cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 39 Documents
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS-SACCHARATA STURT) PADA LAHAN KERING DI DESA TELAGA Suarsana, Made; Wahyuni, Putu Sri; Maliastra, Made
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.819 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.367

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair/POC, dosis pupuk nitrogen yang paling tepat, dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-November 2018 di Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng dengan ketinggian tempat ± 500 meter dari atas  permukaan laut.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor. Faktor  pertama: pemberian POC Plus (Pomi kuning) dengan tiga tingkatan, yaitu  tanpa  POC, Pemberian POC dosis 25 l/ha, dan POC dosis 50 l/ha.  Faktor  ke dua yaitu pemberian pupuk nitrogen dengan tiga tingkatan, yaitu tanpa pemberian nitrogen, pemberian nitrogen  sebanyak  69 kg/ha, 138 kg/ha, dan 207 kg/ha. Pemberian POC berpengaruh sangat nyata terhadap hasil segar tongkol/ha. Penggunaan POC pada dosis 25 l/ha memberikan hasil segar tongkol/ha tertinggi, yaitu 27,83 ton.  Hasil analisis regresi hubungan antara dosis POC  (x) dengan hasil segar tongkol per hektar (?)  menunjukkan hubungan kuadratik, yaitu ? = 24,25 + 0,28x ? 0,006x2 dengan R2 = 89,80%. Pemberian nitrogen berpengaruh sangat nyata terhadap hasil segar tongkol per hektar. Pemberian nitrogen pada dosis 138 kg/ha memberikan hasil segar tongkol per hektar tertingi, yaitu 28,30 ton. Hasil analisis regresi hubungan antara dosis nitrogen (x) dengan hasil tongkol per hektar (?) menunjukkan hubungan kuadratik, yaitu   ? = 20,663 + 0,0087x ? 0,0003x2 dengan R2 = 88,28%. Interaksi antara pemberian POC dan nitrogen  berpengaruh nyata terhadap hasil segar tongkol/ha. Penggunaan kombinasi POC dosis 25 l/ha dan nitrogen pada dosis 138 kg/ha memberikan hasil segar tongkol/ha tertinggi, yaitu 29,61 ton.
ADAPTASI PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L.) TERHADAP PENINGKATAN KELEBIHAN AIR SEBAGAI DAMPAK PEMANASAN GLOBAL Shantiawan, Putu; Suwardike, Putu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.805 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i2.395

Abstract

Abstract. Climate change as a result of global warming creates climate uncertainty (anomaly) in the form of excessive drought (El-Nino) and excessive rain (La Nina) which greatly affects the productivity of rice plants. Under normal conditions. Indonesia's rice production will decline to 65 million tons in 2050. But due to climate change, the decline in rice production can be even more drastic to reach 90 million tons or down by 38 per cent. Rice plants need around 2,500 litres of water to produce 1 kg of grain (rough rice). This water is filled from rainwater and/or irrigation water. La Nina can interfere with the growth and yield of rice plants because the plants suffer damage due to limited air exchange, both in the form of carbon dioxide (CO2) and oxygen (O2) which inhibits the process of photosynthesis and plant respiration. The level of growth disturbance and yield of rice due to excess water depends on the tolerance level of the variety, the level of inundation and the length of time of inundation. Physiologically the adaptation of lowland rice plants to excess water is classified as complex. Plants that produce PDC and ADH are more tolerant of inundation. Molecularly, plants that contain the Sub1 gene are more resistant to excess water.Keywords: flooding, global warming, climate change, rice, food Abstrak. Perubahan iklim (climate change) sebagai dampak pemanasan global menimbulkan ketidakpastian (anomali) iklim berupa kekeringan yang berlebihan (El-Nino) dan hujan yang berlebihan (La Nina) yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman padi. Dalam kondisi normal. produksi padi di Indonesia akan mengalami penurunan hingga 65 juta ton pada tahun 2050. Namun akibat perubahan iklim, penurunan produksi padi dapat lebih derastis hingga mencapai 90 juta ton atau turun hingga 38 persen. Tanaman padi membutuhkan sekitar 2.500 liter air untuk menghasilkan 1 kg butir gabah (rough rice). Air ini dipenuhi dari air hujan dan/atau air irigasi. La Nina dapat mengganggu pertumbuhan dan hasil tanaman padi karena tanaman mengalami kerusakanakibat terbatasnya pertukaran udara, baik berupa karbondioksida (CO2) maupun oksigen (O2) yang menghambat proses fotosintesis dan respirasi tanaman. Tingkat gangguan pertumbuhan dan hasil tanaman padi akibat kelebihan air tergantung pada tingkat toleransi varietas, tingkat genangan dan lama waktu terjadinya genangan.  Secara fisiologis adaptasi tanaman padi sawah terhadap kelebihan air tergolong kompleks. Tanaman yang menghasilkan PDC dan ADH lebih banyak lebih toleran terhadap genangan.  Secara molekuler, tanaman yang mengandung gen Sub1 lebih tahan terhadap kelebihan air.Katakunci: penggenangan, pemanasan global, perubahan iklim, padi, pangan
ANTIOKSIDAN PADA MANGGA Suwardike, Putu; Rai, I Nyoman; Dwiyani, Rindang; Kriswiyanti, Eniek
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.552 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i2.313

