cover
Contact Name
Damas Triyono
Contact Email
311damas@gmail.com
Phone
+6285100365103
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Wolter Monginsidi No. 115 Pedurungan Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jaringan Laboratorium Medis
ISSN : -     EISSN : 26858495     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Online Jaringan Laboratorium Medis adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah tentang ilmu kesehatan yang meliputi bidang Analis Kesehatan yang meliputi Penelitian Bakteriologi, Kimia Klinik, Parasitologi, Toksikologi Klinik, Hematologi, Sitohistoteknologi dan Imunologi, Teknologi Bank Darah. Dengan e-ISSN: 2685-8495 diterbitkan oleh Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, terbit 6 bulan sekali, pada bulan Mei dan November setiap tahunnya.
Articles 20 Documents
Hubungan Infeksi Cacing Usus Soil Transmitted Helminths dengan Kebiasaan Mencuci Tangan pada Siswa SD Tifannov, Agnesha Lusiana
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing usus yang ditransmisikan melalui tanah (Soil Transmitted Helminths, STH) yang terdiri dari Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang, masih sering ditemukan dimasyarakat. Penyebaran infeksi cacing usus STH terjadi apabila adanya kontak dengan tanah yang terkontaminasi telur cacing, sehingga kebiasaan mencuci tangan memiliki peran dalam terjadinya infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pencemaran angka kejadian infeksi cacing usus Soil Transmitted Helminths dengan kebiasaan mencuci tangan siswa di SD Islam Taqwiyatul Wathon. Merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 92 feses siswa SD Islam Taqwiyatul Wathon yang telah mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square Test dengan tingkat kemaknaan 95% dan ? (0,05). Hasil menunjukkan 7 siswa (8%) terinfeksi dan 85 siswa (92%) tidak terinfeksi kecacingan, dengan infeksi Ascaris lumbricoides terbanyak yaitu sebanyak 4 (4%) orang siswa. Pada uji Chi-Square diketahui terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan angka kejadian infeksi kecacingan (p=0,018). Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mencuci tangan dengan angka kejadian infeksi cacing usus Soil Transmitted Helminths pada siswa SD Islam Taqwiyatul Wathon tahun 2018.
Pengaruh Pemberian Alkohol Peroral Terhadap Nilai Mean Corpuscular Volume, Morfologi Eritrosit Darah Tepi dan Normoblas Sumsum Tulang Hartono, Rodhi; Soewono, Soewono; Ratnaningsih, Tri
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni laboratorium pre-post test group control design. Subyek penelitian berupa 36 ekor tikus putih jantan dewasa (strain wistar Rattus ?norvegicus) berumur 10 minggu dengan BB 200-250 gram. Sebelum perlakuan, tikus diambil darahnya 1.5 cc untuk diukur nilai MCV dan morfologi eritrosit darah tepi. Kemudian sampel dibagi menjadi 6 kelompok diberikan perlakuan selama 45 hari dengan pemberian alkohol peroral secara terus menerus. Sesudah perlakuan, tikus diambil darahnya untuk diukur nilai MCV dan morfologi eritrosit darah tepi serta diambil femur kanan untuk pemeriksaan morfologi dan diameter normoblas sumsum tulang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan nilai MCV sesudah perlakuan selaras dengan semakin tingginya konsentrasi alkohol ?yang diberikan (p 0.000<0.05). Pengamatan morfologi eritrosit darah tepi sesudah perlakuan menunjukkan terjadi perubahan morfologi eritrosit berupa akantosit, sel target dan stomatosit. Hasil uji ANOVA satu jalan terhadap diameter normoblas menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pada setiap kelompok akibat perlakuan yang diberikan (p 0.817>0.05) tetapi ada kecenderungan peningkatan diameter normoblas. Pengamatan kualitatif terhadap gambaran normoblas menunjukkan hanya kelompok kontrol yang mempunyai ciri-ciri morfologi normoblas normal, sedangkan kelompok perlakuan telah mengalami perubahan morfologi sel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian alkohol peroral secara terus menerus menyebabkan peningkatan nilai MCV tikus, perubahan morfologi eritrosit darah tepi dan normoblas sumsum tulang serta terjadi kecenderungan peningkatan diameter normoblas.
