cover
Contact Name
Rooselyna Ekawati
Contact Email
jrpipm@unesa.ac.id
Phone
0318297677
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Mathematics Department, Building C8 FMIPA Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM)
ISSN : -     EISSN : 25810480     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) is a peer-refereed open-access journal which has been established for the dissemination of state-of-the-art knowledge in the field of mathematics education both theory and practice. This Journal is published periodically twice a year (April and September) by Universitas Negeri Surabaya with E-ISSN:2581-0480.
Articles 31 Documents
Pemetaan Fungsi Kognitif Siswa SMP DENGAN Menggunakan Feuerstein’s Instrumental Enrichment Amirudin, Mochammad; Amalina, Ijtihadi Kamilia
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 2, No 1 (2018): JRPIPM September 2018 Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v2n1.p030-039

Abstract

Berpikir merupakan kegiatan yang paling utama ketika melakukan suatu hal. Berpikir selalu melibatkan kognitif. Penggunaan kognitif secara maksimal tentu melibatkan kehadiran dari fungsi kognitif. Kehadiran fungsi kognitif seseorang dalam menyelesaikan permasalahan matematika mengakibatkan berkembangnya fungsi kognitif seseorang tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pemetaan fungsi kognitif dan kemampuan matematika siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VIII sebanyak 32 siswa (15 laki-laki dan 17 perempuan). Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tes Feuersteins?s Instrumental Enrichment (FIE) (pengorganisasian titik, pengelompokan, dan progress numeral) dan instrumen tes matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta fungsi kognitif dan kemampuan matematika siswa dengan menggunakan FIE jenis Pengorganisasian Titik menunjukkan bahwa, sebanyak 32 subjek terbagi menjadi sebesar 18,75% termasuk dalam kemampuan matematika tinggi, sebesar 71,875% termasuk dalam kemampuan matematika sedang, dan sebesar 9,375% termasuk dalam kemampuan matematika rendah. Untuk Jenis Pengelompokan menunjukkan bahwa masingmasing sebesar 6,25% pada fungsi kognitif yang pertama dan kedua, termasuk dalam kemampuan matematika rendah. pada fungsi kognitif yang ketiga terdapat 6,25% termasuk dalam kemampuan matematika tinggi, 3,125% termasuk dalam kemampuan matematika sedang, dan 78,125% termasuk dalam kemampuan matematika rendah. Sedangkan pada jenis Numerical Progression menunjukkan bahwa pada fungsi kognitif yang pertama sebesar 18,75% termasuk dalam kemampuan matematika rendah. sedangkan pada fungsi kognitif yang kedua sebesar 59,375% termasuk dalam kemampuan matematika tinggi, sebesar 3,125% termasuk dalam kemampuan matematika sedang, dan sebesar 18,75% termasuk dalam kemampuan matematika rendah
Lesson Study Sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Mengajar Dosen dan Kualitas Pembelajaran dalam Perkuliahan Mata Kuliah Kalkulus I Ainy, Chusnal; Shoffa, Shoffan; Soemantri, Sandha
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 1, No 2 (2018): JRPIPM April 2018 Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n2.p82-94

