cover
Contact Name
M. Azizzullah Ilyas
Contact Email
-
Phone
+6282377478939
Journal Mail Official
manhaj@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Negeri Bengkulu Jl. Raden Fatah Pagar Dewa Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
ISSN : 16392196     EISSN : 26206463     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/mjppm
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of islamic research and community services.
Articles 99 Documents
Peran Majlis Ta’lim Nurul Iman dalam Pembentukan Sikap Keagamaan Masyarakat di Rt 10/02 Kelurahan Pagar Dewa Kec Selebar Bengkulu Maryam, Maryam
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.019 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i2.2365

Abstract

This study aims to examine the role of the majelis ta ?lim in developing human qualities in society. Taklim Assembly is regulated in Article 26 paragraph 4 of RI Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System. This study uses a qualitative approach with triangulation analysis. The results of this study found that the existence of the Ta'lim Assembly in the era of globalization is very important and one of the most important strongholds in counteracting the negative effects of globalization itself. besides that it also functions as a fostering and developing Islamic religion, a park of spiritual recreation, an arena of silaturrahmi, a means of continuous dialogue between ulama, umaroh and the people and as a medium to convey the idea of modernization that is beneficial for the development of the people.
Berebut Manisnya Tebu Studi tentang perolehan akses program bantuan tebu di Lhokcane , Kab. Bener Meriah, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam Prabowo, Galeh
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.218 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i1.737

Abstract

An Introduction of sugarcane is apparently able to create an interesting social phenomenon among peasants in Lhokcane. It has led to the entry of commodity competition in access to land and sugarcane assistance program. The reality of it is about the emergence of inequality both ownership and control over economic resources. Therefore, this paper aims to understand the process of acquisition of land and access to assistance programs cane.?Key words : sugarcane, access, land, and inequality
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGENTASKAN BUTA BACA AL-QUR’AN (Persiapan Penerapan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Wajib Bisa Baca al-Qur’an Bagi Siswa dan Calon Penganten di Kabupaten Bengkulu Tengah). Mahdi, Imam
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.939 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.144

Abstract

Tulisan ini ingin mengetahui bagaimana? kebijakan ??Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam rangka penerapan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2014 tentang Wajib bisa baca Alquran bagi siswa dan calon pengantin di Kabupaten Benguku Tengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif survei dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Benteng. Hasil penelitain? ini menghasilkan kesimpulan bahwa pada tahun 2015 pemberlakuan Perda masih pada tahap sosialisasi, dikarenakan Peraturan Bupati sebagai aturan pelaksana dari Perda tersebut belum diterbitkan. Selanjutnya instansi yang ditunjuk sebagai penanggungjawab pelaksana Perda telah menyusun program untuk melaksanakan Perda dimaksud. Secara umum Perda Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Wajib Bisa Baca AL Qur?an bagi Siswa dan Calon Pengantin dapat dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Tengah karena mendapat dukungan dari semua sektor dan elemen yang ada di Kabupaten bengkulu tengah.
ANALISIS TEOLOGIS PADA PROGRAM MARIO TEGUH GOLDEN WAYS DI METRO TV Yuhaswita, Yuhaswita
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.252 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.189

Abstract

Penelitian ini memunculkan masalah kateori pesan dan isi? pesan pada kalimat Mario Teguh pada Program Mario Teguh Golden Ways Di Metro TV. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan kategori pesan dan isi pesan pada kalimat Mario Teguh pada setiap episode di MTGW Metro TV. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkatagorikan mendeskrifsikan pesan pada kalimat-kalimat Mario Teguh pada program MTGW di Metro TV. Kegunaan penelitian diharapkan dapat meningkatkan keimanan, keyakinan kepada Allah dan meningkatkan kualitas amal kita sebagai manusia.? Jenis Penelitian? yang digunakan adalah lapangan pada? Media youtube melalui Internet,?? dan metode untuk menjawab permasalahan penelitian menggunakan metode analisis deskriftif kualitatif.?? Dari hasil penelitian diperoleh kategori pesan yang berhubungan dengan sifat Allah: Maha Penyayang, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, Maha Pemberi Rezeki, Maha Penjawab Do?a. Kategori pesan yang berhubungan dengan sifat manusia: Sifat terpuji seperti tawakal, sabar, syukur, ikhlas sedangkan sifat tidak terpuji seperti sombong, iri hati, buruk sangka, boros.?
PENGGUNAAN MEDIA BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBACA WACANA DESKRIPTIF BAHASA INGGRIS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) MAMBAUL ULUM KABUPATEN BENGKULU TENGAH Riswanto, Riswanto
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 3 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.802 KB) | DOI: 10.1161/.v5i3.760