Pemeriksaan MPN (Most Probable Number) Coliform dan Identifikasi Escherichia Coli pada Jamu Gendong Beras Kencur Saputro, Amelia Valentina Randi
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu gendong beras kencur merupakan minuman tradisional yang masih dikonsumsi oleh masyarakat. Proses pembuatan yang masih menggunakan peralatan manual dan tradisional serta kurangnya perhatian terhadap kebersihan menjadi salah satu faktor penyebab terkontaminasinya jamu dengan bakteri. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011 Tahun 2009 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dan Kimia Dalam Makanan, batas maksimum pencemaran bakteri coliform yaitu 20/ml. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pencemaran bakteri Coliform dan mengidentifikasi bakteri Escherichia coli pada jamu gendong beras kencur di Pasar Peterongan Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 4 jamu gendong beras kencur yang dijual di Pasar Peterongan, dan pemeriksaan dilakukan secara duplo. Hasil pemeriksaan bakteri Coliform pada sampel jamu gendong beras kencur yaitu 100% positif mengandung bakteri Coliform, dan dari keempat sampel tersebut, 75% sampel jamu teridentifikasi bakteri Escherichia coli, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel jamu gendong beras kencur yang dijual di Pasar Peterongan Semarang tercemar oleh bakteri Coliform dan Escherichia coli.
Gambaran Kepatuhan Pemeriksaan PPIA (Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Ke Anak) Ibu Hamil dengan Risiko HIV (Human Immunodeficiency Virus) Wibowo, Anang; Priyatno, Djoko
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyakit infeksi dengan angka kematian dan angka kejadian penyakit yang tinggi serta membutuhkan diagnosis dan terapi yang cukup lama. Keberhasilan program PPIA tergantung dari sosialisasi tentang HIV dan Sifilis serta kepatuhan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya selama proses kehamilan untuk deteksi dini HIV dan Sifilis yang berguna untuk pengobatan yang tepat dan dini manakala hasil pemeriksaan menunjukan reaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan pemeriksaan PPIA (pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak) ibu hamil dengan risiko HIV di Puskesmas II Kecamatan Baturraden. Metode penelitian ini observasional dengan pendekatan waktu crosssectional test. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil dan sampel penelitian seluruh ibu hamil dari trimester I, timester II, dan trimester III yang melakukan program PPIA di Puskesmas II Kecamatan Baturraden tahun 2018 sebanyak 100 orang. Hasil penelitian didapat kepatuhan pemeriksaan PPIA ibu hamil risiko HIV yaitu umur 35-44 taun di 76%; pendidikan jenjang diploma 100%; dan pekerjaan dengan status PNS (pegawai negeri sipil), pelajar/mahasiswa sebanyak 100%. Sedangkan ketidakpatuhan 55% pada umur 15-24; jenjang sekolah dasar 73%; dan ibu rumah tangga 59%. Semakin tinggi pendidikan, umur, dan pekerjaan seseorang maka kepatuhan untuk melaksanakan program PPIA semakin tinggi.
