cover
Contact Name
Anna Maria Dewajanti
Contact Email
-
Phone
+6285881523360
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Jl. Arjuna Utara No.6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 28681437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran Meditek adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian, Tinjauan Pustaka, Laporan Kasus, Tinjauan Buku, dan Editorial dari berbagai aspek dalam ilmu biomedis dan kesehatan masyarakat. Setiap artikel yang memenuhi syarat akan dikaji oleh pakar sebidang (peer-review) dan diterbitkan secara tidak berbayar. Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah biomedis dan kesehatan masyarakat yang menerbitkan penelitian dan pengkajian ilmu kedokteran klinis dan preklinis secara tidak berbayar (open access) melalui proses pengkajian oleh pakar sebidang (peer-review). Jurnal Kedokteran Meditek bertujuan memuat dan menyebarluaskan perkembangan ilmu biomedis dan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, pengembangan, dan penerapannya demi kemajuan kondisi kesehatan, terutama di, namun tidak terbatas pada, Indonesia.
Articles 383 Documents
Pengaruh Air Seduhan Teh Hijau(Camellia Sinensis (L.) O. Kuntze) Terhadap Epidermisasi pada Penyembuhan Luka Kulit Mencit(Mus Musculus L.) Galur C3H Kertadjaja, Wiwi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhabdomiolisis Efek Samping yang Mungkin Dijumpai pada Penggunaan Preparat Statin Liman, Harro H; Hartadi, Charlie
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Potency of CO(Fen)2(NCS)2 Mixed Complex As Indicator of Solvent Acceptor Strenght Simamora, Adelina
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoacidosis a Rare Complication of Fibrocalculous Pancreatic Diabetes Tan, Henny Tannady; Ndrah, Suzanna
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i52.1006

Abstract

Abstract In a tropical country a case of ketosis resistant insulin dependent diabetes mellitus occurred in young lean patient who also shows evidence of malnutrition and pancreatic calculi with or without fibrosis and intermittent abdominal pain could be regarded as Fibrocalculous Pancreatic Diabetes (FCPD). We reported of a 24 years old female patient with shortness of breath since one day before she was admitted to the hospital. She also had a fever with sore throat and recurrent abdominal pain. Patient had history of abdominal pain, at that time she also developed white stools. She had a two years history of generalized body weakness associated with progressive weight lost, polydipsia and polyuria.Physical examination revealed a young lady with a low Body Mass Index (BMI) and tonsilopharyngitis. The haematological examination shown hyperglycemia, ketoacidosis, and leukocytosis. The abdominal x ray and ultrasound scan showed pancreatic calcification. The classical clinical picture of FCPD is primarily of a young diabetic patient presenting with recurrent epigastric pain, steatorrhoea, signs of malnutrition and micronutrient deficiencies. Although this case caused by ketoacidosis resistant, under special circumstances particularly after stress for example infection, trauma, etc ketosis could also be occurred.Key word: ketoacidosis, complication, fibrocalculous pancreatic diabetes Abstrak Di negara tropis, kasus resistensi terhadap ketosis yang terjadi pada pasien diabetes mellitus tipe 1 (DMT1) berusia muda, bertubuh kurus, dan disertai penyulit berupa malnutrisi dan batu pankreas dengan atau tanpa fibrosis dan nyeri abdomen intermiten, dapat disebut sebagai Diabetes Melitus Terkait Malnutrisi (DMTM). Dilaporkan kasus seorang perempuan berusia 24 tahun dengan keluhan utama sesak nafas sejak 1 hari sebelum masuk RS. Keluhan juga disertai demam, sakit tenggorokan dan nyeri abdomen berulang disertai steatorroae. Sejak 2 tahun ini ia merasa badan lemas dengan penurunan berat badan progresif, polidipsi dan poliuri. Pemeriksaan fisik didapatkan Indeks Massa Tubuh (IMT) rendah dan tonsilofaringitis. Hasil laboratorium menunjukkan hiperglikemia, ketoasidosis, dan leukositosis. Foto polos dan USG abdomen menunjukan adanya kalsifikasi pankreas. Gambaran klasik dari DMTM adalah pasien DM muda dengan gejala nyeri epigastrium berulang, steatorroea, tanda-tanda malnutrisi dan defisiensi mikronutrien. Walaupun kasus ini disebabkan oleh resistensi terhadap ketoasidosis, namun pada kasus tertentu dengan penyulit seperti infeksi, trauma, dan sebab lainnya, ketosis dapat terjadi. Kata kunci: ketoasidosis, komplikasi, Diabetes terkait Malnutrisi 
Hipermobilitas Sendi pada Anak-anak dengan Idiopatik Skoliosis Winata, Handy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i52.1007