Abstract

Mangga memiliki potensi sebagai sumber aktioksidan dengan mutu yang baik karena mengandung senyawa asam askorbat, karotenoid dan fenolik yang cukup tinggi. Bagian tanaman mangga yang diketahui menghasilkan antioksidan  antara lain daun, batang dan buahnya. Berbagai antioksidan baik dari kelompok fenolik maupun flavonoid merupakan senyawa metabolik sekunder.  Senyawa metablik sekunder secara umum dikenal sebagai senyawa kimia yang mempunyai kemampuan bioaktif sehingga banyak digunakan sebagai obat tradisional.  Artikel ini menelaah ragam dan potensi antioksidan pada mangga dan biosintesisnya pada mangga. Jenis dan potensi kandungan senyawa antioksidan pada mangga beragam menurut vaietas dan bagian tanaman. Biosintesis senyawa antioksidan pada mangga diperkirakan sama seperti pada tanaman lainnya, dimulai dari jalur sikhimate.
APPLICATION OF COW MANURE, UREA AND NPK FERTILIZER COMBINATION ON THE GROWTH OF PALM OIL (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) IN PRE-NURSERY Setyawan, Heri; Rohmiyati, Sri Manu; Purba, Jhon Hardy
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.564 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i1.419

Abstract

Seedling performance is a prerequisite for successful palm oil cultivation. Determining the growth of seedlings in addition to genetic factors can also be influenced by the provision of nutrients at the beginning of growth. This research was conducted with the aim to get the best combination of cow manure with urea and NPK on the growth of oil palm seedlings in pre-nursery. This experiment used a factorial design, consisting of a single factor arranged in a completely randomized design (CRD), which is a combined application of cow manure, urea fertilizer and NPK fertilizer consisting of 4 combination levels (0.4 g urea + 0.4 g NPK; 0.2 g urea + cow manure fertilizer, 0.2 g NPK + cow manure fertilizer, and 65 g cow manure fertilizer). Research data was analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at 5% significance level. The results showed that administration of a combination of 0.2 g urea + 40 g cow manure produced the best growth of oil palm seedlings, although it had the same effect as a combination of 0.4 g NPK fertilizer + 50 g cow manure, whereas the combination treatment of 0.4 g urea + 0.4 g NPK fertilizer and 65 g cow manure treatment resulted in lower growth of oil palm seedlings.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BEBERAPA PESTISIDA ORGANIK PADA BUIDAYA BROKOLI (BRASSICA RAPA L.) DI BEDUGUL, BALI Wibawa, I Putu Agus Hendra
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.109 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.213

