cover
Contact Name
silviana simbolon
Contact Email
simbolonsilvi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dosen01923@unpam.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
PISTON: Journal of Technical Engineering
Published by Universitas Pamulang
ISSN : 25413511     EISSN : 26862247     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Pada dasarnya yang dapat diterima dalam jurnal Teknik Mesin Unpam adalah semua topik dalam bidang Teknik mesin yang meliputi : Konversi energi; Manufaktur; Konstruksi; Bidang lainnya yang terkait dengan bidang Teknik Mesin.
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Pembuatan dan Pengujian Bulk Density, Fluks Magnetik, dan Mikrostruktur pada Hybrid Magnet Berbasis NdFeB / BaFe12O19 Djuhana, Djuhana; Muljadi, Muljadi; Sunardi, Sunardi; Sardjono, Priyo
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018): PISTON: JOURNAL OF TECHNICAL ENGINEERING
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.059 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3199

Abstract

Telah dilakukan pembuatan hybrid magnet permanen berbasis NdFeB dengan penambahan BaFe12O19 ( 5, 10, 15, dan 20 % wt). Aplikasi hybrid magnet permanen NdFeB untuk komponen motor dan generator listrik skala kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhnya penambahan BaFe12O19 terhadap densitas, fluks magnetik dan mikrostruktur dari hybrid magnet NdFeB. Proses preparasi bahan baku mulai dari pencampuran serbuk NdFeB tipe MQP-B+ dengan BaFe12O19, digerus dan dicampur bahan perekat Epoxy Resin sebanyak 6 %wt dan dicetak dengan gaya 8 tonf sehingga membentuk pellet dengan diameter 18,5 dan tebal 4,3 mm. Sampel yang telah dicetak kemudian dikeringkan pada kondisi vacuum (±15 mbar) dengan temperatur 80°C ditahan selama 1 jam. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengukuran bulk density, microstructurer menggunakan Optical Microscope dan sifat magnet dengan menggunakan Gaussmeter. Dari hasil karakterisasi secara keseluruhan diperoleh kondisi optimum pada komposisi hybrid magnet NdFeB adalah 95% NdFeB, 5 %wt BaFe12O19 . Sifat-sifat hybrid magnet NdFeB tersebut adalah bulk density = 4,469  g/cm3, Fluks magnetik = 1029,85 Gauss, ukuran bulir (grain size) sekitar 4,1 – 5,2 µm.
Efek Penambahan Fe3Mn7 Terhadap Sifat Fisis dan Mekanik α-Fe2O3 Setiadi, Eko Arief
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017): PISTON VOL 1 NO 1 JULI 2017
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.482 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.547

Abstract

Abstrak: Preparasi dan karakterisasi pellet α-Fe2O3 dengan penambahan 0, 2, 5 dan 10 %wt. Fe3Mn7 berbasis pada materialalam telah berhasil dilakukan. Proses pencampuran serbuk α-Fe2O3 dan Fe3Mn7 dilakukan dengan menggunakan HEM. ºKemudian campuran serbuk dikasinasi pada suhu 1000C, dikompaksi pada 69 Pa hingga menjadi pellet dan disinter padasuhu 1000 ºC. Karakterisasi XRD menunjukkan adanya fasa dominan α-Fe2O3 dan fasa baru MnO2 dan Fe3O4. Densitas dankekerasan sampel meningkat secara linier seiring dengan kenaikan komposisi Fe3Mn7 yang ditambahkan. Sampel optimum3diperoleh pada sampel α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 dengan nilai bulk density dan kekerasan masing-masing 4,98 g/cm and994,94 HV. Sampel ini termasuk dalam klasifikasi hard magnet dengan nilai magnetisasi saturasi, remanen dan koersivitasmasing-masing sebesar 24,0 emu/g, 10,3 emu/g dan 571,8 Oe.Kata kunci:. α-Fe2O3, Fe3Mn7, densitas, kekerasan, sifat magnetikAbstract: Preparation and characterization of α-Fe2O3 pellet with the addition of 0, 2, 5 and 10 %wt. Fe3Mn7 based on naturalmaterials have been successfully carried out. The process of mixing powder of α-Fe2O3 and Fe3Mn7 was performed usingºHEM. Then, the mix powders were calcined at temperature of 1000 C. After that, the powders were compacted at 69 Pa intopellet and sintered at temperature of 1000ºC. Characterization of XRD shows that the samples have major phase of α-Fe2O3and new phases of MnO2 and Fe3O4. The density and hardness samples increase linearly with increasing of Fe3Mn73composition. The optimum sample with α-Fe2O3/10 %wt. Fe3Mn7 has bulk density and hardness value of 4.98 g/cm and 994.94HV respectively. This sample is classified as semi-hard magnet with magnetization saturation, remanence and coercivity valueof 24.0 emu/g, 10.3 emu/g dan 571.8 Oe respectively.Keywords: α-Fe2O3, Fe3Mn7, density, hardness, magnetic properties
Efek Aditif SiO2 Terhadap Suhu Sintering Keramik Alumina dan Karakteristiknya Djuhana, Djuhana; Mulyadi, Mulyadi; Sunardi, Sunardi
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Piston: Journal of Technical Engineering
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.231 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3224

