cover
Contact Name
Agus Herianto
Contact Email
agusherianto.ummat@gmail.com
Phone
+6287864593560
Journal Mail Official
geography.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23392835     EISSN : 26145529     DOI : https://doi.org/10.31764/geography
Core Subject : Science, Education,
Geography : Jurnal Kajian Penelitian & Pengembangan Pendidikan was founded upon the conviction that the development of learning and teaching was vitally important to higher education. It is committed to promote, enhance and share geography learning and teaching in all institutions of higher education throughout the world, and provides a forum for geographers and others, regardless of their specialisms, to discuss common educational interests, to present the results of educational research, and to advocate new ideas.
Articles 36 Documents
PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG MELALUI WISATA BAHARI PARTISIPATIF DI PANTAI TIGA DUSUN SETANGI DESA MALAKA KECAMATAN PEMENANG KABUPATEN LOMBOK UTARA Haryawan, Haryawan; Sukuryadi, Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.859 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1421

Abstract

Kebanyakan kerusakan ekosistem terumbu karang dan produktivitas, kerusakan ekosistem terumbu karang tidak terlepas dari aktifitas manusia baik di daratan maupun pada ekosistem pesisir dan lautan. Penelitian ini bertujuan untuk pengelolaan ekosistem terumbu karang dengan melalui wisata bahari di pantai tiga Dusun Setangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriftif kualitatif dengan melakukan di lapangan, adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif ini adalah penelitian yang di arahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat, mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu dengan juga penelitian ini menggambarkan (mendeskripsikan) secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentung secara faktual dan akurat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang terbatas pada ruang lingkup penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1) memberitahu data umum Desa Malaka Kacamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dapat di lihat dari beberapa keadaan di Desa Malaka yaitu keadaan geografis, keadaan topografi, keadaan hidrogen dan tata air, keadaan iklim dan curah hujan, keadaan tata guna lahan, demografi, kelembagaan. 2) display data nama responden bagian ini akan di uraikan tentang data yang akan di peroleh di lapangan yaitu sampel penelitian yang terdiri 44 masyarakat dan Dinas Kelautan di Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dengan mengetahui secara lebih rinci tentang data. 3) analisis kesesuaian kualitas air yang di ambil dengan tiga kesuaian wilayah pantai tiga penelitian untuk mewakili area wisata snorkling yang dapat hasil pengukuran kualitas air. 4) analisis kesesuaian wisata dengan menentukan hasil persentase penutupan karang di pesisir (S1) sebesar 13,5%, pada dangkal (S2) sebesar 26,14%, pada kedalaman (S3) sebesar 31,16% dan rata-rata sebesar 23,6%. 4) analisis daya dukung kawasan dengan mengenai daya dukung lingkungan di dapatkan hasil suatu penelitian 82 orang yang melakukan maupun masyarakat juga terjun. 5) analisis data dengan menentukan jumlah untuk melaksanakan sebagai sampel pada penelitian ini adalah 44 orang pegawai melaksanakan penelitian. 6) pembahasan dengan mengetahui wilayah di Desa Malaka memiliki iklim dan curah hujan memiliki curah hujan 1.100 Mm, suhu di Desa Malaka rata-rata 30%.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN RESPON WISATAWAN DOMESTIK DI OBJEK WISATA PANTAI TEBING DESA REMPEK KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA Armindiana, Bq. Devi; Pramunarti, Agung
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.6 KB) | DOI: 10.31764/geography.v6i1.1406