Abstract

Abstrak Hipermobilitas sendi adalah suatu keadaan dimana gerakan sendi kecil dan sendi besar meningkat, sehubungan dengan gerakan normal serta lebih sering terjadi pada anak-anak, dan lebih banyak pada anak perempuan. Hipermobilitas sendi didiagnosis hampir setengahnya pada anak-anak dengan skoliosis idiopatik, dengan derajat ringan dan sedang, serta biasanya terjadi lebih tinggi pada skoliosis dengan skoliosis lengkung tunggal. Skoliosis idiopatik adalah suatu keadaan skoliosis dimana secara klinis dan radiologis tidak ditemukan adanya penyebab khusus.Kata kunci : hipermobilitas sendi, idiopatik skoliosis Abstract Joint hypermobility is a state where the movement of the small joints and large joints increased with respect to normal movement and is more common in children, and more in girls. Joint hypermobility was diagnosed almost by half in children with idiopathic scoliosis, with mild and moderate, and usually occurs higher in the single-curve scoliosis. Idiopathic scoliosis is a condition in which the scoliosis is clinically and radiologically did not reveal any specific cause. Key words: joint hypermobility, idiopathic scoliosis 
Adakah Antiobesitas yang Aman? Kurnia, Yasavati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i52.1008

Abstract

AbstrakKelebihan berat bada dan obesitas sekarang merupakan masalah kesehatan yang terjadi di hampirseluruh dunia, bukan sekedar cermin kemakmuran ataupun masalah keindahan tubuh. Karena kelebihan berat badan telah diketahui berhubungan erat dengan berbagai penyakit, terutama pada penderita Sindroma Metabolik. Obat-obat antiobesitas yang dulu dipergunakan untuk menurunkan berat badan, ternyata banyak menyebabkan efek samping yang berbahaya seperti hipertensi, aritmia, sampai hipertensi pulmonal dan kelainan katup jantung. Sediaan herbal dan food suplement yang diduga dapat menggantikan obat antiobesitas, juga tak lepas dari efek samping dan beberapa diantaranya belum dibuktikan melalui uji klinis yang baik.Kata kunci: Obesitas, obat antiobesitas, sediaan herbal Abstracts Overweight and Obesity now are world health problems, as the presence of overweight and obesity is associated with significantly increased risk for the development many disease, especially in patient with Metabolic Syndrome. Many antiobesity drugs that easily found in the market before, now were withdrawal due to serious side effect, as hypertention, arrythmia, Pulmonary Hypertention, and cardiac valves disfunction. On the other hand herbal product and food suplement which thought could be replace antiobesity drugs, also demonstrate serious side effect and some of them has not been proven their efficacy through good clinical trial. Key words: Obesity, antiobesity drugs, and herbal products 
Patofisiologi dan Patogenesis Kardiomiopati ., William
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i52.1009

Abstract

Abstrak Kardiomiopati adalah sekumpulan kelainan pada otot jantung dan seringkali berakhir dengan gagal jantung. Penyakit ini diklasifikasikan berdasarkan bentuk perubahan anatominya menjadi tiga yaitu kardiomiopati dilatasi, hipertrofik dan restriktif. Etiologi dari masing-masing kardiomiopati sangat banyak dan sangat mungkin bertambah seiring bertambahnya ilmu pengetahuan dan beberapa pengetahuan mengenai penyakit ini yang masih perlu untuk diteliti lebih lanjut, pada makalah ini akan dibahas detail mengenai kardiomiopati dari aspek patofisiologi dan patogenesisnya. Kata kunci: Kardiomiopati, otot jantung, gagal jantung  Abstract Cardiomyopathy is a disease that affect heart muscle and often ended with heart failure. This disease can be classified into dilated, hypertrophic and restrictive type. The cause of each type is a lot and in time there will be added even more. This review will be discussed especially about the pathophysiology and the pathogenesis of the disease. Key words: Cardiomyopathy, heart muscle, heart failure 
Kaitan Pemakaian Sepatu Hak Tinggi dengan Lordosis Lumbal Winata, Handy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i52.1011

Abstract

Abstrak Sejak masa Louis XIV di perancis, para wanita mulai memakai sepatu hak tinggi. Tetapi semua itu ternyata membawa efek negatif. Beberapa wanita sering mengeluh dengan memakai sepatu hak tinggi menyebabkan mereka nyeri punggung, hal ini membuat banyak dokter dan ahli terapi mulai berpikir bahwa sumber nyeri tersebut adalah sepatu hak tinggi yang menyebabkan peningkatan kelengkungan lordosis lumbal tulang belakang. Pemakaian sepatu hak tinggi akan mengakibatkan peningkatan lordosis lumbal yang diakibatkan oleh karena berkurangnya sudut fleksi dari lumbal dan menyebabkan meningkatnya otot erector spinae untuk menopang tubuh yang tidak stabil, supaya tetap berdiri tegak. Hal ini terjadi pada jangka panjang akan menimbulkan kelelahan dan ketidaknyamanan pada si pemakai, yang pada akhirnya akan berujung pada terjadinya low back pain.Kata kunci : Sepatu hak tinggi, lordosis lumbal, low back pain  Abstract At the time of Louis XIV in France, the women began to wear high heels. But it turned out to have negative effects, some women often complain with wearing high heels cause them pain, it makes doctors and therapists began to think that the source of the pain is high-heeled shoes that cause the increase of the lordosis curvature of the lumbar spine . The use of high-heeled shoes will lead to increased lumbar lordosis resulting from the reduced angle of lumbar flexion and causing increased erector spinae muscles to support the body unstable, for standing normally. This situation in long term will lead to fatigue and discomfort, which will eventually lead to the occurrence of low back pain. Keywords: high heels, lumbar lordosis, low back pain
Tata Laksana Terkini pada Hipertensi ., Michael; Natalia, Devita; Margarreta, Santa Lin; Putra, Wurry Devian; Gabrielia, Claudia Rosela
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i52.1012

