cover
Contact Name
Fauziah Astrid
Contact Email
fauziah.astrid@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalisa@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Jurnalisa : Jurnal Jurusan Jurnalistik
ISSN : 24606766     EISSN : 26860570     DOI : -
Journalisa Journal is a scientific publication for research topics and studies on journalism and mass media. The form of publiation that we receive will be reviewed by reviewers who have a concentration in the field of journalism, specifically mass media and Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
DAKWAH DALAM PERSPEKTIF MEDIA SOSIAL Latief, Muh Nur
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5621

Abstract

This paper discusses about da'wah in social media by exposing the material and method of da'wah for people universally. The process of this little simple dakwah was supposed to be able to convey the main points of Islamic teachings in full which include; aqidah, shariah and morals. In this modern era technology has become more sophisticated so as to facilitate the da'i to preach using technology in accordance with the situation and conditions so it will be easy for Muslims to get knowledge from the media. By using social media will encourage Muslims to broadcast religion and this will bring a positive impact audiences against the use of media for preaching. Social media can make people communicate with each other wherever and whenever, no matter how far they are, and no matter day or night.
ANALISIS WACANA TERHADAP TEKS BERITA PEMBUBARAN HTI PADA MEDIA ONLINE LIPUTAN6.COM TERBITAN MEI-JULI TAHUN 2017 Burhan, Faika
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v3i1.3091

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Wacana terhadap Teks Berita Pembubaran HTI pada Media Online Liputan6.Com Terbitan Bulan Mei-Juli 2017. Penelitian ini membahas peran media online dalam masyarakat sebagai pemberi informasi untuk membentuk opini publik. Hal tersebut mengingat keberadaan media online yang dianggap menjadi pilihan tercepat pembaca untuk mengetahui informasi teraktual. Penelitian ini difokuskan pada analisis tentang wacana teks berita Media Online Liputan6.Com dalam menyampaikan berita tentang Pembubaran ORMAS Hizbut Tahrir Indonesia terbitan bulan Mei hingga Juli tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data-data akan dianalisis menggunakan model analisis Theo Van Leeuwen. Analisis Van Leeuwen secara umum menampilkan bagaimana pihak-pihak dan aktor ditampilkan  atau terkadang dihilangkan dalam pemberitaan. Dalam teori tersebut, terdapat teknik eksklusi dan inklusi yang digunakan untuk menghadirkan atau memarjinalkan salah satu pihak. Teknik ekslusi terbagi menjadi pasivasi dan penggantian anak kalimat, sedangkan teknik inklusi terbagi menjadi tujuh, yakni diferensiasi-indeferensiasi, objektivikasi-abstraksi,  nominasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiasi-disasosiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judul-judul berita yang dimuat oleh media online Liputan6.com menggunakan strategi inklusi dengan menghadirkan semua aktor dalam pemberitaan. Melalui pilihan kata dan tata bahasa yang digunakan, Liputan6.com terlihat berupaya menghasilkan berita yang sesuai dengan prinsip pragmatik jurnalistik yaitu ekspresif, prosesibilitas, ekonomis dan provokatif. Melalui judul-judul berita tersebut, tergambar penegasan dan penolakan Pemerintah terhadap keberadaan ormas HTI di Indonesia sebagai ormas yang bertentangan dengan ideologi negara. Melalui strategi inklusi yang terjadi secara berulang-ulang dalam beberapa judul berita beserta penempatan struktur kalimat, terlihat keberpihakan Liputan6.com terhadap Pemerintah.
AGRESI MEDIA DAN KEMATIAN RUANG SOSIAL (Tafsir Sosiologis atas Hegemoni Media Sosial) Mandjarreki, Sakaruddin
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i2.6896

Abstract

Ada fenomena lompatan kuantum dalam realitas kehidupan kita saat ini terutama pada aspek bagaimana pergeseran pola-pola interaksi terjadi, yakni dari interaksi yang bersifat obyektif (off line interaction) ke pola interaksi virtual yang palsu (on line interaction). Media sosial mensegregasi tatanan sosialitas masyarakat ke dalam dua corak atau fragmen besar; off line society dan on line society. Nyaris tak seorang pun saat ini yang tidak terpapar ekstasi media yang makin hegemonik. Euforia menyeruak ke permukaan seolah tenggelam dalam perayaan kelahiran budaya baru yang sebenarnya berkarakter destruktif. Kita mengalami disrupsi, terasing dari dunia realitas yang sebenarnya yang ditandai dengan memudarnya kohesi sosial antara individu yang satu dengan lainnya. Baudrillard melukiskan situasi ini dengan ungkapan “implosion”. Media massa telah menyatukan manusia lalu kemudian membiarkannya meledak ke dalam batas-batas geografi, bangsa, ideology, kelas, cair luluh begitu saja. Yang tertinggal hanya satu; massa dengan ketidakpastian ini muncul akibat goncangan dan penetrasi media yang terus menerus. Ziqmunt Bauman mengilustrasikan situasi ini sebagai menguatnya wilayah estetik dan sekaligus memudarnya wilayah kognitif dan wilayah moral. Martin Buber selanjutnya menamainya fenomena “mismeeting”; orang lain tidak berdiri sebagai sebagai sesama (neighbor) maupun orang asing (alien) melainkan stranger. Mereka berada di satu tempat tetapi tidak kenal. Atau menurut St. Sunardi, mereka satu rasa namun ada civic indifference. Ringkasnya, media saat ini, khususnya media sosial telah hadir dengan wajah ganda; ia dipuja namun dicaci. Dipuja karena manusia terfasilitasi secara mudah untuk mengintegrasikan dirinya ke dalam sebuah dunia yang kompleks namun tanpa sistem pengendalian yang efektif. Dan dicaci karena media sosial juga mengandung polusi media yang terbukti mampu memberangus secara kasar moralitas dan sosialitas masyarakat penggunanya.
JURNALISME PARTISAN DALAM PUSARAN KEPENTINGAN EKONOMI POLITIK MEDIA Halik, Abdul
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i2.6894

Abstract

Sistem demokrasi membuka iklim keterbukaan informasi. Publik membutuhkan akses informasi yang memadai, tidak saja dari sisi jangkauannya, tetapi juga dari aspek keberimbangan konten. Praktik jurnalisme sebagai perwujudan dari penggunaan ruang publik terjebak dalam lingkaran kepentingan ekonomi politik media. Produksi teks media tidak mampu merefleksikan realitas sosial secara objektif. Media dengan jurnalismenya justru menjadi bagian dari sarana dominasi. Wartawan berada dalam tekanan lembaga media untuk merelevankan teks yang diproduksinya dengan kekuatan yang melingkupinya (konteks). Fenomena jurnalisme partisan mengindikasikan kesulitan yang dihadapi lembaga media dalam mewujudkan operasi media yang lebih profesional dan berkepentingan sosial (out-ward looking).
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN WARTAWAN TERHADAP KODE ETIK JURNALISTK (WARTAWAN KOTA MAKASSAR) Hatta, Harmin
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i2.6897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Wartawan Terhadap Kode Etik Jurnalistik. Kemudian, mengetahui Pemahaman Wartawan Terhadap Kode Etik Jurnalistik. Selain itu untuk mencari tahu Penerapan Pengetahuan dan Pemahaman Kode Etik Jurnalistik. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kuantitatif-kualitatif konstruktif. Kemudian pengumpulan data yaitu: Observasi, interview, kuesioner, dokumentasi. Responden sekaligus sebagai Informan dalam penelitian ini adalah wartawan yang ada di Kota Makassar. Analisis data dalam pendekatan kualitatif-konstruktivis didahului oleh upaya mengungkap trustworthiness dari pada subjek penelitian. Trusworthiness ini diuji melalui pengujian: credibility subjek, autehenticity, Selanjutnya peneliti melakukan triangulation analisys serta reasoning yang logis. Tahapan berikutnya adalah melakukan intersubjectivity analisys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Kode Etik Jurnalistik sangat di butuhkan oleh para insan Pers yang mencari berita di lapangan. Kode Etik Jurnalistik tentunya diharapkan akan menjadi bekal para wartawan untuk menekuni sebuah profesi jurnalistik sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan benar. Kemudian upaya-upaya yang dilakukan oleh para wartawan dalam menekuni profesi ini sehingga mereka dapat melaksanakan, menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wartawan yang profesional. Implementasi penelitian ini, ada beberapa hal yang menjadi harapan penulis sehubungan dengan Tingkat Pengetahuan Wartawan Terhadap, Kode Etik Jurnalistik Wartawan Kota Makassar, yaitu sebagai berikut :1). Kinerja wartawan hari ini lebih ditingkatkan lagi dalam mencari dan menerbitkan sebuah berita dan lebih mengedepankan nilai-nilai etika dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistrik sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan. 2). Tidak menyalah gunakan profesinya sebagai wartawan seperti, memeras narasumber yang dianggap punya masalah dengan hukum. 3). Lebih serius dalam menjalankan tugas sebagai wartawan, tentang apa yang mereka ketahui, pahami dan menjalankannya sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers pada tanggal 14 Maret Tahun 2006.
PERSEPSI KOMUNITAS “ARSENAL” BANDUNG TERHADAP PESAN PERINGATAN PADA BUNGKUS ROKOK Ahda, Muhammad Hanif
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v5i1.9937