Abstract

Abstrak Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sudah sepatutnya memperhatikan mutu pendidikan lembaganya berupa kualitas dosen dalam memahami dan menyampaikan materi serta kualitas perkuliahan dalam cara penyampaian materi yang baik, pemilihan metode yang tepat, serta mahasiswa yang berpartisipasi aktif. Peningkatan kualitas perkuliahan telah banyak dilakukan namun masih belum banyak hasilnya. Untuk itulah Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) perlu melakukan penelitian berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran tersebut. Salah satu upaya untuk memenuhi peningkatan kualitas pembelajaran? tersebut adalah dengan melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan model Lesson Study (LS) untuk meningkatkan kemampuan dosen dan kualitas pembelajaran dalam mata kuliah Kalkulus I.? Lesson Study (LS) merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik yang melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif, berkelanjutan, dan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas yang saling membantu dalam belajar untuk membangun komunitas belajar. Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik dalam rangka mewujudkan prestasi dan atmosfer akademik secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang bagaimana pelaksanaan Lesson Study (LS), bagaimana peningkatan kemampuan dosen, serta bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran pada perkuliahan mata kuliah Kalkulus I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif menggambarkan kondisi nyata data yang diteliti, sedangkan data kualitatif menjadi pelengkap data kuantitatif yang bertujuan mempelajari dan mendeskripsikan fenomena-fenomena yang diperoleh dari lapangan. Subjek penelitian adalah dua puluh sembilan orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan mata kuliah Kalkulus I tahun akademik 2015-2016. Dosen yang terlibat dalam tim kelompok bidang keahlian sebanyak empat orang. Observer dirangkap oleh tim KBK yang tidak menjadi dosen model. Dosen model yang ditunjuk adalah salah satu anggota tim KBK secara bergantian yang ditentukan dalam musyawarah.Setelah melalui 3 siklus proses pembelajaran, Lesson Study (LS) memberikan dampak yang cukup signifikan. Peningkatan pembelajaran dan peningkatan penguasaan dosen pada setiap siklus terlihat dari hasil kuesioner kepuasan mahasiswa. Dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami kenaikan sebesar 218, sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami kenaikan sebesar 291. Peningkatan juga terlihat dari hasil tes dan ketuntasan yang dicapai oleh lebih dari 65% mahasiswa.???Abstract The Institute of Teacher Education should pay attention to the education quality of its institutions in the form of lecturer quality in understanding and delivering the material and the quality of lectures such as good material delivery, selection of appropriate methods, and how to involve students actively participate in the learning process. Much improvement in the quality of lectures has been done but there are still not many results. For this reason, Teaching and Education Faculty (FKIP) Mathematics Education Study Program of Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) needs to conduct research related to improving the quality of learning. This study used Lesson Study (LS) to improve the ability of lecturers and the quality of learning in Calculus I. Lesson Study (LS) is a model of educator professional development through the study of collaborative and sustainable learning, based on the principles of collegiality that help each other to build a learning community. Besides, it is also conducted to realize academic atmosphere and achievements collaboratively and sustainably based on collegiality principles and mutual learning to build learning community.This study aims to describe how the implementation of Lesson Study (LS), how to improve the ability of lecturers, and how to improve the quality of learning in the course of Calculus I. The approach used in this study is a combination of qualitative and quantitative. Quantitative data illustrates the real conditions of the data under study, while qualitative data complements quantitative data which aims to study and describe phenomena obtained from the field. The research subjects were 29 students who enroll Calculus I in the academic year 2015-2016. Four lecturers in the Expertise Group Team were involved. The Observer was held by the team which did not become a lecturer model. The appointed lecturer is one of the members of the team alternately specified in the deliberation.After going through 3 learning process cycles, Lesson Study (LS) has a significant impact. Improved learning and increased mastery of lecturers in each cycle can be seen from the results of the student satisfaction questionnaire. From cycle 1 to cycle 2 there was a score increase of 218, while from cycle 2 to cycle 3 it increased by 291. The increase was also seen from the results of tests and completeness achieved by more than 65% of students.?
Analisis Sikap dan Keyakinan Calon Guru di Indonesia terhadap Pemanfaatan Sejarah Matematika dalam Pembelajaran Matematika Kusumawati, Intan Bigita; Fachrudin, Achmad Dhany
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 3, No 1 (2019): JRPIPM September 2019 Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v3n1.p36-43

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sikap serta keyakinan calon guru matematika mengenai penggunaan sejarah matematika dalam pembelajaran. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa calon guru matematika dari Sembilan perguruan tinggi keguruan yang tersebar di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian angket sikap dan keyakinan penggunaan sejarah matematika dalam pembelajaran matematika. Item angket sikap dan keyakinan terdiri dari dua ketegori yaitu sikap dan keyakinan diri terhadap pemanfataan sejarah matematika serta sikap dan keyakinan terhadap kemampuan diri dalam memanfaatkan sejarah matematika. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisis angket sikap dan keyakinan. Hasil penelitian menujukkan bahwa sikap dan keyakinan pemanfaatan sejarah matematika secara keseluruhan berada pada level sedang, sementara keyakinan diri dalam menggunakan sejarah matematika dalam pembelajaran skornya masih rendah. Sikap dan keyakinan positif terhadap integrasi sejarah matematika dalam pembelajaran tersebut mengimplikasikan bahwa sebagian calon guru setuju bahwa sejarah matematika merupakan materi yang penting tidak hanya sebagai sebuah subjek materi tersendiri, namun sebagai subjek materi yang dapat terintegrasi dalam pembelajaran matematika.
Perkembangan Berpikir Probabilistik Siswa Sekolah Dasar Sari, Dwi Ivayana; Budayasa, I Ketut; Juniati, Dwi
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 1, No 1 (2017): JRPIPM September 2017 Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n1.p30-39