Abstract

Pantai Tebing Lombok Utara adalah destinasi wisata di Kabupaten Lombok Utara yangpotensial yang terletak di Dusun Montong Pal Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.Berdasrkan survey awal, lokasi ini belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah sehingga belum banyak wisatawan yang berkunjung.Selain itu, masih banyak kekurangan lainya yang perlu dikembangkan di tempat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik, respon, dan hambatan wisatawan domestik serta peran Pemerintah dalam pengembangan Objek Wisata Pantai Tebing sehinggadiperolehnya gambaran mengenai karakteristik dan respon wisatawan domestik serta manfaat bagi pemerintah dan masyarakat sekitar. Rancangan penelitian ini? adalahkualitatifyang teknikpenentuan informannya menggunakan teknikpurposive samplingdan aksidental sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian iniyaituobservasi, wawancara, danstudidokumentasi, sedangkan untuk menganalisis data dalam penelitian ini mengggunakandeskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan karaktristik wisatawan domestik dibedakan menjadi 5, yaitu: a) berdasarkan jenis kelamin, b) umur, c) pekerjaan, d) tingkat pendidikan dan e) intensitas kunjungan sedangkan respon wisatawan domestik bermacam-macam. Namun, peran Pemerintah dalam pengembangan Objek Wisata Pantai Tebing belum berperan sepenuhnya. Akhirnya, diharapkan kepada pemerintah dan para pengelola setempat untuk terus mengembangkan dan memelihara? aksesibilitas? serta? sarana? dan? prasarana? pendukung? bagi? wisatawan sertarespon wisatawanharuslah? menjadi? patokan? atau? pondasi? dasar untuk dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan yang ada di objek wisata Pantai Tebing
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR MELALUI PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE UNTUK BUDIDAYA KEPITING BAKAU DESA EAT MAYANG SEKOTONG TIMUR LOMBOK BARAT Rahman, Muhammad Zainur; Pansyah, Doni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.672 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1426

Abstract

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai? sumberdaya? pembangunan, baik? sebagai sumberdaya? ekonomi? maupun ekologi? yang? telah lama? dimanfaatkan oleh masyarakat? khususnya yang hidup disekitar pesisir pantai. Hutan mangrove juga memiliki peran yang sangat penting dalam pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kepiting bakau (Scylla serrata), hutan mangrove dan kepiting bakau memiliki kaitan yang sangat erat dalam pengembangan potensi alam, baik itu dalam melestarikan ekosistem mangrove dan juga dalam budidaya kepeting bakau. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: 1. Bagaimana bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir pantai melalui pemnafaatan hutan mangrove untuk budidaya kepiting bakau Sekotong Timur Desa Eat Mayang, Lombok Barat? 2. Bagaimana pemanfaatan hutan mangrove untuk budidaya kepiting bakau Desa Eat Mayang pantai Sekotong Timur Lombok Barat? Tujuan dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat dan bagaimana pemanfaatan hutan mangruve. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan sabjek penelitian yaitu purposive sampling dengan informan kunci dan informan biasa, tehnik pengumpulan data (observasi, wawancara, dokumentasi) menggunakan tehnik analisis data Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, verifikasi/ veripication). Berdasarkan analisis data maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Bentuk dari pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir pantai melalui pemanfaatan hutan mangrove untuk budidaya kepiting bakau yang dilakukan oleh masyrarakat Desa Eat Mayang adalah dengan cara diadakan pelatihan oleh pemerintah setempat tentang bagaimana membudidayakan kepiting bakau, setelah pelatihan tersebut dilakukan maka dibentuklah kelompok pembudidaya kepiting bakau, sedangkan pemanfaatan hutan yang dilakukan dengan pembuatan tambak diarea hutan mangrove untuk tempat membudidayakan kepiting bakau dan juga budidaya ikan bandeng, pemanfaatan hutan manguve dengan melakukan budidaya kepiting kepiting bakau sangat sesuai karena hutan mangrove merupakan habitat dari kepiting bakau.
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN DIRI DENGAN SIKAP SALING MENGHARGAI SISWA KELAS VIII SMP Adi Wirawan, Rahmat; Zainurrah Rahman, Muh.
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.556 KB) | DOI: 10.31764/geography.v6i2.1417

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun psikologis seorang remaja. Perubahan-perubahan fisik yang terjadi tersebut merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja, sedangkan perubahan psikologis muncul sebagai akibat dari perubahan-perubahan fisik tersebut. Remaja juga masih labil dan mudah terpengaruh oleh lingkungan disekitarnya. Pemahaman diri dasarnya merupakan pemahaman keseluruhan kepribadiannya dengan segala latar belakang dan interaksinya dengan lingkungannya, dapat mengenal dan mengetahui kelebihan dan kekurangan apa yang dimiliki setiap individu. Sedanghkan Sikap saling menghargai adalah sikap toleransi sesama umat manusia sebagai hal yang wajar dan tidak melanggar hak asasi manusia lainnya, dimana seseorang menganggap keberadaan orang lain sebagai bagian dari lingkungan, sama seperti dirinya, tidak saling bermusuhan atau merugikan antara sesama manusia lain. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui adanya hubungan antara pemahaman diri dengan sikap saling menghargai siswa kelas VIII SMPN 4 Praya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket sebagai metode pokok, adapun metode dokumentasi, metode wawancara dan metode observasi yaitu sebagai metode pendukung. Untuk menganalisis data menggunakan rumus product moment. Hasil penelitian yaitu nilai rxy yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 0,582, sedangkan nilai rxy dalam tabel dengan taraf signifikansi 5% dengan N = 80 adalah 0,232. Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai rxy yang diperoleh dalam penelitian ini adalah lebih besar dari pada nilai rxy tabel. Maka dapatdikemukakan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Jadi kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ada hubungan antara Pemahaman Diri dengan Sikap Saling Menghargai Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Praya Tahuan Pelajaran 2016-2017, artinya hasil penelitian ini adalah ?Signifikan?.
EFEKTIVITAS PENERAAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL WORK BASE LEARNING DAN PROBLEM BASE LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATERI LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Herianto, Agus; Sahrup, Sahrup
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.48 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1422

