cover
Contact Name
Reinardus Liborius Cabuy
Contact Email
reinnardcabuy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kehutanan.papuasia@unipa.ac.id
Editorial Address
Faculty of Forestry, Papua University. Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Kehutanan Papuasia (Journal of Papuasia Forestry)
Published by Universitas Papua
ISSN : 25416901     EISSN : 27226212     DOI : https://doi.org/10.46703/jkp.unipa
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Kehutanan Papuasia adalah peer reviewed jurnal tentang ilmu silvikultur, ekologi hutan, konservasi dan biodiversitas sumber daya hutan, teknologi hasil hutan, dan manajemen hutan. jurnal Kehutanan Papuasia (JKP) diterbitkan secara berkala oleh Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Univesitas Papua. satu volume dicetak dalam satu tahun dan dibagi dalam dua nomor yaitu edisi Januari-Juni dan Juli- Desember.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia" : 9 Documents clear
DAUN PANDANUS TECTORIUS PARK. POTENSINYA SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUK SERAT ALAMI Fitra Haryadi; Cicilia M.E. Susanti; Endra Gunawan; Sinaga, Nurhaidah I.
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui nilai dimensi serat daun Pandanus tectorius Park yang diambil dari Pantai Amban dan Pulau Mansinam. Selain itu berdasarkan nilai dimensi seratnya, dikaji ketepatan produk yang akan dihasilkan dengan menggunakan bahan baku serat daun P. tectorius Park. Daun P. tectorius Park. yang tumbuh di Pantai Amban diambil dari pohon dengan tinggi sekitar 2 meter dan diameter batang sekitar 12 cm, sedangkan sampel daun yang tumbuh di Pulau Mansinam diambil dari pohon dengan tinggi sekitar 3 meter dan diameter batang sekitar 15 cm serta telah berbuah. Proses maserasi yang digunakan untuk mendapatkan serat daun P. tectorius Park. yaitu mengikuti metode Forest Product Laboratory yaitu menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan asam asetat glasial (CH3COOH) perbandingan 20:1 dengan beberapa modifikasi. Nilai parameter dimensi serat (panjang serat, diameter serat dan tebal dinding serat serta diameter lumen) daun pandan yang berasal dari Pulau Mansinam lebih tinggi dibandingkan yang berasal dari pesisir Pantai Amban. Panjang serat rata-rata 0,9565 mm dan 1,2098 mm untuk contoh daun dari Pantai Amban dan Pulau Mansinam. Diameter serat daun P.tectorius Park dari Amban Pantai sebesar 0,0138 mm dan 0,0151 mm untuk contoh yang dari Pulau Mansinam. Oleh sebab itu, serat daun P. tectorius Park potensial digunakan untuk produksi kertas, bahan baku tekstil dan papan serat. 
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKAYU PADA PLOT MONITORING TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI Novita Panambe; Ronggo Sadono; Djoko Marsono
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Meja Manokwari memiliki keanekaragaman spesies tumbuhan berkayu yang tinggi dengan keunikan spesies yang berbeda dengan spesies di daerah lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan berkayu pada plot monitoring biodiversitas flora TWA Gunung Meja. Penelitian ini dilakukan di plot monitoring biodiversitas flora TWA Gunung Meja seluas 25 ha pada plot yang dibuat tahun 2005, 2006 dan 2008. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi. Hasil penelitian pada plot monitoring biodiversitas flora menunjukan bahwa tumbuhan berkayu terdiri dari 134 jenis dan 39 famili untuk tingkat semai, 162 jenis dan 47 famili tingkat pancang, 169 jenis dan 38 famili tingkat tiang, 148 jenis dan 34 famili tingkat pohon. Dominansi jenis pada fase semai adalah Pometia coreacea, fase pancang jenis Aglaia odorata, fase tiang jenis Medusanthera laxiflora dan fase pohon jenis Pometia coreacea. Indeks keanekaragaman jenis pada setiap fase pertumbuhan tinggi, yaitu fase semai 3,8064, fase pancang 4,4828, fase tiang 4,3044 dan fase pohon 4,2270. 
