cover
Contact Name
Muhamad Arif
Contact Email
muhamadarif070593@gmail.com
Phone
+6282331779587
Journal Mail Official
jurnalfikroh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Menganti Krajan No.474, Krajan, Menganti, Kec. Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61174
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
FIKROH: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENDIDIKAN ISLAM
ISSN : 20877501     EISSN : -     DOI : -
JURNAL FIKROH is a peer-reviewed journal on education,especially Islamic Education, share knowledge and information about research report on whole aspects of Islamic education integrated with all sciences, publicate qualified articles to show the development of Moslem scholars publications. JURNAL FIKROH specifies on all education aspects in the Moslem world, and the purpose is to spread genuine works and latest issues on the subjects. All articles will be reviewed by some experts before published. Author is fully ressponsible for the content of article.
Articles 58 Documents
SYAIR DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI Mahfud, Muhammad
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syair sebagai salah satu produk karya sastra telah lahir sejak zaman nabi bahkan lebih jauh sebelum itu, sebab bangsa Arab dikenal dengan jago syair, bahkan akar syair yang dipelajari di Indonesia pun berasal dari Arab. Dalam literatur hadis banyak ditemukan hadis yang melarang melakukan dan mengucapkan syair. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara detail apa sebenarnya status hads tersebut. hadis tentang larangan syair dan bersyair bersifat temporal karena syair yang terlarang adalah syair yang menyalahi aturan-aturan syariat, dan syair yang tercela adalah syair-syair yang disusun untuk merendahkan martabat manusia secara umum dan kaum muslimin secara khusus dan syair yang sangat menyibukkan melebihi kesibukan dalam membaca al-Qur'an dan beribadah kepada Allah. Adapun syair-syair yang disusun dengan tidak mengenyampingkan apalagi meninggalkan ibadah kepada Allah dengan tujuan untuk menyadarkan manusia dari keterpurukan mereka atau membangkitkan semangat kaum muslimin dan melemahkan semangat kaum kafir dan sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah, maka syair tersebut adalah syair yang dibolehkan dan bahkan mendapatkan posisi terpuji dalam IslamKata Kunci: Syair, kontekstualisasi, hadis Nabi
KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN Bahrozi, Imam
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam, yang meliputi komunikasiaktif dan komunikasi pasif. Proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif jika ide, gagasan dan informasi dimiliki secara bersama-sama oleh manusia yang terlibat dalam perilaku komunikasi. Begitu juga dengan komunikasi instruksional. Materi pelajaran akan dicerna dengan baik, jika materi yang disampaikan dapat dimaknai sama oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan oleh pendidik.Kata Kunci : Komunikasi, Pendidikan, Komunikator, Manajemen
PEREMPUAN DALAM PANDANGAN FEMINIS MUSLIM M.Fil.I, Suparno
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan dalam kajian keislaman telah menempati posisi yang sangat puncak. Studi dialogis tentang perempuan telah banyak dibahas oleh para pegiat gender, khususnya pembahasan mengenai kesetaraan gender. Di antara tokoh-tokoh feminis pegiat hak-hak perempuan dan kesetaraan gender adalah Qasim Amin, Amina Wadud Muhsin, Fatimah Mernissi, dan Asghar Ali Engineer. Mereka memandang perempuan dalam kacamata berpikir mereka masing-masing. Tulisan ini hanya menyajikan beberapa pendapat tokoh-tokoh feminis tersebut, namun untuk kajian lebih mendalam masih banyak lagin pikiran para tokoh feminis muslim yang lain.??????????? Kata Kunci: Perempuan, Feminis Muslim, gender
STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN Mulyadi, Drs.
