cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
GEMA KESEHATAN
ISSN : 20885083     EISSN : 26548100     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Gema Kesehatan (GK) adalah media publikasi karya ilmiah dalam bidang kesehatan, yang mencakup seluruh bidang ilmu kesehatan seperti: kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, gizi, kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, kebidanan, farmasi, analis kesehatan, fisioterapi, teknologi kesehatan, informatika kesehatan, kesehatan komplementer, manajemen kesehatan, pendidikan kesehatan, kesehatan populer.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
HUBUNGAN PERAN GANDA PERAWAT WANITA DENGAN KINERJA DI PUSKESMAS KOTA JAYAPURA Ayomi, Mina Blandina
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN PERAN GANDA PERAWAT WANITA DENGAN KINERJA DI PUSKESMAS KOTA JAYAPURA Mina Blandina Ayomi *)Peminatan Promokes, FKM Universitas Cendrawasih Jayapura Abstract Latar Belakang :Kehidupan modern dan era pembangunan dewasa ini, wanita dituntut dan sering termotivasi untuk mengembangkan karir dengan bekerja diluar rumah. Pada saat wanita menjalani karirnya, wanita juga dituntut untuk dapat berperan sebagai istri, serta ibu yang mengasuh dan merawat anaknya. Peran ganda ini cenderung akan menimbulkan konflik pada wanita yang telah berkeluarga. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran ganda perawat wanita dengan kinerja perawat Puskesmas di Kota Jayapura. Metode :Penelitian Explanatory Research dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, yang menjadi variable yaitu umur, Pendidikan terakhir, lama kerja, status pernikahan, jumlah anak, memiliki pengasuh, peran ganda, dan Kinerja perawat. Waktu penelitian Juni sampai - Juli 2017, lokasi di 10 puskesmas ( Imbi, Jayapura Utara, Hamadi, Entrop, Kota Raja, Abepura, Waena, Yoka, Koya Barat, Skouw), Kota Jayapura. Sampel penelitian sebanyak 31 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner . Rancangan analisa statistik Univariat dan Analisis Bivariat. Hasil penelitian : Karakteristik Umur sampel lebih banyak ada pada umur 21-30 tahun sebesar 16 responden (51.6%). Lama kerja sampel lebih banyak ada pada 5-10 tahun dengan jumlah 11 responden (45.2%). Lama menikah perawat yang lebih banyak antara 1-2 tahun berjumlah 11 responden (35.5%). Pendidikan terakhir sampel(77,4 % D-III Keperawatan (24 responden). Jumlah anak sampel 45.1% satu anak. Status tempat tinggal sampel 18 orang milik sendiri (58.1%). Sampel yang tidak memiliki pengasuh 25 responden (80.6%). Sampel yang mengalami peran ganda tingkat tinggi 19 responden (61.3%). Kinerja sanpel baik 19 responden (61.3%) dan yang mempunayi kinerja kurang ada 12 responden (38.7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran ganda dengan kinerja pada perawat, dengan nilai p-value 0,045. Kata Kunci : Peran Ganda, Perawat Wanita, Kinerja
Karakteristik Kepatuhan Menggunakan Kelambu Berinsektisida terhadap Kejadian Malaria Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Elly Uyo Niu, Flora
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISTIK KEPATUHAN MENGGUNAKAN KELAMBU BERISEKTISIDA TERHADAP KEJADIAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ELLY UYO Flora Niu1, Renol Mofu2 Poltekkes Kemeneks Jayapura - Papua1, Dosen Kebidanan dan Kesehatan Lingkungan ABSTRAK Malaria adalah penyakit parasitic karena disebabkan oleh parasite yang dipindahkan dari seorang penderita keorang lain melalui gigitan nyamuk Anopheles yang telah terinfeksi oleh plasmodium.Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Lokasi penelitian di Puskesmas Elly uyo dan waktu penelitian dilakukan bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2018. Populasi sebanyak 265 ibu hamil dan sampel sebanyak 169 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan data primer dan data sekunder. Instrument penelitian data menggunakan kuesioner. Ana;is data univariat. Dari hasil penelitian karateristik umur terdapat 5 (3,1&) responden hasil tersebut terdapat pada ibu hamil dengan umur 26 – 36 tahun. Terdapat pendidikan SMA sebanyak 5 (3,1%) responden yang menderita malaria, terdapat ibu hamil yang tidak bekerja sebanyak 6 (3,7%) menderita malaria untuk kejadian malaria pada ibu hamil. Kesimpulan penelitian adalah karateristik umur, pendidikan dan pekerjaan adalah banyak responden yang tidak menderita malaria. Diharapkan dari hasil penelitian ini tetap perlu diberikan upaya promosi kesehatan tentang karakteristik kepatuhan menggunakan kelambu terhadap kejadian malaria pada ibu hamil, sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu akibat penyakit malaria Kata Kunci :Umur, Pendidikan dan pekerjaan terhadap kejadian malaria
Uji Stabilitas Fisik Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia alata L) dengan Gelling Agent CMC-Na terhadap Staphylococcus aureus ATCC 230840 Budi, Henny Sesanti; Purba, Priska Noviana; Nurfadillah, Eka
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Ekstrak ketepeng cina (Cassia alata L) mempunyai kandungan alkaloid, saponin, tanin, steroid, antrakuinon, flavonoid, dan karbohidrat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Sediaan gel menjadi pilihan masyarakat karena sifatnya yag mudah mengering, penggunaannya praktis, memberikan rasa dingin dan kelebihan-kelebihan lainnya. Sifat gel tergantung dari penggunaan gelling agentnya yang memberikan pengaruh terhadap stabilitas gel, untuk itu diperlukan uji stabilitas gel. Tujuan : Untuk mengetahui stabilitas fisik dan formulasi sediaan gel ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L) dengan gelling agent CMC-Na terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 230840 Metode : penelitian eksperiment dengan uji laboratorium Hasil : Hasil uji organoleptis menunjukkan formulasi gel Natrium karboksimetilselulosa (CMC-Na) memiliki warna hijau pekat, bentuk kental, bau aroma Oleum rosae, sediaan homogen, pH sediaan 6, daya sebar sebesar 3,35 cm dan daya lekat selama 9,55 detik. Hasil uji daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 230840 seluas 7 mm. Simpulan dari penelitian ini gel ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata L) memenuhi syara uji stabilitas fisik dan memiliki kemamuan menghambat bakteri Staphylococcus aureus ATCC 230840. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji viskositas, konsistensi, iritasi kulit, dan aktivitas anti jamur maupun antibakteri lainnya.
Efektivitas rebusan daun kersen (Muntingia calabura L) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada kelinci (Oryctalagus cuniculus) Titihalawa, Debyjen Resni; Tukayo, Brechkerts Lieske Angruni; Paepadaseda, Marselino F
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak
PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING, SELF-EFFICACY, TASK COMMITMENT DAN KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEBIDANAN MERAUKE – PAPUA Purwanti, Endah; Wibowo, Ade Ragil Agung
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakangi : Tingkat prokrastinasi akademik di institusi Akademi Kebidanan Merauke yang cenderung mengalami peningkatan. Prokrastinasi akademik adalah penundaan tugas akademik/pengulangan akademik. Data mahasiswa akademi kebidanan Yaleka Merauke yang mengulang tahun kuliah 2012/2013 sebanyak 7,5 % dari 40 mahasiswa, tahun kuliah 2013/2014 sebanyak 13,8 % dari 65 mahasiswa, tahun kuliah 2014/2015 sebanyak 18,9% dari 158 mahasiswa. Prokrastinasi akademik dapat dihubungkan dengan aspek-aspek individu antara lain pengaturan diri yaitu kegagalan pengaturan diri dalam melakukan pembelajaran mandiri (self-regulated learning), keyakinan terhadap kemampuan diri (self-efficacy) ,tanggung jawab terhadap tugas (task commitment) dan kondisi lingkungan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh self-regulated learning, self- efficacy dan task commitment dan kondisi lingkungan terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa akademi kebidanan. Metode : Penelitian deskriptif pendekatan cross sectional, Analisis data yang digunakan tehnik analisis regresi berganda . Penelitian i dilaksanakan di akademi kebidanan Yaleka Merauke, pada bulan september 2016. Populasi mahasiswa akademi kebidanan Yaleka Merauke tingkat dua dan tiga berjumlah 172. Tehnik sampling yang purposive sampling yang berjumlah 120 mahasiswa. Hasil : Ada pengaruh yang signifikan antara self-regulated learning,self-efficacy. task commitment dan kondisi lingkungan (ukuran kelas) terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa kebidanan Merauke. Uji model regresi memberikan model signifikan (Sig.0,000