Abstract

Lingkungan hidup sebagai semua benda dan kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya, yang terdapat dalam ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya mutlak harus dijaga dan dilestarikan. Permasalahan lingkungan hidup akhir-akhir ini semakin memprihatinkan baik pada tingkat lokal, nasional maupun global. Gejala perubahan iklim yang mengakibatkan terjadinya global warming merupakan salah satu contoh kerusakan alam secara global. Pada skala lokal dan nasional banyak terjadi erosi abrasi, banjir, tanah longsor yang sangat potensial menyebabkan terjadinya penurunan kuwalitas lingkungan. Belum lagi permasalahan klasik yang hampir setiap hari muncul seperti sampah, kebersihan lingkungan, air bersih, kelangkaan sumberdaya alam. Hal ini diperparah dengan kurangnya pemahaman, kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan hidup.Salah satu cara yang paling efektif untuk membangkitkan kepekaan, kepedulian, kesadaran, dan kecintaan orang terhadap lingkungan adalah melalui institusi pendidikan formal secara berjenjang mulai dari SD, SMP, dan SMA dan selanjutnya di perguruan tinggi. Oleh karena itu, peneliti perlu untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat mengenai efektivitas model pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran Geografi khususnya pada materi pembelajaran lingkungan hidup dan pembanguan berwawasan lingkungan. Berdasarkan hasil perhitungan pengujian hipotesis, didapatkan nilai t hitung= 4,48 dan untuk nilai t tabel = 2,000 dengan taraf signifikansi 5% dan db = n1 + n2 ? 2 = 62 atau dk = 32 + 32 ? 2 = 64. Karena t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang diajar dengan model pembelajaran kontekstual work base learning dan kelas yang diajar dengan model pembelajaran kotekstual problem base learning. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu rujukan dalam pembelajaran Geografi khususnya pada materi lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan di mana selama ini belum terdapat model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran terkait dengan pembelajaran geografi.
PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PEMANDIAN OI LAWU DI TINJAU DARI UNSUR BIOFISIK DI DESA BOKE KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arifin, Muhammad; Rochayati, Nurin
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.719 KB) | DOI: 10.31764/geography.v6i1.1413

Abstract

Berdasarkan survei awal, kondisi pemandian Oi lawu kurang diminati para wisatawan disebabkan selain karena kondisi jalan menuju ke tempat pemandian Oi lawu jauh dari jalan umum, melewati jalan setapak serta tidak dapat di tempuh dengan kendaraan bermotor menuju lokasi objek wisata, prasarana dan sarana yang kurang memadai, kurangnya fasilitas untuk dinikmati oleh para wisatawan seperti wisata air lainnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) Bagaimana kekuatan dan kelemahan dalam pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima?; 2) Bagaimana peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima? Manfaat Penelitian ini: 1) Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian dalam rangka ikut serta pelestarian, menjaga dan pengembagan objek wisata, khususnya pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima; 2) Bagi pemerintah, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi dalam upaya peningkatan dan pengembangan pariwisata daerah khususnya pengembangan objek wisata pemandian Oi lawu di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima; 3) Bagi Dinas kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bima dalam mengembangkan obyek pariwisata dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menyangkut kepariwisataan dengan tetap memperhatikan faktor-faktor geografi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan penentuan informan menggunakan Purposive sampling dengan informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yakni Observasi, Wawancara (Interview) dan Dokumentasi. Jenis data adalah data kualitatif dan bersumber dari data sekunder dan primer dengan teknik analisis data SWOT. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Strategi SO, ialah: a) Memperindah objek wisata Oi Lawu; Penyediaan alat transportasi, dan c) Perbaikan jalan ke objek wisata Oi Lawu. 2) Strategis WO, ialah; a) Membangun jalan yang baik; b) Memperbaiki aliran objek wisata pemandian Oi Lawu; c) Meningkatkan keamanan objek wisata Oi Lawu, dan; d) Menanam pohon yang dapat menyerap air. 3) Strategi ST, ialah: a) Meningkatkan promosi dan memperbaiki program pengembangan lebih bagus objek wisata Oi Lawu; b) Meningkatkan promosi objek wisata Oi Lawu, dan; c) Pengadaan berugak, WC/Kamar ganti. 4) Strategi WT, ialah: a) Memperindah dan menjaga objek wisata; b) Perbaikan tempat pembuangan sampah dan pengadaan tempat pembuangan sementara di sekitar objek wisata, c) Memasang plang atau spanduk peringatan di objek wisata Oi Lawu, dan; d) Menanam pohon yang dapat menyerap air.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BACA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI PADA REFERENSI GEOGRAFI DI PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI NTB, UM MATARAM, DAN PERPUSTAKAAN FKIP UM MATARAM Syafril, Syafril; Nurnaningsih, Suryana
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.479 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1430