Abstract

Sintering keramik alumina dilakukan dengan aditif SiO2 dari pasir silika. Komposisi silika divariasikan yaitu 0 %, 5 % dan 10 % berat. Kedua bahan baku ditimbang,  di campur menggunakan media aquades dan digiling menggunakan rotary ball mill selama 10 jam. Selanjutnya capuran tersebut di keringkan untuk menguapkan aquades menggunakan pengering pada suhu 100oC selama 12 jam. Kemudian campuran serbuk tersebut diukur distribusi ukuran partikel menggunakan Laser Particle Size. Selanjutnya serbuk tersebut dicampur dengan perekat PVB sebanyak 2% berat dan dilanjutkan dicetak dengan gaya 10 tonf untuk membentuk pellet. Kemudian pelet tersebut disintering menggunakan Thermolyn Furnace pada suhu 1200, 1300, 1400 dan 1500oC dengan waktu penahanan 2 jam dan heating rate 10oC/menit. Hasil pengukuran particle size menunjukkan bahwa serbuk setelah di milling memiliki ukuran diameter rata-rata adalah 18,48 µm. Hasil dari karakterisasi diperoleh kondisi yang optimum yaitu sampel dengan penambahan 10 % SiO2 dan suhu sintering 1500oC memiliki bulk densitas tertinggi 3,36 g/cm3 dan porositas 1,06 %,  hardness vickers tertinggi = 780 Hv. Penambahan SiO2 sampai 10 % berat tidak menimbulkan rekasi dengan Al2O3, terlihat tida ada pembentukan fasa baru dari hasil XRD, dan fasa yang terbentuk adalah fasa corundum (α-Al2O3).
Rancang Bangun dan Unjuk Kerja Generator Mini Magnet Permanen NdFeB Fluks Radial sebagai Lampu Indikator Emergency Sebayang, Achmad Maulana Soehada
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018): PISTON: JOURNAL OF TECHNICAL ENGINEERING
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.067 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3190

Abstract

Rancang bangun generator mini tipe fluks radial telah berhasil dibuat dimana rotor didesain dengan menggunakan bahan magnet permanen NdFeB berbentuk rectangular sebanyak 8 buah (kerapatan fluks magnet 1,28 T). Stator dibuat dengan menggunakan 7 buah kumparan dari kawat tembaga dengan diameter sebesar 0,3 mm dan jumlah lilitan sebanyak 218. Unjuk kerja generator minifluks radial diukur sebagai fungsi kecepatan putar rotor (540 sampai 660 rpm) terhadap output tegangan, arus listrik, daya listrik dan intensitas cahaya yang dihasilkan. Hasil unjuk kerja generator listrik tanpa beban menunjukkan output tegangan maksimum adalah sebesar 219 volt pada kecepatan putar rotor 660 rpm. Pada saat kecepatan putar yang sama dan diberi beban lampu pijar 10 W diperoleh output tegangan, arus listrik, daya listrik dan intensitas cahaya masing-masing sebesar 185 V, 0,36 A, 66,6 W dan 280 Cd. Dengan demikian generator minifluks radial ini dapat diaplikasikan sebagai lampu indikator emergensi (tanda bahaya), khususnya di jalan tol (daerah licin).
Efek Air Gap pada Rancang Bangun dan Uji Performa Generator Listrik Fluks Aksial Berbasis Magnet Permanen NdFeB Maulana, Ahmad
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017): PISTON VOL 1 NO 1 JULI 2017
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.021 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.543

