cover
Contact Name
ISNANI AGRIANDITA
Contact Email
jurnal.migasian@gmail.com
Phone
+6287727911590
Journal Mail Official
jurnal.migasian@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu
ISSN : 25805258     EISSN : 26156695     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Migasian adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM AKAMIGAS BALONGAN. Jurnal Migasian akan menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan bidang ilmu teknik, K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, Lingkungan Kerja), dan bidang-bidang dengan ruang lingkup pengabdian kepada masyarakat. Artikel yang dimuat adalah artikel hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kajian atau telaah ilmiah kritis dan komprehensif atas isu penting dan terkini atau resensi dari buku ilmiah.
Articles 39 Documents
PENGARUH TEMPERATUR INLET TERHADAP EFISIENSI KINERJA KOMPRESOR CENTRIFUGAL C.101.At Mulyani, Yully
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Centrifugal Gas Compressor adalah salah satu kompresor yang paling mudah untuk menaikkan tekanan gas dengan aliran yang kontinyu. Prinsip Kerja Centrifugal Gas Compressor adalah mengubah energi kecepatan dari gas menjadi energi tekanan untuk proses kompresi. Perlu dilakukan usaha untuk menjaga performance dari kinerja kompresor, yaitu dengan cara evaluasi performance kompresor. Dari data kondisi operasi yang diambil pada bulan Mei 2015 tercatat kondisi performance kompresor C.101.AT, harga efisiensi kinerja kompresor politropik rata-rata sebesar 76.39 % , efisiensi kinerja kompresor rata-rata sebesar 96.98% dengan kondisi operasi temperatur inlet rata-rata sebesar 80 oF, tekanan inlet rata-rata 171 Psig, flow inlet rata-rata sebesar 25 MMscfd, Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi temperatur inlet yang masuk ke kompresor maka semakin efisien kinerja kompresor tersebut, dimana hasil yang menunjukkan pernyataan tentang hubungan antara temperatur dengan efisiensi kompresor.
PROSES PENGOLAHAN AIR PENDINGIN PADA UNIT UTILITAS AREA KARAWANG Dhamayanthie, Indah; Nugraha, Dikky Faisal
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan air pendingin pada unit utilitas area Karawang. Salah satu pabrik polyster terkemuka di Indonesia yang memproduksi berbagai macam produk, seperti: Purified Terephthalic Acid (PTA), Polyester Chips, Filament Yarn. Tujuan melakukan penelitian ini antara lain untuk mengetahui secara langsung proses pengolahan air pendingin pada unit utilitas dan untuk mengetahui metode – metode yang digunakan dalam Proses Pengolahan Air Pendingin. Unit Utilitas merupakan unit yang berfungsi untuk menunjang unit – unit lain di dalam suatu industri dan pada Suatu industri sekarang sudah banyak menggunakan sistem pendinginan Air (Cooling Water System) dalam prosesnya, Proses pengolahan air pendingin ini merupakan bagian dari cooling water system. Proses pengolahan air pendingin menggunakan air sebagai bahan utamanya, air banyak digunakan karena memiliki kapasitas panas yang besar, selain itu juga kesediannya yang melimpah. Pengolahan air pendingin bersumber awal dari aliran sungai citarum. Sebelum di proses untuk menjadi air pendingin, air terlebih dahulu di olah dalam unit Pre-treatment. Pengolahan dalam unit Pretreatment diantaranya berupa Koagulasi, Flokulasi, Sedimentasi dan Filtrasi. Hasil dari proses pendinginan ini adalah Air Pendingin yang digunakan untuk kebutuhan unit – unit lain dalam suatu industri.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT X KABUPATEN BOGOR Alwi, Salsabila; Salsabiela, Mutiara
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit adalah sarana upaya kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah cair. Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sangat potensial. Oleh karena itu, guna memastikan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar maka limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air sehingga tidak akan menganggu atau merusak ekosistem lingkungan. Pengolahan limbar cair dilakukan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah. Adapun tujuan melaksanakan kajian ini yaitu mengetahui pengolahan limbah cair Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor. Kajian ini dilakukan dengan metode pengambilan data observasi lapangan, metode studi literatur, dan wawancara, sementara itu pengolahan data dilakukan dengan metode kualitatif. Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor berdiri pada tahun 1982 pada areal seluas 41,974 m2 dengan luas bangunan 415m2. Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor merupakan rumah sakit umum terbesar dengan kapasitas ruang inap terbanyak di kabupaten Bogor. Berdasarkan kajian yang dilakukan, pengolahan limbah cair Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor dilakukan secara fisika dan biologi dengan mengacu pada prosedur pengolahan limbah cair nomor dokumen 028/03/109 yang dibuat pada tanggal 22 April 2016 dan kemudian diperbarui kembali oleh pihak ketiga yang mengelola limbah cair Rumah Sakit X di Kabupaten Bogor dan sudah sesuai dengan PERMENLHK Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Limbah Cair Domestik.
