cover
Contact Name
Hedrikson Marnes Ander
Contact Email
pppm.polnustar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pppm.polnustar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kepulauan sangihe,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Tatengkorang
ISSN : 25988905     EISSN : 2655285     DOI : -
Tulisan yang diangkat dari hasil pengabdian masyarakat dibidang perikanan dan kebaharian, kesehatan, teknik komputer dan komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
IbM Bantuan Hidup Dasar di SMAN 1 Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara Surudani, Conny J.; Welembuntu, Meistvin; Gobel, Iswanto
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.262 KB)

Abstract

Cedera merupakan salah satu penyebab kematian. Cedera dan kecelakaan bisa mengakibatkan henti jantung atau cardiac arrest. Salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan segera adalah cardiac arrest atau henti jantung. Henti jantung masih merupakan penyebab kematian utama di dunia. Dilingkungan kehidupan kita akan menjumpai korban kecelakaan, cedera, penyakit jantung, korban tenggelam yang membutuhkan penanganan segera. Jika Otak tidak mendapatkan supply oksigen dalam 4-6 menit maka kerusakan otak akan terjadi dan akan menjadi irreversibel dalam waktu 8-10 menit. Berdasarkan kegawat daruratan itulah maka semua orang harus menguasai dan mampu melakukan Bantuan Hidup Dasar. Pihak Mitra yaitu SMAN I Tahuna belum pernah melaksanakanpelatihan kepada para muridnya mengenai Bantuan Hidup Dasar. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, maka Tim pengabdian pada Masyarakat POLNUSTAR melaksanakan Seminar untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan juga workshop agar mereka dapat mempraktekkan langsung dan diharapkan mampu melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar kepada orang yang membutuhkan. Kegiatan iniberlangsung selama 2 hari, dan seluruh peserta sangat antusias dan berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan ini. Hasil pengabdian pada masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, rata-rata pengetahuan peserta sebelum mengikuti seminar yaitu hanya 64% mengetahui tentang BHD, setelah mengikuti seminar rata-rata pengetahuan peserta meningkat menjadi 93%. Demikian halnya denganpelaksanaan tindakan Bantuan Hidup Dasar, seluruh peserta bisa melakukan tindakan tersebut.
IbM Kaum Ibu yang Berisiko Kanker Payudara di GMIST Imanuel Tahuna Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara Kalengkongan, Detty J.; Makahaghi, Yenny B.; Hinonaung, Jelita S.
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.208 KB)

Abstract

Mitra sasaran program IbM, yaitu kaum perempuan yang tergabung pada organisasi keagamaan yang ada di Pelayanan Kategorial kaum perempuan rayon I dan II GMIST Jemaat Imanuel Tahuna Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Daerah pemukimanan kedua kelompok mitra ini merupakan daerah yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kanker payudara pada kaum perempuan.Masalah yang ada yaitu, meningkatnya kejadian kanker payudara pada kaum perempuan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, dengan judul Gambaran kejadian kanker payudara di RSUD Liun Kendage Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi Utara. Dari 62 kasus yang ditemukan, sebagian besar sudah berada pada stadium lanjut. Bahkan ada kasus yang ditemukan pada lokasi program ini. Masalah yang dihadapi oleh ibu-ibu ini yaitu, belum mengetahui tentang kanker payudara, takut memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan, belum mengetahui cara deteksi dini terjadinya kanker payudara, serta masih kurangnya sosialisasi dari petugas kesehatan tentang kanker payudara. Tujuan kegiatan ini yaitu, agar kaum perempuan yang menjadi mitra sasaran kegiatan ini, dapat mengetahui tanda-tanda dan gejala kanker payudara, mengurangi risiko terjadinya kanker payudara, dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), menjaga kebersihan diri dan memperpanjang usia harapan hidup. Metode pelaksanaan yang diterapkan yaitu: Penyuluhan, Demonstrasi/simulasi, melatih mitra sasaran dalam hal pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Evaluasi dan pendampingan bagi ibu-ibu yang berisiko. Luaran dari kegiatan ini, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, menggunakan fasilitas kesehatan, Jurnal Artikel Ilmiah Nasional terakreditasi dan buku praktis/brosur/liflet.
IbM Bantuan Hidup Dasar di SMAN 3 Tahuna Barat Welembuntu, Meistvin; Surudani, Conny J.; Gobel, Iswanto; Soleman, Fitria
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.338 KB)

