cover
Contact Name
Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Contact Email
satyawidyajsa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sidiastawa3@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Satya Widya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 26230534     EISSN : 26551454     DOI : -
Core Subject : Religion,
The Satya Widya Jurnal Studi Agama publishes current conceptual and research articles on religious studies using an interdisciplinary perspective, especially but not strictly within theology, anthropology of religion, sociology of religion, religious culture, religious education, religious politics, religious ethic,psychology of religion, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama" : 6 Documents clear
Upacara Ngelangkang Pengaus Sebagai Wujud Yajna Umat Hindu Kaharingan Suku Dayak Lawangan Eka, Nali; Setiyawan, Melky; Suarta, Komang
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v2i1.58

Abstract

Suku Dayak Lawangan yang beragama Hindu Kaharingan memiliki suatu upacara kematian yang dilaksanakan setahun setelah upacara kematian yaitu upacara Ngalangkang yang memiliki arti untuk memperingati kematian dari keluarga yang meninggal dimana upacara Ngalangkang tersebut dilaksanakan setiap tahun sebanyak tiga tahun berturut-turut dan puncaknya yaitu ditahun ketiga yang merupakan Ngalangkang Pengaus atau Ngalangkang terakhir. Upacara Ngalangkang Pengaus merupakan penerapan ajaran Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa,  Susila, dan upacara. Nilai Tattwa terlihat dalam keyakinan umat Hindu Suku Dayak Lawangan tentang struktur Ketuhanan yang ada dimana segala sesuatu berasal dari Juss Tuha Allah Taala dan akan kembali kepada-Nya. Nilai Susila yang terkadung dalam Upacara Ngalangkang Pengaus yaitu sesuai dengan ajaran agama Hindu seperti ajaran Pitra Rna, Ahimsa, Punia, tidak boleh berjudi, tidak boleh Mada dan tidak boleh Sastraghana. Nilai upacara yang terkandung dalam Upacara Ngalangkang Pengaus adalah keterampilan dalam Pander Jampa dan juga keterampilan dalam membuat sarana-sarana yang digunakan dalam upacara. Upacara Ngalangkang Pengaus pada umat Hindu Suku Dayak Lawangan dalam Panca Yajna merupakan implementasi dari semua ajaran Panca Yajna yaitu ajaran Dewa Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna dan BhutaYajna, namun yang paling utama Upacara Ngalangkang Pengaus merupakan bentuk penerapan dari Pitra Yajna. Kata Kunci: Ngalangkang Pengaus, Panca Yajna, Hindu Kaharingan Dayak Lawangan
Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Lontar Swargarohana Parwa Ariyoga, I Nyoman
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v2i1.59

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Hindu memiliki kearifan lokal tersendiri yang merupakan budaya asli yang telah diturunkan secara turun-temurun. Salah satu kearifan lokal masyarakat Hindu adalah cerita yang terdapat dalam naskah lontar. Ajaran agama Hindu banyak sekali terdapat di dalam naskah-naskah lontar di baik itu berupa Babad, Tantri maupun dalam epos Mahabharata dan Ramayana. Di dalam konsep cerita tersebut banyak sekali terdapat ajaran pendidikan agama hindu yang secara langsung dapat diterapkan dalam menjalani hidup di dunia ini. Dengan demikian penulis tertarik untuk menulis secara lebih luas tentang cerita di  Lontar Swargarohana Parwa yang terdapat dalam Mahabharata. Lontar Swargarohana Parwa  merupakan parwa kedelapan belas bagian terakhir dalam Mahabharata. Cerita ini berisi tentang Yudistira mencapai surga tapi beliau memilih tinggal di neraka bersama saudara-saudara serta istrinya dari pada tinggal di surga bersama Korawa dan Sekuni, namun beberapa saat kemudian keadaan berbalik yang tadinya neraka menjadi surga begitu juga sebaliknya. Dalam Lontar Swargarohana Parwa terdapat banyak sekali nilai-nilai pendidikan agama Hindu yang terkadung didalamnya sehingga penulisan ini dilaksanakan untuk mengulas Lontar Swargarohana Parwa dilihat dari kajian pendidikan agama Hindu. Kata Kunci: Pendidikan Agama Hindu, Lontar Swargarohana Parwa
Implementasi Manajemen Pembelajaran Saintifik di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Widianto, I Putu
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v2i1.56

Abstract

Penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi manajemen pembelajaran pada mata kuliah yang menggunakan pembelajaran saintifik di IAHN-TP Palangka Raya. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Indonesia. Peneliti mengumpulkan berbagai informasi dengan wawancara tak berstruktur dan observasi tersamar. Analisis data hasil wawancara dengan model interaktif analysis model dari Miles dan Huberman serta analisis data hasil observasi dilakukan dengan metode checklist. Hasil penelitian menunjukan tahapan manajemen pembelajaran saintifik terdiri dari tahapan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan pengawasan pembelajaran.
Hoax Dalam Perspektif Hindu Mertayasa, I Komang
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v2i1.57

