cover
Contact Name
Imas Juidah
Contact Email
imas.juidah@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bahteraindonesia16@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 25413252     EISSN : 26222183     DOI : -
Core Subject : Education,
Bahtera Indonesia adalah jurnal yang ditebritkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Univesitas Wiralodra (Unwir) Indramayu. Jurnal ini merupakan wadah informasi mengenai kebahasaan dan kesusastraan yang memuat hasil penelitian atau studi kepustakaan yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal ini terbit sejak September 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
BAHASA SUNDA CIREBON DI KECAMATAN DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON; KAJIAN GEOGRAFI DIALEK Winata, Nana Triana
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.651 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bahasa Sunda Cirebon di Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon: Kajian Geografi Dialek”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kosakata bahasa Sunda Cirebon di Kecamatan Dukupuntang, mengetahui berapa banyak kosakata khas bahasa Sunda di Kecamatan Dukupuntang, dan memetakan kosakata bahasa tersebut. Dari pemetaan unsur bahasa diperoleh gambaran bahwa sebaran unsur bahasa berbeda-beda, terutama desa yang menggunakan BJC. Ada beberapa kosakata yang merupakan bahasa khas di Kecamatan Dukupuntang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif kualitatif, yaitu mendefinisikan data, sebagaimana terdapat di lokasi penelitian. Metode ini dilakukan melalui pengumpulan data dengan cara observasi langsung di lapangan dan wawancara, manusia sebagai pengumpul data utama. Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur bahasa Sunda di Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon (BSC). Dari satu kecamatan ini dipilih tujuh desa sebagai sampel yang diteliti, yakni mengambil dua orang informan dari setiap desa. Hasil penelitian didapat daerah pakai unsur Bahasa Sunda Bandung (BSB) ditemukan di desa Mandala. Daerah pakai kosakata Bahasa Sunda Cirebon (BSC) ditemukan di desa Sindang Jawa, desa Girinata, dan desa Cipanas. Desa yang lainnya menggunakan bahasa sehari-harinya adalah bahasa Jawa Cirebon.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE: SEBUAH KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Juidah, Imas
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.57 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perjuangan menuju superior yang dilakukan tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye, (2) pengamatan subjektif terhadap tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye, (3) kesatuan kepribadian tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye, (4) minat sosial tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye, (5) gaya hidup tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye, dan (6) kekuatan kreatif tokoh utama novel Rindu karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam novel Rindu. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rindu karya Tere Liye yang diterbitkan oleh Republika Penerbit pada tahun 2014 sebanyak 544 lembar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam teori kepribadian pada tokoh utama yaitu tokoh Ahmad Karaeng atau Gurutta. Pertama, Perjuangan menjadi superior (striving for superiority) yang terdapat pada tokoh Gurutta dalam novel Rindu karya Tere Liye, meliputi perjuangan Gurutta dalam menggapai cita-citanya dengan memanfaatkan masa mudanya untuk belajar agama di Aceh dan Yaman. Kedua, pengamatan subjektif (subjective perceptions) yang terdapat pada tokoh Gurutta dalam novel Rindu karya Tere Liye adalah Gurutta selalu dapat menasihati dan memberikan motivasi kepada orang lain. Menurut pengamatan orang-orang di sekelilingnya, Gurutta adalah seorang ulama yang terkenal di Makassar, beradab, berilmu, dihormati, dan dicintai banyak orang karena tinggi budinya. Ketiga, kesatuan kepribadian (unity of personality) yang terdapat pada tokoh Gurutta dalam novel Rindu karya Tere Liye adalah Gurutta memiliki kepribadian yang baik hati kepada sesama, sangat tenang, penyabar, berilmu, beradab, sikapnya terbuka kepada siapapun dan dicintai dan dihormati banyak orang karena tinggi budinya. Keempat, minat sosial (social interest) yang terdapat pada tokoh Gurutta dalam novel Rindu karya Tere Liye adalah Gurutta memiliki rasa peduli kepada sesama, mau membaur dengan orang-orang yang jauh kapasitas keilmuannya dan mudah akrab dengan orang lain. Kelima, gaya hidup (style of life) yang terdapat pada tokoh Gurutta dalam novel Rindu karya Tere Liye yaitu Gurutta sangat sederhana. Dan keenam, kekuatan kreatif self (creatife power of the self) yang terdapat pada tokoh Gurutta dalam novel Rindu karya Tere Liye, Gurutta selalu memiliki ide-ide cemerlang dalam setiap permasalahan yang dihadapinya.     Kata kunci: Kepribadian, Psikologi Alfred Adler, Novel Rindu
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYAMPAIKAN LAPORAN PERJALANAN SECARA LISAN DENGAN PRESVI LO (PRESENTASI VIDEO DAN LOMBA) Komariah
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.642 KB)

