cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 47 Documents
Pengaruh Ambulasi Dini “Pelvic Flour Muscle Training” Terhadap Pencegahan Gangguan Defekasi Ibu Post Partum dewi, mustika
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.25 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.8

Abstract

Persalinan membawa dampak terhadap fungsi defekasi pada ibu post partum, 44% konstipasi postpartum. Untuk mengatasi keluhan konstipasi biasanya digunakan laksatif. Namun asuhan sebelum pemberian laksatif, ambulasi dini dapat dilakukan sebelum intervensi tersebut antara lain pelvic floor muscle training (PFMT). Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PFMT terhadap pengembalian fungsi defekasi pada ibu postpartum spontan. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan posttest only control group design, dengan melakukan ambulasi dini yaitu pelvic floor muscle training terhadap ibu setelah 2 jam postpartum sebanyak 3 sesi selama 3 hari. Pengumpulan data penelitian dilakukan selama 3 bulan di BPM Kota Padang. Teknik pengambilan sampel secara concecutive sampling dengan random blok, sebanyak 28 responden. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square. Pada penelitian ini ditemukan bahwa ibu yang melakukan PFMT mengalami lebih banyak defekasi normal (76.9%), daripada ibu yang tidak melakukan PFMT (13.3%). Secara statistik perbedaan tersebut signifikan (p < 0.05), ada pengaruh PFMT terhadap defekasi normal pada ibu postpartum spontan. Kesimpulan penelitian ini, terdapat pengaruh PFMT terhadap defekasi pada ibu postpartum spontan. Agar lebih efektif PFMT sebaiknya diperkenalkan lebih awal dan terintegrasi dengan senam hamil.
Pengaruh Pemberian Antibodi Monoklonal Human Zona Pelusida 3 (mAb HZP3) terhadap Jumlah Sel Granulosa pada Ovarium Mencit (Mus Musculus) jannah, miftahul; Putri, Rismaina; Ariani, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.964 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.4

Abstract

Antibodi ZP3 merupakan salah satu kandidat metode imunokontrasepsi. Penelitian sebelumnya mengevaluasi bahwa antibodi ZP3 dapat mengganggu fungsi gap junction sehingga mengganggu komunikasi dan transportasi growth factor antara sel granulosa dan oosit serta profil hormon. Sel granulosa memiliki peran yang sangat penting dalam folikulogenesis. Sel granulosa akan berproliferasi dan berdiferensiasi, menghasilkan hormon steroid dan mengekspresikan growth factor yang dibutuhkan untuk perkembangan oosit. Perkembangan sel granulosa yang terhambat dan tidak maksimal dapat menyebabkan perkembangan oosit yang tidak maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian Mab-hZP3 terhadap ekspresi KL di sel granulosa dan kadar FSH mencit (mus musculus). Metode penelitian adalah posttest only control group design. 48 ekor mencit dikelompokkan menjadi 12, yaitu kontrol (adjuvan), kelompok perlakuan (mAb hZP3 dosis 20 µg, 40 µg dan 60 µg), pengorbanan masing masing kelompok dilakukan pada hari  ke 10, 15 dan 20. Penghitungan jumlah sel granulosa dilakukan dengan metode HE. Mencit yang diimunisasi dengan berbagai dosis Mab-hZP3 (dosis 20 µg, 40 µg dan 60 µg) dan diterminasi pada hari ke 10, 15 dan 20, jumlah sel granulosa tidak menunjukkan perbedaan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Mab-hZP3 diproduksi dengan menggunakan “bacterial system” dan berperan sebagai “spesific blocker”. Kesimpulannya Monoklonal antibodi human ZP3 tidak meningkatkan ekspresi KL dan kadar FSH. Hal ini memperkuat pengembangan Mab sebagai metode kontrasepsi alternatif yang aman.
Pengaruh Relaktasi Suplementer Dikombinasikan dengan Pijat Oksitosin dan Aromaterapi Lavender terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi di Malang Raya ariani, dewi; Mastuti, Ni Luh Putu Herli; Hastuti, Nur Aini Retno; Lovita, Agnestia Naning Dian
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.024 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.10