Perbedaan Kadar Total Suspended Solid pada Air Sungai Nguneng Sebelum dan Sesudah Tercemar Limbah Cair Tahu Yuliyanti, Dewi Arum
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah cair yang menimbulkan masalah pencemaran, sehingga merusak lingkungan. Limbah cair tahu mengandung senyawa-senyawa organik sehingga menyebabkan kadar Total Suspended Solid (TSS) yang tinggi. Total Suspended Solid (TSS) yang mengendap di dasar sungai, akan membentuk lumpur yang dapat mengganggu aliran air sungai serta menyebabkan pendangkalan sungai. Mengetahui perbedaan kadar TSS pada air Sungai Nguneng sebelum dan sesudah tercemar limbah cair tahu. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu air Sungai Nguneng sebelum dan sesudah tercemar limbah cair tahu, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar TSS secara duplo dengan lima kali pengulangan berdasarkan hari yang berbeda. Analisa data menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan derajat kepercayaan 95%. Rata-rata kadar TSS yang diperoleh pada air Sungai Nguneng sebelum tercemar limbah cair tahu adalah 220,4 mg/l. Rata-rata kadar TSS yang diperoleh pada air Sungai Nguneng sesudah tercemar limbah cair tahu adalah 558,4 mg/l. Uji Peired Samples T-Test dengan tingkat kesalahan 5% dan signifikasi .000 (p < 0,05). Terdapat perbedaan kadar TSS pada air Sungai Nguneng sebelum dan sesudah tercemar limbah cair tahu.
Perbedaan Hasil Temuan Suspect BTA Sebelum dan Sesudah Program Ketuk Pintu oleh Kader Berdasarkan Kualitas Sampel Dahak Sumiati, Dede; Budiharjo, Teguh
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil temuan suspect BTA sebelum dan sesudah program ketuk pintu oleh kader Tahun 2017 berdasarkan kualitas sampel dahak di wilayah UPTD ?Puskesmas Kroya II.Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif. Analisa data menggunakan uji beda Independent t-test?(bivariat) dengan bantuan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukan jumlah suspect?TB sebanyak 226 orang dengan temuan BTA + sebelum program ketuk pintu oleh kader sebanyak 29,2 %, sesudah program jumlah suspect?sebanyak 367 orang dengan temuan BTA + sebanyak ?3,3 %. Ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil temuan suspect?BTA sebelum dan sesudah program ketuk pintu oleh kader tahun 2017 berdasarkan kualitas sampel dahak di wilayah UPTD Puskesmas Kroya II.
Stadium dan Tingkat Parasitemia Plasmodium Falciparum pada Sediaan Darah Malaria Savera, Nanda Yuan
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Malaria terdapat beberapa stadium antara lain yaitu stadium tropozoit, skizon, dan gametosit. Plasmodium falciparum?merupakan spesies paling berbahaya karena potensial menimbulkan hiperparasitemia dan komplikasi. Banjarnegara merupakan salah satu daerah endemis. Kasus malaria tahun 2017 dari Januari hingga Oktober jenis plasmodium yang paling sering ditemukan di Puskesmas Banjarmangu 1 Kabupaten Banjarnegara adalah Plasmodium falciparum. Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan kriteria penelitian secara deskriptif. Hasil Penelitian dari 24 sampel yang diperiksa yaitu stadium yang ditemukan adalah stadium dengan pola trofozoit sebanyak 14 sediaan, stadium dengan pola trofozoit-skizon 3 sediaan, dan stadium dengan pola trofozoit-gametosit sebanyak 7 sediaan. Tingkat parasitemia ditemukan 2 tingkat parasitemia yaitu 0,02% dan 0,2%. Ditemukan 3 pola stadium yaitu trofozoit, trofozoit-skizon, dan trofozoit-gametosit. Untuk tingkat parasitemia dari seluruh sediaan yang diperiksa tidak ditemukan adanya hiperparasiemia.
