cover
Contact Name
Amiruddin
Contact Email
amirhsb84@gmail.com
Phone
(061) 6613783
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. KL Yos Sudarso No.224, Glugur Kota, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20115
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Almufida
ISSN : 25491954     EISSN : -     DOI : -
This journal contains scientific articles about Islamic religious science written by college lecturers of Dharmawangsa University Medan Faculty of Islamic Religion. Hopefully this journal provides information for the community and useful for the development of insight, science improvement for all of us and our devotion to Allah SWT.
Articles 51 Documents
Pengaruh Hukuman Terhadap Kedisiplinan Siswa di MTs Babul Ulum PajakRambe Kecamatan Medan Labuhan Pane, Maya Lestari; Hasballah, Zamakhsyari; Arifin, Zainal
Jurnal Almufida Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.26 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh hukuman siswa MTs Babul Ulum, 2) Kedisiplinan MTs Babul Ulum, 3) Pengaruh hukuman terhadap kedisiplinan MTs Babul Ulum pajak rambe. Penelitian ini menggunakan metode, angket, interview, dokumentasi dengan teknik korelasi sebanyak 36 responden, menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner untuk memperoleh data variabel (X) dan variabel (Y). Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data statistik. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis dan analisis korelasi. Berdasarkan uji hipotesis diketahui hukuman memiliki hubungan yang sangat erat dengan kedisiplinan siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji regresi dan korelasional bahwa hukuman memiliki pengaruh negatif dengan kedisiplinan, yaitu sebesar 0,268, sehingga pada taraf signifikan 5% didapatkan rt0,329 dan taraf signifikan 1% didapatkan rt adalah 0,424. Karena rxy > rt, maka hasilnya non signifikan. Hal itu juga dibuktikan dengan persamaan garis regresi Y =0,360-31470 dengan hasil Fregsebesar 2,625. Karena Freghasil lebih besar dari Ftbaik pada taraf signifikansi 5% yaitu 4,08 dan taraf signifikansi 1% yaitu 7,81, maka hasilnya juga menunjukkan non signifikan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi semua pihak terutama bagi MTs Babul Ulum terutama bagi siswa dan lingkungan sekitar. Dan diharapkan kepada semua pihak yang berkaitan dengan MTs Babul Ulum mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan ajaran Islam.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pembinaan Perilaku Siswa di Sekolah Menengah Pertama Swasta Washliyani Medan Hazriyani, Nur; Hidayat, Rahmat; Lubis, H. M. Fauzi
Jurnal Almufida Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.012 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui perilaku siswa di SMP Swasta Washliyani Medan; 2) Untuk mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam membina perilaku siswa; 3) Untuk mengetahui perilaku siswa setelah dilaksanakannya pembinaan perilaku di SMP Swasta Washliyani Medan; 4) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam melaksanakan pembinaan perilaku di SMP Swasta Washliyani Medan. Penelitian ini peneliti menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Aktivitas dalam analisis data yaitu, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang upaya guru dalam pembinaan perilaku siswa di SMP Swasta Washliyani Medan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Perilaku siswa di SMP Swasta Washliyani Medan ini cenderung kurang baik, hal ini ditandai dengan: a) siswa kurang disiplin; b) siswa kurang sopan dengan guru dan orang tua; c) siswa kurang taat dengan peraturan yang dibuat sekolah. 2) Pihak sekolah telah banyak membuat kegiatan-kegiatan untuk membina perilaku siswa antara lain adalah: a) Memasukkan nilai-nilai keagamaan sebelum memulai pembelajaran; b) Melakukan shalat ashar berjama?ah; c) Kegiatan paskibra dan pramuka yang mampu mengajarkan siswa tentang kedisiplinan; d) Pengajian bulanan; e) Guru pendidikan agama Islam memberikan motivasi dengan penambahan nilai untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam, bagi siswa yang aktif mengikuti kegiatan pengajian dan menjadikan siswa tersebut sebagai pengurus osis di sekolah. 3) Perilaku siswa setelah dilaksanakannya pembinaan perilaku antara lain: a) Siswa semakin sopan terhadap guru dan orang tua; b) Siswa sudah memiliki kesadaran untuk melaksanakan shalat; c) Siswa semakin disiplin dan taat terhadap peraturan sekolah.
Keharmonisan Dalam Keluarga Dan Pengaruhnya Terhadap Pengamalan Agama Aqsho, Muhammad
Jurnal Almufida Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.117 KB)