Abstract

Masalah yang dihadapi siswa dalam menyampaikan laporan perjalanan secara lisan adalah kurangnya penguasaan siswa terhadap pola urutan laporan, pilihan kata, lafal, intonasi, ekspresi, dan kelancaran. Penelitian berjudul Peningkatan Kemampuan Menyampaikan Laporan Perjalanan Secara Lisan dengan Presvi Lo merupakan penelitian yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan dua video yang berbeda, yaitu video berisi rekaman laporan perjalanan dari televisi dan video yang berisi rekaman kegiatan sekolah. Agar mencapai hasil belajar yang memuaskan, penelitian ini menggunakan teknik lomba yang mampu mengkondisikan siswa untuk bersungguh-sungguh dalam pelaksanaan penilaian. Penggunaan video berisi rekaman laporan perjalanan dari televisi digunakan sebagai model penyampaian laporan secara lisan dari sisi pola urutan laporan, pilihan kata, lafal, intonasi, dan ekspresi. Penggunaan video berisi rekaman kegiatan sekolah yang digunakan sebagai: (1) sumber/bahan yang dapat membantu siswa menemukan pokok-pokok laporan;  (2) media yang membantu siswa dalam mengembangkan pokok-pokok laporan yang telah ditemukan menjadi lebih rinci dan lengkap, dan (3) alat yang dapat membantu siswa dalam berlatih menyampaikan laporan secara lisan dengan cara mempresentasikan video. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas VIII A SMPN Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu dengan tiga siklus. Tahapan kegiatan penelitian mencakup empat kegiatan yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media video dan metode lomba dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan laporan perjalanan secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar.     Kata kunci: laporan perjalanan, presvi lo
NILAI SOSIAL NOVEL KELIR SLINDET KARYA KEDUNG DARMA ROMANSHA BERDASARKAN TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA SEBAGAI UPAYA MEMILIH BAHAN AJAR SASTRA DAN MODEL PEMBELAJARANNYA Tarsinih, Eny
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.179 KB)

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini sebagai berikut: (1) Pemahaman nilai-nilai sosial dapat dijadikan sebagai pandangan dan tolak ukur membandingkan baik buruknya kualitas suatu masyarakat yang berada di sekeliling peserta didik; (2) Peserta didik mampu memahami keadaan sosial di sekitarnya; (3) Pembelajaran analisis novel kurang bervariasi masih banyak mengkaji unsur intrinsiknya saja; (4) Penerapan model pembelajaran yang kurang digandrungi oleh kebanyakan peserta didik. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana struktur novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha? (2) Bagaimana nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Kelir Slindet  karya Kedung Darma Romansha? (3) Apakah Novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha layak dijadikan alternatif bahan ajar sastra di SMP atau SMA? (4) Bagaimanakah model pembelajaran yang dapat digunakanuntuk novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha dalam menyampaikan pembelajaran sastra? Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian  yang berlandaskan pada filsafat post-positivisme, digunakan untuk meneliti pada objek yang alamiah. Penulis memilih metode ini karena sumber datanya sudah tersedia tanpa harus melakukan perlakuan (treatment). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, struktur intrinsik dalam novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha memuat tema utama mengenai percintaan; alur yang terdapat pada novel adalah alur campuran; latar novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha bertempat di Cikedung, perkampungan, musholla, panggung, dan balai desa, serta berlatar waktu malam, sore, siang; secara umum amanat yang terkandung dalam novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha adalah kita harus pandai dalam menyikapi hidup, lingkungan punya pengaruh besar, jadilah manusi yang berprinsip kuat; nilai sosial dalam novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha tentang persahabatan, kekompakan, persatuan, kepercayaan, keberagaman, gotong royong. Novel Kelir Slindet Karya Kedung Darma Romansha layak sebagai bahan ajar sastra berdasarkan tinjauan sosiologi sastra dan segi bahasa yang mudah dipahami, serta latar belakang kebudayaan yang hampir sama persis dengan kehidupan sehari-hari dan bukan hal baru bagi mereka.   Kata kunci: Nilai-nilai sosial, novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha, sosiologi sastra, bahan ajar, dan metode pembelajaran
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DRAMA “OPERA KECOA” KARYA NOERBERTUS RIANTIARNO Logita, Embang
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.124 KB)