Abstract

Di Indonesia ada banyak ibu yang tidak dapat menyusui bayinya karena berbagai alasan. Berbagai upaya dilakukan agar ibu dapat menyusui bayinya kembali, salah satunya dengan relaktasi suplementer dikombinasikan aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaktasi suplementer, aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap peningkatan berat badan bayi di Malang Raya. Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design dilakukan pada ibu yang menginginkan kembali menyusui bayinya dengan usia bayi ≤ 6 bulan. Sampel dibagi dalam 4 kelompok : relaktasi suplementer (kontrol), relaktasi suplementer dan aromaterapi lavender, relaktasi suplementer dan pijat oksitosin, relaktasi suplementer dan kombinasi (aromaterapi lavender + pijat oksitosin). Perlakuan diberikan sejak hari pertama intervensi sampai dinyatakan berhasil melakukan relaktasi. Variabel yang diukur adalah peningkatan berat badan bayi. Hasil analisis pada variable peningkatan berat badan bayi tidak menunjukkan ada beda yang signifikan antar semua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan yang memberikan dampak terbaik adalah relaktasi suplementer metode kombinasi. Penelitian ini telah dinyatakan laik etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun di Desa Cangkringsari Kecamatan Sukodono Kabupeten Sidoarjo proborini, astri; Maulidha, Maulidha; Larasati, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.012 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.6

Abstract

Anak prasekolah adalah anak berusia 3-5 tahun yang memiliki berbagai macam potensi. Perkembangan motorik merupakan proses perkembangan kontrol gerak tubuh melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Perkembangan motorik dibagi menjadi dua: perkembangan motorik kasar dan perkembangan motorik halus. Setiap anak akan mengalami kedua proses perkembangan ini. Pada anak prasekolah, perkembangan motorik akan berkembang pesat dari 50% menjadi 80%. Perilaku pemberian stimulasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak. Anak yang mendapatkan stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang/tidak mendapat stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) dengan menggunakan lembar DDST II (Denver Development Screening Test) di PAUD Kasih Bunda Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden penelitian sebanyak 63 anak. Hasil uji analisis statistik nonparametrik dengan Likelihood Ratio pada perkembangan motorik halus didapatkan nilai signifikansi α=0,00; sedangkan pada perkembangan motorik kasar didapatkan nilai signifikansi α=0,055. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus, dan tidak terdapat hubungan antara perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di PAUD Kasih Bunda Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Efek Pemberian Ekstrak Delima Merah Terhadap Kadar SOD dan MDA pada Kultur Huvecs yang Dipapar Plasma Preeklampsi januarsih, januarsih
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.817 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.03.5

Abstract

Tujuan : untuk mengetahui efek pemberian ekstrak buah delima merah terhadap kadar SOD dan MDA pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi.Metode : Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode eksplorasi laboratorium dan merupakan penelitian in vitro. Menggunaka uji asumsi normalitas dan homogenitas ragam dengan menggunakan uji Levene sebagai prasyarat pengujian statistika parametrik, (2) uji Anova One Way (Uji F), dan (3) uji korelasi Pearson.Hasil : Ekstrak buah delima merah efektif mampu mencegah penurunan kadar SOD pada dosis 56 ppm dan mampu menurunkan kadar MDA hingga titik terendah.Kesimpulan : Ekstrak buah delima merah terbukti dapat meningkatkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDAKata kunci : SOD, MDA, Preeklampsi
Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Turi Merah terhadap Jumlah Koloni Bakteri di Hepar dan Kadar TGF-β Mencit Nifas yang Diinokulasi Staphylococcus aureus Hanifarizani, Rahma Dian; Santoso, Sanarto; Indrawan, I Wayan Agung
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.769 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.01.5