Abstract

Berpikir probabilistik setiap orang berbeda, karena perbedaan budaya mengakibatkan perbedaan pengetahuan probabilistik, sedangkan pengetahun probabilistik mempengaruhi pemikiran probabilistik. Perbedaan berpikir probabilistik siswa berbeda-beda tergantung pada level berpikir probabilistik siswa. Di Indonesia pertumbuhan tingkat berpikir probabilistik siswa sekolah dasar sedikit mendapat perhatian oleh para peneliti. Hal ini karena materi probabilitas dikenalkan pertama kali di tingkat SMP kelas IX. Padahal mengembangkan berpikir probabilistik siswa di tingkat dasar sangat penting sebagai pondasi untuk mempelajari probabilitas di tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pertumbuhan tingkat berpikir probabilistik siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan tugas probabilitas standar dan tugas probabilitas eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa leki-laki berkemampuan tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Level berpikir probabilistik siswa sekolah dasar mengalami pertumbuhan setelah diberi tugas probabilitas eksperimen, terutama pada tugas ruang sampel dan probabilitas suatu kejadian. Hal ini karena eksperimen memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memanipulasi bendabenda yang disediakan dalam menyelesaikan tugas probabilitas. Namun, pada tugas perbandingan probabilitas level berpikir probabilistik siswa tidak mengalami perubahan. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru untuk mengajarkan probabilitas di tingkat sekolah dasar dengan memberikan tugas perbandingan probabilitas sebagai langkah awal untuk menggali berpikir probabilistik siswa, terutama pada jenis tugas pemutaran spinner.
The Development Of Mathematics Handout Based On Local Wisdom Nuanced For Secondary Students Putri, Hani Rizkia; Ekawati, Rooselyna
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 2, No 2 (2019): JRPIPM April 2019 Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v2n2.p93-102

Abstract

This study aims to develop a mathematics handout based on local wisdom nuanced to increase the mathematical problem-solving skill of the Secondary students. This research is motivated by the student?s ability to solve the social arithmetic problem. This study used four phases of developmental research such as Investigation, Design, Realization, and Test, Evaluation, and Revision. The characteristics of local wisdom were acquired within the design or context in the mathematics handout to develop secondary students problem-solving skills. The results show that the students do the stages of problem-solving by Polya, get the maximum score and show students? positive responses in the questionnaire given. Therefore, it met the proper handout criteria such as valid, practice, and effective. In the future studies, we encouraged to develop learning materials which have a guide to do phases of problem-solving and apply the way to solve some problems in mathematics.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pengajuan Masalah Matematika Semi-Terstruktur Amalina, Ijtihadi Kamilia; Amirudin, Mochammad; Siswono, Tatag Yuli Eko
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 2, No 1 (2018): JRPIPM September 2018 Volume 2 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v2n1.p040-049

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif sangat dibutuhkan dalam menghadapi masalah seharihari dan menyelesaikan masalah matematika yang membutuhkan ide baru. Kemampuan berpikir kreatif diperlukan dalam memunculkan ide baru. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yaitu pengajuan masalah matematika. Penelitian yang dilakukan pada siswa kelas VIII di Surabaya ini bertujuan untuk menggali kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mengajukan masalah matematika pada situasi semi-terstruktur. Sebanyak 4 siswa dipilih sebagai subjek wawancara yaitu 1 subjek pada masing masing tingkat berpikir kreatif (TBK) 1?4. Untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa dilakukan analisis tugas pengajuan masalah matematika berdasarkan kefasihan, kebaruan, dan fleksibilitas serta wawancara. Hasil menunjukkan bahwa siswa pada TBK 1, 2, dan 3 membuat soal sederhana yang sering ditemui dalam pembelajaran matematika dan menjawab dengan cara yang telah diajarkan sebelumnya. Sedangkan siswa pada TBK 4 dapat membuat soal dan cara penyelesaian yang lebih kompleks dengan menambahkan dan memodifikasi situasi yang diberikan. Selain itu dalam mengajukan soal siswa memikirkan jawaban terlebih dahulu dan menggunakan pengalaman matematika terdahulu.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Penemuan terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self Concept dengan Mengontrol Kemampuan Awal Peserta Didik Kelas VII SMP pada Materi Bangun Datar Widayati, Widayati
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 1, No 2 (2018): JRPIPM April 2018 Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n2.p95-105