Abstract

Karya sastra merupakan hasil pemikiran dan cerminan dari sebuah budaya kelompok masyarakat mana saja yang memiliki kebudayaan, oleh karena itu dalam karya satra banyak menceritakan tentang interaksi manusia dengan manusia dan lingkunganya.Karya sastra juga merupakan salah satu ungkapan rasa estetis dari seorang pengarang terhadap alam sekitarnya. Karya sastra yang baik biasanya mampu mengarahkan dan mendidik para pembaca karena nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya. Di balik fungsinya sebagai bacaan yang menghibur, karya sastra merupakan media kontrol dalam dimensi fiksi. Karena karya sastra lahir dari realitas objektif yang diangkat oleh pengarangnya dengan imajinasi-realitas menjadi realitas baru. Karya sastra imajinatif di Indonesia terbagi menjadi tiga, yaitu puisi, fiksi atau prosa naratif, dan drama. Drama sebagai salah satu karya sastra yang juga memiliki keindahan dan makna tersembunyi dibalik kata-katanya menjadikan drama sebagai karya seni yang estetis dan patut untuk dianalisis nilai-nilai kehidupan dan sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Drama yang berjudul “Opera Kecoa” karya N. Riantiarno ini akan penulis analisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra.   Kata Kunci : Sastra, drama dan sosiologi sastra
TRANSFORMASI NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURAHMAN EL SHIRAZY MENJADI BENTUK FILM CINTA SUCI ZAHRANA : SEBUAH KAJIAN EKRANISASI Juidah, Imas
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.438 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Proses ekranisasi pada aspek penciutan dalam novel Cinta Suci Zahrana Karya  Habiburrahman El Shirazy menjadi bentuk film Cinta Suci Zahrana; (2) Proses ekranisasi pada aspek penambahan dalam novel Cinta Suci Zahrana Habiburrahman El Shirazy menjadi bentuk film Cinta Suci Zahrana; (3)Proses ekranisasi pada aspek perubahan bervariasi dalam novel Cinta Suci Zahrana Habiburrahman El Shirazy menjadi bentuk film Cinta Suci Zahrana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalm noveldan film Cinta Suci Zahrana. Sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Republika Penerbit pada tahun 2017 sebanyak 257 lembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sengaja dihilangkan, ditambahkan, dan diubah sesuai kebutuhan dalam film. Perubahan-perubahan yang terjadi pada proses ekranisasi dari novel ke film menghasilkan perubahan-perubahan pada aspek penciutan, penambahan, dan perubahan variasi. Aspek penciutan pada peristiwa ditemukan sebanyak 23 penciutan, aspek penciutan pada tokoh ditemukan sebanyak delapan tokoh, dan aspek penciutan pada latar ditemukan sebanyak tiga belas latar. Aspek penambahan  pada tokoh ditemukan sebanyak dua tokoh. Aspek perubahan variasi pada penokohan atau karakter dan latar ditemukan sebanyak satu perubahan variasi, dan perubahan variasi pada saat adegan ditemukan sebanyak tiga adegan.   Kata kunci: Ekranisasi, Novel, Film, Cinta Suci Zahrana.
MAKNA DAN FUNGSI PARIBASA SUNDA (PANGJURUNG LAKU HADÉ) Logita, Embang
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.476 KB)

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh pemikiran bahwa paribahasa Sunda merupakan warisan budaya pemilikmya yaitu masyarakat Sunda yang syarat akan makna yang terkandung didalamnya yang harus kita lestarikan dan kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.             Paribasa Suda Paribasa Sunda merupakan salah satu warisan budaya nusantara dengan kata lain paribasa Sunda merupakan salah satu bagian peribahasa yang ada di nusantara. Paribasa Sunda merupakan bahasa perbandingan yang menjadi perlambang kehidupan manusia, yang bahasan dan pengucapannya yang  tidak boleh diubah-ubah. Paribasa Sunda merupakan sebuah kalimat. dengan memilik iciri-ciri paribasa sunda antara lain : Paribasa Sunda mempunyai sifat membandingkan, mengumpamakan; merupakan pembicaraan yang artinya bukan yang sebenarnya; berupa kalimat yang dapat membawa perasaan kepada yang orang yang diajak bicara;kalimatnya tidak bisa diubah, dikurangi, ditambah, atau dengan pengucapannya dengan bahasa halus. Didalam paribasa Sunda dilihat dari maksud dan tujuannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian:Paribasa wawaran luang,isinya mengungkapkan pengalaman yang suadah biasa dalam masyarakat, serta merupakan bahan perbandingan untuk tingkah laku kita; paribasa pangjurung laku hade, dimana paribasa ini isinya mengungkapkan untuk melakukan perilaku-perilaku yang baik yang harus dilakukan oleh kita; paribasa panyaram lampah salah dimana isinya mengungkapkan supaya setiap orang jangan melaksanakan kelakuan-kelakuan yang tidak baik. Paribasa pangjurung laku hade merupakan salah satu paribasa yang didalamnya mempunyai makna-makna  dan fungsi tersendiri dalm kehidupan sehari hari
KAJIAN TERHADAP NILAI-NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN “RUMAH MALAM DI MATA IBU” KARYA ALEX R. NAINGGOLAN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR Tarsinih, Eny
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.468 KB)

Abstract

Banyak remaja yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai sosial yang ada di masyarakat, guru dan siswa belum secara optimal mengambil pelajaran dari nilai sosial yang terkandung dalam karya sastra, bahan ajar sastra di SMA sangat kurang, karena guru biasanya hanya mengajarkan apa yang disajikan dalam buku paket siswa saja, dan media yang digunakan masih monoton. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam  penelitian ini sebagai berikut.  (1) Bagaimana struktur cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Rumah Malam di Mata Ibu” Karya Alex R. Nainggolan? (2) Bagaimana nilai-nilai sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Rumah Malam di Mata Ibu” Karya Alex R. Nainggolan (3) Apakah semua cerpen dalam kumpulan cerpen “Rumah Malam di Mata Ibu” Karya Alex R. Nainggolan dapat dijadikan sebagai bahan ajar? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan sosiologi sastra, struktur cerpen, nilai sosial, dan bahan ajar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Cerpen-cerpen  yang terdapat pada kumpulan cerpen “Rumah Malam di Mata Ibu” Karya Alex R. Nainggolan memuat tema antara lain Asmara, kurangnya kasih sayang dalam keluarga, dan sulitnya perekonomian keluarga; menggunakan alur maju menggunakan sudut pandang pesona pertama dan ketiga, mengandung amanat antara lain kesabaran dan keikhlasan menjalani hidup, dan menghargai orang lain, (2) nilai sosial yang terdapat dalam cerpen Rumah Malam di Mata Ibu Karya Alex R. Nainggolan, antara lain persahabatan, hormat pada orang tua, dan rela berkorban; (3) cerpen tersebut menggunakan bahasa sehari-hari, terdapat pembelajaran yang dapat mereka pelajari di usia remaja seperti hormat kepada orang tua dan rela berkorban demi orang lain; (4) model pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran kooperatif karena karya sastra khususnya cerpen terdapat persoalan yang harus dipecahkan dan dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa, sehingga dengan model tersebut siswa menganalisis dan  mempelajari bagaimana hubungan karya sastra dengan kehidupan.   Kata kunci: kumpulan cerpen, perilaku di lingkungan sosial, nilai sosial, dan bahan ajar
PERBANDINGAN GAYA BAHASA CERPEN ANGKATAN 66 DENGAN ANGKATAN 2000 Saroni
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.594 KB)