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap infeksi akibat  masuknya bakteri melalui perlukaan jalan lahir. Strain bakteri yang umumnya ditemukan pada infeksi masa nifas adalah Staphylococcus aureus. Bakteri yang masuk melalui vagina dapat menyebar melaui pembuluh getah bening atau aliran darah dan menyebar ke deluruh tubuh termasuk ke hepar. Toksin eksotoksin baktri dalam tubuh memicu innate immunity. Makrofag aktif dan mengaktivasi pelepasan sitokin-sitokin proinflamasi. Respon berlebihan dari pelepasan sitokin-sitokin proinflamasi dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang tidak terkontrol. Untuk mengimbangi hal tersebut, tubuh mengaktifkan sitokin-sitokin antiinflamasi dan TGF-β yang berperan dalam perbaikan jaringan. Pengobatan terhadap infeksi umumnya menggunakan antibiotik. Namun beberapa bakteri telah menjadi resisten termasuk Staphylococcus aureus. Dikembangkan berbagai terapi adjuvant dari bahan alam, salah satunya Sesbania Grandiflora L.pers yang dianggap memiliki kandungan antibakteri.Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh ekstrak daun turi merah (Sesbania grandiflora L.Pers) terhadap jumlah koloni bakteri di hepar dan kadar TGF-β pada mencit nifas  yang diinokulasi Staphylococcus aureus.Penelitian ini menggunakan true experiment dengan posttest only control group design. Hewan coba yang digunakan adalah 25 ekor mencit nifas yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pengukuran jumlah koloni memakai metode total plate count sedangkan kadar TGF- β dilakukan dengan metode ELISA. Hasilnya adalah pemberian ekstrak daun turi merah mampu menurunkan sebaran rerata jumlah koloni bakteri di hepar dan meningkatkan kadar TGF-β pada mencit nifas yang diinokulasi Staphylococcus aureus.
Pengaruh Konsumsi Susu Sapi Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Siswi Jurusan Keperawatan Di SMKN 2 Malang Febriani, Devi; Ariani, Dewi; Kusumastuty, Inggita
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.483 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.02.3

Abstract

Primary dysmenorrhea is a common gynecological disorder among adolescents females without pathological abnormalities. Primary dysmenorrhea usually begins two days before menstruation or during menstruation and lasts up to 48-72 hours. This is due to high levels of prostaglandins that cause contraction in the myometrium. The incidence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, which 54.89% has primary dysmenorrhea while 9.36% has secondary dysmenorrhea. In principle there are two therapies for treatment of primary dysmenorrhea that is pharmacological and non-pharmacological. Cow milk is a food that containing high calcium and can be used as one of the non-pharmacological therapy to reduce pain intensity of primary dysmenorrhea. This study aims to determine the influence of cow milk consumption to decrease the pain intensity of primary dysmenorrhea in students of nursing department at SMKN 2 Malang. The research design used was true experiment with pre test-post test with control group design. The sample in this study were 21 people and divided into three groups taken by simple random sampling. The results showed that there was a difference of decrease pain intensity in three groups using One Way Anova test with p value 0.000 (p <0.005). The optimal dose can decrease pain intensity of primary dysmenorrhea is cow milk with 1000 mg calcium which has the highest pain delta value of 4.57 compared with experimental group II and control group. So it can be concluded that the higher value of the delta pain then the greater the dose effect given to decreased pain intensity of primary dysmenorrhea.
Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik dan Pil Kombinasi di BPM Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Dau, Kabupaten Malang Jannah, Fauqo Wildatil; Ariani, Dewi; Sariati, Yuseva
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.29 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.03.2