Abstract

Abstrak:Dalam penelitian ini telah dianalisis efek air gap terhadap performa generator listrik tipe fluks aksial berbasismagnet permanen NdFeB. Analisis performa dilakukan dengan mengukur output tegangan generator listrik fluks aksialterhadap ukuran air gap dan kecepatan putar rotor. Air gap antara stator dan rotor divariasikan dari 7 sampai 20 mm. Darihasil eksperimen, peningkatan remanansi magnet berbanding lurus terhadap peningkatan output tegangan. Sebaliknya,peningkatan ukuran air gap menurunkan tegangan output secara linier. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan magnetikflux density secara exponensial. Pada ukuran air gap 7 mm dan kecepatan rotor 1500 rpm, dihasilkan output teganganmaksimal untuk Br = 0,2 dan 1,3 Tesla berturut-turut sebesar 10,4 dan 67,7 volt.Kata Kunci: air gap, generator listrik fluks aksial, ouput tegangan, magnet NdFeBAbstract:In this paper, the effect of air gap to the performance of NdFeB based permanent magnet axial flux electricalgenerator have been analyzed. The performance analysis was performed by measuring the ouput potential of generator asthe changing of air gap and rotational speed of rotor. The air gap was varied from 7 to 20 mm. Based on the experiment, theincreasing of magnetic remanence of permanent magnets was linearly corelated to the increasing of output voltage. On theother hand, increasing of the air gap was linearly reduced the ouput voltage. This effect is caused by the decreasing ofmagnetic flux densityexponentially. On the fixed air gap of 7 mm androtational speed of 1500 rpm, the maximum ouputvoltage is achived for Br = 0.2 and 1.3 Tesla  with the value of 10.4 and 67.7 volt, respectively.Keywords: air gap, axial flux electrical generator, ouput voltage, NdFeB magnets
Kata Pengantar dan Daftar Isi Vol. 2 No. 1 Simbolon, Silviana
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Piston: Journal of Technical Engineering
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.173 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3234

Abstract

Photoacoustic Signal of Nanobubbles Induced in PEGylated Gold-Nanorod Colloid Manalu, Istas Pratomo
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Piston: Journal of Technical Engineering
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.721 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3220

Abstract

We have developed a photoacoustic (PA) measurement system using a broadband ultrasonic transducer to detect the PA signals induced in a gold nanorod (GNRs) colloid irradiated by the nanosecond-pulsed laser beam. This study will investigate the PA signals of PEG-GNRs at longitudinal surface plasmon resonance. Several factors including aspect ratio of GNR, pulse energy, concentration, and wavelength are varied to investigate these effects on the PA signal. We show that at the certain condition the generated PA signal of PEG-GNRs stronger than uncoated GNRs. Moreover, the PA signals of PEGGNRs are more stable than uncoated GNRs in the same condition. Keywords
Bonded Magnet Permanen Nd2Fe14B dengan Perekat Silicone Rubber dan Karakterisasinya -, djuahana
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 1 (2017): PISTON VOL 1 NO 1 JULI 2017
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.711 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i1.548