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Banyak para pakar yang mendefinisikan dan bahkan mendesain ulang format pendidikan Islam khususnya pendidikan Islam modern seperti sekarang ini. Pendidikan Islam bukan hanya transfer of knowledge tetapi lebih merupakan pondasi keimanan dan kesalehan. Oleh karena itu, format pendidikan Islam yang bagaimanakah yang sesuai dengan kehidupan modern seperti sekarang. Melalui tulisan ini didapatkan bahwa Dalam menghadapi perubahan masyarakat modern, secara internal pendidikan Islam harus menyelesaikan persoalan dikotomi, tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, dan persolalan kurikulum atau materi yang sampai sekarang ini belum terselesaikan, Lembaga-lembaga pendidikan Islam perlu mendesain ulang fungsi pendidikan, dengan memilih model pendidikan yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat, Pendidikan Islam didesain untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk bekerja lebih produktif, dan Pendidikan Islam harus mengembangkan kualitas pendidikannya agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang selalu berubah-berubah.???????? Key Word: Pendidikan Islam, modernisasi, pengembangan pendidikan
KONTRIBUSI AL-SYAFI’I DALAM MASALAH IKHTILAF AL-HADITS M.Pd.I, Atmari
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian hadis-hadis bertentangan telah dimulai sejak sebelum masa al-Syafi?i. Namun, baru di tangan al-Syafi?i, kajian ini menemukan bentuk teoretisnya terutama melalui karya yang berjudul Ikhtil?f? al-Had?ts. Karya ini muncul sebagai bagian dari usaha al-Syafi?i dalam mengkonstruksi bangunan fikih, terutama aliran ahli hadis dengan memberikan penguatan pada basis teoretisnya untuk menghadapi serangan ahli ra?yu, inkar al-Sunnah, dan kelompok Kalam. Al-Syafi?i merasa berkepentingan meneguhkan eksistensi sunnah dengan segala variannya. Secara intern, al-Syafi?i harus menghadapi dan menyelesaikan problem hadis-hadis yang saling bertentangan yang merupakan celah yang dapat dimanfaatkan kaum yang menolak hadis sebagai bagian dari syariah. Di sinilah perlunya mengetahui perjalanan awal Mukhtalif al-Had?ts.?Kata Kunci: ?Mukhtalif, Ikhtilaf, Hadis, al-Syafi?i
PERNIKAHAN MUT’AH DALAM PERBANDINGAN MANHAJ SUNNAH DAN SYI’AH Al-Ayubi, Sholehudin
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 8 No 2 (2015)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut madzhab Sunnah, pernikahan mut?ah adalah haram untuk selamanya, sedangkan menurut madzhab Syi?ah mut?ah adalah halal untuk selamanya. Perbedaan tersebut selain disebabkan perbedaan penggunaan dalil yang eksploitatif, juga disebabkan oleh perbedaan manhaj dalam menghukumi masalah pernikahan mut?ah. Kelompok Sunnah menggunakan metode nasakh-mansukh, qiyas dan istislahi, sedangkan kelompok Syi?ah menggunakan metode tarjih, ijma? sahabah, istishab dan istislahi. Secara metodologis, manhaj Syi?ah lebih meyakinkan bagi penulis, meskipun penulis tidak sepakat dengan hasil ijtihad Syi?ah yang membolehkan mut?ah secara mutlak. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, ditemukan bahwa dalil normatif dari al-Qur?an dan Sunnah yang digunakan untuk mengharamkan mut?ah atau untuk menghalalkannya, sama-sama tidak mencapai derajat yang meyakinkan (qath?i). Sehingga penulis menyarankan bahwa yang seharusnya digunakan untuk mengharamkan atau menghalalkan mut?ah adalah dalil kemaslahatan.Kata Kunci: Nikah Mut?ah, Sunnah-Syiah, Manhaj
KONSTRUK PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN MASA DEPAN M.Pd.I, Sutono
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemanakah arah pendidikan Islam di masa depan harus dibawa? Sebuah pertanyaan klasik yang sering muncul tetapi sekaligus menantang bagi para civitas akademikanya untuk selalu memberikan jawabannya. Entah siapa yang salah, hingga saat ini, masyarakat umum masih mempunyai persepsi kurang menguntungkan terhadap pendidikan Islam. Faktanya, masih banyak pilihan orang tua memasukkan anaknya ke pendidikan Islam sebagai pilihan kedua setelah pilihan pertama ke lembaga pendidikan umum. Satu masalah bagi civitas akademika pendidikan islam untuk terus meneruskan jati dirinya agar lebih acceptable bagi masyarakat luas. Karena itu, pendidikan Islam harus selalu memperbaruhi sumber daya ke pendidikannya agar relevan dengan perkembangan masyarakat pengunanya. Agar arah pendidikan Islam dimasa depan tidak sekedar mengikuti arus perubahan yang telah terjadi, maka pendidikan Islam perlu untuk memikirkan kembali filsafat, teori, dan kurikulum pendidikannya. Dengan demikian pendidikan islam tidak akan kehilangan jati dirinya sendiri, tetapi justru yang terjadi adalah pendidikan islam tidak akan memainkan peranan aktif dalam arus pergaulan global yang sedang berjalan ini.???????????????????????????????????????Kata kunci : Pendidikan Islam, Globalisasi, Filsafat, Teori, dan Kurikulum??
