cover
Contact Name
Setiangga Fachrurrozi
Contact Email
setiangga.f@gmail.com
Phone
+6289667660998
Journal Mail Official
jurnalmaritim@stimart-amni.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 180 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM
ISSN : 14126826     EISSN : 26232030     DOI : http://dx.doi.org/10.33556/jstm
Jurnal Sains dan Teknologi MARITIM berisi tulisan ilmiah di bidang Kemaritiman baik itu ilmu kenautikaan, Teknika maupun bidang maritim lainnya. Jurnal Sains dan Teknologi MARITIM juga membahas mengenai bidang Transportasi baik itu transportasi darat, laut maupun udara yang kesemuanya merupakan hasil penelitian maupun kajian pustaka.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017" : 8 Documents clear
EFEKTIVITAS SISTEM DELEGASI GAJI AWAK KAPAL Rosita, Niken Devi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.06 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.150

Abstract

Delegation of salary is the act of rights transfer against a person or a party designated by the sea agreement letter signed by crew and ship owners. This system prevents the action of hedonist behavior by crew?s ship. Salary that delegated organized 50-60% of the total crew?s salaries but that not including incentives. Ship Incentive received by crew?s ship on board directly. From the results of questionnaire toward 58 respondents who comprise the crew of PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk concluded that the crew felt helped by the existence of a salary delegation system and the delegation of salary in the company has been running well and effectively.Keywords : The System Delegates , Salary Crew , EvektifitasDelegasi gaji merupakan tindakan pengalihan atas sejumlah hak terhadap seseorang atau pihak yang ditunjuk berdasarkan perjanjian kerja laut yang ditandatangani awak kapal dan pemilik kapal. Sistem ini mencegah tindakan pemborosan awak kapal dalam penggunaan gaji. Gaji yang didelegasikan bekisar 50-60% dari total gaji awak kapal tidak termasuk insentif kapal. Insentif yang merupakan bonus tambahan bagi awak kapal diterima langsung diatas kapal. Dari hasil kuesioner terhadap 58 responden yang terdiri dari awak kapal PT. Arpeni Pratama Ocean Line, Tbk disimpulkan bahwa awak kapal merasa terbantu dengan adanya sistem delegasi gaji serta sistem delegasi gaji di perusahaan tersebut telah berjalan lancar dan efektif.Kata kunci : Sistem delegasi, Gaji awak kapal, Evektifitas
MISTERI SEGITIGA “MASALEMBO” MERUPAKAN SEGITIGA BERMUDA DI WILAYAH INDOESIA Chaeran, Mochammad; -, Harcici
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.096 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.145

Abstract

The area Masalembo Island attractive often accident ships, because often accident ships in the maritim area near Masalembo Island many people to mention mistake area. According to logika no mistake in area Masalembo Island, In the true area Masalembo Island influence meet betwen current from Jawa sea, Flores sea, Bali Strait and Makasar Strait is the mention Masalembo Triangle. And influence weather monson. Therefore Masalembo Island the name ?Segitiga Bermuda Indonesia?Keywords : Current, Weather, Triangle, Accident Ships.?Daerah sekitar Pulau Masalembo merupakan daerah yang sering terjadi kecelakaan kapal, karena seringnya terjadi kecelakaan kapal di daerah tersebut banyak orang mengatakan bahwa daerah tersebut angker (misterius). Secara logika bahwa daerah tersebut sering terjadi kecelakaan kapal adalah karena faktor alami bahwa daerah tersebut merupakan daerah pertemuan antara arus dari L. Jawa, Selat Bali, L. Flores dan Selat Makasar, maka daerah Masalembo disebut ?Segitiga Bermuda Indonesia?.Kata kunci : Arus Laut, Cuaca, Traingle, Kecelakaan Kapal.
ANALISIS PENGARUH PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK DAN OPINI AUDIT TERHADAP REAKSI PASAR ngaijan, Ngaijan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.282 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.151

