cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1 No 1 Desember 2018) Rizaq, Moh Cholisatur
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEPRIBADIAN INTROVERT DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Sari, Ngesti Limna
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepribadian manusia merupakan bentuk tingkah laku manusia berdasarkan sikap dan sifatnya. Kepribadian setiap manusia berbeda-beda, hal ini di pengaruhi oleh dua faktor utama yaitu, faktor internal dan eksternal. Carl Gustav Jung adalah seorang pencipta teori psikologi analitis membagi kepribadian manusia berdasarkan sikap jiwanya menjadi dua tipe yaitu introvert dan ekstrovert. Penciptaan dengan judul “Kepribadian Introvert dalam Fotografi Ekspresi” ini membahas mengenai kepribadian introvert pada manusia. Kepribadian introvert merupakan kepribadian manusia yang lebih cenderung fokus dengan dunia yang ada dalam dirinya sendiri dan membatasi dirinya dengan dunia luar sehingga dalam masyarakat umum, muncul penilaian yang kurang tepat. Sehingga muncul keinginan untuk memvisualkan bagaimana sebenarnya ciri-ciri kepribadian introvert dari sudut pandang seorang introvert dan teori mengenai kepribadian introvert. Media yang digunakan untuk penciptaan karya adalah fotografi ekspresi. Fungsi fotografi ekspresi adalah sebagai media ungkapan perasaan dan gagasan  seorang  fotografer.  Proses digital imaging dilakukan dalam penciptaan karya untuk penambahan elemen dan objek pendukung sebagai media penyampai pesan, agar pesan  yang  ada pada foto bisa sampai kepada penikmat foto. Tujuan penciptaan ini  adalah  untuk menggambarkan bagaimana kepribadian manusia khususnya introvert dapat divisualisasikan melalui media fotografi ekspresi.Human personality is a form of human behavior based on attitude and nature. The personality of every human being is different, this is influenced by two main factors, namely, internal and external factors. Carl Gustav Jung is a creator of analytical psychological theory dividing human personality based on his soul attitude into two types, namely introvert and extrovert. The creation of the title "Introverted Personality in Expression Photography" discusses introverted personality in humans. Introverted personality is a human personality that is more likely to focus on the world that exists in itself and limit itself to the outside world so that in the general public, an inappropriate assessment appears. So the desire arises to visualize how introverted personality traits actually are from the point of view of an introvert and the theory of introverted personality. The media used for the creation is expression photography. It’s for a medium to express the feelings and ideas of a photographer. The digital imaging process is carried out in the creation of works for the addition of supporting elements and objects as message delivery media, so that the message on the photo can reach photo lovers. The purpose of this creation is to describe how human personality, especially introverts, can be visualized through the media of expression photography. 
ANALISIS TANDA PADA KARYA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Ernawati, Ernawati
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotasi dan konotasi pada tanda visual karya desain komunikasi visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode semiotika dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa Karya desain visual memiliki tanda berbentuk verbal (bahasa) dan visual, serta menunjukan bahwa penyajian karya desain komunikasi visual mengandung tanda sebagai ikon untuk menyampaikan pesan dalam sistem non kebahasaan yaitu bentuk visual yang mendukung sistem verbal dengan tanda bersifat peniruan kebentukansesuai kenyataan (similrarity). Semiotika sebagai metode analisis tanda guna membedah karya desain komunikasi visual layak untuk disikapi dengan menerapkannya secara proaktif sesuai konteksnya.The purpose of this research is to know the meaning of denotation and connotation in visual sign of visual communication design. This research uses semiotic method with Roland Barthes's semiotic approach. Result of this reseach, show that visual design art has a verbal (linguistic ) and visual sign, also show that  presentation of visual communication design art  containing signs as an icon to deliver messages in  non-linguistic system is a visual form that  support verbal system with signs of impersonation according to reality (similrarity). Semiotic as a sign analysis method to operate visual communication design art are appropriate to be addressed by applying them proactively according to the context.