Abstract

Daerah Kepulauan Sangihe merupakan daerah kepulauan berbatasan dengan negara tetangga Filipina, memiliki 2 gunung berapi, teridiri dari pulau-pulau dan sungai-sungai yang bermuara kelaut. Fasilitas Kesehatan di daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dimiliki yaitu 1 Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas-puskesmas, serta Puskesmas Pembantu. Tetapi ada beberapa daerah memiliki kesulitan akses ke fasilitas kesehatan. Pihak Mitra yaitu SMAN 3 Tahuna Barat belum pernah melaksanakan pelatihan kepada para muridnya mengenai Bantuan Hidup Dasar. SMAN 3 Tahuna Barat berlokasi di desa Kolongan Kecamatan Tahuna Barat yang berjarak 4 KM dari kampus Politeknik Negeri Nusa Utara. Daerah Kolongan ini merupakan lokasi bencana terparah pada bulan Mei tahun 2016 saat Longsor dan Banjir Bandang terjadi di daerah Sangihe. Begitu banyak rumah penduduk hilang tersapu banjir, putusnya akses jalan dan jembatan sehingga ada sedikit hambatan pada pemberian bantuan. Daerah yang rawan bencana seperti ini membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai dan tim kesehatan yang cepat meresponi kebutuhanrakyat. Masyarakat awam pun perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan batuan hidup dasar bagi yang membutuhkan. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, maka Tim pengabdian pada Masyarakat POLNUSTAR melaksanakan seminar untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan juga workshop agar mereka dapat mempraktekkan langsung dan diharapkan mampu melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar kepada orang yang membutuhkan. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari di SMAN 3 Tahuna Barat, peserta ialah seluruh siswa kelas 1 yang berjumlah 21 orang. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat berjalan dengan baik, sesuai dengan yang diharapkan. Tidak ada hambatan yang berarti selama proses pelaksanaan kegiatan yang dimaksud. Berdasarkan hasil evaluasi (pretest – post test), ada peningkatan 18,1% pengetahuan peserta pelatihan, dan penguasaan keterampilan yang sangat baik oleh peserta. Diharapkan pelatihan seperti ini bisa dilakukan pada masyarakat yang belum pernah mengikuti pelatihan ini, dan dibentuk desa Siaga Bencana.
IbM Kaum Ibu Yang Berisiko Kanker Payudara di Kelompok Wilayah Pelayanan XVII GMIST Imanuel Tahuna Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Kalengkongan, Detty J.; Tatangindatu, Maryati A.
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.811 KB)