Abstract

Sejarah perkembangan sastra nasional terletak pada adanya kesinambungan antara satu periode dengan periode lainnya, baik ditinjau dari segi formal maupun dari segi perkembangan masyarakatperbandingan karya sastra dapat mengembangkan dan memperdalam pemahaman dalam mengapresiasi karya sastra. Salah satunya adalah membandingkan gaya bahasa cerpen Angkatan 66 dengan Angkatan 2000. Akan tetapi kurangnya pengetahuan siswa mengenai gaya bahasa dalam karya sastra khususnya cerpen. Pembelajaran sastra yang digunakan kurang bervariatif, siswa dan guru belum banyak mengenal angkatan dalam sejarah sastra khususnya 66 dan 2000. Rumusan masalah dalam penelitian ini; 1) bagaimanakah gaya bahasa cerpen Angkatan 66?; 2) bagaimana gaya bahasa cerpen Angkatan 2000?; 3) adakah perbedaan gaya bahasa cerpen Angkatan 66 dan Angkatan 2000? Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, suatu metode yang peneliti sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel, sumber data dilakukan secara sengaja dan, teknik pengumpulan dengan gabungan, analisis data bersifat induktif/kualitatif. Maka dapat diketahui bahwa; 1) Angkatan 66 lebih banyak menggunakan gaya bahasa pada cerpennya dibandimgkan dengan Angkatan 2000; 2) persamaan pada penggunaan gaya bahasa yang sering muncul, yaitu sama-sama sering menggunakan gaya bahasa hiperbola atau menyatakan suatu pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian; 3) perbedaan yang terjadi pada gaya bahasa cerpen dari kedua angkatan tersebut Angkatan 66 lebih banyak menggunakan gaya bahasa metafora atau majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis sedangkan Angkatan 2000 yang lebih banyak menggunakan gaya bahasa pleonasme atau majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.   Kata Kunci: perbandingan, gaya bahasa, cerpen, Angkatan 66, Angkatan 2000.
PENERAPAN PROGRAM REMEDIAL OLEH TUTOR SEBAYA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VI SD INPRES MISIR Theresia, Petronela
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.995 KB)

Abstract

Dalam pengajaran disekolah pun, khususnya pengajaran Bahasa Indonesia, guru senantiasa berusaha agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami konsep bahasa Indonesia yaitu mendeskripsikan benda, namun dalam kenyataannya masih banyak siswa yang tidak dapat memahami konsep bahasa Indonesia tentang mendeskripsikan benda sebagaimana yang diharapkan oleh guru. Hal ini dapat diketahui rendahnya daya serap siswa dalam memahami konsep bahasa Indonesia yaitu mendeskripsikan benda meskipun telah diusahakan dengan baik oleh guru. Kesulitan siswa dalam memahami konsep Bahasa Indonesia tentang mendeskripsikan suatu gambar merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh guru. Jika guru memberikan ulangan atau tes yang diberikan oleh guru. Jika guru memberikan ulangan atau tes pada setiap pokok bahasan hasilnya 50% siswa mendapat nilai di bawah rata-rata, dan hanya sedikit siswa (50%) yang mendapat nilai di atas karena mereka telah memahami konsep yang diajarkan oleh guru. Untuk itu sangat penting bagi guru untuk memberikan bantuan baik berupa perlakuan ataupun cara-cara memahami bahan pelajaran. Oleh sebab itu salah satu bantuan yang bisa dilakukan guru adalah dengan pemberian program remedial yaitu suatu bentuk kegiatan yang bersifat menyembuhkan, membetulkan atau mengajar kembali, sehingga pemahaman siswa menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Kata Kunci : Program Remedial, Tutor Sebaya, Konsep Bahasa Indonesia, Siswa

Page 1 of 4 | Total Record : 39