Abstract

rangka membangkitkan dan meningkatkan pengamalan agama anggota keluarga. Pada umumnya dalam keluarga khususnya orang tua berperan dalam pendidikan keagamaan, keharmonisan yang sangat baik berpengaruh terhadap amalan seseorang. Di dalam keluarga khususnya orang tua selalu memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap sesama anggota keluarga, agar tercipta kedamaian supaya keluarga bahagia maka timbulah keadaan yang positif yang mampu mengubah akhlak anak. Bagi orang tua, ayah atau ibu hendaknya juga memberikan pendidikan yang baik bagi anak kuhusnya pendidikan agama yang telah diperintahkan oleh Allah swt., dan ikuti jalan rasul kita yaitu Muhammad saw., agar senatiasa damai hidup di dunia dan di akhirat. Pengaruh keharmonisan keluarga dengan pengamalan agama lebih besar di pengamalan ibadah salat.
Tafsir Ayat-Ayat Alquran Tentang Komunikasi Pendidikan Samsuddin, Samsuddin; Akmalia, Rizki
Jurnal Almufida Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.442 KB)

Abstract

Communication is a process of exchange the information among people to deliver one?s meaning and purposes. Communication plays an important role in our daily life such as to save one?s living depends on how a human able to deliver good message to another people. Communication knowledge which is stated in quran can be classified into some forms of communication, such as intrapersonal, interpersonal communication, crossculture group, culture, mass, transcendental, mass group. Thus, the usage of communication is very important for a preacher as an informan to vanish the doubt of the information given. The result of communication is expected to be able to influence another people to be able to do what Islamic teaching.
Tharekat Naqsabandiyah Kholidiyah Saidi Syekh Prof. Dr. H. Kadirun Yahya, MA di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Lubis, Sakban
Jurnal Almufida Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.052 KB)

Abstract

Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, suatu sebutan bagi tarekat Naqsyabandyah yang dinisbatkan kepada salah seorang khalifah pemegang silsilah, yaitu Syekh Abdul Khalik Fajduani. Tarekat ini telah menyebar di nusantara dan harus menjadi perhatian pihak kolonial. Adalah salah seorang seorang ilmuan, guru fisika, Kadirun Yahya yang tertarik dengan tarekat ini, bergabung dan menjadi pimpinan dari tarekat ini dan berhasil mengembangkan dan membesarkan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Di tangannya tarekat Naqsyabandiyah tampil berbeda dari umumnya tarekat. Ciri khas tarekat ini terletak pada nuansa keilmiahannya. Beliau berusaha menjelaskan tarekatnya melalui teori eksakta, meskipun ia mengakui bahwa tidak mudah bagi semua orang untuk memahami persoalan metafisika lewat penjelasan ilmu eksakta, kecuali oleh mereka yang memahami agama sekaligus sains dan teknologi.
Pemikiran Pendidikan Islam Imam As-Syafi’i dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam di Indonesia Hidayat, Rahmat
Jurnal Almufida Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.17 KB)