Abstract

Mitra sasaran program ini yaitu kaum ibu GMIST Imanuel Tahuna yang ada di kelompok wilayah pelayanan (KWP) XVII dan XVIII kelurahan Sawang Bendar dan Apengsembeka Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Daerah ini termasuk salah satu pemukiman ibu-ibu yang berisiko tinggi terhadap terjadinya kanker payudara. Ibu-ibu ini tergabung dalam 1 (satu) organisasi sosial Gerejawi yang menjadi mitra program ini. Masalah yang dihadapi oleh ibu-ibu ini yaitu, belum mengetahui tentang kanker payudara, tanda dan gejala, takut memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan, resiko terjadinya kanker payudara pada semua wanita, belum mengetahui cara deteksi dini terjadinya kanker payudara, ekonomi keluarga menengah kebawah dan personal hygiene yang masih kurang. Tujuan kegiatan ini yaitu: 1). Untuk mengetahui tentang kanker payudara, tanda dan gejala, terjadinya kanker payudara, 2). Untuk mengetahui deteksi dini dengan cara periksa payudara sendiri (SADARI), 3). Mengurangi risiko terjadinya kanker payudara. Tujuan jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan serta memperpanjang usia harapan hidup. Metode pelaksanaan yaitu: 1) Ceramah/penyuluhan, 2) Demonstrasi/simulasi 3) Pelatihan deteksi dini kanker payudara 4) Pendampingan dan Evaluasi. Luaran dari kegiatan ini brosur/liflet kanker payudara, Artikel ilmiah dan tindak lanjut pemeriksaan bagi ibu-ibu yang menunjukan adanya tanda dan gejala kanker payudara sebanyak tiga responden. Dapat disimpulkan setelah diberikan penyuluhan, serta mengajarkan cara deteksi dini terjadinya kanker payudara, ibu-ibu dapat mengetahui dan mengerti serta melaksanakan pemeriksaan payudara payudara sendiri,. Disarankan Untuk GMIST Imanuel Tahuna, agar dapat memasukan dalam program kegiatan gerejawi, tentang penyuluhan/ceramah tentang deteksi dini kanker payudara dalam program kategorial kaum perempuan.
IbM Pengendalian Demam Berdarah dengan Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan pada Masyarakat di Kelurahan Ondong Kecamatan Siau Barat Tinungki, Yeanneke Liesbeth; Patras, Mareike Doherty; Sarapil, Costantein I.
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.857 KB)

Abstract

Demam Berdarah adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan nyamuk. Penyakit ini ditemukan didaerah tropis dan subtropis, dan menjangkit luas di banyak negara di Asia Tenggara. Kabupaten Siau Tagulandang Biaro Kecamatan Siau Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki angka kasus demam berdarah tertinggi di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro terdapat 14 kasus demam berdarah pada tahun 2015. Berdasarkan data Puskesmas Ondong Kelurahan Ondong merupakan kelurahan paling edemisitas sebanyak 15 kasus per 1000 penduduk di tahun 2016. Karakteristik lingkungan di Kelurahan Ondong Kecamatan Siau Barat sangat berpotensi sebagai breeding place dan resting place bagi nyamuk demam berdarah karena kelurahan Ondong tidak memiliki mata air dan air yang dikonsumsi berasal dari sumur gali yang tidak ditutup dan padatnya rumah-rumah penduduk menyebabkan limbah rumah tangga dibiarkan begitu saja. Kelurahan Ondong Kecamatan Siau Barat merupakan kelurahan dengan endemisitas demam berdarah tertinggi di wilayah Kerja Puskesmas Ondong. Kelurahan ini merupakan Pusat Kota Kabupaten Sitaro yang mengalami peningkatan pembangunan dan menyebabkan tingginya tempat perindukan nyamuk Aedes Aegepty. Oleh karenanya perlu dilakukan penyuluhan untuk memotivasi masyarakat agar dapat secara mandiri melakukan pencegahan Demam Berdarah Dengue dengan menjaga kebersihan di lingkungannya.Sasaran Pengabdian pada Masyarakat berbasis Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) adalah para masyarakat yang ada di Kelurahan Ondong Kecamatan Siau Barat Kabupaten Siau Tagulandang Biaro dengan tujuan menurunkan angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Keluarahan Ondong, meminimalkan penularan demam berdarah dengue secara tepat, meningkatkan pengetahuan masyarakattentang pengendalian demam berdarah dan pemberdayaan masyarakat. Tahap pelaksanaan yaitu Sosialisasi Program penerapan Ipteks bagi Masyarakat (IbM), Penyuluhan tentang Demam berdarah, pencegahan dengan pemeriksaan kesehatan, dampak dan hubungannya dengan kondisi lingkungan, Pemeriksaan Kesehatan
IbM Pengenalan Alat Tangkap Bubu Rangka Besi untuk Menangkap Kepiting di Kampung Beeng Kaim, Mukhlis Abdul; Tamarol, Joneidi; Kumaseh, Eunike
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.112 KB)

Abstract

Perikanan tangkap adalah usaha perikanan yang paling dominan di Kabupaten Kepulauan Sangihe karena dari total produksi perikanan mencapai 90 persen. Usaha penangkapan kepiting masih menggunakan bubu tradisional yang terbuat dari anyaman bambu di mana dalam waktu tertentu akan cepat rusak dan dapat mengakibatkan lolos/hilangnya hasil tangkapan. Sehingga, perlu dilakukan pengembangan teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan, dengan harapan dapat memanfaatkan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan. Sasaran program pengabdian pada masyarakat ini adalah Kelompok Nelayan di Kampung Beeng Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, dimana mereka memiliki tingkat ekonomi yang rendah. Masyarakat mendapatkan 12 unit alat tangkap bubu rangka besi, dimana juga merupakan salah satu bentuk luaran dari kegiatan pengabdian ini. Pusat Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Nusa Utara memiliki staf penyuluh yang sudah memiliki kualifikasi dalam mengembangkan IPTEKS bagi masyarakat khususnya dalam teknologi penangkapan ikan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat di Kampung Beeng dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut survey, kegiatan pengabdian yang meliputi penyuluhan mengenai cara pembuatan bubu rangka besi, pemasangan dinding bubu, pembuatan mulut bubu dengan menggunakan ember plastik dan pembuatan kantong umpan serta cara pemasangannya (demonstrasi). Penyuluhan mengenai umpan serta cara dan waktu pengoperasian bubu rangka besi. Kegiatan pengabdian diharapkan memberikan wawasan baru bagi para kelompok nelayan Kampung Beeng untuk menangkap kepiting bakau tanpa merusak lingkungan. Dan juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
IbM Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) di Desa Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe Ijong, Frans Gruber; Lungari, Fitria F.; Sarapil, Costantein I.
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.261 KB)

Abstract

Kawasan perairan di sekitar Desa Salurang memiliki potensi sumberdaya ikan yang cukup melimpah karena kawasan tersebut belum tersentuh dengan teknologi penangkapan ikan skala besar dan hanya menggunakan peralatan seadanya dari nelayan setempat. Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh nelayan Desa Salurang adalah jaring insang dasar (bottom gilnet) yang oleh masyarakat lokal dinamakan Soma Bawuluse. Tingkat kesejahteraan masyarakat setempat yang rendah yang juga dipengaruhi oleh tingkat pependidikannya, menjadikan masyarakat Salurang masih tergolong kurang mampu dan membutuhkn inovasi dalam pemahaman teknologi penangkapan ikan. Bertitik tolak dari masalah yang ada maka solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan pada kelompok pesisir ini adalah introduksi penerapan ketrampilan teknik pembuatan alat tangkap jaring insang dan penerapan metode/teknik pengoperasian alat tangkap Soma Bawuluse yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini nelayan penangkap ikan dapat melakukan penangkapan ikan secara benar dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungannya khususnya terhadap kondisi terumbu karang disekitarnya, dengan demikian, usaha ini dapat menjadi sumber perekonomian masyarakat demi kesejateraan dan kemakmuran khususnya masyarakat pesisir. Dan tim pengabdian Politieknik Negeri Nusa Utara memberikan 2 alat tangkap jaring insang kepada ke 2 kelompok nelayan yang berada di Desa Salurang.
IbM Optimalisasi Produksi, Manajemen Pakan dan Pengendalian Penyakit pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu Saselah, Jetti; Susantie, Darna; Manurung, Ussy; Manganang, Yessy
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.984 KB)