Gambaran Kadar Glukosa Darah pada Penderita Tuberkulosis Paru dengan Bakteri Tahan Asam Positif Suharyati, Suharyati; Widiyanto, S.Y Didik
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, penyakit Diabetes melitus merupakan salah satu faktor resiko tersering pada penderita tuberkulosis paru, perlangsungan TB Paru?DM lebih berat dan kronis dibanding non diabetes, yang mana dapat mengakibatkan meningkatnya kerentanan terhadap bakteri tuberkulosis dan waktu pengobatan yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran glukosa darah pada penderita tuberkulosis paru positif di UP3 Kebumen. Metode penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian deskriptif. ?Populasi penelitian ?adalah semua pasien tuberkulosis paru dengan BTA positif di UP3 Kebumen tahun 2017. Sampel yang digunakan berjumlah 100 sampel, 6 sampel mempunyai kadar glukosa darah ? 200 mg/dl, 4 orang kadar glukosa darah antara 150 ? 199 mg/dl, dan ??paling banyak mempunyai kadar glukosa darah antara 70 ? 149 mg/dl. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru di UP3 Kebumen hanya sebagian kecil yang menderita Diabetes.
Hubungan Higiene Sanitasi dengan Infeksi Kecacingan pada Anak SD Rahmawati, Aisah
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH)?yaitu nematoda usus yang ditularkan melalui tanah. Anak usia Sekolah Dasar (SD) memiliki risiko tinggi disebabkan beberapa faktor salah satunya yaitu tingkat higiene sanitasi pribadi yang rendah. Banyak diantara anak SD Negeri Bedug 03 memiliki kebiasaan tidak cuci tangan sebelum makan, tidak mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar, kebersihan kuku tangan tidak dikontrol, serta kebiasaan anak-anak bermain ?di tempat kotor dan tidak menggunakan alas kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan higiene sanitasi dengan infeksi kecacingan pada anak SDN Bedug 03 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional.?Jumlah sampel 96 anak. Sampel feses dikumpulkan dan dilakukan pemeriksaan dengan metode langsung secara kualitatif. Hasil penelitian yaitu kejadian infeksi telur cacing Soil Transmitted Helmints 14 anak (14,6%) positif telur cacing Ascaris lumbricoides, 1 anak (1,04%) positif ganda telur cacing?Ascaris lumbricoides dan tambang, 1 anak (1,04%) positif telur cacing tambang, 1 anak (1,04%) positif telur cacing Trichuris trichiura?dan 79 anak (82,3%) negatif. Perilaku Higiene Sanitasi pada anak SDN Bedug 03 yaitu 63 anak (65,6%) kategori baik dan 33 anak (34,4%) kategori buruk. Hasil Uji statistik ada hubungan bermakna antara Higiene Sanitasi dengan infeksi Kecacingan pada Anak SDN Bedug 03 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal
Perbedaan Derajat Aglutinasi Pemeriksaan Golongan Darah Metode Cell Grouping Berdasarkan Tingkat Konsentrasi Suspensi Sel Khoolidah, Nur Muhjah; Qomariyah, Nurul
Jaringan Laboratorium Medis Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfusi darah harus melalui prosedur yang ketat untuk mencegah efek samping reaksi transfusi. Salah satu prosedur yang harus dijalani adalah penentuan golongan darah ABO dan Rhesus. Kadar dari antigen dan antibodi berperan dalam pembentukan aglutinasi. Semakin banyak antigen-antibodi yang berikatan, akan membentuk aglutinasi yang semakin besar, jelas, dan semakin kuat. Menganalisa perbedaan derajat aglutinasi pemeriksaan golongan darah metode cell grouping berdasarkan tingkat konsentrasi suspensi sel. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Subjek penelitian sejumlah 18 mahasiswa dikelompokkan berdasarkan golongan darah A, B dan AB. Setiap suspensi sel diberi perlakuan menjadi suspensi sel konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%. Semua hasil pemeriksaan menunjukkan derajat aglutinasi 4+. Suspensi sel konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% pada pemeriksaan golongan darah A dan B menghasilkan data yang sama yaitu derajat aglutinasi 4+ dengan latar belakang yang jernih. Suspensi sel konsentrasi 5% pada pemeriksaan golongan darah AB membentuk derajat aglutinasi 4+ dengan latar belakang lebih jernih sebanyak 70%.

Page 1 of 2 | Total Record : 20