Abstract

Pemeliharaan dan pengembangan tanaman tidak bisa dihindarkan dari serangan hama dan penyakit. Kerugian akibat serangan hama dan penyakit mendorong dilakukannya berbagai usaha pengendalian. Selama ini usaha pengendalian hama dan penyakit masih bertumpu pada penggunaan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida sintetis dapat mengakibatkan masalah bagi manusia dan lingkungan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat, mengakibatkan meningkatnya permintaan produk sayur dan buah yang bebas dari residu pestisida sintesis. Salah satu alternatif pengendalian hama penyakit yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pestisida nabati. Pestior merupakan merk dagang pestisida nabati yang dikembangkan di Kebun Raya Bali, terbuat dari bahan alami sehingga tidak mencemari lingkungan dan aman bagi manusia karena bahan aktifnya bersifat mudah terurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pestior dalam mengendalikan hama pada tanaman Brokoli, dibandingkan dengan pestisida nabati lain yang biasa digunakan oleh para petani di Bedugul, Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata dalam jumlah gigitan hama antara perlakuan satu dengan yang lainnya. Gigitan terbanyak dialami oleh perlakuan Pestior dosis 100 ml/L air, berbeda nyata dengan perlakuan Bumbu Bali dengan jumlah gigitan terbanyak kedua. Jumlah gigitan yang paling sedikit dialami oleh Pestior dosis 200 ml/L air yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan Turex. Hal ini diduga terjadi karena dosis bahan aktif yang terdapat pada Pestior dosis 200 ml/L air dapat mencegah gigitan atau membuat hama tidak berselera untuk memakannya karena efek racun dalam perutnya.
OPTIMASI PEMANFAATAN PESTISIDA NABATI RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI SISTEM PERTANIAN BERKELANJUTAN DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN GORONTALO Indrianti, Merita Ayu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.366 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i2.393

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimasi pemanfaatan pestisida nabati ramah lingkungan sebagai sistem pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Agustus 2019 di Green House dan Kolam Terpal Laboratorium Lapangan Fakultas Ilmu-Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Rancangan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat faktor perlakuan yaitu pemberian filtrate eceng gondok, pemberian filtrate variasi dengan bahan nabati lainnya (perbandingan 1:1) dan terakhir tahap kontrol. Masing-masing filtrate bahan nabati selanjutnya digunakan pada penyemprotan pada seluruh bagian tanaman di waktu pagi hari. Analisis dalam penelitian menggunakan analis satu arah yang akan dilanjutkan dengan uji Duncan dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati dari  filtrat enceng gondok dan filtrat daun pepaya dapat digunakan untuk menekan intensitas serangan (%) vektor virus kuning keriting, kutu kebul (Bemisia tabaci) yang menyerang tanaman cabai varietas Dewata F1, penggunaan filtrat campuran berupa filtrat enceng gondok dan filtrat daun pepaya dengan perbandingan 1 :1 efektif dalam mengurangi intensitas serangan kutu kebul (Bemisia tabaci) pada tanaman cabai merah varietas Dewata F1 sebesar 82,34% namun produksi buahnya kurang memuaskan dan penggunaan filtrat enceng gondok dapat menaikkan produksi buah cabai merah vareitas Dewata F1 dengan menekan intensitas serangan kutu kebul (Bemisia tabaci) sebesar 65,55%.
PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA KLON UBI JALAR PADA TINGGI BEDENGAN YANG BERBEDA Haryuni, Haryuni; Adnan, Adnan; Fransisko, Eko
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.052 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i1.417

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu makanan pokok bagi sekelompok penduduk Indonesia, karena itu tanaman ubi jalar ikut memegang peranan penting di dalam posisi lumbung pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tinggi bedengan terbaik untuk  dua klon tanaman ubi jalar. Penelitian ini dilakukan dikebun percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Rejang Lebong. Penelitian   ini  dilaksanakan dengan menggunakan   rancangan  acak  kelompok (rak) dengan dua faktorial terdiri atas : faktor pertama klon (k) 2 jenis yaitu : k1 = ubi jalar merah,  k2 = ubi jalar madu. Faktor kedua tinggi bedengan (b) 3 jenis  yaitu: b1  = 20 cm,  b2  = 40 cm, b3 = 60 cm. Dari perlakuan diulang  empat kali sehingga terdapat 18  satuan percobaan. Setiap satu satuan percobaan terdiri atas 3 bedengan. Hasil penelitian menunjukkan varetas terbaik yaitu klon tanaman ubi jalar merah dan tinggi bedengan yang terbaik yaitu dengan tinggi bedengan 40 cm.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS EKSTRAK LEGUNDI (VITEX TRIFOLIA L.), SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) DAN DAMAR (AGATHIS BORNEENSIS WARB.) TERHADAP MORTALITAS LARVA ARTONA FLAVIPUNCTA HAMA PADA TANAMAN KECOMBRANG (ETLINGERA ELATIOR (JACK) R.M.SM.) Wibawa, I Putu Agus Hendra
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.961 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.366