Abstract

The enactment of the Finance Minister regarding policy changes KAP rotation over a certain period , makes the phenomenon interesting turn of auditors or accounting firm to be assessed . This is because many factors can affect the turnover auditor or accounting firm that carried out by the company and it can be influenced by external factors and internal factors . Auditor turnover can also be a trigger for the market reaction.The study population is a company registered in LQ 45 in 2008-2010 . The sample using purposive sampling method, in which the sample is selected based on criteria teitentu . The criteria used in selecting the sample of this study are as follows : ( 1 ) Company registered in LQ 45 during the years 2008-2010. ( 2 ) the Company's audited keuanganya reports from 2008-2010 that included the name of the firm or its auditors and statements contained Opinion of KAP about the fairness of financial statements . ( 3 ) The company has a complete stock of data available on the IDX database during 2008-2010 . Data analysis was performed using multiple linear regression.Results of hypothesis testing concluded that : ( 1 ) Substitution of auditors ( from Big 4 to non- Big 4 and otherwise ) affects the market reaction . Substitution of the big 4 to non- Big 4 responded negatively by the market and instead turn of non big 4 big 4 responded to positively by the market . ( 2 ) audit opinion affect the market reaction , firms with audit opinion other than " unqualified " tends to get a negative reaction compared with the companies that opinion " unqualified . ( 3 ) As much as 51.3 % of the variation is explained by the change in abnormal return audit opinion , the auditor change , auditor tenure and the size of the company, while 48.7 % described other variables in addition to the audit opinion , the auditor change , auditor tenure and size of company.Keywords : Change of auditor, Big four, Non big four, The market reactionDitetapkannya kebijakan Menteri Keuangan mengenai rotasi pergantian KAP selama jangka waktu tertentu, menjadikan fenomena pergantian auditor atau KAP menarik untuk dikaji. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi pergantian auditor atau KAP yang dilakukan oleh perusahaan dan hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun faktor internal perusahaan. Pergantian auditor juga dapat menjadi pemicu reaksi pasar.Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di LQ 45 pada tahun 2008-2010 sebanyak 45 perusahaan selama 3 tahun periode penelitian, sehingga total didapatkan 135 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda.Hasil dari pengujian hipotesis disimpulkan bahwa: (1) Pergantian auditor (dari big 4 ke non big 4 dan sebaliknya) berpengaruh terhadap reaksi pasar. Pergantian dari big 4 ke non big 4 direspond negatif oleh pasar dan sebaliknya pergantian dari non big 4 ke big 4 direspond positif oleh pasar. (2) Opini audit berpengaruh terhadap reaksi pasar, perusahaan-perusahaan dengan opini audit selain ?wajar tanpa pengecualian? cenderung mendapatkan reaksi negatif dibandingkan dengan perusahaan yang mendapatkan opini ?wajar tanpa pengecualian. (3) Sebesar 51,3% variasi perubahan abnormal return dijelaskan oleh opini audit, pergantian auditor, auditor tenure dan ukuran perusahaan sedangkan 48,7% dijelaskan variabel lain selain opini audit, pergantian auditor, auditor tenure dan ukuran perusahaan.Kata kunci : Pergantian auditor, Big four, Non big four, Reaksi pasar
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESELAMATAN BERKENDARA MOBIL DIRUAS JALAN TOL SEMARANG-BAWEN PROPINSI JAWA TENGAH Sumantri, Andar Sri; Misbahudin, Irfan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.775 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.146