PERILAKU HAMA PENGISAP BUAH MUDA Dysdercus sp. DAN DAMPAKNYA TERHADAP KERUSAKAN BUAH MASOY (Cryptocarya massoai Kostern) Harto, Srihartati
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui identitas hama, perilaku makan dan dampak kerusakan terhadap buah muda masoy, dilakukan di hutan sekunder Ambaidiru Papua pada Februari 2013. Pengamatan dilakukan terhadap 5 pohon contoh yang buah mudanya terserang hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah masih muda yang umumnya berwarna hijau sangat disukai hama ?genus Dysdercus sp famili Pyrrhocoridae ordo Hemiptera yang disebut bapak pucung?. Gejala buah muda masoy yang terserang adalah warna kusam, kulit kisut, terdapat spot ungu berukuran titik kecil buah mengecil tidak beraturan. Gejala buah menggambarkan kondisi fisiologis buah, yang mulai menurun kualitas pertumbuhan juga mencerminkan fisiologis buah yang tidak akan mencapai masak fisiologis dan pembentukan biji.
KERAGAMAN DAN STATUS KONSERVASI JENIS BURUNG AIR DI DANAU YAMOR Warmetan, Hermanus; Kesaulija, Fransina F.; Sadsoeitoeboen, Bernadetta M.G.
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaman dan status konservasi burung air yang terdapat di kawasan Danau Yamor Kabupaten Kaimana. Empat stasiun pengamatan berupa danau yang ditetapkan secara purposif. Pengamatan dilakukan secara transek pada setiap stasiun menyusuri alur sungai yang ada. Data yang nama jenis, jumlah individu,dan panjang transek pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 12 jenis yang tergolong dalam Sembilan famili burung air yang ditemukan di kawasan Danau Yamor. Keragaman jenis tergolong katagori sedang dan dua jenis burung air yang dijumpai dalam jumlah relatif banyak yaitu burung udang kacamata dan burung cekakak rimba. Lima jenis diantara 12 jenis burung air di kawasan danau Yamor tergolong jenis migrant dari Australia. Dari status konservasi terdapat lima jenis dilindungi, satu jenis dengan status agak terancam dan satu jenis belum diketahui status konservasinya karena kekurangan data. Jenis yang disebutkan terakhir dalah cekakak rimba (Halcyon macleayii)
BAKTERI ASAL FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN DEKOMPOSER SAMPAH ORGANIK May, Nunang Lamaek
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri asal Spora Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim hidrolitik selulase dan protease guna dijadikan sebagai potensi agen dekomposer sampah organik. Metode penelitian menggunakan metode isolasi spora FMA, Isolasi Bakteri dan Pengujian Enzimatik. Hasil penelitian menunujukan bahwa terdapat 6 jenis bakteri mampu menghasilkan enzim selulase dan 5 jenis bakteri menghasilkan enzim protease. 3 jenis bakteri memiliki kemampuan menghasilkan enzim selulase sekaligus protease tertinggi yaitu Bacillus cereus, Bacillus laterosporus dan Bacillus pasteurii. Ke-3 jenis bakteri ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai agen dekomposer sampah organik.
AN IMPACT ASSESSMENT OF EFFLUENT FROM THE WATER TREATMENT PLANT PINEDO TO SUSTAIN THE ALBUFERA NATURAL PARK Rukka, Novika; Ton van der Linden; Mathilde de Jongh; Luytzen Woudstra
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to elaborate of the impacts on the use of the effluent of the water treatment plant Pinedo in the North of Albufera Natural Park in Valencia, Spain. Interviews and observations were conducted, which together created an Impact Assessment. To be able to see the influence of effluent on the water quality, an observation point in the north was compared to another observation point in the south. Besides that, a boat trip was made to observe the water quality on the lake. The result shows that eutrophication occurs as a cosequence of the wastewater from water treatment. Farmers have no choice and are happy to have a constant source. Fishermen have experienced a disastrous change in the seventies, but now see an improvement of the water quality. Environmentalists are most negative about the effluent inflow. The government understands the concerns and wants a higher quality of the effluent, but they do not have means to improve it. Water treatment plant Pinedo recognizes the corncerns either; however, the water quality already meets the requirements. Forecasting the future, everybody is slightly positive. The improvement of the quality of the effluent is a good thing and should carry on.
