cover
Contact Name
Kustri Sumiyardana
Contact Email
-
Phone
+6281328847811
Journal Mail Official
alayasastrabbjt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan
ISSN : 18584950     EISSN : 26156024     DOI : https://doi.org/10.36567/aly.v14i1
Alayasastra adalah jurnal ilmiah kesusastraan yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah, terbit sejak tahun 2005. Tulisan yang masuk ke dalam jurnal ini telah melalui proses review double blind. Jurnal ini merupakan jurnal penelitian kesastraan yang memublikasikan berbagai laporan hasil penelitian dalam bidang keilmuan kesastraan dan pembelajarannya.
Articles 49 Documents
Novel Ayah Karya Andrea Hirata dalam Perspektif Formalisme Rusia Khristiyanti, Dian
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.121

Abstract

Novel sebagai salah genre karya sastra berisi gambaran konkret tentang ?tentang manusia dan kompleksitas kehidupannya yang disampaikan menggunakan bahasa. Konflik dalam novel mencerminkan realita dalam masyarakat. Novel Ayah merupakan novel yang memiliki alur unik dan sebagaimana novel Andrea Hitara lainnya, memliki kekhasan pada bahasa yang digunakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana alur dan bahasa yang digunakan dalam novel Ayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan bertujuan untuk mendeskripsikan alur dan bahasa dalam novel Ayah berdasarkan sudut pandang Formalisme Rusia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ?fabula novel tersebut adalah kondisi sosial masyarakat Belitong pada tahun 1990-an dan diolah menjadi szujet yang menarik pada bagian akhir cerita. Adapun analisis bahasa menunjukkan bahwa novel ini menggunakan gaya yang khas dan kaya akan majas seperti personifikasi, hiperbola, metafora, perumpamaan. Ungkapan dan peribahasa juga banyak terdapat dalam novel ini.
Traditional Expressions as a Source of Local Wisdom Sarman, Sarman
ALAYASASTRA Vol 13, No 1 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.831 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i1.69

Abstract

Traditional expressions is one of folklore verbal that need to be preserved. Some expressions of traditional contain many teachings, social values, cultural, economic, religiosity, outlook on life, leadership, and even political values, so that the relationship of folklore Bangka language with expressions of folklore is very relevant because some of the culture of a collective that is inherited and passed down through generations. This study aims to describe the value and function of a traditional expression in Bangka community. This study is conducted by ?qualitative descriptive method and techniques of literature and interviews. Bangka traditional expression has a function as a medium to deliver advice, criticism, jokes, prohibition and religion.Keywords: traditional expressions, functions, qualitative descriptive
GAYA BAHASA JOKO PINURBO DALAM SAJAK “MUSIM PANAS” DAN “SURAT KAU”: ANALISIS STILISTIKA (Style of Joko Pinurbo in “Musim Panas” and “Surat Kau”: Stylistics Analysis) Nurbaiti, Faradila
ALAYASASTRA Vol 14, No 2 (2018): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i2.118

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas gaya bahasa Joko Pinurbo dalam sajak ?Musim Panas? dan ?Surat Kau?. Pemilihan kedua sajak tersebut dilatarbelakangi oleh rentang waktu penulisan kedua sajak yang cukup jauh, yakni 1985 (?Musim Panas?) dan 2013 (?Surat Kau?). Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan dan membandingkan gaya bahasa Joko Pinurbo dalam kedua sajak tersebut. Untuk menganalisis hal tersebut digunakan teori stilistika, khususnya unsur-unsur gaya bahasa, yaitu gaya bunyi, gaya kata, dan gaya kalimat. Berdasarkan unsur-unsur gaya bahasa tersebut, ditemukan beberapa persamaan dan perbedaan pada kedua sajak Joko Pinurbo. Kata kunci: stilistika; gaya bahasa; sajak; Joko Pinurbo. ABSTRACT This study discusses the style of Joko Pinurbo in ?Musim Panas? and ?Surat Kau?. Both of those poems were chosen because the span of time is quite far away, that is 1985 for ?Musim Panas? and 2013 for ?Surat Kau?. This study aims to describe and compare the style of Joko Pinurbo in both poems. The analysis of this study uses stylistic theory, especially elements of the style of language, which are the sound style, the word style, and the sentence style. Based on the elements of the style of language, there are some similarities and differences in the two Joko Pinurbo?s poems. Keywords: stylistic; style of language; poem; Joko Pinurbo.
KAMPANYE LINGKUNGAN DALAM NOVEL TANGIS REMBULAN DI HUTAN BERKABUT KARYA S. PRASETYO UTOMO BAGI SISWA JENJANG PENDIDIKAN DASAR Andrian, Setia Naka; Rifai, Ahmad
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.81

Abstract

This research is descriptive qualitative research. Aiming for environmental campaigns on students at elementary education level. Specific targets of related research on social issues on environmental preservation through the values of the story in a novel presented in Indonesian language subjects. The method used in this research is literature method with qualitative approach. Various problems that occur in the life of the community campaigned to students through the separation of a novel. The environmental campaigns presented through a literary work can be accepted by students. Expected to grow the soul of a generation of nations who feel have their environment.Keywords: social communication, green literature, environmental campaigns.
MARGINALISASI AGAMA DAN ETNIS TIONGHOA DALAM RIWAYAT NEGERI YANG HARU Rohman, Hudha Abdul
ALAYASASTRA Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i1.125