Abstract

ABSTRAKJannah, Fauqo Wildatil. 2018. Hubungan Kejadian Melasma dengan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Suntik Kombinasi dan Pil Kombinasi di Bidan Praktik Mandiri Dwi Astutik, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Tugas Akhir, Program Studi S1 Kebidanan, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Pembimbing: (1) Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.Peningkatan penggunaan kontrasepsi hormonal di Indonesia berhubungan dengan beberapa keuntungan yang diberikan, seperti efektif, murah, dan terjangakau berbagai kalangan. Terlepas dari beberapa keuntungan yang diberikan oleh kontrasepsi hormonal, terdapat salah satu efek samping yang dianggap merugikan bagi penggunanya, yaitu melasma. Melasma merupakan suatu bentuk hiperpigmentasi yang ditimbulkan akibat adanya penumpukan melanin pada epidermis, dermis, maupun keduanya. Melasma  dapat muncul pada pengguna kontrasepsi hormonal seperti pil kombinasi maupun suntik kombinasi, dan sering muncul pada area wajah sehingga hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup sehari- hari. Munculnya melasma pada pengguna pil dan suntik kombinasi dipengaruhi oleh adanya hormon estrogen dan progesteron yang terkandung dalam kontrasepsi tersebut yang akan mengakibatkan penumpukan di dalam tubuh. Hormon estrogen dan progesteron saling berkaitan dalam mempengaruhi pigmentasi sel, dimana mereka berperan secara langsung pada melanosit sebagai salah satu reseptornya. Kandungan hormon yang berbeda dapat memberikan pengaruh yang berbeda pula pada kejadian melasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian melasma dengan penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi di BPM Dwi Astutik Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah desain case control dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 34 orang, pada tiap kelompok (kasus dan kontrol). Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan diapatkan nilai α= 0,015 (signifikan) dan odd ratio sebesar 3,378. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan pada penggunaan kontrasepsi hormonal suntik kombinasi dan pil kombinasi dengan kejadian melasma dengan besar resiko yaitu penggunaan suntik kombinasi 3,378 kali lebih beresiko menimbulkan melasma dibanding penggunaan pil kombinasi.Kata kunci: Kontrasepsi Hormonal, Suntik Kombinasi, Pil Kombinasi, Melasma ABSTRACTJannah, Fauqo Wildatil. 2018. The Correlation between Melasma Occurrence with The Use of Injection Combination and Pills Combination of Hormonal Contraception in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. Final Assignment, Midwifery Program, Faculty of Medicine, Brawijaya University. Supervisors: (1)  Dewi Ariani, SST, MPH (2) Yuseva Sariati, SST, SE, M.Keb.The Increasing of hormonal contraceptives use in Indonesia is related to its advantages, such as effective, inexpensive, and affordable. In spite of some advantages which is provided by the hormonal contraceptives, there is a bad effect that causes any harm, which is called melasma. Melasma is a form of hyperpigmentation arising due to the buildup of melanin in the epidermis, dermis, or both. Melasma can appear on the users of hormonal contraceptives such as the pill or injection combination and tend to appear on face areas so that it can be influencing the life’s quality. The appearance of melasma on the user of injection and pill combination is affected by the presence of estrogen and progesterone hormones which is contained in contraception and it will cause kind of accumulation in the body. Estrogen and progesterone hormones are interrelated in affecting cells pigmentation, as one of melanocyte's receptor. The difference of hormonal substances can give different influence to the genesis of melasma. This research aims to know the correlation between melasma occurrence with the use of injection combination of hormonal contraceptives and pills combination in Dwi Astutik Maternity Home, Petungsewu Village in Dau District of Malang Regency. The research design used was the design of the case-control sampling technique using a purposive sampling technique. The number of respondents as many as 34 people, on each group (case and control). Data analysis using the Chi-Square Test and obtained the value of α = 0.015 (significant) and the odds ratio of 3.378. The conclusion of this study is there is a correlation between injection and pill combination and the genesis of melasma. the use of injection combination 3.378 times is riskier to emerge melasma than the use of pill combination. Keyword: Hormonal Contraception, Injection Combination, Combination Pills, Melasma
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Apel Manalagi (Malus Sylvetris Mill) Berbagai Dosis Dalam Mencegah Penurunan Berat Badan Bayi Tikus Baru Lahir Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Bunting Yang Dipapar Asap Rokok Dila, Retno Rahma; Soeharto, Setyawati; Dewi, Mustika
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.182 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.01.2