TERJERAT (CINTA TERLARANG OLEH LATAR BELAKANG DAN KETURUNAN) Fahriati, Isra
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari terjerat ini terinspirasi dari kisah empiris dari sahabat penulis. Sahabat penulis menceritakan bagaimana kehidupan rumah tangganya yang belum lama terjalin. Pernikahan yang tidak didasari cinta kini membuat huubungan pernikahaannya penuh dengan tekanan batin. Rasa menyesal da terpukul karena harus meniggalkan sang kekasihnya yang berasal dari masyarakat biasa hanya karena sebuah aturan adat dari keluarga bangsawan. Pengalaman pribadi kerap menjadi rangsangan dalam menciptakan sebuah karya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk menciptakan sebuah koreografi yang bertujuan menyampaikan kepada masyarakat dengan menggunakan tubuh sebagai alat penyampaian fenomena tersebut. Karya tari terjerat diwujudkan dengan beberapa medium salah satunya adalah medium gerak, penulis menggunakan gerak metakinesis, fisik dan psikis adalah dua aspek yang memeiliki hubungan yang erat dengan pengalaman pribadi, mental dan peralatan emosional. Karya tari ini melibatkan empat orang penari diantaranya satu penari laki-laki dan tiga penari perempuan. Karya tari ini ditampilkan pada pentas proscenium. Bentuk dari koreografi tersebut bersifat literal dan menggunakan tipe tari dramatic. Tari ini menggunakan metode penciptaan koreografi dan kreativitas.This terjerat dance work is inspired by empirical stories from the writer's best friend. A friend of the writer tells how his married life. Marriage that is not based on love now makes the marriage relationship full of inner pressure. feeling sorry that because I had to leave her lover who came from an ordinary people just because of a customary rule from a noble family. Personal experience is often a stimulus in creating a work. This is what encourages the writer to create a choreography that aims to convey to the community by using the body as a means of delivering the phenomenon. Terjerat dance manifested in several mediums, one of which is the medium of motion, the author uses metacinesis, physical and psychological movements are two aspects that have a close relationship with personal experience, mental and emotional feeling. This dance involved four dancers including one male dancer and three female dancers. This dance is performed on the proscenium stage. The form of the choreography is literal and uses a dramatic type of dance. This dance uses the method of choreography creation and creativity.
PERAN LIRIK LAGU DALAM MENINGKATAN KOMUNIKASI VERBAL PADA ANAK AUTISTIK DI SEKOLAH BINA ANGGITA YOGYAKARTA Nugrahaningsih, Zefanya Lintang
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi verbal pada anak autistik dengan menggunakan lirik pada lagu anak-anak, karena diharapkan dapat mempebanyak kosakata pada anak autistik sehingga kemampuan bekomunikasi secara verbal bagi anak autistik meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan didukung dengan studi pustaka guna memberikan informasi-informasi secara lengkap tentang penelitian ini. Ada 4 tahapan yaitu: Tahapan pra-lapangan, Tahap Pekerjaan lapangan, dan Tahapan Hasil Pengumpulan Data. Subjek penelitian adalah siswa autistik di sekolah Bina Anggita Yogyakarta berjumlah 5 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pedoman observasi dan sebelumnya peneliti melakukan studi pustaka terlebih dahulu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran lirik dalam lagu Balonku dan Pelangi-Pelangi dapat meningkatkan bahasa verbal anak autistik. Anak autistik terstimulus untuk menyanyi bersama saat dilibatkan untuk benyanyi bersama-sama.This study aims to improve verbal communication in autistic children by using lyrics on children's songs. Due to the expected increase in verbal skills for autistic children. This research is a qualitative research with case study approach and supported by literature study to provide complete information about this research. There are 4 stages: Preliminary Stage, Field Work Stage, and Data Collection Stages. Research subjects were autistic students in Bina Anggita Yogyakarta school amounted to 5 students. Data collection used in this research is using observation guideline and previous researcher do literature study first. Data analysis in this study using descriptive qualitative. The results of this study indicate that the role of lyrics in the song Balonku and Pelangi-Pelangi can improve the verbal language of autistic children. Autistic children are stimulated to sing together when involved to sing together.