Abstract

This paper?discusses how?these forms of?marginalization?that is done?the new order?government (Orde Baru) which?displayed in the?collection of?elected Kompas short stories in?the 1981-1990 Riwayat Negeri yang Haru.?A collection of?short stories?written?by?55?authors and?published?in?2006.?This paper?uses?the theory of?marginalization by?Alcock?(1993) and the?approach of the?new?historicism?of Stephen?Grenblatt.?The results of?this paper?found that the elected Kompas short story in?1981-1990?represent?situations and?social?conditions of the?new order government?which?marginalize?people and minority groups from?various aspects?such as economic,?social, political,?and religious.?Marginalization?against? depicted?through various?social phenomena?associated?marginalization of?women, the?centralization?of power,?religion, and?ethnic Chinese.Keywords: marginalization, Orde Baru, short story, Kompas, new historicism
STILISTIKA DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NASKAH DRAMA "BUNGA RUMAH MAKAN" KARYA UTUY TATANG SONTANI Oktavia, Wahyu
ALAYASASTRA Vol 15, No 1 (2019): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v15i1.263

Abstract

memanfaatkan bahasa kias, makna tersirat dan makna konotasi. Kajian stilistika banyak dijumpai dalam berbagai penelitian karya sastra, salah satunya yaitu pada naskah drama Bunga Rumah Makan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kajian stilistika dan nilai-nilai pendidikan dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis tekstual dari sebuah dokumen yang berbentuk teks naskah drama. Teknik pengumpulan data berupa teknik catat. Pada hasil penelitian ditemukan 9 gaya bahasa yaitu metafora, simile, sinekdoke, metonimia, personifikasi, hiperbola, litotes, asosiasi, dan antitetis. Selain gaya bahasa dalam penelitian ini juga terdapat 5 nilai-nilai pendidikan yaitu nilai religius, cinta damai, kerja keras, peduli sosial dan tanggung jawab.Kata kunci: naskah drama, stilistika, nilai pendidikan
ANALISIS STRUKTUR NARATIF EPISODE WEJANGAN SUNAN KALIJAGA KEPADA PANDANARANG DALAM BABAD DEMAK Lutfianto, Lutfianto
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.120

Abstract

Babad Demak berisi tidak hanya sejarah, legenda serta mitos tetapi juga wejangan para tokoh pelakunya kepada objek yang dituju. Salah tokoh yang memberi wejangan itu adalah Sunan Kalijaga. Sementara yang menjadi objeknya adalah Pandanarang, seorang bupati Semarang pada saat itu. Penulis tidak hanya menghadirkan teks wejangannya saja, tetapi juga menganalisisnya dengan analisis naratif. Hal ini bertujuan untuk membantu pemahaman pembaca tentang wejangan Sunan Kalijaga kepada Pandanarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wejangan Sunan Kalijaga kepada bupati Semarang (Pandanarang) sangat membekas. Kehidupan sebelumnya yang jauh dari nilai-nilai Islam kemudian menjadi muslim yang taat.
The Reflection of Rural Society’s Life in the Novel Mantra Penjinak Ular by Kuntowijoyo A Study of Literature Sociology Mardiani, Nani
ALAYASASTRA Vol 13, No 1 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.831 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i1.75

Abstract

This research aims in analyzing Mantra Pejinak Ular, a novel by Kuntowijoyo using sociology of literature approach. The Methods and technique applied in conducting this reseach are reading and understanding the novel completely, collecting and noting the data related to identify the cultural background of the novel Mantra Penjinak Ular by Kuntowijoyo. Furthermore, as sociological analysis of literature was done by investigating the social culture described in the novel Mantra Penjinak Ular. The result of this study is there are three social problems in this novel: cultural value, political value, and love value.?Keys Word: people, novel, Javanese culture, sociology of literature
PEREMPUAN DAN POLIGAMI DALAM TIGA CERITA PENDEK (Patriarchy and Polygamy in Three Indonesia Short Stories) Muhajir, Muhajir
ALAYASASTRA Vol 14, No 2 (2018): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i2.202

Abstract

Secara kesejarahan poligami?sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari budaya priyayi hingga kalangan masyarakat Islam. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan poligami dalam tiga cerita pendek Indonesia dan mengungkap ideologi yang berada di baliknya. Tulisan ini menggunakan metode analisis teks, dengan objek material tiga cerita pendek dan objek formal poligami dalam cerpen Indonesia. Pendekatan yang dipergunakan adalah sosiologi sastra.? Penyebab poligami adalah pemenuhan hasrat seksual, kebanggaan atau kehormatan, dan menjalankan anjuran istri dengan berdasarkan syariat agama. Poligami mengakibatkan, antara lain perceraian atau keretakan dalam kehidupan rumah tangga. Berdasarkan ending cerita, pengarang laki-laki menyetujui poligami dan pengarang perempuan menolak poligami. Dengan menyetujui poligami berarti teks masih melanjutkan ideologi patriarkhi.Kata kunci: ideologi, patriarkhi, agama, seksual
RELATIONSHIP OF TEXT AND ILLUSTRATIONS IN SERAT BRATAYUDA MANUSCRIPT OF YOGYAKARTA PALACE INHERITANCE Sumiyardana, Kustri
ALAYASASTRA Vol 13, No 1 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.831 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i1.56

Abstract

In the Palace of Yogyakarta there are several manuscripts that became heritage, one of them is Serat Bratayuda. The text in the manuscript is known as derivative of Serat Bratayuda by Yasadipura I. Thus, the text is derived from Kakawin Bh?ratayuddha by Mpu Sedah and Mpu Panuluh. Through comparative methods that compare images with text, it can be seen that there are images that different from the text. The difference is caused by several factors, such as, the story of puppetry, the facts of life the community, and the creativity of the illustrator.