Abstract

Abstrak: Bonded magnet permanen dibuat dengan variasi: 95 %wt. Nd2Fe14B dengan 5% SR, 90 %wt. Nd2Fe14B dengan10% SR, 85 %wt. Nd2Fe14B dengan 15% SR, dan 80 %wt. Nd2Fe14B dengan 20% SR. Kedua bahan baku dicampur denganmenggunakan mixer hingga homogen dan berbentuk pasta. Selanjutnya, campuran tersebut dituang ke dalam cetakan dandibiarkan pada suhu ruang selama 4 jam. Sampel yang telah kering dikeluarkan dari cetakan dan dikarakterisasi melaluipengukuran bulk density dan pengukuran kurva histerisis menggunakan BH-curve Permeagraph. Hasil XRD serbuk Nd2Fe14B(NQP-B) yang dianalisis dengan program GSAS diperoleh bahwa serbuk tersebut memiliki komposisi fasa Nd2Fe14B = 78,14%dan fasa Fe = 21,86%. Komposisi silicone rubber (SR) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap nilai bulk density dan3sifat magnetiknya. Sampel dengan 5% berat SR memiliki bulk density terbesar yaitu = 4,67 g/cm, sampel dengan 10% sampai3320% berat SR memiliki nilai bulk density yang lebih rendah yaitu masing masing 3,12 g/cm sampai 3,72 g/cm. Hasil darikurva histerisis BH-curve menunjukkan bahwa semakin banyak persentase SR maka sifat magnetiknya cenderung menurun.Nilai remanansi tertinggi (Br ) adalah = 4,85 kG pada sampel dengan 5% berat SR, tetapi sampel dengan 20% berat SR memilikinilai Br terendah yaitu 2,47 kG.Kata Kunci: magnet permanen, Nd2Fe14B, silicone rubber, BH-curveAbstract: Bonded permanent magnet has been made by using composition: 95 wt.% Nd2Fe14B with 5% SR, 90 wt.% Nd2Fe14Bwith 10% SR, 85 wt.% Nd2Fe14B with 15% SR, and 80 wt.% Nd2Fe14B with 20% SR. Both raw materials were mixed untilhomogen and formed a pasta. Then the pasta was casted to mould and dried at room temperature for 4 hours. The driedsamples were released from the mould and continued with characterization for measurement of bulk density and measurementof hysteresis by using BH-curve permeagraph. The XRD result of Nd2Fe14B (NQP-B) shows that the powder of Nd2Fe14B(NQP-B) contains phases : Nd2Fe14B = 78.14% and Fe = 21.86%. The composition of silicone rubber (SR) influences3siqnificantly to bulk density and magnetic properties. Sample with 5 % of SR has highest bulk density (4.67 g/cm), sample33with 10 % to 20 % of SR have lowest bulk density value, respectively: 3.12 g/cm and 3.72 g/cm. The results of measurementof hysteresis curve found that the amount of SR is more higher so the magnetic properties decline. The highest value ofremanence is 4.85 kG at samples with 5 wt.% of SR, but sample with 20 wt.% of SR has lowest value of remanence (2.47 kG).Keywords: permanent magnet, Nd2Fe14B, silicone rubber, BH-curve
Optimalisasi Heat Treatment pada Proses Daur Ulang Pegas Daun Mobil untuk Pembuatan Pisau Sembelih Rumah Pemotongan Hewan Choliq, Abdul; Adnyana, DN
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 2, No 1 (2018): Piston: Journal of Technical Engineering
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4630.121 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v2i1.3225