ANALISA CLEANLINESS FACTOR SEBAGAI NILAI PERFORMASI KONDENSER UNIT 4 PT. INDONESIA POWER UP SURALAYA Prihandini, Ghusrina; Sinarta, Muhammad Tri
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Indonesia Power UP Suralaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang ketenaga listrikan yang melayani kebutuhan listrik hingga seputaran daerah Jawa, Bali, dan Madura. Dengan kapasitas 3400 MW PT. Indonesia Power UP Suralaya merupakan salah satu PLTU terbesar dikawasan Asia Tenggara. Kondenser, salah satu alat utama pada proses di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kondenser itu sendiri merupakan alat yang digunakan untuk merubah uap yang digunakan untuk menggerakan turbin menjadi air yang akan digunakan kembali pada proses PLTU. Kondenser yang digunakan pada PLTU Suralaya adalah tipe surface condenser. Air pendingin yang digunakan dalam kondenser pada PLTU suralaya adalah air laut dengan menggunakan sistem one through. Cleanliness factor merupakan faktor tingkat kebersihan kondenser, cleanliness factor menjadi sangat penting untuk menunjukkan seberapa besar performance dari kondenser tersebut jika semakin besar nilai cleanliness factor yang dihasilkan maka semakin besar pula kefektifan daripada kondenser tersebut. Perbandingan nilai cleanliness factor yang dihasilkan pada tanggal 2 April 2016 adalah sebesar 91,98 % dan pada tanggal 3 April 2016 menghasilkan nilai cleanliness factor sebesar 81,18%. Performa kondenser pada unit 4 masih dalam performa yang cukup baik.
Karakteristik Discharge dan Elektrokimia Paduan Al-Zn pada Baterai Air Laut Hantor, Ridho; Masrufaiyah, Masrufaiyah
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan aluminium dapat digunakan sebagai material anoda pada baterai air laut. Penelitian karakterisitik elektrokimia anoda Al-Zn dan katoda Cu dilakukan pada salinitas elektrolit, jarak antar elektroda dan laju elektrolit yang berbeda. Uji electrochemical impedance spectroscopy (EIS) dan polarisasi potensiodinamik Al-Zn dilakukan untuk mengetahui mekanisme korosi sel. Hasil pengukuran menunjukkan performa terbaik didapatkan pada keadaan salinitas elektrolit 5%, jarak antar elektroda 2 cm dan laju elektrolit 0,5 liter/jam dengan tegangan discharge 73,56 mV dan arus 0,717 mA. Hasil uji EIS menunjukkan proses elektrokimia interficial didominasi oleh reaksi aktivasi terkontrol.
PENGARUH INJEKSI SURFAKTAN DAN POLIMER PADA RECOVERY FACTOR MINYAK SUMUR ASL Agriandita, Isnani; Layali, Alfi Syahri
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi proses produksi surfaktan MES (Metil Ester Sulfonat) dari minyak sawit untuk aplikasi EOR/IOR pada lapangan ASL telah dilakukan sebelumnya melalui penelitian secara terus menerus dan berkesinambungan. Studi laboratorium recovery minyak dilakukan dalam 6 metode penginjeksian yaitu dengan Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%), Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%). Viskositas pada pengukuran polimer 1 (P1) sebesar 28,79 cp, polimer 2 (P2) sebesar 18,41 cp, surfaktan+Polimer 1 sebesar 11,07 cp, surfaktan+polimer 2 sebesar 9,28 cp. Recovery minyak pada injeksi Surfaktan (0.3%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,50 ml atau 11,0%, injeksi %), Surfaktan (0.3%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,45 ml atau 9,2%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 0,90 ml atau 17,3%, injeksi Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 0,85 ml atau 15,7%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) sebesar 1,15 ml atau 23,0%, injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P2 (0.15%) + Polimer P2 (0.2%) sebesar 1,05 ml atau 19,8%. Recovery minyak yang didapat dari tahap waterflood berada pada kisaran 50.50% sampai 59.60% IOIP (Initial Oil In Place). Oil Recovery yang didapat oleh uji core flood menggunakan injeksi chemical berada di angka 9.2% - 23%, sehingga total recovery yang diperoleh 61.2% sampai 76.90%. Dari injeksi chemical yang paling efektif dilakukan yaitu dengan injeksi Surfaktan (0.3%) + Surfaktan (0.3%) Polimer P1 (0.15%) + Polimer P1 (0.2%) dengan recovery factor (RF) 1,15 ml atau 23%.
PENCAPAIAN MONITORING SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DI PT X Pamodo, Bambang Sulistyo
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) NO. 50 tahun 2012 tentang SMK3 maka semua  perusahaan wajib menerapkan SMK3 terutama pada industri migas yang memiliki resiko yang besar salah satunya pada pengeboran minyak bumi. Untuk itu PT X menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proses produksi pengeboran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui tingkat pencapaian penerapan sistem manajemen K3, mengetahui evaluasi penerapan sistem manajemen K3 di PT X. Metodologi pelaksanaan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumen, checklist dan observasi. Hasil penelitian ini adalah PT X sudah menerapkan sistem manajemen keselamatan dan  kesehatan kerja dengan baik sebesar 93, 37% masuk ke dalam klasifikasi memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PT X  sudah melakukan penerapan  SMK3 dengan baik dapat dibuktikan dengan penilaian mendapat klasifikasi memuaskan.