VIABILITAS BENIH GAHARU (Aquilaria malaccensis) DENGAN MEDIA PERKECAMBAHAN SERBUK GERGAJI DAN ARANG SEKAM PADI Auri, Amilda; Dimara, Petrus A.; Marani, Rafel
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kecambah tanah yang dicampur arang limbah gergaji dan arang sekam dalam perkecambahan benih Aquilaria malaccensis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen yang dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan Analisi Ragam (Anova) untuk mengetahui pengaruh media terhadap daya kecambah. Untuk mengetahui mengetahui media perkecambahan mana yang memberikan persen dan waktu perkecambahan yang baik digunakan analisis HSD (TUKEY). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen dan waktu perkecambahan benih A. malaccensis yang baik adalah pada media kecambah tanah yang dicampur arang gergaji dan sekam. Persen perkecambahan pada media ini mencapai 79,33% dengan waktu perkecambahan 20 hari.
TOLERANSI TANAMAN PORANG (Amorphophallus oncophyllus Prain.) TERHADAP JENIS DAN INTENSITAS PENUTUPAN TANAMAN PENAUNG Rahmadaniarti, Aditya
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toleransi tanaman terhadap naungan berat dapat dicapai apabila tanaman memiliki mekanisme penangkapan dan penggunaan cahaya secara efisien. Pertumbuhan tanaman porang di bawah naungan dibatasi oleh ketersediaan cahaya sehingga akan memengaruhi laju fotosintesis yang berdampak pada produksi biomassa dan produktivitas umbi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya adaptasi tanaman porang terhadap perbedaan jenis dan intensitas penaungan tanaman penaung. Penelitian dirancang dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Jenis tegakan penaung sebagai petak utama (main plot), yaitu Jati, Akasia dan Ekaliptus, terbagi menjadi 3 (tiga) sub-plot intensitas penaungan, yaitu rendah (0-22%), sedang (23-44%), dan tinggi (>45%) anak petak dengan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Hasil menunjukkan bahwa ketiga jenis tanaman penaung memberikan respon yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman porang. Jenis tumbuhan penaung berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman porang karena sumbangan kualitas tempat tumbuh melalui seresah. Jenis akasia menyumbang seresah dan kualitas tanah yang lebih baik dibanding jenis tanaman penaung ekaliptus dan jati.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAHAN HUTAN DI KAWASANGUNUNG API MERAPI Setiaji; Sadono, Ronggo; Hartono; Machfoedz, Mochammad Maksum
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan lahan secara umum tergantung pada kemampuan lahan pada lokasi lahan. Secara khusus untuk aktivitas kehutanan kususnya untuk penggunaan lahan hutan rakyat, tergantung pada unsur fisik, ekonomi, teknik/metode, dan sosial budaya. Macam bentuk pengelolaan lahan, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan dan pemanfaatan lahan di suatu daerah merupakan informasi dasar yang dibutuhkan. Untuk itu diperlukan sistem informasi pengelolaan sumberdaya lahan hutan yang dapat menyediakan informasi dan menyamakan persepsi kepada pelaku usaha hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe sistem informasi pengelolaan sumberdaya lahan hutan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) dengan model prototype. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan, lereng, kondisi tanah, tinggi tempat, jarak ke lahan, jarak ke pasar, luas lahan, harga pasar, subsidi pemerintah, ketersediaan dana, bibit baru, mesin baru, pemberantasan hama baru, pupuk baru, organisasi sosial, tradisi, anggota keluarga dan informasi-informasi pendukung lainnya dapat disediakan melalui teknologi SIG.

Page 1 of 1 | Total Record : 9