Abstract

Pisau sembelih merupakan alat penting dalam kegiatan pemotongan ternak besar di rumah pemotongan hewan untuk pemenuhan konsumsi daging bagi masyarakat, selain itu juga peranti pemotongan ternak untuk kepentingan keluarga, upacara adat, dan peribadatan, seperti pada saat Idul Adha. Ketersediaan pisau sembelih dengan kualitas bagus masih menjadi persoalan tersendiri di masyarakat, karena harga pisau buatan pabrik dirasa masih cukup mahal oleh sebagian orang. Telah banyak yang mencoba untuk membuat pisau alternative dengan memanfaatkan berbagai limbah baja, namun hasilnya belum cukup memuaskan. Kualitas pisau sembelih hewan sangat dipengaruhi oleh tingkat kekerasan dan ketangguhan material pisau yang optimal. Sifat tersebut sangat dipengaruhi oleh komposisi kimia dan struktur mikro material. Untuk mencapai struktur mikro yang dapat memberikan kombinasi sifat keras dan tangguh pisau, maka diperlukan perlakuan panas (heat treatment) yang memadai. Dalam penelitian ini telah dilakukan daur ulang limbah pegas daun mobil yang memiliki kekerasan 419HV dan 460HV serta struktur mikro matrik martensit temper untuk dibuat bilah pisau melalui proses tempa tangan dan perlakuan panas menggunakan media pendingin yang berbeda, yaitu air, oli mesin bekas, dan batang pohon pisang. Pengujian yang dilakukan meliputi uji komposisi kimia, uji metalografi dan uji kekerasan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekerasan pisau percobaan A pada daerah mata pisau mencapai 730HV dengan struktur mikro martensit dan karbida krom, dan pada daerah tumpul kekerasannya turun pada level 313 HV dengan struktur martensit dan austenit sisa. Sementara itu pisau percobaan B yang dikeraskan secara menyeluruh mencapai kekerasan 627HV dan struktur mikro martensit dengan karbida krom halus menyebar rata. Hasil percobaan pembuatan pisau yang diperoleh mendekati sifat mekanik pisau impor X yang memiliki struktur mikro matrik martensit temper dengan karbida dan level kekerasannya 640 HV. Disimpulkan bahwa kedua pegas cukup bagus untuk material alternatif untuk bilah pisau sembelih hewan yang dimanfaatkan di rumah pemotongan hewan.
Pengaruh Penambahan Doping Mn/Cu pada Barium Heksaferit sebagai Material Penyerap Gelombang Simbolon, Silviana; Tetuko, Anggito P; Kurniawan, Candra; Sebayang, Perdamean; Sebayang, Krista
PISTON: Journal of Technical Engineering Vol 1, No 2 (2018): PISTON: JOURNAL OF TECHNICAL ENGINEERING
Publisher : Prodi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.79 KB) | DOI: 10.32493/pjte.v1i2.3191

Abstract

Pada penelitian ini, telah dilakukan analisa efek doping Mn2+/Cu2+ sebanyak 0.1%mol terhadap struktur barium heksaferit sebagai material absorbsi gelombang mikro. Sintesis material dilakukan dengan metode mechanical alloying menggunakan planetary ball mill. Powder yang telah di-milling dikalsinasi pada temperature 1000 °C selama 2 jam. Powder hasil kalsinasi di kompaksi dengan tekanan 1.5 kgf/cm2 membentuk pellet dan di sinter pada temperatur 1150 °C selama 2 jam. Dari hasil eksperimen, menunjukkan penambahan ion Mn2+/Cu2+0.1 %mol mengakibatkan nilai densitas bulk meningkat jika dibandingkan dengan  barium heksaferit. Efek penambahan ion Mn2+/Cu2+ menurunkan nilai koersivitas (Hjc) dan menaikkan nilai remanensi (Mr) yaitu BaFe12O19 memiliki Hjc = 6.45 KOe dan Mr = 0.91 KG, BaFe11.9Mn0.1O19 memiliki Hjc = 3.27 KOe dan Mr = 1.62 KG sedangkan BaFe11.9Cu0.1O19 memiliki Hjc = 1.75 KOe dan Mr = 1.79 KG. Pengukuran refflection loss gelombang mikro menggunkan VNA menunjukkan bahwa penambahan ion Mn2+/Cu2+ pada barium heksaferit memiliki rentang frekuensi yang berbeda. Frekuensi BaFe11.9Mn0.1O19 sekitar 4 – 10 GHz dan BaFe11.9Cu0.1O19 sekitar 4 – 8 GHz. Hal ini menunjukkan bahwa besar penyerapan gelombang yang cukup signifikan dengan adanya penambahan doping Mn/Cu 0.1 %mol jika dibandingkan terhadap barium hexaferit.

Page 1 of 4 | Total Record : 32