Abstract

Peredaran hoax sangat cepat karena beberapa pengguna media sosial membagikan tanpa membaca atau mengetahui lebih mendalam apakah itu benar atau tidak.  Peningkatan Literasi dapat dilakukan dengan baik apabila seseorang memiliki pengetahuan keagamaan yang memadai. Ajaran agama hindu memiliki pandangan akan keberadaan hoax, dengan memahaminya dapat berfungsi sebagai pondasi dan penyaring informasi untuk memutus rantai beredarnya hoax. Hoax dibuat dengan bertujuan untuk membuat opini publik, menggiring opini publik, membentuk persepsi yang menguji kecerdasan dan kecermatan pengguna internet dan media sosial. Berita bohong (hoax) merupakan perbuatan yang tidak baik (asubha karma) sehingga dapat menjadi penyebab penderitaan, oleh karena itu dalam menerima informasi hendaknya memaksimalkan weiweka untuk mengkaji. Terdapat tiga cara yang digunakan untuk menelaah sebuah informasi yang dimuat dalam media sosial untuk dapat mengetahui kebenarannya yaitu 1). Pratyaksa Pramana;  2). Anumana Pramana; 3). Agama Pramana.
Menguak Konsep Pendidikan Eko-Religius KH. MA. Sahal Mahfudh Sholahudin, Sholahudin
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v2i1.55

Abstract

Meningkatnya kerusakan lingkungan hidup merupakan bencana bagi manusia secara umum. Kerusakan lingkungan juga menjadi sorotan oleh KH Sahal Mahfudh, seorang ulama’ kharismatik dari Pati Jawa Tengah. Beliau menganggap bahwa manusia adalah makhluq yang paling bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan. Penelitian ini menguak konsepsi pendidikan lingkungan hidup yang ditelurkan oleh KH Sahal Mahfudh. Dengan metodologi penelitian kualitatif dan melakukan penelitian dengan teknik interview dan observasi penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa  Kiai sahal memiliki konsepsi pendidikan lingkungan hidup yang perlu untuk digali lebih mendalam lagi.Konsepsi tersebut berdasarkan bahwa tujuan hidup manusia adalah sa’adah fid daroin (kebahagiaan didunia dan akherat), untuk menuju kesana, manusia perlu menjaga lingkungan sebagai masis dari kehidupan mereka. Kata Kunci: Pendidikam Eko religius, KH Sahal Mahfudh
Pluralisme Dalam Pandangan Pemuda Lintas Agama di Surabaya Huda, M Thoriqul; Maghfiroh, Isna Alfi
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 2 No 1 (2019): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v2i1.50

Abstract

Pluralisme merupakan suatu paham yang mengajarkan akan keragaman baik dari suku, bahasa, budaya, ras, dan agama yang mana tidak ada diskriminasin didalamya Sehingga pluralisme itu dilandasi dengan sikap toleransi antar sesama manusia. Pluralisme mengajarakan bahwa tidak ada agama yang sama, akan tetapi pluralisme lebih menekankan pada sikap keterbukaan antar sesama. Dalam hal ini sikap toleransi yang lebih di utamakan adalah sikap saling menghargai, saling menghormati, saling tolong-menolong, saling menjaga, dan saling tenang tidak saling terganggu antar sesama manusia dalam skala global dan universal. Pada hakikatnya semua agama itu mengajarkan akan cinta kasih yang disebarkan dengan perdamaian tanpa harus ada peperangan. Dan realitas pluralisme bangsa Indonesia tergolong dalam tingkat yang baik akan tetapi masih perlu untuk ditingkatkan lagi. Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini banyak konflik-konflik yang terjadi baik itu konflik sosial, budaya, politk, bahkan agama. Konflik atas isu agama sangat mudah muncul kepermukaan, sebagai bentuk rasa emosioanal yang tidak dapat dibendung. Konflik-konflik tersebut merupakan peristiwa yang harus dihindari bahkan seharusnya tidak terjadi. Karena disetiap ada konflik baik yang mengatasnamakan negara, politik, sosial, budaya, maupun agama pastilah akan menimbulkan kekacauan, kerusakan, kehancuran bahkan kehilangan jiwa raga. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus mampu menjaga kesatuan dan persatuan umat, agar tidak mudah untuk dipecah belah. Dengan bersatu padunya remaja dalam membagun negara maka akan tercipta suatu keinginan luhur bangsa yaitu dapat hidup rakun, damai, aman, tentram, dan nyaman dalam perbedaan. Karena perbedaan membuat kita mengerti dan memahami akan keberagaman. Dan keragaman merupakan suatu hal terindah yang diciptakan Tuhan

Page 1 of 1 | Total Record : 6