Abstract

Cigarettes are the product that leads to the pros and cons the people of Indonesia. Negative effects due to smoking no doubt, substances in cigarettes to be an indicator of various diseases of cigarettes to consumers. The government has issued a rule requiring cigarette manufacturers to the dangers of smoking message by including images warning of the dangers of smoking. This study aims to determine the perceptions of community members regarding visual warning label smoked edition of "lungs damaged". Data collection techniques used in this research through interviews, observation, documentation. This study refers to the theories of perception ecology, how the stages of processing human perception occurs, that man's way of responding to a stimulus environmental, cultural backgrounds and communities, through the method of the message fear appeals, on delivery through media spooky image on cigarette packs. Results of research conducted by researchers at the community Arsenal Indonesian Supporter is a positive perception of the members of that community, and the message delivered by the government through the media picture warnings to be put on artificial cigarette packs in particular edition of "lungs damaged" conveyed properly, it is evident by reduced consumption rate of smokers in the community. Thus, it can be concluded that government regulation regarding the rules for the inclusion of the dangers of smoking images on cigarette packs is a good effort although still not very effective but enough make community members AIS Bandung smokers reduce smoking intensity and some have quit smoking.
EKSISTENSI MEDIA INTERNAL SEBAGAI ALAT KEHUMASAN (STUDI KASUS MAJALAH EMPATI PSMP TODDOPULI MAKASSAR) Astrid, A.Fauziah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v3i1.3096

Abstract

Kehadiran media internal menjadi perpanjangan tangan sebuah instansi swasta maupun negeri. Keberadaan media internal seperti Majalah Empati di PSMP Toddopuli Makassar sejak 2010 memperlihatkan eksistensi media cetak. Pengelola majalah mampu mempertahankan eksistensi karyanya dengan melihat pembaca, quantity, frequency, policy, title, proses percetakan, style, free issue or cover price, iklan, distribusi. Selain itu, konten dari sebuah majalah walaupun isinya terbatas pada pemberitaan institusi, tetapi isi atau konten dari media internal menjadi pilihan pembaca untuk melanjutkan membaca atau tidak.
JURNALISTIK DAKWAH (SEBUAH MODEL KOMUNIKASI ISLAMI) Kasman, Suf
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v3i1.3058

Abstract

One of the functions of journalism is as defenders of truth and fairness. Many people refer to it as a universal function  and ideal. A journalist is never asked to provide information, but it is its own initiative. They offer an event that, in the presence of a reporter (messenger), will bridge the relationship between man, nature, and not the relationship between conqueror or conquered, or God's servant, but the relationship of togetherness in submission to Allah. Its existence is equivalent to the ministry, bureau, or other parts, which both have their own methods for achieving the goals of da’wah. The development dissemination of Islam tends to increase through electronic media, as well as  print media. Journalism as a tool  has a very powerful effect though it may appear slower, but leaves a deep impression.The existence of journalistic da’wah not only as a information tools of education and entertainment, but its main purpose is a religious leader as mission developing “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”, in Al-Qur’an S. Ali Imran (3): 104.
JURNALISME DAN BENCANA (Refleksi Peran Jurnalis dalam Liputan Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Palu-Donggala) Sanusi, Hartinah
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i2.6895

Abstract

Studi-studi terkait jurnalis dan liputan bencana umumnya menunjukkan kritik tajam terhadap pola-pola dan etika peliputan yang menonjolkan dramatisasi dan seringkali mengeksploitasi korban bencana baik narasi maupun audio visual. Jurnalis memainkan peran yang sangat penting dalam setiap peristiwa bencana. Bukan sekedar tuntutan profesi, mengumpulkan data dan informasi di lokasi bencana dan menyebarluaskannya dalam bentuk berita di media massa. Lebih dari itu, jurnalis juga diharapkan menunjukkan peran-peran jurnalisme yang lebih baik. Sebuah kesadaran dari para jurnalis dalam meliput peristiwa bencana dengan perspektif yang beragam dan utuh. Bahwa persoalan bencana tidak hanya pada saat bencana itu terjadi, melainkan ketika bencana tidak terjadi, sebelum terjadi dan juga setelah bencana terjadi. Diskursus mengenai peran jurnalis dalam peristiwa bencana menjadi penting di tengah tingginya tingkat kerawanan bencana di tanah air. Tulisan ini mencoba mengkaji lebih jauh kecenderungan peran jurnalisme yang dimainkan para jurnalis dalam meliput peristiwa bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di kota Palu dan sekitarnya.
STRATEGI KOMUNIKASI MAJELIS TAKLIM NURUL ISHLAH SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERAGAMA Syamsidar, Syamsidar
Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurnalisa.v4i1.5625

Abstract

Majelis Taklim Nurul Ishlah Muhammadiyah merupakan tempat pangajaran atau pendidikan agama  yang  fleksibel dan tidak terikat oleh waktu. Majelis Taklim bersifat terbuka terhadap segala usia, lapisan atau strata sosial, dan jenis kelamin. Waktu penyelenggaraannya pun tidak terikat. Tempat bisa dilakukan di rumah, masjid, mushalla, gedung dan sebagainya. Selain itu, majelis taklim memiliki fungsi yaitu sebagai lembaga dakwah dan lembaga pendidikan non-formal. Fleksibelitas majelis taklim inilah yang menjadi kekuatan sehingga mampu bertahan dan merupakan lembaga pendidikan yang paling dekat dengan umat (masyarakat). Majelis taklim juga merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggota jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu.Terkait dengan fungsinya sebagai lembaga pendidikan non  formal maka majelis taklim sangat berpengaruh terhadap peningkatana kesadaran beragama setiap masyarakat atau ummat yang senantiasa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh majelis taklim.

Page 1 of 4 | Total Record : 40