UJI EKSTRAK DAUN JAMBLANG ((Syzgium cumini L) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOCIN Raya, Maxianus Kopong; Ngardita, I Rai; Sumardi, Ratih Nurani
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan perkembangan teknologi sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat, salah satu dampak negatifnya ialah munculnya berbagai penyakit degeneratif seperti Diabetes melitus (DM). Pengobatan penyakit DM harus dijalani seumur hidup, dengan biaya pengobatan cukup tinggi. Penelitian Ayyanar (2012) pada pengobatan diabetes menyebutkan biji, daun, dan kulit pohon jamblang memiliki khasiat menurunkan kadar glukosa darah Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jamblang terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Wistar yang diinduksi streptozotocin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jamblang terhadap kadar glukosa darah tikus putih jantan Wistar yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini, merupakan penelitian eksperimen murni dengan pendekatan pre and post randomized controlled group design, menggunakan tikus putih jantan Wistar yang diinduksi STZ dosis 65 mg/kg BB dan NA 230 mg/kg BB, hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu : kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan 3 kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun jamblang selama 21 hari dan dilakukan pengukuran kadar glukosa darah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pusat Studi Pangan dan Gizi, Penelitian Antar Universitas-Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dilakukan dari bulan September – Nopember 2015. Rerata berat badan tikus awal awal dan akhir perlakuan : 179,00±12,93 gram dan 193,20±14,43. Rerata kadar glukosa darah awal dan akhir perlakuan : 250,61± 12,16 dan 139,48±6,17 (ρ=0,000). Uji Kruskall-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna perubahan kadar glukosa darah dan uji lanjut Mann-Whitney. Pemberian ekstrak daun jamblang dosis 720 mg/200 g BB menurunkan GDP lebih rendah dibandingkan dosis 180 dan 450 mg/kg BB.
Pengaruh Masase Tengkuk dan Otot Pectoralis Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Nifas Hari Ke 1 dan Hari Ke 2 di Puskesmas Harapan Kabupate Jayapura Mogan, Martina Martina
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masase tengkuk dan masase otot pectoralis mayor dapat mempengaruhi pengeluaran ASI, Beberapa ibu memberikan ASI ekslusif dan sebagaian lagi tidak memberikan ASI ekslusif karena gangguan pengeluaran ASI. Fenomena yang terjadi dilapangan ibu yang mengalami gangguan pengeluaran ASI hari ke 1 dan hari ke 2 belum dilakukan asuhan kebidanan berupa masase tengkuk dan masase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh masase tengkuk dan masase otot pectoralis mayor terhadap pengeluaran ASI hari ke 1 dan ke 2. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain penelitian one-shot Case Study. Sampel sebanyak 30 ibu nifas hari ke 1 dan ke 2 di wilayah kerja Puskesmas Harapan. Teknik analisis data menggunakan uji T ? Test. Hasil studi menunjukkan terdapat pengaruh masase tengkuk dan masase otot pectoralis terhadap pengeluaran ASI pada ibu nifas hari pertama dan kedua dengan nila p-value 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Masase tengkuk dan masase otot pectoralis mayor dapat menstimulasi dan meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu nifas hari ke 1 dan hari ke 2. Kata kunci : Masase Tengkuk, Masase Otot Pectoralis Mayor, Pengeluaran Asi, Nifas.