Abstract

Tulisan ini mengungkap pemikiran Imam Syafi?i tentang pendidikan. Imam Syafi?i lebih dikenali sebagai ulama fiqh, namun beliau memberi sumbangan yang tidak kurang hebatnya dalam bidang pendidikan. Beliau lebih mengedepankan masalah adab/akhlak dalam kurikulum pendidikannya. Hal ini terlihat dari berbagai syair beliau yang mengedepankan masalah adab bagi para penuntut ilmu. Ada tiga sumbangan besar Imam Syafi?i dalam pendidikan, yaitu: Konsep Ilmu, Menuntut Ilmu harus Memiliki Landasan (Hujjah) dan Etika dalam Menuntut Ilmu. Maka beliau menegaskan bahwa kesuksesan dalam menuntut ilmu akan didapatkan bila kita para penuntut ilmu memiliki 6 ciri diantaranya: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) bersungguh-sungguh, (4) dirham (kesediaan keluarkan uang), (5) bersahabat dengan ustadz, (6) memerlukan waktu yang lama.
Epistemologi Question: Hubungan Antara Akal, Penginderaan, Intuisi Dan Wahyu dalam Bangunan Keilmuan Islam Nasution, Henni Syafriana
Jurnal Almufida Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.525 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menguak hubungan antara akal, penginderaan, intuisi dan wahyu dalam bangunan keilmuan Islam. Sumber pengetahuan atau dengan kata lain alat atau cara untuk mendapatkan pengetahuan itu menurut para ahli filsafat bisa dibagi menjadi tiga cara; masing-masing disebut dengan Empirisme, Rasionalisme, dan Intuisi-Wahyu. Sedangkan menurut Alquran sumber pengetahuan itu ada indra dan atau akal serta hati. Islam tidak hanya menyebutkan pemberian Allah kepada manusia berupa indra atau akal, tetapi juga menganjurkan kita agar menggunakannya, sedang dengan hati Allah swt akan memberikan cahaya yang dengannya orangorang yang beriman dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil.
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Menjadi Lebih Mandiri Melalui Bermain Bahan Alam Adyanto, Poniman
Jurnal Almufida Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.466 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pendidikan karakter Anak Usia Dini menjadi lebih mandiri. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua (2) siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia dini berusia 5-6 tahun yang belum mandiri pada kelompok B TK Citra Kasih kecamatan STM Hilir berjumlah 10 orang anak yang terdiri dari 5 orang perempuan dan 5 orang laki-laki.. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan bahwa kemandirian anak pada siklus I yang berkembang sangat baik (BSB) dan berkembang sesuai harapan (BSH) adalah sebanyak 6 orang anak (60%). Pada siklus II terjadi peningkatan yaitu anak yang berkembang sangat baik (BSB) dan berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 8 orang anak (80%). Respon anak pada siklus I yang berkembang sangat baik (BSB) dan berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 5 orang anak (50%) dan pada siklus II yaitu anak yang berkembang sangat baik (BSB) dan berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 8 orang anak (80%), dengan meningkatnya kemandirian pada siklus I hingga siklus II dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran di sentra bahan alam dapat meningkatkan kemandirian anak.
Penerapan Model Pembelajaran Coperative Tipe Numberred Heads Together Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran PAI di Kelas XI Sosial SMA Dharmawangsa Khairina, Annisa; Zamakhsyari, Zamakhsyari; Hidayat, Rahmat
Jurnal Almufida Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.352 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui Motivasi belajar siswa sebelum penerapan model pembelajaran coperative tipe Numberred Heads Together padakelas XI sosial mata pelajaran PAI di SMA dharmawangsa, 2) engetahui langkah-langkah penerapan model pembelajaran coperative tipe Numberred Heads Together pada kelas XI sosialmata pelajaran PAI di SMA dharmawangsa, 3) Mengetahui Motivasi belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran coperative tipe Numberred Heads Together pada kelas XI Sosial mata pelajaran PAI di SMA Dharmawangsa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI Sosial SMA Dharmawangsa yang terdiri dari 37 orang siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini diawali hasil angket motivasi belajar siswa pra siklus terbukti dari 37 orang siswa terdapat 33 orang (89.19 %) yang memiliki motivasi belajar rendah (tidak berminat), dan 3 orang siswa (8.11 %) yang memiliki motivasi belajar sedang (berminat), dan 1 orang siswa (2.70%) yang memiliki motivasi belajar tinggi. Selanjutnya pada siklus I dengan menerapkan model Numbered Head Together diketahui dari 37 orang siswa terdapat 9 orang siswa (24.33%) yang memiliki motivasi belajar rendah, 25 orang siswa (67.57%) yang memiliki motivasi belajar sedang, dan 3 orang siswa (8.10%) memiliki motivasi belajar tinggi. Kemudian pada siklus II dari 37 orang siswa terdapat 1 orang siswa (2.70%) yang memiliki motivasi rendah, 21 orang siswa (56.76%) yang memiliki motivasi tinggi, dan 15 orang siswa (40.54%) yang memiliki motivasi sangat tinggi.
Manajemen Konflik dalam Tinjauan Alquran Mahyuni, Mahyuni; Yudiana, Desi
Jurnal Almufida Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Almufida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.856 KB)

Abstract

Manusia hidup di dunia ini untuk mengatasi masalah/ konflik. Masalah/ konflik akan selalu datang silih berganti dan ending dari permasalahan itu tergantung bagaimana cara kita dalam menyelesaikannya. Untuk dapat menyelesaikan konflik dengan baik maka diperlukan satu ilmu, namanya manajemen konflik. Dengan manajemen konflik, maka manusia akan dapat menghadapi pertentangan atas perselisihan antara dirinya dengan orang lain yang terjadi di dalam kehidupannya. Bentuk-bentuk manajemen konflik itu ada 3, yakni: 1). Al-Sulh (Negoisasi), 2). Tahkim (Arbitrase), 3). Wasatha (Mediasi). Sementara Prinsip-Prinsip Manajemen Konflik itu ada 15, yaitu : 1). Perwujudan Keadilan 2). Pemberdayaan Sosial. 3). Universalitas dan Martabat Kemanusiaan. 4). Prinsip Kesamaan. 5). Melindungi Kehidupan Manusia. 6). Perwujudan Damai. 7). Pengetahuan dan Kekuatan Logika. 8). Kreatif dan Inovatif. 9). Saling Memaafkan. 10). Tindakan Nyata. 11). Perlibatan Melalui Tanggung Jawab Individu. 12). Sikap Sabar. 13). Tindakan Besama dan Solidaritas. 14). Inklusif dan Proses Partisipatif. 15). Pluralisme dan Keagamaan