Abstract

Latar belakang: AKB merupakan salah satu acuan pembangunan kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Sosial (RPJMN) 2015-2019, salah satu  penyebab tingginya AKB adalah bayi lahir dengan berat badan rendah. Faktor lingkungan paparan asap rokok pada ibu hamil dapat menjadi pemicunya. Asap rokok mengandung radikal bebas yang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Tujuan: Membuktikan pengaruh ekstrak etanol kulit apel manalagi dalam mencegah penurunan berat badan bayi tikus baru lahir pada tikus bunting yang dipapar asap rokok. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Post Test Only Control Grup design, dengan membandingkan berat badan bayi tikus baru lahir dari  5 kelompok. Teradapat 5 tikus bunting dalam setiap kelompok. K- adalah kelompok tanpa pemberian ekstrak etanol kulit apel dan tanpa di papar asap dari rokok, K+ yaitu yang di papar asap dari rokok tanpa ekstrak etanol kulit apel. Kelompok P-1 (7 mg/ KgBB), P-2 (14 mg/KgBB), P-3 (28 mg/KgBB) merupakan kelompok yang diberikan ekstrak etanol kulit apel dengan 3 dosis yang berbeda dan dipapar asap rokok. Pemberian ekstrak etanol kulit apel manalagi dan paparan asap rokok dilakukan pada hari ke-6 hingga hari ke-19 kebuntingan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan One Way Anova, Post Hoc Test dan Uji Korelasi Pearson. Hasil: Berat badan bayi tikus baru lahir pada tikus K+ lebih kecil dibandingkan K- dan berbeda signifikan (p=0,004). Kelompok P1, P2, dan P3 dibandingkan dengan  K+ memiliki perbedaan yang signifikan, namun apabila dibandingkan dengan K- tidak berbeda signifikan. Kesimpulan: Ekstrak etanol kulit apel dapat mecegah penurunan berat badan bayi tikus baru lahir dan dosis efektif penggunaannya yaitu 7 mg/ Kg BB.
Perbedaan Perkembangan Bahasa dan Kognitif Anak Usia Prasekolah Antara Yang Mengikuti dengan Yang Tidak Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini di TK-IT Insan Permata Malang Khoiriah, Aida Novyanti; Fatmawati, Fatmawati; Gumanti, Kentri Anggarina
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.365 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.4

Abstract

Anak prasekolah yaitu usia 4-6 tahun sedang dalam periode the golden age yaitu anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Perkembangan yang dialami antara lain perkembangan bahasa dan kognitif. Perkembangan bahasa pada tiap individu anak bergantung pada kemampuan neurologik, anak yang memiliki perkembangan kognitif baik berpeluang besar dapat berbicara dan berbahasa dengan baik. PAUD menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, karena lingkungan PAUD kaya akan stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan bahasa dan kognitif anak usia prasekolah antara yang mengikuti dengan yang tidak mengikuti PAUD di TK-IT Insan Permata Malang. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden 47 anak terdiri dari 23 anak yang mengikuti PAUD dan 24 anak yang tidak mengikuti PAUD yang  diteliti pada bulan November 2018. Instrumen penelitian yaitu Denver Development Screening Test II untuk mengukur perkembangan bahasa dan lembar kuesioner perkembangan kognitif untuk mengukur perkembangan kognitif. Penelitian ini menggunakan uji statistik non parametric yaitu Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan bahasa kategori normal pada anak yang mengikuti PAUD (95,7%) lebih tinggi dibanding anak yang tidak mengikuti PAUD (41,7%) dengan hasil signifikasi P value = 0,000. Perkembangan kognitif baik pada anak yang mengikuti PAUD (95,7%) lebih tinggi dibanding anak yang tidak mengikuti PAUD (37,5%) dengan hasil signifikasi P value = 0,000.