Abstract

Pendidikan merupakan satu tantangan yang serius bagi bangsa Indonesia. Angka pengangguran yang berijazah perguruan tinggi adalah salah satu indikasi rendahnya mutu pendidikan tinggi kita. Seiring dengan rendahnya mutu pendidikan, minat masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas justru semakin bertambah. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi faktor penyebab rendahnya minat baca mahasiswa pendidkan geografi pada referensi geografi yang ada di Perpustakaan UM Mataram, Perpustakaan FKIP, dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang factor yang menghambat minat baca mahasiswa Pendidikan Geografi pada referensi geografi dalam di perpustakaan FKIP, Perpustakaan UM Mataram, dan PUSDA. Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 orang responden sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket/(kusioner) dan dokumentasi, sedangkan tehnik analisis data menggunakan rumus presentase P = f/N x 100%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa factor yang menghambat minat baca mahasiswa Pendidikan geografi pada referensi geografi di perpustakaan Daerah Provinsi NTB, Perpustakaan UM Mataram dan Perpustakaan FKIP, diantaranya adalah faktor letak, koleksi buku, sarana prasarana, desain perpustakaan dan Faktor Motivasi diri Mahasiswa merupakan factor utama yang mempengaruhi kurangnya minat mahasiswa pendidikan geografi dalam mengunjungi perpustakaan FKIP, perpustakaan UM Mataram dan Perpustakaan Daerah Provinsi NTB (PUSDA). Diperpustakaan Daerah provinsi NTB mayoritas responden menyatakan mengujungi perpustakaan Daerah NTB kurang dari 5 kali dalam satu bulan yaitu sebanyak (74,19%) kemudian diperkuat oleh data pengunjung dari bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016 yang berkunjung hanya 42 orang (23,59%), di perpustakaan UMM mayoritas responden menyatakan kuranga dari 5 kali sebanyak (54,83%) kemudian diperkuat oleh data kunjungan bulan Januari 2016 sampai Juli 2016 sebanyak 77 orang (43,25%), sedangkan di perpustakann FKIP mayoritas responden menyatakan kurang dari 5 kali dalam satu bulan sebanyak (64,51%) kemudian diperkuat oleh data kunjungan bulan Januari 2016 sampai Juli 2016 sebanyak 59 orang (33,14%).
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN KEGIATAN TAMBAK UDANG DI DESA TAMBAK SARI KECEMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Suspitasari, Suspitasari; Mas?ad, Mas?ad; Ali, Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.121 KB) | DOI: 10.31764/geography.v6i2.1418

Abstract

Pemberdayaan ekonomi merupakan sarana yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab dalam suatu Desa, jika pemerintah Desa tidak ada untuk meningkatkan mutu perekonomian masyarakat, maka perekonomian masyarakat akan rendah. Dalam hal ini pemberdayaan masyarakat melalui tambak udang sebagai salah satu alternative yang dapat dikembakan dalam lokasih penelitian. Para masyarakat yang tidak berekonomi berkecukupan dapat memenfaatkan kesempatan itu untuk dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Menjelaskan kondisi perekonomian masyarakat di Desa Tambak Sari Kecematan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi kegiatan budidaya tambak udang di Desa Tambak Sari Kecematan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, menjelaskan model pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam kegiatan tambak udang di Desa Tambak Sari Kecematan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan metode kualitatif. Sedangkan teknik penentuan informan adalah menggunakan metode sampling purposive, informan kunci, dan informan biasa. Informan kunci adalah Kepala Desa Tambak, sedangkan yang menjadi informan biasanya adalah Masyarakat Desa Tambak. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR SELATAN KABUPATEN LOMBOK TIMUR DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Sukuryadi, Sukuryadi; Ali, Ibrahim
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.791 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i1.1423