Abstract

Kecombrang (Nicolaia speciosa) adalah sejenis tumbuhan rempah yang dimanfaatkan sebagai bahan campuran atau bumbu penyedap pada berbagai macam masakan di Nusantara. Kecombrang adalah salah satu koleksi tumbuhan Kebun Raya Bali yang sering terserang oleh larva A. flavipuncta. Penanggulangan hama menggunakan pestisida sintetis menimbulkan banyak dampak negatif terhadap manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan pestisida nabati yang bersumber dari tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas beberapa tanaman koleksi Kebun Raya Bali seperti legundi (Vitex trifolia), sirsak (Annona muricata) dan damar (Agathis borneensis) terhadap mortalitas larva A. flavipuncta dan menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam membunuh larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak yang paling efektif membunuh larva A. flavipuncta adalah ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi optimum 60 g/L.
PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRILL) VARIETAS EDAMAME Purba, Jhon Hardy; Parmila, I Putu; Sari, Kadek Karimas
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.626 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i2.308

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang sapi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame dilaksanakan bulan Mei - Juli 2016 di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, pada ketinggian tempat ± 500 meter di atas permukaan laut. Penelitian lapang ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari dua faktor yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah pemberian dosis pupuk kandang sapi yaitu: tanpa menggunakan pupuk kandang sapi, pemberian dosis pupuk kandang sapi 10 ton.ha-1, pemberian dosis pupuk kandang sapi 20 ton.ha-1, dan pemberian dosis pupuk kandang sapi 30 ton.ha-1. Faktor kedua adalah jarak tanam yaitu: menggunakan jarak tanam 40 x 10 cm, menggunakan jarak tanam 40 x 15 cm, dan menggunakan jarak tanam 40 x 20 cm. Dengan demikian terdapat 12 perlakuan kombinasi masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pemberian pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap jumlah polong total per tanaman. Jumlah polong total per tanaman terbanyak diperoleh pada pemberian pupuk kandang sapi 30 ton.ha-1 yaitu 50,38 polong. Jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah polong total per tanaman dengan penggunaan jarak 40 x 20 cm yaitu 50,78 buah. Interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan jarak tanam berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap jumlah bintil akar total, dan persentase bintil akar efektir per tanaman.
PENGARUH DOSIS NITROGEN DAN PUPUK KANDANG SAPI FERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) Suarsana, Made; Wahyuni, Putu Sri; Ariawan, Kadek Dody
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.673 KB) | DOI: 10.37637/ab.v1i1.212

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen, pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati ?Biota Max ? dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil sawi. Percobaan ini telah dilakukan di Banjar Dinas Gambuh, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dengan ketinggian tempat ± 300 m dari atas permukaan laut pada bulan Mei sampai dengan Juli 2013. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama, pemberian dosis pupuk nitrogen (N), yaitu N0: Tanpa pupuk N 0 kg.ha-1 atau 0 kg.petak-1, N1: Dengan pupuk N pada dosis 45 kg.ha-1atau 9 g.petak-1, N2: Dengan pupuk N pada dosis 90 kg.ha-1 atau 18 g.petak-1Dengan pupuk N pada dosis 135 kg.ha-1atau 27 g.petak-1. Faktor kedua adalah pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati Biota MaxTM(P) dengan tiga tingkat perlakuan, yaitu P0: Tanpa pupuk kandang sapi, P1: Pemberian pupuk kandang sapi tanpa pupuk hayati Biota< MaxTM, dan P2: Pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati Biota MaxTM. Dengan demikian terdapat 12 perlakuan kombinasi masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil percobaan menjukkan, berat kering oven tajuk terbaik diberikan pada dosis pupuk nitrogen 90 kg.ha-1 (N2), yaitu seberat 7,56 g, berbeda sangat nyata (p<0,01). Hubungan antara dosis pupuk nitrogen dan berat kering oven tajuk menunjukan hubungan kuadratik, yaitu ? =-0.0003x2+ 0.0474x + 5.1382, dengan R2= 0.6563. Pemberian pupuk kandang sapi yang difermentasi dengan pupuk hayati ?Biota MaxTM (P2), memberikan berat kering oven tajuk terberat yaitu 7,95 g, berbeda sangat nyata (p<0,01) atau secara nyata lebih berat 48,67% dibandingkan dengan berat kering oven tajuk terendah dengan tanpa pemberian pupuk kandang sapi (P0). Interaksi antara kedua perlakuan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan dan hasil sawi

Page 1 of 4 | Total Record : 39