KINERJA BIDAN DI RSUD ABEPURA Amal, Fachry
GEMA KESEHATAN Vol 11, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) dalam sebuah organisasi dipandang sebagai human capital (modal) terutama jika dilihat dari posisinya untuk mencapai tujuan organisasi. Begitu pentingnya SDM, sehingga seberapa baguspun fasilitas dan alat yang dimiliki oleh sebuah organisasi tanpa ditunjang dengan SDM, maka akan menjadi sia-sia juga. Kinerja seorang pegawai dalam sebuah organisasi menjadi sesuatu yang penting guna menunjang keberhasilan sebuah organisasi. Pegawai atau karyawan yang kinerjanya bagus atau optimal tentunya akan memudahkan organisasi dalam mencapai sasarannya, begitupun sebaliknya. Salah satu pilar institusi kesehatan yang diharapkan memberikan kontribusi besar untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut adalah rumah sakit, salah satu komponen yang ada dalam suatu rumah sakit adalah bidan, maka pengelolaan individu-individu bidan yang ada dalam sebuah rumah sakit menjadi sesuatu yang penting agar supaya rumah sakit juga dapat berkontribusi dalam pembangunan kesehatan. Pengelolaan bidan diharapkan dapat meningkatkan kinerja yang tentunya juga diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis penelitian ini adalah survey dengan rancangan Cross Sectional. Populasi berjumlah 50 orang, sedangkan sampel berjumlah 46 orang, teknik pengambilan sampel adalah proportionate random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS, uji statistik yang digunakan adalah Chi Square pada ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur, lama kerja dan pendidikan dengan kinerja, terdapat hubungan antara imbalan dengan kinerja bidan di RSUD Abepura.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN OBAT PENURUN PANAS PADA BALITA DI POSYANDU MELATI PUSKESMAS KAWATUNA PALU dg. masikki, maharani farah dhifa
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan demam pada anak sangat tergantung pada peran ibu.Ibu yang memiliki pengetahuan tentang demam dan memiliki sikap yang baik dalam memberikan perawatan.Obat penurun panas seperti parasetamol banyak dipakai orang tua untuk mengatasi demam pada anaknya akan tetapi tidak semua orangtua memberikannya dalam dosis yang tepat dan sebagian dari itu dosisnya terlalu besar. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian obat penurun panas pada balita di Posyandu Melati Puskesmas Kawatuna Palu. Jenis penelitian Quasi Eksperimen. Jumlah populasi penelitian adalah 32 orang ibu dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total populasi. Analisis data menggunakn univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan responden yang baik sebelum diberi penyuluhan (Pretest) adalah 15 dari 32 responden dengan nilai rata-rata 3,66. Sesudah di berikan penyuluhan (Posttest) yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 responden dengan nilai rata-rata 7,28. Hasil analsisis uji paired T Test didapatkan nilai probabilitas (p=0,000), dan ini berarti P value = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan tentang pemberian obat penurun panas pada balita. Saran bagi pihak puskesmas agar lebih aktif lagi melakukan penyuluhan tentang pemberian obat penurun panas yang tepat dan benar bagi ibu-ibu yang mempunyai balita. Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, Penurun Panas.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK PADA SWAMEDIKASI NYERI DI KELURAHAN HINEKOMBE DISTRIK SENTANI KABUPATEN JAYAPURA TAHUN 2018 Persulesi, Ronaldo Brian; Tukayo, Brechkerts Lieske Angruni; Soegiharti, Pratiwi
GEMA KESEHATAN Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan sebuah tahap pembangunan kesehatan dimana setiap orang memiliki hak dalam menentukan kualitas selfcare-nya sehingga dapat memanajemen keuangan sendiri. Dengan swamedikasi, keluhan dapat diatasi dan di tanggulangi secara cepat dan efektif tanpa memerlukan konsultasi medis. Obat-obatan yang dijual secara bebas di kios-kios memudahkan masyarakat memperoleh obat untuk melakukan tindakan swamedikasi. Namun bila tidak dilakukan secara benar justru menimbulkan masalah baru yaitu tidak sembuhnya penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat analgetik pada swamedikasi nyeri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode accidental sampling. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang, data dikumpulkan menggunakan kuesioner di kelurahan Hinekombe pada bulan April-Mei 2018. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa dari 96 responden, didapatkan data demografik responden paling banyak berasal dari kelompok umur 17 ? 25 tahun dan > 25 tahun (35 %), berjenis kelamin perempuan (59%), dengan pendidikan terakhir SMA (54 %), dan tidak bekerja (68 %). Untuk hasil pengukuran tingkat pengetahuan tentang swamedikasi, responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (48%). Untuk tindakan swamedikasi, 43 % responden memilih membeli obat di apotik, 55% obat yang dipilih yaitu asam mefenamat. Berdasarkan ketepatan tindakan swamedikasi, 67% responden telah meminum obat penghilang nyeri dengan frekuensi minum obat yang tepat, dan telah tepat dalam memilih obat. Perlu diadakan seminar atau penyuluhan kepada masyarakat tentang swamedikasi dan ketepatan penggunaan obat agar meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga lebih berhati-hati melakukan tindakan swamedikasi

Page 1 of 3 | Total Record : 21