cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : altsiq     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah | Online ISSN 2502-8294 is an academic journal published by Department of Islamic Dakwah and Communication Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto. Jurnal Al-Tsiqoh is focusing on issues of da’wah in Indonesia. This journal publishes the results of research on da’wah: Islamic communication, da'wah contemporary, da’wah management, Islamic counseling, and Islamic community development. Articles can be written in Indonesian or English. Al-Tsiqoh: Jurnal Ekonomi dan Dakwah is an open-access journal, published twice a year (April and Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam" : 4 Documents clear
Rasionalitas Hadis al Syu'm Studi Ma'ani Hadis dalam Kutub al-sittah Arifin, Achmad Zainul
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman tentang maksud hadis biasanya dapat difahami dengan membaca syarhnya. Akan tetapitidak semua hadis dapat difahami hanya sebatas memahami syarh hadis, karena satu hadis terkadangmemiliki keterkaitan dengan hadis-hadis lain untuk dapat memahami secara obyektif dari berbagaisegi. Dalam masyarakat masa kini masih mempercayai pekara-perkara yang tidak beralasan sepertiterm sial. Dampaknya menghubung-hubungkan sesuatu yang tidak ada kaitannya menjadi penyebabkesialan itu sendiri. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah library research denganpendekatan studi ma’ani al Hadis dan menghasilakn beberapa simpulan yaitu: Pertama hadis tersebutdari segi kualitasnya temasuk hadis sahih karena memiliki syawahid dan tawabi’, hadis terebut selainriwayat ‘Abdullah ibn ‘Amr juga Sahl ibn Sa’d, Hukaim ibn Mu’awanah, Abu Hurairah dan ‘Aisyah. Kedua, memahami al syu’m dalam hadis Nabi SAW secara bahasa mempunyai makna sebaliknya karena didapati beberapa hadis baik dari segi definisi maupun kronologis hadis. Ketiga, pemahamanhadis secara kontekstual dapat dilakukan dengan melihat latar belakang munculnya Hadis (asbab alWurud) sebagaimana riwayat siti ‘Aisyah r.a sehingga hadis tentang مؤشلا konteksnya yaitu Nabimenceritakan masa lampau yaitu zaman jahiliyah dengan kata lain tidak ada legitimasi kesialanterhadap ketiganya
Abu Lahab: Tangan dan Kebinasaan Rosyid, Ashad Abdillah
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Abu Lahab adalah salah satu paman Nabi Muhammad SAW, bernama ‘Abd al-‘Uzza bin ‘Abd alMut}t}alibbinHa>shimbin‘AbdMana>f bin Qus}ay. Usahanya dalam memusuhi dakwah Islam sangatkeras, menentang dan tidak segan melukai Nabi Muhammad SAW keponakannya sendiri. Usahatersebut dilakukannya menggunakan tangannya sendiri dengan melempari Nabi tatkalamenyampaikan risa>lah al-tauh}i>d di waktu dan tempat dimana Nabi berdakwah disitulah Abu Lahabmengikuti dan melemparinya dengan batu, di gunung, pasar, jalan dan lainnya. Atas usaha tersebut,Allah SWT menyebutnya secara khusus dalam ayat 1 (satu) surat Tabbat, bahwa tangan Abu Lahabakan binasa. Kebinasaan tersebut tidak hanya berakibat pada tangannya, tetapi diri Abu Lahab secarautuh akan merasakan kebinasaan. Tetapi tangan adalah redaksi yang dipilih oleh al-Qur’an untukdisebutkan. Ini dapat melahirkan hipotesis bahwa yang dimaksud redaksi tangan pada ayat yangdimaksud tidak hanya bermakna kiasan, tetapi dapat bermakna tangan dalam arti sebenarnya dantangan dalam arti isyarat awal dari sebuah proses kebinasaan Abu Lahab.
Pendekatan Gender dalam Studi Quran Andriani, Asna
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

The Qur'an as a sacred Muslim scripture of justice that upholds the principle of equality (egalitas)between men and women, but in its interpretation there are some points that seem to discreditwomen, resulting in a gender-biased understanding. This invites question marks among Muslimsitself. Is there a mistake lies in the text of the Qur'an or on how to understand it? Is it possiblethat Islam that teaches the principle of equality contains contradictory things, such asunderestimating women? So to reveal the crucial issues that invite the interpretation of thegender-biased verses of the Qur'an, a special study is needed about the egalitarian interpretiveparadigm and not contaminated by the patriarchal culture. This paper attempts to reveal theparadigm of interpretation in the study of the Qur'an with the gender approach used by feminists,in order to gain an understanding and interpretation of the verses of the Qur'an that fit thecontexts and demands of times.
PANDANGAN ISLAMISIS TERHADAP HADIS NABI (Kritik Pemikiran G.H.A Juynboll) Nizar, Muhammad
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 2 No 3 (2017): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Berbagai anggapan Islamisis atau yang lebih di kenal dengan Orientalis, menyatakan bahwa Hadis merupakan z}anni> al-wuru>d. Hal ini bisa dilihat dari pernyataan G.H.A Juynboll bahwa ia menolak keras hadis ah}ad dengan beberapa teorinya seperti common link atau diving strand. Penolakan keras terhadap Hadis ah}ad ini tidak hanya dikemukan oleh Juynboll. Hal senada juga diungkapkan oleh Joseph Schacht. Jika diamati lebih seksama, khazanah Hadis mayoritas jalur ah{ad dikarenakan sangat jarang sekali hadis yang mutawa>tir. Jika kaum Islamisis menolak hadis ah}ad, maka dapat dipastikan secara tidak langsung menolak Hadis sebagai landasan hukum (maqa>s{id al-shari’>ah).

Page 1 of 1 | Total Record : 4