Abstract

Driving safety is influenced by various such as road conditions vehicle condition, driving behavior, knowledge of driving. All four have an important role in influencing the safety of driving. The purpose of this study was to determine whether there is influence of road conditions, vehicle conditions,driving behavior, knowledge of driving on roads Toll-Bawen Semarang Central Java Province either partially or simultaneously.Results of statistical analysis tools SPSS (Statistical Product And Service Solutions) Ver. 22.0 multiple linear regression equation Y= 2,568 +0,268 X1 + 0,266 X2 + 0,216 X3 +0,148 X4 ( The results of multiple linear regression equation showed that there were significant positive influence on Keselamatan drive the road condition (t = 3,229> t tabel = 1,9853) the condition of vehicle on road safety (t =2,624> t tabel = 1,9853 the driving behavior of the safety driving (t = 3,037 > t tabel = 1,9853, drive to the road safety knowledge ( t = 2,139 > table = 1,9853) individually and simultaneously influence, vehicle conditions perilaku driving, and driving knowledge together ?have the same effect as 26,529 > F Tabel 2,46. The fourth influence is very strong research variable with the coefficient of determination (R2) were obtained for 50,8 of the safety of driving and 49,2 % are influenced by variable that are not detectedin this studyKeywords : Road condition, Vehicle condition, Driving behavior, Knowledge of driving, and Driving safety.?Keselamatan berkendara dipengaruhi oleh berbagai factor diantaranya adalah kondisi jalan, kondisi kendaraan, perilaku pengendara, pengetahuan berkendara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara kondisi jalan, kondisi kendaraan, perilaku pengendara, pengetahuan berkendara diruas jalan Tol Semarang Bawen Propinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah pengguna mobil golongan I dijalan tol semarang bawen provinsi jawa tengah berjumlah 100 orang. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari : Variabel bebas yaitu kondisi jalan x1, kondisi kendaraan perilaku berkendara x3 dan pengetahuan berkendar serta variable terikat yaitu keselamatan berkendara. Semua hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, sehingga model tersebut mengambarkan hubungan yang kausalitas yang terjalin antar variable. Hasil analisi dengan alat bantu statistic program spss ver.22 . Dari hasil persamaan regresi linier berganda menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antar masing-masing variable. Pengaruh keempat variable penelitian sangat kuat dengan nilai koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 50,8% terhadap keselamatan berkendara dan 49,2 % dipengaruhi oleh variable yang tidak terdeteksi pada penelitian ini.Kata kunci : Kondisi Jalan, Kondisi Kendaraan, Perilaku Berkendara, Pengetahuan berkendara dan Keselamatan berkendara.
APLIKASI KOMPUTER YANG BERGUNA BAGI PELAUT SAAT BERLAYAR Mahendro, Iwan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.992 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.147

Abstract

Computers are a useful tool in everyday life, because computers can do things that can not be done by humans. A computer is a tool consisting of input devices, process devices, storage devices, and output devices. Formerly the computer form is described with a large size, the process is still simple. With the changing era, then the computer also experienced many changes. Computers from generation to the genre of physical form is shrinking, from the size of the closet to the size as small as the palm of an adult's hand. Computer applications from year to year also experienced a rapid development, which was only a few applications with limited functionality, now there are thousands of applications circulating in the community with a variety of functions. It is also available in applications for sailing. Now many applications have functions to help sailors in sailing.Keywords: Computer app, Seaman, Sail.Komputer merupakan alat yang berguna dalam kehidupan sehari ? hari, karena komputer dapat melakukan hal ? hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia. Komputer adalah alat yang terdiri dari perangkat masukan, perangkat proses, perangkat penyimpanan, dan perangkat keluaran. Dahulu bentuk komputer digambarkan dengan ukurannya yang besar, proses yang dijalankan masih sederhana. Dengan adanya perubahan jaman, maka bentuk komputerpun juga mengalami banyak perubahan. Komputer dari generasi ke genarasi bentuk fisiknya makin mengecil, dari yang ukurannya sebesar lemari hingga yang ukurannnya sekecil telapak tangan orang dewasa. Aplikasi komputer dari tahun ke tahun juga mengalami perkembangan yang pesat, yang tadinya hanya ada beberapa aplikasi dengan fungsi yang terbatas, sekarang ada ribuan aplikasi yang beredar di masyarakat dengan berbagai macam fungsi. Hal ini juga terdapat pada aplikasi untuk berlayar. Sekarang banyak aplikasi yang mempunyai fungsi untuk membantu pelaut dalam berlayar.Kata kunci : Aplikasi komputer, Pelaut, Berlayar.
STRATEGI PENGENDALIAN KERUSAKAN DAN PENCEMARAN KAWASAN PESISIR PANTAI -, Supriyanto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.436 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.148

Abstract

A large number of areas in indonesia consisting of the sea so long. So that areas in indonesia being in the region coast. Not be denied that the area around parts of the coast has great potential to make in the coastal areas in the shore as livelihoods the people in the surrounding. Not only optimize fisheries products, but people in the area parts of the coast and eventually made the region for areas object tourism. Its strategic location make coastal into a center for trade and industry because they are too strategic. However , currently , coastal most not well managed , so coastal environment is weak consideration , many pollution and environmental damage that eventually threatening the development of regional potential the coastal. Hence , need to the concrete steps of management , control and environmental monitoring sustainable. It was because the sources of pollution and environmental damage derived from activities of land and sea. Management measures to do is waste management and application of integrated management ( integrated coastal management ) involving all parties. The pollution control over the of the coastal areas needs to be undertaken by preventing, handling and recovery destruction or pollution that has happenedKeywords : Control, Pollution, Damage, Coastal areas?Sebagian besar wilayah yang ada di Indonesia terdiri dari lautan yang sangat luas. Sehingga daerah-daerah yang ada di Indonesia berada di wilayah pesisir pantai. Tak dipungkiri bahwa daerah sekitar pesisir pantai memiliki potensi yang besar untuk menjadikan wilayah pesisir pantai sebagai mata pencaharian penduduk di sekitarnya. Tidak hanya mengoptimalkan hasil laut, tetapi masyarakat di wilayah pesisir pantai juga berpotensi menjadikan daerahnya sebagai daerah objek pariwisata. Letaknya yang strategis dapat menjadikan daerah pesisir pantai menjadi pusat perdagangan dan industri karena letaknya yang strategis. Namun demikian, saat ini, daerah pesisir pantai sebagian besar belum dikelola secara baik, sehingga kualitas lingkungan pesisir masih kurang diperhatikan, banyak pencemaran dan kerusakan lingkungan yang akhirnya mengancam pengembangan potensi daerah pesisir tersebut. Oleh karena itu, perlu langkah nyata berupa pengelolaan, pengendalian dan pemantauan lingkungan yang berkesinambungan. Hal ini dikarenakan sumber pencemar dan kerusakan lingkungan berasal dari kegiatan di daratan dan lautan. Langkah pengelolaan yang harus dilakukan adalah pengelolaan limbah dan penerapan manajemen terpadu (Integrated Coastal Management) yang melibatkan semua pihak. Langkah pengendalian terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan daerah pesisir perlu dilakukan dengan melakukan pencegahan, penanggulangan dan pemulihan kerusakan atau pencemaran yang telah terjadi.Kata kunci : Pengendalian, Pencemaran, Kerusakan, Daerah pesisir.
PENGARUH JARAK TEMPUH MELAUT, LAMA BEKERJA DAN TEKNOLOGI TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN Rahmasari, Lisda
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.358 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.149

Abstract

The purpose of this study to analyze the effect of each - each variable, mileage sea (X1), old work (X2), technolgy (X3) to income (Y). In this study, data were collected through questionnaires to 100 respondents using purposive sampling method to determine the response of respondents to each variable. Then analyze the data obtained in the form of quantitative analysis and qualitative analysis. Quantitative analysis include validity and reliability test, the classic assumption test, hypothesis testing via the F test and t test and analysis test, the coefficient of determination (R2). Data analysis techniques used were linear regression analysis that serves to prove the research hypothesis. The data that have met the test validity, test reliability, and classical assumption processed so as to produce the following regression equation: ? = 1,136 + 0,251(X1) + 0,201(X2) + 0,218(X3) . Results of the analysis found that mileage sea (X1), old work (X2), technolgy (X3) has a positive and significant influence on income. Hypothesis testing using t test showed that independent variables found to significantly affect dependent variables.Keywords: Mileage Sea , Old Work , Technolgy And IncomeTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh masing ? masing variabel, jarak tempuh melaut (X1), lama bekerja (X2), teknologi (X3) terhadap pendapatan nelayan (Y). Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui metode kuesioner terhadap 100 orang responden dengan mengunakan metode purposive sampling untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing variabel. Kemudian dilakukan analisis terhadap data-data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis lewat uji F dan uji t serta uji analisis koefisien determinasi (R2 ). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regersi linear berganda yang berfungsi untuk membuktikan hipotesis penelitian. Data-data yang telah memenuhi uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik diolah sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut : ? = 1,136 + 0,251(X1) + 0,201(X2) + 0,218(X3) . Hasil analisis mendapatkan bahwa jarak tempuh melaut (X1), lama bekerja (X2), teknologi (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan nelayan. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel independen yang diteliti terbukti secara signifikan mempengaruhi variabel dependen.Kata kunci : Jarak tempuh melaut, Lama bekerja, Teknologi dan Pendapatan
OPTIMALISASI MUATAN KONTAINER AGAR KAPAL FULL AND DOWN -, Sutini; Abrori, Mokhamad
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM VOLUME XVI, NOMOR 2, MARET 2017
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.553 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v0i2.144

Abstract

In conducting the loading to be assured that all load space can be filled by the charge (full) or the vessel can load up to a maximum laden (down) to obtain the maximum freight. However, since certain forms of gasket load, often cannot meet the cargo load space, the other possibility is way less good compaction ring, and so a lot of load space is not charged. Load space is not fully charged so-called "broken stowage".To gain the maximum, and then each shipping company wants its ships carrying cargo to the maximum loading, in order to reach the condition of the ship called Full and Down. Full and down is a condition such as that the loading and unloading space can be met entirely by the charge and the time that the ship has a maximum permissible laden according to the shipping area. The full conditions and down somewhat difficult to obtain. Usually the full circumstances but not down, or vice versa in order to achieve the intent to use the space optimally. So is the percentage of broken stowage space hatch that cannot be filled by the charge.In the principle of loading, stowage broken it should be kept as small as possible. This can be done by: Using the load cargo filler (filler cargo) is by tucking cargo crates - small chest between the crate - big chest, or fill in the gaps with pieces by pieces of cargo, cargos in confinement, and others, implement good planning so that it can be anticipated for the possibility of causing broken stowage, loading supervision during implementation where workers were compacting the hold often works less well, because there is a tendency to do the work in order to finish quickly. With good supervision of the officer of the watch and guard the other, the workers are expected to work according to the loading plan that has been created by the ship. This is very helpful in reducing the broken stowage, the applicability of Use - charge (dunage) efficiently so as not to result in reduced capacity load space (hatch), the use of space hatch loading. Stowage adapted to this form factor is the volume of the room in m? been effectively required to can tamp 1 charge.Keywords : Broken Stowage, Full and DownDalam melakukan pemuatan harus diusahakan agar semua ruang muat dapat terisi penuh oleh muatan (full) atau kapal dapat memuat sampai sarat maksimum (down), sehingga dapat diperoleh uang tambang yang maksimal. Namun demikian, karena bentuk paking muatan tertentu, sering muatan tidak dapat memenuhi ruang muat, kemungkinan lain adalah cara pemadatan yang kurang baik, sehinnga banyak ruang muat yang tidak terisi muatan. Ruang muat yang tidak terisi muatan disebut ? broken stowage ?.Untuk memperoleh keuntungan yang semaksimal, Maka tiap-tiap perusahaan perkapalan menginginkan kapal-kapalnya membawa muatan secara maksimal pula, sehingga tercapai kondisi kapal yang disebut Full and Down. Full and down adalah suatu kondisi pemuatan sedemikian rupa sehingga ruang muat seluruhnya dapat dipenuhi oleh muatan dan saat itu kapal memiliki sarat maksimum yang diijinkan sesuai dengan daerah pelayaran. Kondisi full & down tersebut agak sulit didapatkan. Biasanya keadaan full tetapi tidak down,atau sebaliknya agar tercapai maksud untuk menggunakan ruang secara maksimal. Jadi broken stowage adalah prosentase ruang palka yang tidak dapat diisi oleh muatan.Dalam prinsip pemuatan, broken stowage ini harus diusahakan sekecil mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan cara : Menggunakan/memuat muatan pengisi (filler cargo) yaitu dengan menyelipkan muatan peti-peti kecil diantara peti-peti besar, atau mengisi kekosongan dengan potongan-potongan muatan, muatan?muatan dalam kurungan, dan lain?lain. Melaksanakan perencanaan yang baik sehingga dapat diantisipasi adanya kemungkinan-kemungkinan yang menimbulkan broken stowage, Pengawasan pada waktu pelaksanaan pemuatan dimana buruh yang melakukan pemadatan dalam palka sering kali bekerja kurang baik, karena ada kecenderungan untuk melakukan pekerjaan agar cepat selesai. Dengan pengawasan yang baik dari perwira jaga dan petugas jaga lainnya, diharapkan para buruh bekerja sesuai dengan rencana pemuatan yang telah dibuat oleh pihak kapal. Hal ini sangat membantu dalam mengurangi broken stowage, penggunaan terap?muatan (dunage) secara efisien agar tidak mengakibatkan berkurangnya daya tampung ruang muat (palka), penggunaan ruang palka disesuaikan dengan bentuk muatan. Stowage faktor adalah volume ruangan dalam m? yang diperlukan secara effektif untuk dapat memadatkan 1 muatan.Kata kunci : Broken Stowage, Full and Down

Page 1 of 1 | Total Record : 8