PEMAMPAATAN LIMBAH KERTAS MENJADI KALIGRAFI HIASAN DINDING KAMPUNG JALIN KOTA JANTHO Kholilah, Anni; Taruan, Hatmi Negria; W, Reza Sastra
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung jalin merupakan daerah yang berdekatan dengan kota Jantho. Jarak jalin dengan kota jantho dapat diakses dengan kendaraan roda empat maupun roda dua selama ±30 menit perjalanan. Secara geografis jalin dikelilingi lahan subur sehingga sebagian besar masyarakat jalin kondisi tersebut mengindikasikan bahwa jalin didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan, sedangkan potensi kesenian masih sangat minim terutama di bidang seni rupa. hal tersebut menimbulkan pemikiran bahwa peluang seni rupa untuk berkembang masih sangat terbuka. Minimnya pengetahuan masyarakat akan keterampilan seni membutuhkan bimbingan dan pelatihan oleh tenaga ahli sehingga keterampilan seni ini sendiri dapat di konversi menjadi peluang usaha dan memiliki nilai ekonomis, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kertas menjadi kaligrafi hias sebagai cendra mata. Kaligrafi hias merupakan cara sederhana mengolah bahan-bahan kertas tidak terpakai menjadi hiasan dengan memanfaatkan benda-benda sederhana yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi benda yang memiliki nilai seni dan memiliki nilai jual. Keutamaan kaligrafi hias ini sendiri yakni dari bahan-bahan baku yang mudah didapatkan dengan harga yang tergolong cukup murah dan memiliki nilai jual yang tinggi.Interlace village is an area adjacent to the city of Jantho. Distance intertwined with the city of Jakarta can be accessed by four-wheeled vehicles or two-wheeled vehicles for ± 30 minutes. Geographically intertwined surrounded by fertile land so that most people intertwine these conditions indicate that interbreeding is dominated by the agricultural and plantation sectors, while the potential of art is still very minimal, especially in the field of art. this raises the idea that the opportunities for art to develop are still very open. The lack of public knowledge of art skills requires guidance and training by experts so that the art skills themselves can be converted into business opportunities and have economic value, one of which is by utilizing paper waste into decorative calligraphy as eye cendra. Decorative calligraphy is a simple way to process unused paper materials into decorations by utilizing simple objects that are processed in such a way that they become objects that have artistic value and have selling points. The virtue of this decorative calligraphy is that it is from raw materials that are easily obtained with prices that are quite cheap and have a high selling value.
KAJIAN SEMIOTIKA KONOTASI ROLAND BARTHES PADA FOTO WANITA JAWA PADA KARTU POS TAHUN 1900-1910 Soetarjo, Lelyana Septianti
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna konotasi pada potret wanita Jawa dalam kartu pos tahun 1900-1910 dengan menggunakan landasan teori yaitu semotika Roland Barthes. Prosedur penemuan konotasi antara lain trick effect, pose, objek, fotogenia (cahaya, nada, bayangan, bentuk, garis, tekstur, perspektif, dan ruang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna yang tersirat pada foto potret wanita Jawa dengan memperhatikan aspek fotogenia dan konotator yang terdapat dalam foto guna menuntun pemaknaan pada karya fotonyaThis study examines the connotation meaning in portraits of Javanese women on postcards in 1900-1910 using the theoretical foundation of Roland Barthes's semotic. The procedure for finding connotations includes trick effects, poses, objects, photogenia (light, tone, shadow, shape, line, texture, perspective, and space). The purpose of this study is to explain the meaning implied in a portrait of a Javanese woman by taking into account the photogenia and connotator aspects contained in the photo to guide the meaning of her photographic work
PERAN KESENIAN REYOG KENDHANG SANGTAKASTA SEBAGAI SARANA BEREKSPRESI MASYARAKAT DESA TUGU KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG Yahya, Mayendra Rifai