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis penemuan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan self concept dengan mengontrol kemampuan awal peserta didik SMP pada materi bangun datar pada tahun pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling dengan tiga kelas sampel. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui pemberian tes kemampuan awal, tes kemampuan berpikir kritis matematis, dan angket self concept yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data diolah menggunakan analisis kovarians (ANKOVA) dan dilanjutkan dengan Uji-t terkoreksi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa 1) Ada perbedaan pengaruh model pembelajaran berbasis penemuan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan sel concept dengan mengontrol kemampuan awal peserta didik SMP kelas VII, 2) Kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran discovery terbimbing lebih baik daripada kemampuan peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry terbimbing dan model pembelajaran konvensional, (2) Self Concept matematis peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran discovery terbimbing lebih baik daripada kemampuan peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry terbimbing dan model pembelajaran konvensional.?Abstract.This study aimed to determine the effect of discovery-based learning models on junior high school students? self-concept and mathematical critical thinking skills by controlling the initial ability on learning polygon. The research method used in this study was a quasi-experimental method with the design of Posttest Only Control Group Design. Ninety six students of grade VII selected by using cluster random sampling technique with three sample classes. The data in this study were obtained through the provision of initial ability tests, mathematical critical thinking skills tests, and self-concept questionnaires that had been validated and tested for reliability. Analysis of Covariance (ANACOVA) continued with corrected t-test were used to process the data. The results showed that 1) There were differences in the influence of discovery-based learning models on mathematical critical thinking skills and self-concept by controlling the initial ability of junior high school students of grade VII, 2) Students? critical thinking ability who learnt using guided discovery learning models are better than the ability of students who learnt using guided inquiry learning model and conventional learning models, 3) Mathematical self-concept of students who learnt by using a guided discovery learning model are better than the ability of students who learnt by using a guided inquiry learning model and conventional learning models
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Berbentuk Soal Cerita Materi Bangun Ruang Ani, Elya Umi; Rahayu, Puji
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 1, No 1 (2017): JRPIPM September 2017 Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n1.p40-49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah berbentuk soal cerita pada materi bangun ruang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari 6 siswa dengan kriteria 2 berkemampuan tinggi, 2 berkemampuan sedang dan 2 berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek berkemampuan tinggi dalam memecahkan masalah termasuk kategori baik, subyek berkemampuan sedang dalam memecahkan masalah termasuk dalam kategori cukup, dan subyek berkemampuan rendah dalam memecahkan masalah termasuk dalam kategori kurang.
Pengaruh Teknik Treasure Hunt Game Berbasis Model Think Pair Share Terhadap Pengaruh Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas III Cahyani, Riza Yunita; Triyanasari, Dewi; Tri, Pinkan Amita
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 3, No 1 (2019): JRPIPM September 2019 Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v3n1.p1-7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Teknik Treasure Hunt Game berbasis Model Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Matematika Siwa SD Kelas III. Penelitian ini merupakan penelirian kuantitatif dengan jenis OneGroup Pretest-Posttest. Pengujian hipotetis menggunakan t-test, diperoleh data hasil thitung = 20,30 dengan ttabel = 2,101 . Dengan demikian karena thitung > ttabel (20,30>2,101) maka Ho ditolak dan Ha diterima
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP pada Materi Peluang Ditinjau dari Gaya Belajar Mufarihah, Niswatul; Yuliastuti, Rita; Nurfalah, Edy
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 2, No 2 (2019): JRPIPM April 2019 Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v2n2.p50-61

Abstract

Research on profiles of mathematical problem solving ability in junior high school students on the opportunities material in terms of learning styles aimed to obtain a description of the mathematical problem solving skills based learning styles of students, that learning styles were visual, auditory, and kinesthetic. This type of research was a qualitative descriptive. The subject of research were nine students, each type of learning style consisted of 3 students. The results showed that mathematical problem solving ability of students with the type of visual learning style was superior than the students with the type of auditory and kinesthetic.

Page 1 of 4 | Total Record : 31