umar, Muhammad Zulkarnain
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 2 (2013): Pariwisata dan Fenomena Ruang
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i2.1388

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang pengembangan suatu wilayah. Indonesia memilki potensi dan daya tarik wisata alam keanekaragaman hayati yang secara optimal perlu dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pantai Sebanjar merupakan salah satu potensi wisata yang dimilki oleh Kabupaten Alor dan khususnya Desa Alor Besar. Walaupun objek wisata ini menjadi favorit wisatawan lokal, pengembangan wilayah ini sebagai daerah tujuan wisata masih belum optimal.  Untuk dapat mengoptimalkan kawasan wisata tersebut, salahsatu aspek yang harus dilihat adalah daya dukung yang tersedia di kawasan tersebut sehingga di masa yang akan datang perkembangan pariwisatanya dapat berkelanjutan. Untuk menunjang tujuan itu, maka dalam studi ini dilakukan analisis daya dukung kawasan wisata Pantai Sebanjar. Berdasarkan hasil analisis, dihasilkan bahwa kondisi Kawasan Wisata Pantai Sebanjar belum melebihi kapasitas daya dukung, dimana daya dukung  Kawasan Wisata Pantai Sebanjar  yaitu sebesar 28.931 orang pengunjung dengan luas kawasan wilayah baik zona darat maupun perairan adalah 492.484 m2. Keywords: Pariwisata, Pantai Sebanjar, Daya Dukung, Berkelanjutan
STUDI KOMPARATIF TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERDESAAN DI INDONESIA DAN MALAYSIA KESUMA, ILHAM; ., WEISHAGUNA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 14, No 2 (2014): Lingkungan dan Pembangunan 2
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v14i2.2555

Abstract

Kota Sukabumi adalah salah satu kota yang terletak di Propinsi Jawa Barat memiliki luas 48,15 Km2 ,secara etimologi nama Kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda yang terdiri dari dua suku kata yakni Suka dan Bumen. Suka yang berarti senang dan bumen berarti bertempat tinggal, jika diartikan maka siapapun yang datang keSukabumi maka akan merasa senang tinggal di sana. Pada perkembangannya, masalah yang dihadapi oleh Kota Sukabumi semakin kompleks akibat pembangunan yang tidak terkendali yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, penggunaan lahan campuran, permukiman kumuh mulai berkembang dan hancurnya bangunan-bangunan cagar budaya yang habis terkikis perkambangan zaman digantikan oleh bangunan baru.Studi ini menitikberatkan pada arahan penataan kota berdasarkan pada hasil pembacaan sejarah (historical reading) serta ciri-ciri fisik perkembangan pada sebuah kota (analisis place). Lingkup wilayah studi ini dibatasi hanya kawasan inti pusat kota saja yang meliputi alun-alun, masjid agung, kauman dan kawasan perdagangan yang ada di sekitar alun-alun Kota Sukabumi.Akhir dari studi ini akan menghasilkan arahan penataan kawasan inti pusat kota agar menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas citra visual sebuah kota yang memiliki nilai sejarah. Pada kawasan alun-alun akan ditata menjadi lebih baik serta mengembalikan kembali fungsinya sebagai tempat berkumpul masyarakat, pada masjid agung akan ditata menjadi sebuah landmark yang memiliki ciri khas dari bangunan di sekitarnya, pada kawasan permukiman khususnya yang di belakang masjid agung akan diarahkan menjadi permukiman islami yang berupa kauman, sedangkan pada kawasan perdagangan akan ditata menjadi sebuah lokasi yang memiliki ciri khas yang kental berupa bangunan peningglan kolonial.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGUNJUNG DENGAN KONDISI TAMAN UMUM DI KECAMATAN BANDUNG WETAN Framesthi, Dyah Bayu; Hindersah, Hilwati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v10i1.1366

Abstract

There is an emerging problem related to the declining quality of the urban environment, particularly in the availability of green open space which is one of the interesting issues, because the green open spaces have a very important role for the ecological sustainability. Green open space is often overlooked by the urban citizen who are less concerned about the role and functions. Public parks as a form of green open space available in Kecamatan Bandung Wetan mostly a park with manicured condition but some of them are not well maintained garden with a condition which poorly maintained, dirty (lots of junk), less green (the number of plants is reduced, because the dead or due to damage), damage and availability of facilities in the park. This research wanted to question as to whether there is a relation between the activity of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan. It aims to identify whether there is any relation between the activities of visitors to the condition of a public park in Kecamatan Bandung Wetan in the present. This research uses crosstabs analysis - Chi Square with a variable number of visitors by gender (male and female visitors) and common garden conditions (completeness of facilities, type of activity, concern for the condition of public parks as well as the visual impression visitors to see a public park).
INCORPORATING PUBLIC INPUT WITH GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) FOR BICYCLE STRATEGIC PLANNING Li, Jianling; Sin, June Chae-Un
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTDesire for active transportation is on the rise.  However, the need for data and ways to incorporate public input in bicycle strategic planning are challenges faced by local governments with inadequate resources and time.   This paper presents a case study of bicycle strategic planning in the City of Grand Prairie, Texas. It illustrates how local governments can engage the public in bicycle planning through a public input process and use of GIS.  The approach is useful for local governments elsewhere to meet their immediate needs for data and to promote active transportation with limited resources and time.
KARAKTERISTIK PEMETAAN MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL DI KABUPATEN BEKASI Akliyah, Lely Syiddatul
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11, No 1 (2011): Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v11i1.1375

Abstract

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial atau PMKS yang ada di Kabupaten Bekasi sangat penting untuk diidentifikasi karena  adanya keinginan dari Pemda kabupaten Bekasi untuk mensejahteraan masyarakanya. Pemetaan dilakukan dengan teknis survey sampling ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Hasil dari pemetaan menunjukkan jumlah Penyandang cacat yang ada cukup banyak dan pada umumnya merupakan penyandang cacat fisik mental, bukan karena penderita penyakit kronis. Jumlah penyandang tuna susila di Kabupaten Bekasi hanya terkonsentrasi di beberapa kecamatan yaitu, Kecamatan Karang Bahagia, Cibarusah, Tambun Utara dan Sukakarya. Korban penyalahgunaan NAPZA dari tahun ke tahun meningkat terus akibat berbagai factor, khususnya factor lingkungan. Penyandang HIV/AIDS terkonsentrasi di Kecamatan Tambun Utara karena terkait dengan kegiatan penyandang tuna susila. Keywords: Lokasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
PENENTUAN LOKASI DAN JUMLAH LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KAWASAN DAS CIKAPUNDUNG BAGIAN TENGAH Sanitya, Ria Sarah; Burhanudin, Hani
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 13, No 1 (2013): Kota dan Lingkungan
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.1385

Abstract

Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat Bandung. untuk peresapan air ke dalam tanah diperlukan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sebagai media konservasi air tanah juga sebagai suatu upaya pelestarian air tanah dan penanganan genangan air di kawasan perkotaan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi Lubang Resapan Biopori (LRB) eksisting, serta analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan Lubang Resapan Biopori yang ideal dan untuk penentuan lokasi Lubang Resapan Biopori (LRB) yang tepat. Keywords: Lokasi Lubang Biopori Kota bandung