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Sangtakasta memiliki daya tarik tersendiri untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Kesenian-kesenian tradisional dihadapkan dengan modernitas kemajuan zaman di era globalisasi yang serba canggih ini. Perubahan kebudayaan suatu daerah sedikit banyak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan masyarakatnya. Kesenian-kesenian tradisional dengan konsep-konsep lama semakin sulit mencari peminat, setelah para generasi mudanya kurang tertarik karena tidak adanya suatu pembaharuan. Anak-anak muda lebih cenderung menyukai bentuk kesenian yang kekinian atau masa kini. Munculnya grup-grup kesenian di Kabupaten Tulungagung dengan kreativitasnya masing-masing, sedikit banyak memberi angin segar terhadap pelestarian kearifan lokal daerah. Kesenian tradisional seperti Reyog Kendhang tak luput dari objek ajang berkreativitas dalam berkesenian. Sangtakasta sebagai sanggar seni yang berada di Desa Tugu Kabupaten Tulungagung ini, saat ini sangat berperan penting dalam hal memfasilitasi minat dan bakat anak-anak muda yang ingin terjun langsung dalam berkesenian. Konsep garapan baik tarian atau musikal, semuanya disesuaikan dengan perkembangan zaman atau tren masa kini tanpa meninggalkan dasar-dasar dari kesenian itu sendiri. Kesenian tanpa adanya sebuah pembaharuan mustahil akan tetap eksis melintasi generasi ke generasi, sebab sebuah kesenian akan selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Reyog Kendhang sebagai kesenian ikon dari Kabupaten Tulungagung saat ini juga tidak luput dari sebuah pembaharuan, karena kearifan lokal akan hilang tanpa adanya masyarakat pendukung. Pendekatan etnomusikologi,sosiologi dan antropologi digunakan sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang lebih efisien dengan metode deskriptif analisis. Hasil daripada penelitian ini bahwasanya sebuah kesenian akan terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman, mengikuti alur perkembangan zaman sah-sah saja asalkan tidak meninggalkan dasar dari kesenian itu sendiri. Musik Reyog Kendhang Sangtakasta saat ini mampu menyesuaikan zaman sesuai dengan minat masyarakat pendukungnya.Sangtakasta's existence has its own attraction to be used as the object of research. Traditional arts are confronted with modernization in globalization era. Changes of the culture in region are influenced by changes of society. Traditional arts with old concepts are difficult to find enthusiasts, after young people generation is less interested because there is no update in traditional art. Young people prefer contemporary art forms. The emergence of art groups in Tulungagung Regency with their respective creativity, gave a fresh update to the preservation of the local wisdom of the region. Traditional arts such as Reyog Kendhang is always as an objects of creativity in the arts. Sangtakasta as an art studio located in Tulungagung Regency Tugu Village currently plays an important role in facilitating young people’s talent who want to get involved in art. The project of sangtakasta studio is dance and musical, all adapted to the current trends without leaving the basics of the art itself. Art without update is can’t exist across generations, because an art will always develop in accordance with changing times. Reyog Kendhang as an iconic art from Tulungagung Regency is currently has an update, because local wisdom will be lost without the support community. Ethnomusicology, sociology and anthropology approaches are used to obtain more efficient information with descriptive analysis methods. The results of this study that an art will continue to develop in accordance with the changing times, follow the flow of the development of the times is fine as long as it does not leave the basis of art itself. Reyog Kendhang Sangtakasta Music is currently able to adjust the times according to the interests of the supporting community
PETUALANGAN ASTRONOT DALAM KARYA SENI ILUSTRASI DIGITAL Fiqhri, Zul
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai bagaimana petualangan astronot dalam proses penjelajahan dalam kehidupan sehari-hari. Astronout dipilih karena pelukis menganggap bahwa astronot adalah petualang yang mencoba untuk mebuka tabir kehidupan lain yang ada di jagat raya, astronot adalah manusia yang berani untuk maju menyelami pengetahuan akan dunia luar yang belum di jamah oleh manusia pada umumnya. Tulisan ini akan membahas tentang karya ilustrasi astronot dalam petualangan untuk mengupas arti di balik kehidupan sehari-hari.This article discusses how the astronauts adventures in the process of exploration in everyday life. Astronauts are chosen because painters consider astronauts to be adventurers who try to open another veil of life in the universe, astronauts are human beings who dare to advance to explore a knowledge from outside world that has not been recognized by humans in general. This paper will discuss the work of astronaut illustrations in adventures to explore the meaning behind everyday life.
Front Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2 No 1 Juni 2019) Rizaq, Moh Cholisatur
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 2, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract