cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : altsiq     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah | Online ISSN 2502-8294 is an academic journal published by Department of Islamic Dakwah and Communication Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto. Jurnal Al-Tsiqoh is focusing on issues of da’wah in Indonesia. This journal publishes the results of research on da’wah: Islamic communication, da'wah contemporary, da’wah management, Islamic counseling, and Islamic community development. Articles can be written in Indonesian or English. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah is an open-access journal, published twice a year (April and Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam" : 4 Documents clear
Manajemen dalam Konsepsi Al-Qur’an Jamil, Akhmad Sobrun
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

To form an ideal management conception, a person must be completely understood. To deliver acomplete understanding, the Qur'an is an undeniable answer. Derived from that understanding, thisresearch investigates: first, how is the essence and principles of management in al-Quran? Secondly,what is the management conception in the Qur'an? This research is a literature research by usinghermeneutic research approach. Operationally, this approach includes maudhu'i, semantic andconclusion stages. This approach is intended for the accuracy of research using the Qur'an as theresearch object. The results obtained from this study is, the Qur’an gives an explanation that theessence of management is to pay attention to a matter (problem), thus the issue is praiseworthy andhaving good consequences. The essence of management derives management principles which consistof justice, trust, accountability and communicative..
Karakteristik dan Fungsi Isteri: Perspektif Al-Qur’an Muhaimin, Abdul
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB)

Abstract

Istri adalah salah satu bagian penting dalam membina keluarga harmonis. Dari keluarga yangharmonis tercipta masyarakat yang harmonis. Sejahtera dan tidaknya suatu bangsa merupakancerminan dari keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut.Penelitian inimerupakan riset kepustakaan yang mengkaji tentang istri dan karakternya perspektif al-Qur’an.Al-Qur’an menjadi sumber utama dan beberapa tafsir yang representatif. Pendekatannyamenggunakan ilmu tafsir dengan memakai metode tematik. Hasilnya menunjukkan: pertama, 1)Term dengan makna istri ada tiga: imraah, al-nisa>’ dan zawj. Term imraah disebut 20 kali dalam12 surat, term al-Nisa>’ 15 kali dalam 5 surat, term al-zawj dengan bentuk mufrad 13 kali pada 8surat, berbentuk jama’ 38 kali pada 20 surat. 2) Imraah untuk istri yang musyrik atau istri orangmusyrik, atau untuk sifat melekat pada perempuan. Kata al-Nisa<’ lebih membahas hukum-hukumsyari’ah yang berkaitan dengan pernikahan. Kedua, macamnya istri ada tiga: istri dunia, istridunia akhirat dan istri akhirat. Karakteristik istri yang dianjurkan al-Qur’an adalah karakteristik s}a>lih}ah, yang dilarang al-Qur’an adalah karakteristik ghair al-s}a>lih}ah. Ketiga, fungsi istri:1)penjaga rahasia suami, pelindung suami dan hartanya, membanggakan dan memotivasi suami. 2)menciptakan ketentraman dan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, 3) membantu suamiuntuk mengajar dan mendidik anak-anaknya. 4), melestarikan keturunan.
Epistemologi Nalar Arab Kotemporer Aspandi, Aspandi
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Turast (tradisi) dan Tajdid (modernitas) merupakan isu utama dalam diskursus kebangkitan Islam.Hegemoni epistemologi Barat dan keterbelakangan Arab dengan turast dianggap sebagai problemutama dalam usaha mewujudkan kebangkitan Islam. Untuk menjawab tantangan modernitas,perlu membangun epistemologi nalar Arab yang tangguh. Abed Al-Jabiri salah seorang filosof danpemikir kontemporer Maghribi, merasa prihatin atas ketrpurukan bangsa Arab dan gagalnyaupaya kebangkitan Islam pada umumnya. Dalam analisanya, Al-Jabiri menilai, faktor utamapenyebab kegagalan kebangkitan Islam adalah problem epistemologi yang tidak sesuai denganmekanisme kebangkitan yang semestinya. Oleh Karena itu, Al-Jabiri menilai perlunya wacanarenovatif (mutajaddid) dengan kembali kepada ‚prinsip-prinsip dasar‛ dari masa lalu, sebagailandasan kebangkitan yang dihadirkan sebagaimana adanya, yang kemudian di interpretasikandalam bentuk yang sesuai dengan nilai-nilai yang baru. Salah satu upaya yang dilakukan Al-Jabiriadalah menawarkan tipologi epistemologis yang dikenal dengan epistemoogi bayani yang bersifatteks, epistemology irfani yang bersifat intuisi dan epistemology burhani yang bersifat rasional.Ketiga epistemologi tersebut dalam pandangannya Al-Jabiri dianggap sebagai solusi dalammenghadapi modernitas Barat.
Pesantren Sebagai Identitas Islam Nusantara Muslihun, Muslihun
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 1 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Pesantren merupakan asrama tradisional dimana siswanya tinggal bersama dan belajar di bawahbimbingan kiai secara langsung. Tidak jarang Islamolog selalu memperhatikan perkembagan pendidikanPesantren dari masa ke masa. Salah satunya Zamakhsyari Dhofier, ia melakukan penelitian cukup seriustentang pesantren, karyanya berjudul Tradisi Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk melakukankoreksi atas warna kajian keislaman di Nusantara. Dalam penelitian pesantren, ia menggunakanetnografi untuk memahami kebudayaan Islam di Nusantara. Objek penelitian berpusat pada duapesantren: Tebuireng dan Tegalsari. Dua pesantren ini merupakan representasi pesantren yang ada diNusantara. Penemuan Zamakhsyari Dhofier dalam pendidikan pesantren ada dua tipe: integrasi klasikdan sekolah modern. Tradisi lembaga pendidik pesantren yang berlangsung lama di bumi Nusantara inimenjadi identitas tersendiri dari masyarakat Islam di negara lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 4