PENDIDIKAN ISLAM (Perspektif Tafsir Emansipatoris) Solehuddin Al-Ayyubi Al-Ayubi, Sholehudin
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan bermakna variatif, mencakup pengembangan, peningkatan dan perubahan Islam memberikan makna pendidikan lebih dari sekedar makna tadi. Aksentrasi pendidikan Islam terletak pada proses pembebasan manusia yaitu pembebasan dari keterbelengguhan teologis, dari keterpurukan histories-sosiologis dari jebakan sosial politik dan anarki moralitas pendidikan akan bermakna lebih jika sudah memfungsikan dirinya sebagai alat pembebas.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Kata kunci : pendidikan, pendidikan Islam, Pembebasan.
PENCITRAAN “LIYAN” SEBAGAI MUSUH TELAAH GERAKAN ISLAM RADIKAL DI INDONESIA Mukhlas, Abdullah Arif
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates hizbut tahrir (HTI) and majelis mujahidin Indonesia (HTI), as Islamic fundamentalist groups. The investigation deals thoroughly with three aspect of Islamic fundamentalist movement: (1) its ideological construct (roots) and its objectification, (2) the perception to the ?other? as enemy, and (3) its expression to gain the idealism (applying sharia and khilafah). To conduct the investigation this study draws on qualitative research paradigma, which is implemented by the methods of documentation, depth interview and participant observation. The investigation of this research shows the following result. Firstly, HTI and MMI are to be regarded as an axemplar of universalistic religio-political fundamentalist group. This term is coined to suggest that the movement as HTI and MMI as a fundamentalist group is not only based on religious motives but also on political motives with universal orientation. HTI and MMI have as its political target the determination to reestablish the Islamic state of khilafah. In the opinion of them, this institution will constitute a political umbrella for all Islamic ummah. Secondly, HTI dan MMI have a feeling of being under attack coupled with distrust of kafir in friendship or alliance. Thirdly, they have attention to the perpetual conflict between muslims and non-muslims and insistence that it can cease only by non-Muslim submission to a muslim ruler or Islamic law under the status of dhimmi.?Kata Kunci: Islam radikal, liyan, pencitraan
SIGNIFIKANSI NILAI-NILAI ISLAM DAN PERATURANNYA DENGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN Arif, Khusnan
FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : FIKROH: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat muslim dewasa ini menyadari bahwa dirinya merasa tertinggal dari segi penguasaan ilmu teknologi. Sementara barat, lewat berbagai pengembangan dan penelitian yang tiada henti-hentinya didesain untuk semata-mata kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, semakin berada pada barisan terdepan dalam keunggulan sains. Kenyataan ini amat mengherankan mengingat dalam beberapa abad sebelumnya pengembangan ilmu pengetahuan berada ditangan cendikiawan muslim terlebih pada saat yang sama barat baru saja belajar pada peradaban muslim lewat poros Andalus (Spanyol). Untungnya, sekarang ini sudah mulai muncul usaha-usaha untuk menyadarkan kembali pada proses pencapaian dan penguasaan IPTEK yang lepas dari genggaman generasi muslim pada abad-abad sebelumnya. Sungguhpun usaha itu mengalami hambatan dan rintangan yang tidak gampang. Akan tetapi sebagai sebuah usaha awal, diharapkan adanya kesadaran qur?anik dari masyarakat muslim, bahwa kita harus mengejar segala ketertinggalan itu.