Abstract

Proses belajar dan mengajar yang berkualitas baik dalam maupun diluar kelas merupakan? salah satu tanggung? jawab seorang guru (pendidik) profesional.? Profesionalisme guru ini sesuai dengan amanat undang-undang No 14 tahun 2005? pasal 1 bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan menevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Pada pasal 6 bab II disebutkan juga bahwa kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua pasal diatas menunjukan bahwa tugas dan tanggung jawab seorang guru yang profesional amat berat karena tugas mereka tidak hanya mengajar (transfer of knowledge) tapi juga mendidik (transfer of value/norms).? Pendidikan tidak hanya berhenti kepada perkembangan kemampuan otak (kognisi dan metakognisi)? tapi juga tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengolah hati (afektif) sehingga bisa tercermin dalam sikap dan perbuatan (karakter).?Kata kunci : Media Bekas, Wacana, Bahasa Inggris.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENENTU PEMILIHAN SEKOLAH AGAMA (STUDI KASUS PADA ORANGTUA DI KELURAHAN KANDANG MAS KOTA BENGKULU) Nurniswah, Nurniswah
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.869 KB) | DOI: 10.1161/.v5i2.751

Abstract

Keluarga muslim adalah benteng utama tempat anak dibesarkan melalui pendidikan Islam. Keluarga muslim adalah keluarga yang mendasarkan aktifitasnya pada pembentukan keluarga yang sesuai dengan syari?at Islam. Pembentukan keluarga muslim dimulai dengan pernikahan.[1]Baik buruknya tingkah laku anak sangat berkaitan dengan pembinaan agama Islam dalam keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan.Hal tersebut berkaitan dengan hadist yang artinya ?Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, bersih, maka kedua Orangtuanyalah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani, atau Majusi?. (HR. Muslim).Orangtua tidak kalah pentingnya untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.Orangtua harus berpangkal pada kenyataan bahwa pendidikan bermula dari lingkungan keluarga M. Quraish Shihab mengatakan : keluarga adalah jiwa masyarakat dan tulang punggungnya kesejahteraan lahir batin yang dinikmati suatu bangsa, atau sebaliknya kebodohan dan keterbelakangannya adalah cerminan dari keadaan keluarga-keluarga yang hidup pada masyarakat bangsa tersebut.[1]Pendidikan merupakan hal yang diutamakan oleh orangtua terhadap anaknya sekarang ini.Akan tetapi tidak semua orangtua murid mempunyai pengetahuan yang cukup tentang pendidikan. Oleh sebab itu, dalam masyarakat harus dikembangkan organisasi sosial yang antara lain mengurus pemberian informasi tentang pendidikan anak, khususnya pendidikan yang berlandaskan agama.?Kata Kunci: sekolah agama, orang tua, pendidikan
DAKWAH KULTURAL MASYARAKAT LEMBAK KOTA BENGKULU Ramdhani, Rahmat
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.821 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i2.160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi ritus-ritus ajaran Islam yang dilakukan oleh masyarakat lembak, selanjutnya untuk mengkaji, memahami dan menganalisis pola dakwah kultural masyarakat lembak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologi dan interaksionisme simbolik. Informan penelitian adalah 6 (enam) orang masyarakat Kelurahan Dusun Besar dan Kelurahan Panorama yang dipilih secara purposif sampling dengan kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi literatur terhadap hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasi penelitian menunjukkan bahwa dakwah kultural masyarakat lembak yang berlangsung sejak dulu dan tetap terjaga kelestariannya adalah berayak, klop ngaji dan klop bedikir. Kegiatannya rutin dilaksanakan setiap sekali dalam seminggu, dengan praktik yang ada terjadi singkronisasi dan harmonisasi antara dakwah Islam dan budaya lokal.Muatan dakwah dalam budaya tersebut berupa internalisasi dan sosialisasi ajaran Islam sehingga menjadi energi sosial dan modal sosial dalam kehidupan masyarakat suku lembak.
Persepsi Penganut Tarekat Naqsyabandiyah Tentang Hadis-Hadis Eskatologi (Studi Terhadap Jama’ah Surau “Baiturrobbi” Kelurahan Bajak Kota Bengkulu) Karnedi, Rozian
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2018): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.374 KB) | DOI: 10.29300/mjppm.v3i2.2370