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit degeneratif 80% ditemukan di dunia. Pada banyak pasien gejalanya asimtomatik. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang tata laksana pada hipertensi. Obat anti hipertensi dapat digunakan secara monoterapi maupun kombinasi. Terdapat bermacam-macam obat hipertensi yang dapat digunakan sebagai terapi inisial atau kombinasi dalam tata laksana hipertensi, antara lain : diuretic thiazid, calcium antagonist, ACE-inhibitor, angiotensin receptor antagonist dan beta blocker.Kata kunci: Hipertensi, Tata laksana Abstract Hypertension is a degenerative disease evidence in 80% of population. In many patients the symptoms are asymptomatic. In this paper will discuss about treatment in hypertension. Antihypertensive drugs can be used as monotherapy or in combination. There are various hypertension medications that can be used as initial therapy or in combination in the management of hypertension, such as : thiazide diuretics, calcium antagonists, ACE -inhibitors, angiotensin receptor antagonists and beta blockers.Keywords: Hypertension, Treatment
Pengaruh Tekanan Telapak Kaki Bagian Depan terhadap Pemakaian Hak Tinggi dan Indeks Massa Tubuh Mahasiswi FKUI 2011 Winata, Handy; Furqonita, Deswaty; Murdana, I Nyoman
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1013

Abstract

AbstrakPendahuluan. Pada saat berdiri, beban berat badan di titik tumpu telapak kaki akan dibagi rata padabagian depan oleh tulang sesamoid pada kapitulum ossi metatarsal I serta kapituli osseum metatarsalII-IV dan bagian belakang telapak kaki oleh prosessus medialis tuberis kalkanei. Hal ini akan berbedaapabila memakai hak tinggi, pada keadaan seperti ini tekanan akan lebih besar pada kaki bagiandepan. Perbedaan atau adanya masalah IMT pada seseorang juga dapat mengakibatkan perubahanperubahananatomik yang akan mempengaruhi tekanan telapak kaki, ketika berdiri normal ataupunketika memakai hak tinggi, yang akan memberi beban lebih besar pada kaki bagian depan. Tujuan.Menilai tekanan telapak kaki bagian depan pada pemakaian hak tinggi dan menilai tekanan telapakkaki bagian depan pada perbedaan IMT subjek penelitian. Metode. Survei deskriptif analitik denganpendekatan potong lintang. Hasil. Pada pengaruh tekanan telapak kaki bagian depan terhadap IMTnormal dan tinggi didapat hasil uji analisis dengan P = 0,000. Dan pada pada pengaruh tekanantelapak kaki bagian depan terhadap hak tinggi, tanpa hak dengan hak 5 cm, tanpa hak dengan hak 12cm, dan hak 5 cm dengan hak 12 cm didapat hasil uji analisis kesemuanya dengan P = 0,000.Kesimpulan. Terdapat pengaruh tekanan telapak kaki bagian depan terhadap pemakaian hak tinggidan IMT.Kata kunci : tekanan telapak kaki, sepatu hak tinggi, indeks massa tubuh.AbstractIntroduction. While standing, weight load on the pivot foot will be shared equally at the front by asesamoid bone on the metatarsal capitulum ossi osseum capituli metatarsal I and II-V and the backfoot by a medial processus tuberis calcanei. It would be different if wearing high heel, at this positionplantar pressure will be greater on the forefoot. Difference or a problem on someone BMI can resultin anatomic changes that will affect the pressure supported by the pivot foot, when standing normal orwhen wearing high heel, such as the use of high heels which will give greater pressure to forefoot.The aim of this research is to determine, how the effect of wearing high heel and body mass index toforefoot plantar pressure. Methods. Descriptive analytic survey with a cross-sectional design.Results. Effect of forefoot plantar pressure at different BMI acquired from analysis results with P =0.000. and effect of forefoot plantar pressure when wearing high heel, no wearing with high heel 5cm, no wearing with high heel 12 cm, and high heel 5 cm with high heel 12 cm, acquired fromanalysis results with P = 0.000. Conclusion. Forefoot plantar pressure have a effect of different BMIand when wearing high heel.Keywords: plantar pressure, high-heeled shoes, body mass index.

Page 1 of 39 | Total Record : 383


Filter by Year

1995 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue