cover
Contact Name
Setiangga Fachrurrozi
Contact Email
setiangga.f@gmail.com
Phone
+6289667660998
Journal Mail Official
jurnalmaritim@stimart-amni.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 180 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM
ISSN : 14126826     EISSN : 26232030     DOI : http://dx.doi.org/10.33556/jstm
Jurnal Sains dan Teknologi MARITIM berisi tulisan ilmiah di bidang Kemaritiman baik itu ilmu kenautikaan, Teknika maupun bidang maritim lainnya. Jurnal Sains dan Teknologi MARITIM juga membahas mengenai bidang Transportasi baik itu transportasi darat, laut maupun udara yang kesemuanya merupakan hasil penelitian maupun kajian pustaka.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2020): Maret" : 9 Documents clear
PENGARUH DISIPLIN KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA DOSEN POLITEKNIK BUMI AKPELNI SEMARANG kusumawati, evyana diah; Erliyana, Sulida; Azizah, Iik Suryati
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.235

Abstract

The purpose of this research is to know about (1) the influence of work discipline on lecturers? performance, (2) the influence of work environment on lecturers? performance, (3) the influence of competence on lecturers? performance and (4) the influence of work discipline, work environment and competence on lecturers? performance. The population on this research is 140 lecturerss of Polytechnic Bumi Akpelni of Semarang. The data collecting method is questionnaire.The trial of this instrument was conducted on 58 lecturers of study program Port and Shipping Manajemen, Deck Department and Engine Department of Polytechnic Bumi Akpelni of Semarang. The data analysis used was multiple regression analysis technique. Before analyzing the data, an analysis of the requirements for the test is held, including the Normality, Heterocedasticity and Autocorrelation tests. The results of this research are: (1) The results of the partial t test, the value of t arithmetic> t table with a significance of 0.000 <0.05, which shows that each variable level of work discipline, level of work environment and level of competence has a significant positive effect on lecturers? performance. It means that the higher the level of work discipline, the level of work environment and the level of competence, the higher the performance of lecturers.(2) The result on the simultaneous f test, a significance value of 0.000 <0.05 is obtained. So, that it can be said that the level of work discipline, the level of work environment and the level of competence together have a significant influence on lecturers? performance. (3) The results of the determination test obtained are 0.874. It means that the influence of the level of work discipline, the level of work environment and the level of competence on lecturers? performance is 87.4% while the remaining 12.6% is influenced by other factors not examined in this study. The equation of multiple regression lines Y = 0.071 + 0.487X1 + 0.222X2 + 0.307X3Keywords: Work discipline, work environment, competence and of lecturers? performancePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja dosen, (2) pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja dosen, (3) pengaruh kompetensi terhadap kinerja dosen (4) pengaruh disiplin kerja, lingkungan kerja dan kompetensi terhadap kinerja dosen. Populasi dalam penelitian ini adalah Dosen Politeknik Bumi Akpelni Semarang dengan jumlah 140 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner. Uji coba instrumen ini dilakukan terhadap 58 dosen Politeknik Bumi Akpelni Semarang prodi KPN, Nautika dan Teknika, analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi ganda. Sebelum analisis data terlebih dahulu diadakan pengujian persyaratan analisis meliputi uji Normalitas, Heterokedastisitas dan Autokorelasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) Berdasarkah hasil uji t parsial diperoleh nilai t hitung > t tabel dengan signifikansi 0.000 < 0.05, yang menunjukan bahwa masing-masing variabel tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja dosen artinya semakin tinggi tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi maka semakin tinggi pula kinerja dosen. Berdasarkan uji f simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, sehingga dapat dikatakan tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja dosen. (3) Berdasarkan hasil uji determinasi diperoleh hasil 0.874 yang artinya adalah pengaruh dari tingkat disiplin kerja, tingkat lingkungan kerja dan tingkat kompetensi terhadap kinerja dosen adalah sebesar 87.4% sedangkan 12.6% sisanya dipengaruhi oleh factor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Persamaan garis regresi ganda Y = 0.071 + 0.487X1 + 0.222X2 + 0.307X3Kata kunci : Disiplin kerja, Lingkungan kerja, Kompetensi dan Kinerja dosen
PENGARUH FAKTOR KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP PRESTASI KERJA DOSEN SEKOLAH TINGGI MARITIM YOGYAKARTA (STIMARYO) suyanti, suyanti; Widyanto, Handoyo; Supartini, Supartini
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.232

Abstract

This research examines the implications of spiritual intelligence to the work performance of Yogyakarta Maritime College (STIMARYO) lecturers. The reseach problem is the influence of spiritual intelligence factor on Yogyakarta Maritime College lecturers' to their work achievement.This research is a quantitative study that uses primary data as the data source. The data were obtained from distributing questionnaires to Yogyakarta Maritime College lecturers. The data were analyzed using simple linear regression. The results of the research concluded that there was a positive and significant influence of the spiritual intelligence factors to the work achievement of Yogyakarta Maritime College lecturers. The existence of a positive influence is known from the regression coefficient of 0.534. The existence of a significant influence is known from the results of the F test and t test which get a significance value of 0.001 (< 0.05) which means that the independent variable has a significant effect on the dependent variable.Keywords: Influence, Spiritual Intelligence Factor, work achievementPenelitian ini meneliti implikasi kecerdasan spiritual terhadap prestasi kerja dosen Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO). Masalah yang diteliti adalah pengaruh kecerdasan spiritual terhadap prestasi kerja dosen Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer sebagai sumber datanya. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada karyawan Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian mendapatkan kesimpulan ada pengaruh positif dan signifikan dari faktor kecerdasan spiritual terhadap prestasi kerja dosen Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta. Adanya pengaruh positif, diketahui dari nilai koefisien regresi sebesar positif 0,534. Adanya pengaruh signifikan diketahui dari hasil uji F dan uji t yang mendapatkan nilai signifikansi 0,001 (< 0,05) yang berarti bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.Kata kunci: Pengaruh, Faktor Kecerdasan Spiritual, Prestasi Kerja
ANALISIS KANDUNGAN MINYAK PADA OIL WATER SEPARATOR DI MT. ONTARI santiko, toni; Tazani, Afdolludin Afta; Wanto, Kris
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.229

Abstract

Oil Water Separator (OWS) is an auxiliary machine that separates oil from water. It is waste that containing water and oil. The result of that separation reach less than 15 ppm so that the wastewater from the sea does not cause pollution. This mechine aircraft has a role to prevent the of pollution at sea. It is in accordance with MARPOL 1973 ANNEX I. The purpose of this study is to determine the cause of the high oil content resulting from the OWS on board of MT. Ontari. In this case the researchers used a combined method of shel and ultrasonography as data analysis techniques to analyze the problems that on OWS, such as what factors caused the increase in oil content and what efforts were made to overcome these factors. The data shel is to analize the problems. The ultrasonography is to determining the top priority problems. The result of this research that has been done on December 12, 2016 to October 26, 2017 on board of MT. Ontari on is that the level of the oil content inside OWS is caused by several factors. There are dirty coalesscer filters, bilge wells that containing dirty oil, lack of proper maintenance and due to misconducting tyhe procedures on tyhe manual book. The suggestion to overcome this problems are cleaning or replacing the coalesscer filters and bilge and optimal care of the OWS.Keywords : Oil water separator, Remnants, OilOily Water Separator (OWS) merupakan permesinan bantu yang memisahkan minyak dari air buangan yang mengandung minyak sampai hasil pemisahannya mencapai kurang dari 15 ppm sehingga air buangan kelaut tidak menimbulkan pencemaran. Pesawat ini mempunyai peranan untuk mencegah terjadinya pencemaran dilaut sesuai dengan MARPOL 1973 ANNEX I. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab tingginya kandungan minyak hasil proses ows yang terjadi di MT. Ontari. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode gabungan antara shel dan usg sebagai teknik analisis data untuk menganalisis masalah yang ada pada pesawat oily water separator, yaitu faktor-faktor apakah yang menyebabkan meningkatnya kandungan minyak hasil proses oily water separtor dan upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi faktor?faktor dari permasalahan tersebut dengan menganalisis faktor menggunakan metode analisis data shel, dan menentukan prioritas utama dengan menggunakan metode usg. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti di kapal MT. Ontari pada tanggal 12 Desember 2016 sampai dengan 26 Oktober 2017, dapat disimpulkan bahwa tinggi kandugan minyak hasil proses oily water separator disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kotornya filter coalesscer, bilge well banyak mengandung minyak kotor dan kurangnya perawatan dan prosedur pengoperasian yang kurang tepat sesuai instruction manual book. Untuk mengatasi faktor-faktor tersebut dapat dilakukan langkah pembersihan atau penggantian filter coalesscer, pembersihan bilge well serta perawatan ows secara optimal.Kata kunci: Analisis, Kandungan minyak, Oily water separator
PEMBENTUKAN MENTAL DAN KARAKTER BAGI TARUNA/MAHASISWA UNIMAR AMNI SEMARANG BERDASARKAN PASAL 29 UUD 1945 (DALAM MATA KULIAH PEDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) kusdibyo, kusdibyo; Pujiastuti, Ratna Rahayu
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.234

Abstract

The UUD 1945 Article 29 states that as a country that believes on the God Almighty the Government guarantees the independence of each citizen to embrace their religion and belief. In addition, the state is obligated to make laws and regulations that prohibit anyone from harassing religious teachings. The freedom of having a religion is a human right. Human rights is the most important human interests in society. Freedom to have a religion must be followed by a sense of responsibility to obey the rules, including not adding or reducing the rules. The rules should arrange for one's freedom to have a religion does not interfere with other people's freedom to have a religion.The problem lies on the basic of mental and character building in the education sector. It has not show significant result which answer the education requirement, such as developing capabilities, character building and a dignified nation personality. The purpose of it is to develop Universitas Maritim AMNI students? potential in order to became a person who have faith and devote to Goa Almighty, have a good character, full of knowledge, having skills, creative, independent, open minded and responsible citizen. Building mental and character in the education sector is emphasized by the lecturers? lesson plan.lesson plan is a formality in implementing the learning activities.Keywords: Religion, Human Rights, LawPasal 29 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ke-Tuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya. Di samping itu, negara berkewajiban membuat peraturan perundang-undangan yang melarang siapa pun melakukan pelecehan terhadap ajaran agama. Kebebasan beragama merupakan HAM. HAM termasuk kepentingan manusia yang paling penting di dalam masyarakat. Kebebasan beragama itu harus diikuti dengan rasa tanggung jawab oleh pemeluknya untuk mentaati aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam agamanya masing-masing termasuk juga tidak menambah atau mengurangi kaidah-kaidah keyakinan yang ada dalam agama yang dianutnya. Mengatur agar kebebasan seseorang dalam beragama tidak mengganggu kebebasan beragama orang lain.Masalah-masalah pembentukan mental dan karakter di Dunia Pendidikan sampai detik ini belum mampu menunjukkan hasil yang signifikan, sebagaimana dengan apa yang dimaksud dalam tujuan pendidikan kewarganegaraan yaitu, mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi Taruna/Mahasiswa Unimar Amni Semarang, agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Pembentukan mental dan karakter di Dunia Pendidikan pada umumnya di titik beratkan pada Tenaga Pendidik (Dosen). Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) hanyalah sebuah formalitas dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan juga RPP menjadi beban kerja yang lebih bagi seorang Tenaga Pendidik.Kata kunci : Agama, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Negara Hukum
DAMPAK LINKUNGAN TERHADAP PENCEMARAN LAUT DI PESISIR UTARA PULAU BINTAN SELAMA MUSIM ANGIN UTARA negara, gembong satria
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.226

Abstract

The north coast of Bintan Island is faces directly to the South China Sea. It is a traffic point for commercial vessels that will enter and exit the Singapore Strait. Nowadays, the Singapore Strait is one of the busiest straits in the world. Every day hundreds of ships will cross this strait. This condition makes the north coast of Batam Island and Bintan Island are vulnerable to environmental pollution caused by the activities of these commercial vessels.One of the things that attracts awareness and continues to happen is sea pollution. It happens on the north coast of Bintan Island. It is always occurs during the North East Monsoon. A lot of waste oil sludge will easily found along the north coast of Bintan Island. It suspected that the waste originated from ships passing the north sea of Bintan Island. Writing is based on a literature review and discuss a case study on the environmental impact of pollution of the sea in the northern coast of the island of Bintan.Keywords : Sea, Waste, Sludge, Monsoon, EnvironmentPesisir utara Pulau Bintan merupakan daratan yang berhadapan langsung dengan laut cina selatan yang menjadi muara lalulintas kapal kapal niaga yang akan masuk dan keluar dari selat Singapura. Saat ini selat Singapura adalah salah satu selat tersibuk didunia, setiap harinya ratusan kapal akan melintasi selat ini. Kondisi inilah yang menjadikan pesisir utara Pulau Batam dan Pulau Bintan menjadi sangat rentan terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan dari aktivitas kapal kapal niaga tersebut. Salah satu hal yang menarik perhatian dan masih terus terjadi adalah pencemaran laut di pesisir utara Pulau Bintan selalunya terjadi pada saat musim angin utara (North East Monsoon). Limbah minyak kotor (sludge) akan mudah ditemui disepanjang pesisir utara pantai Pulau Bintan. Patut diduga limbah tersebut berasal dari kapal kapal yang melintas di laut sebelah utara Pulau Bintan. Penulusan ini didasarkan pada studi literatur dan study kasus yang membahas mengenai dampak lingkungan terhadap pencemaran laut di pesisir utara pulau Bintan.Kata kunci : Laut, Limbah, Sludge, Monsoon, Lingkungan
PELAKSANAAN UNITED NATION CONVENTION ON THE LAW OF THE SEA (UNCLOS) 1982 DI PERAIRAN NATUNA yulianto, yulianto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.230

Abstract

Natuna is one of the islands include in the sovereignty of Indonesian Republic. It is based on UNCLOS 1982 and Indonesia?s law. The disputes that occured between the goverment of Indonesia and China were caused by China mistreating the sovereignty of Indonesian Republic.so, under various excuses China trying to make Natuna as its territory. It is clear that Indonesia uses rules that have been recognized by the United Nations and had been ratified by Indonesian goverment, while China is based on the nine dash line which is the line of their imagination that has no international legal power. The purpose of this study is to ensure that the rules which have been approved by UN Members and strengthened by laws issued by the Indonesian government are implemented properly. The method used is a qualitative method. The data collecting method were by interviews, observations and documentation. The results of this study are the sovereign Indonesian Republic which has been recognized by the United Nations can be implemented and maintained properlyKeywords: Natuna, sovereignty, UNCLOS 1982Wilayah Natuna yang merupakan kedaulatan Republik Indonesia menurut hukum Indonesia dengan berbagai undang-undang yang diterbitkan maupun Internasional (UNCLOS 1982) merupakan hak kedaulatan Indonesia, sengketa yang terjadi antara pemerintah Indonesia dengan China disebabkan tidak dijaganya wilayah kedaulatan Republik Indonesia dengan baik sehingga dengan berbagai dalih pihak luar berusaha mengakui wilayah Natuna sebagai wilayahnya, jelas Indonesia menggunakan aturan yang sudah diakui oleh PBB dan diratifikasi dengan peraturan Negara sedangkan China berdasarkan nine dash line yang merupakan garis imajinasi mereka yang tidak berkekuatan hukum Internasional. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memastikan aturan yang telah disetujui oleh Anggota PBB dan diperkuat oleh undang-undang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dilaksanakan dengan baik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, data dikumpulkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, setelah data terkumpul dilakukan analisa data. Hasil dari penulisan ini diharapkan wilayah kedaulatan Republik Indonesia yang sudah diakui oleh PBB dapat dilaksanakan dan dijaga dengan baik.Kata kunci : Natuna, UNCLOS 1982, Nine Dash Line, Kedaulatan
IMPLIKASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DAN PENGGUNAAN KODE ISYARAT INTERNASIONAL TERHADAP KESELAMATAN PELAYARAN KAPAL DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA kuncowati, kuncowati; Listriyawati, Nyoman Ardiana; supangat, supangat
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.228

Abstract

Crews ships comuunication skills are speaking, writing and using objects, lights and sounds to make contact. It is both for sending or receiving messages between individuals on the ship, communication with other ships and with related parties. The ability of the crew to use and understand codes are expected to achieve the safety of a voyage. This research was conducted to 98 respondents. They are the crews of ships that wer berthing at Tanjung Perak Port of Surabaya. It is expected to know how the implication of the crews? ability to communicate and to use international codes. It is meant to ensure the safety of the voyages. This research was using quantitative methods with linear regression analysis, t test, f test and test of determination. Therefore, it resulted that there ware a positive and significant influence both partially and jointly between the ability to communicate and the use of international codes on the safety of a voyage. The ability to communicate with the crew especially the ability in communication using English and understanding in the use of international codes is implicated in the safety of a voyage.Keywords : Communication skills, Codes, Safety of a voyageKemampuan komunikasi awak kapal baik secara lesan, tulisan,menggunakan sosok benda,cahaya dan bunyi untuk berinteraksi baik mengirim atau menerima pesan baik antar individu di kapal,komunikasi dengan kapal lain maupun dengan pihak ? pihak terkait dan kemampuan awak kapal dalam menggunakan dan memahami penggunaan kode isyarat diharapkan dapat mencapai keselamatan pelayaran. Penelitian ini dilakukan dengan responden dengan sejumlah 98 ( Sembilan puluh delapan ) awak kapal yang kapalnya sedang berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengetahui implikasi kemampuan berkomunikasi awak kapal dan penggunaan kode isyarat internasional supaya tercapai peningkatan keselamatan pelayaran.Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yaitu dengan analisis regresi linier , uji t,uji f dan uji determinasi.Dari penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan baik secara partial maupun bersama -sama antara kemampuan berkomunikasi dan penggunaan kode isyarat internasional terhadap keselamatan pelayaran .Kemampuan berkomunikasi awak kapal terutama kemampuan dalam komunikasi berbahasa inggris dan pemahaman dalam penggunaan kode isyrat internasional berimplikasi terhadap keselamatan pelayaranKata kunci : Kemampuan berkomunikasi, Kode isyarat, Keselamatan pelayaran 
KESIAPAN INDUSTRI MARITIM DALAM MENYONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 5.0 supriyanto, supriyanto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.231

Abstract

One of the most important things in life is technology. The development of technology is undeniably advanced. Indonesia have to race with these advancements. Nowadays, countries all over the world are adjusting to 4.0 industrial development era. However, some industrial experts said that several developed countries have shifted from 4.0 industrial development to 5.0 industrial revolution. The 5.0 industrial revolution leads to a thechnology-based society. In addition, technology is the key to fulfill the community?s new capabilities. According to experts, human intellegence and cognitive computing will be a combination that is needed in the 5.0 era.In the maritime industry, the 5.0 industrial revolution requires excelled maritime human resources that not only experts on economy, technology, industry but also smart. In parallel of those, Indonesia also needed to prioritize Indonesian-flag fleet, shipping manual system, infrastructures, logistics, maritime security management design, the capacity to build competencies, a qualified maritime community, the incorporated laws and regulations on shipping and maritime industry. Thiswriting was based upon study literarure. The relation of 4.0 industrial development to 5.0 industrial revolution is that all sectors must transform, especially maritime sector to make Indonesia as a world maritime axisKeywords : Maritime, technology, 4.0 Industrial development, 5.0 Industrial revolutionSalah satu hal yang sangat penting dalam menghadapi kehidupan ke depan adalah teknologi. Perkembangan teknologi tidak bisa dipungkiri semakin maju dan Indonesia harus mengikuti kemajuan tersebut. Saat ini, semua negara di belahan dunia sedang dalam taraf menyesuaikan diri dengan perkembangan industri Era 4.0, namun para pengamat industri menyatakan beberapa negara maju, telah memasuki pergeseran dari industri 4.0 menuju industri 5.0. revolusi industri 5.0 bisa mengarah pada masyarakat berbasis teknologi. Selain itu, teknologi merupakan kunci untuk mewujudkan kemampuan baru bagi masyarakat. Human intelligence dan cognitive computing, menurut para ahli akan menjadi kombinasi yang amat sangat dibutuhkan pada era 5.0.Dalam Industri Maritim, revolusi Industri 5.0 memerlukan SDM Maritim yang unggul seperti pakar ekonomi, teknologi dan industri, maupun intelijen. In paralel, diperlukan agenda prioritas seperti armada berbendera Indonesia, sistem pelayaran tetap, infrastruktur, logistik, arsitektur manajemen keamanan maritim, kompetensi capacity building, kualitas komunitas maritim, harmonisasi peraturan perundangan maupun industri strategis perkapalan dan kemaritiman. Penulisan ini didasarkan pada studi literatur. Terkait Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0 semua sektor harus bertransformasi, termasuk sektor maritim terlebih jika ingin menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia.Kata kunci : Industri Maritim, Revolusi Industri, Industri 5.0, Masyarakat Maritim
PERMIT TO WORK SYSTEM (A FAMILIARIZATION ON SAFE WORKING ON BOARD OF A SHIP) subiyanto, subiyanto; Fauziningrum, Endah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 20, No 2 (2020): Maret
Publisher : STIMART "AMNI" Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v20i2.227

Abstract

A job has the potential of causing serious injuries or death. It is necessary to formalize agreed upon work procedures. This prevents the instructions from being missed, forgotten or misinterpreted. It also works as a checklist to ensure that all the hazards, protective measures, work procedures and the general requirements are reviewed with and understood by the assigned worker(s). A work permit serves as a record of the authorization and the completion of the specific work. The authorization must be provided by the competent person after all the necessary conditions have been met. The purpose of this study is to familiarize permit to work system on board of a ship for a safe working environment. The data collecting method use is library research. All parties, the company, the officers and the assigned worker(s) have to commit and comply to all procedures and the requirements of the permit to work system. It has been provided by the regulator. It should be used as needed and required. KKeywords :System, Work permit, Safe working, Board, Ship

Page 1 of 1 | Total Record : 9