Abstract

Kampung Kauhis merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe, memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat. Pengabdian Pada Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman penduduk tentang bagaimana meningkatkan produksi ikan nila (Oreochromis Niloticus) lewat kegiatan pengelolaan benih, manajemen pakan dan pengendalian penyakit ikan. Metode yang dipakai dalam pelaksanaan kegiatan yaitu penyuluhan dan diikuti dengan pelatihan pengelolaan benih ikan nila, pembuatan pakan, pengendalian penyakit dan pengelolaan kualitas. Hasil dari kegiatan pengabdian penyuluhan maupun pelatihan menunjukkan bahwa animo masyarakat yang tinggi untuk bisa mengembangkan usaha budidaya ikan, pembuatan pakan ikan. Dengan fasilitas pendukung yang dimiliki, masyarakat mitra bisa membuat pakan secara mandiri dan meningkatkan produksi ikan nila.
Program Pengabdian pada Masyarakat Internal Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Budidaya Benih Unggul Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) di Kampung Taloarane Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara Susantie, Darna; Saselah, Jetti T.; Tomasoa, Aprilia
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.83 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis, mudah dibudidayakan dan digemari oleh masyarakat. Kampung Taloarane merupakan salah satu desa di Kecamatan Manganitu Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki potensi untuk pengembangan usaha budidaya darat. Pengabdian pada Masyarakat bertujuan meningkatkan pemahaman penduduk/ mitra tentang peranan benih dalam budidaya ikan dan cara budidaya ikan nila (O. niloticus). Metode dalam pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat yaitu metode pendidikan, metode pelatihan dan metode pendampingan. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah tahappersiapan (penentuan lokasi kegiatan pengabdian dan mengurus perijinan pelaksanaan Pengabdian Pada Masyarakat), tahap persiapan pelaksanaan (persiapan surat ijin, peralatan yang dibutuhkan, pembuatan modul pelatihan), tahap pelaksanaan (penyuluhan tentang teknik budidaya ikan nila, pakan, penyakit dan pengelolaan kualitas air untuk usaha budidaya ikan nila), dan tahap monitoring dan evaluasi (monitoringdan evaluasi terkait dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat). Hasil Pengabdian Pada Masyarakat adalah kelompok-kelompok pembudidaya ikan atau kelompok tani ikan di Kampung Taloarane I lebih memahami teknik atau cara budidaya ikan air tawar yang tepat guna sehingga dapat menghasilkan benih dan induk yang unggul, produksi yang baik dan berkualitas serta dapat meningkatkan ekonomi keluarga.Melalui kegiatan ini masyarakat pembudidaya ikan di Kampung Taloarane dapat melakukan perbaikan sistem budidaya ikan dengan benar dan juga memperhatikan kualitas air sehingga dapat meningkatkan produksi ikan nila.
Budidaya Ikan Kolam Terpal di Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe Manurung, Usy N.; Babo, Desmianti
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 1 (2017): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Jurnal Ilmiah Tatengkorang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.515 KB)

Abstract

Mitra sasaran Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) berlokasi di Kampung Kendahe II. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi masalah musim paceklik cuaca buruk di laut sehingga nelayan tidak bisa mencari ikan dan masalah kondisi tanah yang berpasir dan tidak dapat menahan air sehingga sulit membudidaya ikan, sehingga dilakukan pengabdian pada masyarakat budidaya kolam terpal sebagai alternatif yang baik di Kampung Kendahe II, Kecamatan Kendahe. Budidaya pada kolam terpal merupakan alternatif mata pencaharian dan pilihan yang tepat pada kondisi tanah yang berpasir karena pada tanah berpasir air akan terus berkurang karena langsung meresap ke tanah. Kondisi daerah pesisir pantai dan ketersediaan air tawar yang kurang memungkinkan usaha budidaya kolam terpal selanjutnya memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perekonomian masyarakat di daerah ini. Tujuan IbM: 1) memberi bantuan kolam terpal bagi kelompok pembudidaya ikan. 2) memberi bantuan benih ikan nila bagi kelompok pembudidaya sebagai bibit budidaya alternatif ketika menghadapi paceklik di laut. Luaran program IbMyang telah dicapai: 1) kelompok pembudidaya telah membuat kolam terpal yang diberi oleh Tim IbM sebagi alternatif mata pencaharian. 2) Ikan nila yang diberikan olah Tim telah dibudidayakan pada kolam terpal.