EVALUASI SISTEM KINERJA DEFEKATOR DENGAN PENAMBAHAN SUSU KAPUR PADA PERMUNIAN NIRA Aditya, Oki; Dhamayanthie, Indah
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula adalah salah satu komoditas pertanian yang telah ditetapkan Indonesia sebagai komoditas khusus (special products) dalam forum perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), bersama beras, jagung dan kedelai. Tujuan melaksanakan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami prinsip kinerja defekator. Defekator adalah alat yang digunakan untuk melakukan proses penambahan susu kapur untuk menaikan pH pada nira dan mereaksikan asam phospat dengan susu kapur sehingga menghasikan calcium phospat yang bertujuan untuk mengikat koloid. Nira pada pH awal 5 di tambahkan Susu kapur 0,1 gr/L; 0,15 g/L dan 0,2 gr/L didapatkan pH akhirnya 7,2; 7,8 dan 8,6. Maka untuk proses selanjutnya ditambahkan 0,5 gr/L agar pH optimal yang diinginkan 8,2 - 8,6 terpenuhi. Data penelitian yang digunakan adalah pengambilan sampel pada tanggal 1, 2, 3, 13 dan 14 Juli 2017. Dari hasil evaluasi didapatkan pH output rata-rata dari defekator sebesar 8,8; 8,6; 8,4; 8,2; 8,2. Dengan hasil pH output rata-rata defekator nira encer mendekati spesifikasi yang diinginkan, sehingga kinerja alat defekator masih dalam keadaan optimal.
EVALUASI POTENSI PRODUKSI SUMUR PANAS BUMI MENGGUNAKAN DATA UJI KOMPLESI DAN DATA PRODUKSI Yudiantoro, Ismanu; Nuraeni, Ida
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran dan pengujian sumur panas bumi dapat dilakukan baik pada waktu pemboran maupun setelah pemboran selesai, yaitu setelah pemboran mencapai kedalaman yang diinginkan. Ditembusnya zona bertemperatur tinggi yang disertai dengan terjadinya loss of circulation sangat diharapkan, karena merupakan suatu indikasi telah ditembusnya rekahan-rekahan yang diharapkan merupakan zona produksi. Uji komplesi yang dilakukan yaitu periode Heating Up dimana untuk mendapatkan data temperatur dan tekanan pada suatu sumur sehingga dapat menentukan karakteristik fasa fluida reservoir, kemudian Uji Gross Permeabilty Test yaitu untuk mendapatkan data injektivitas sehingga dapat menentukan laju produksi yang digunakan sebagai analisa estimasi potensi produksi, selanjutnya untuk mengetahui permeabilitas dan nilai skin menggunakan metode Fall Off Test dimana dengan menggunakan grafik horner. Penelitian ini melihat apakah data karakteristik reservoir yang didapatkan dari uji komplesi dibandingkan dengan uji produksi sehingga mendapatkan evaluasi yang lebih menyeluruh untuk memperkirakan estimasi produksi 2 sumur pada lapangan panas bumi.
IMPLEMENTASI EMERGENCY RESPONSE PLAN DI PT X Saputri, Primanitasari Ardiani; P, Bambang Sulistyo
Jurnal Migasian Akamigas Balongan Indramayu Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM AKAMIGAS BALONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di setiap tempat kerja, seringkali kita temui berbagai macam kondisi yang tak pernah luput dari risiko bahaya. Seiiring dengan itu, hal ini akan berdampak pula pada timbulnya keadaan darurat (emergency). Tujuan penulis adalah untuk mengetahui program, prosedur, serta implementasi prosedur operasional tanggap darurat (emergency response plan) di PT X. Metodologi pelaksanaan adalah dengan observasi langsung, wawancara dan studi literatur. Dari hasil tugas akhir penulis memperoleh tiga program Emergency Respone Plan yaitu pembentukan Tim Keadaan Darurat, Pelatihan Fire Drill, dan Simulasi General Drill. Penulis juga memperoleh empat prosedur dalam Emergency Respone Plan. Dan dalam implementasi Emergency Response Plan di PT X telah terlaksana sesuai dengan kebijakan dan komitmen perusahaan, yaitu berkaitan dengan sistem tanggap darurat sebagai upaya pengendalian kondisi darurat di tempat kerja. Penulis menyimpulkan bahwa program dan prosedur Emergency Respone Plan sudah diterapkan dan terlaksana sesuai prosedur yang ada. Saran penulis yaitu untuk meningkatkan kesiapsiagaan tim maupun prosedur Emergency Respone Plan yang ada maka perlu pengawasan terhadap masa berlaku prosedur dan masa berlaku sertifikasi training untuk tim tanggap darurat. Serta melakukan review bulanan dari manajemen merupakan suatu hal yang penting sebagai tindakan pengawasan.

Page 1 of 4 | Total Record : 39