Abstract

Undang-undang nomor 24 tahun 1992 mengamanatkan bahwa semua kegiatan pembangunan, baik itu dilakukan oleh Pemerintah, Swasta maupun Masyarakat, seyogyanya sesuai dengan Tata Ruang Wilayah yang telah ditetapkan. Selain untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pemanfaatan ruang dalam pelaksanaan pembangunan, rencana tata ruang digunakan pula sebagai landasan koordinasi dalam mengurangi konflik ruang dan optimasi pencapaian tujuan. Penyediaan data dan informasi laut yang komprehensif, akurat dan benar, serta dapat ditemukan dengan cepat dan mudah khususunya bagi pembangunan Kelautan Nasional secara umum merupakan hal yang paling mendesak diperlukan. Sehingga kemajuan pembangunan Pusat dan daerah dapat berjalan sinkron dan berkesinambungan. Dalam perkembangannya, wilayah pesisir cenderung berkembang dengan pesat.? Namun jika potensi sumberdaya tersebut tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan optimal, maka akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan, misalnya abrasi pantai, penebangan hutan bakau, rusaknya terumbu karang, serta tercemarnya badan perairan sekitar wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kesesuaian lahan mangrove melalui aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang didasari pada hasil survey dan pemetaan di wilayah pesisir ?selatan Lombok Timur. Hasil penelitian ini diharapkan potensi wilayah pesisir dapat dikembangkan untuk daerah mangrove sehingga hasilnya dapat diintegrasikan dengan penelitian sebelumnya sebagai data base perencanaan tata ruang wilayah pesisir bagi pemerintah setempat.
PENGARUH KETERSEDIAAN SUMBER BELAJAR DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU SMP NEGERI 1 PRAYA BARAT Fatimaturrahmi, Fatimaturrahmi; Arif, Arif
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 6, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.6 KB) | DOI: 10.31764/geography.v6i1.1414

Abstract

Prioritas pembangunan dibidang pendidikan adalah dengan Pemanfaatan perpustakaan oleh siswa? secara berkelanjutan, hal ini erat kaitannya dengan proses pembelajaraan yang diselenggarakan oleh instansi pendidikan sekolah. Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang dikelola oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan untuk menyerap dan menghimpun informasi.Dengan adanya ketersediaan sumber belajar diperpustakaan, maka kegiatan belajar akan semakin efekif dan dapat menambah motivasi belajar siswa. Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi belajar dan hasil belajar seseorang yang memiliki motivasi kecenderunagan untuk mencurahkan segala kemampuannya untuk menghasilkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan.Dalam kenyataan di sekolah, banyak siswa yang jarang memanfaatkan sumber belajar di? perpustakaan, sehingga motivasi belajar siswa menurun. Tujuan penelitian ini adalah. untuk mengetahui ?Pengaruh ketersediaan sumber belajar terhadap motivasi belajar siswa SMPN 1 Praya Barat?. Di dalam metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang meneliti tentang Pengaruh Ketersediaan Sumber Belajar di Perpustakaan Sekolah Terhdap Motivasi Belajar Siswa Dalam Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Praya Barat Lombok Tengah.Teknik korelasi yang digunakan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian adalah Dari hasil perhitungan ternyata nilai rxy yang di peroleh dalam penelitian ini adalah 0,467, sedangkan nilai rxy dalam dengan taraf signifikansi 5% dan N= 21 adalah 0,433 kenyataan ini mnunjukkan bahwa nilai rxy yang di peroleh dalam penelitian ini adalah lebih besar dari pada nilai rxy dalam r table. Sehingga korelasi rxy dinyatakan signifikan. Dengan hasil penelitian tersebut di sarankan agar pihak sekolah SMP Negeri 1 Praya Barat senantiasa memberikan arahan untuk memanfaatkan sumber belajar di perpustakaan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Page 1 of 4 | Total Record : 36