Abstract

Tarikat which the author means is a system of living together as an effort to spiritualize the practice and understanding of Islamic teachings towards the achievement of ma'riffatullah. In this perspective, operationally this formula can be understood as a collective effort in the effort of tazkiyah al-nafs. In other words tarikat can be understood as an institution of Sufism learning. The author is of the opinion that this is due to the practice of tarikats where there are teachers who are called murshid or sheikhs, and are usually accompanied by a representative called the caliph, while his followers are called students (salik), who must go through certain methods or exercises. The training ground is called rabath, zawaiyah, or taqiyah which in Persian is called khanaqah. And in West Sumatra this training ground is called surau. In addition, in the practice of the path between students and teachers there are rules, manners and certain things that must not be violated and must be obeyed. Likewise there are rules between students and friends. Based on the understanding of several key terms contained in the title of the research described above, the author can emphasize that through the title of this research, the study will explore further the perceptions of followers of the surau Baitur Rabbi in understanding the eschatological traditions.
GLOKALISASI IDENTITAS MELAYU: Potensi dan Tantang Budaya dalam Reproduksi Kemelayuan Abdullah, Irwan
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2017): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.609 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v5i2.742

Abstract

Melayu merupakan salah satu etnis besar di Indonesia. Bahkan, etnis ini tidak hanya tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi saja tetapi juga di negara lain, yaitu: Malaysia dan Thailand Selatan. Cukup kuatnya budaya Melayu pada waktu itu membuat pemerintah Indonesia memilih Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Akan tetapi eksistensi kebesaran Budaya Melayu menghadapai tantangan besar karena meskipun cukup berpengaruh, posisi Melayu belakangan ini kurang strategis dan pengaruhnya pun mulai berkurang. Budaya Melayu seakan mengalami kemunduran karena dianggap tidak mampu untuk menjawab tantangan-tantangan masa kini dan masa mendatang bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh hanya diam harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan eksistensi Budaya Melayu di Indonesia.?Kata Kunci : Glokalisasi, Identitas Melayu, Budaya Melayu, Potensi dan Tantangan Melayu
PROBLEMATIKA PENYELENGGARAN JENAZAH DI KOTA BENGKULU (Studi Analisis Terhadap Persepsi Masyarakat Kota Bengkulu) Nurdin, Zurifah
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.664 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i1.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana persepsi masyarakat kota Bengkulu terhadap tanggung jawab rubiah dalam penyelenggaraan jenazah dan problematika apa yang mereka hadapi, kemudian? untuk menambah hazanah keilmuan kajian keislaman bagi umat Islam. Sebagai wadah untuk berdakwah bagi para mubaligh dan lahan pengabdian masyarakat bagi dosen, khususnya dosen IAIN Bengkulu. Persepsi masyarakat? perumnas Gading Cemapaka Permai, jika ada keluarganya meninggal dan yang menyelenggarakannya, seperti memejamkan mata, membuka pakaian jenazah, memandikan, mengafani? tidak dikerjakan sendiri melainkan minta bantuan orang lain dikarenakan takut. Adapun yang dimintai pertolongan adalah rubiah. Meminta tolong orang lain, orang yang tidak ada hubungan keluarga sama sekali merupakan tindakan melanggar etika agama

Page 1 of 10 | Total Record : 99