cover
Contact Name
Reinardus Liborius Cabuy
Contact Email
reinnardcabuy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
kehutanan.papuasia@unipa.ac.id
Editorial Address
Faculty of Forestry, Papua University. Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat 98314
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Kehutanan Papuasia (Journal of Papuasia Forestry)
Published by Universitas Papua
ISSN : 25416901     EISSN : 27226212     DOI : https://doi.org/10.46703/jkp.unipa
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Kehutanan Papuasia adalah peer reviewed jurnal tentang ilmu silvikultur, ekologi hutan, konservasi dan biodiversitas sumber daya hutan, teknologi hasil hutan, dan manajemen hutan. jurnal Kehutanan Papuasia (JKP) diterbitkan secara berkala oleh Asosiasi Peneliti Biodiversitas Papuasia dan Fakultas Kehutanan Univesitas Papua. satu volume dicetak dalam satu tahun dan dibagi dalam dua nomor yaitu edisi Januari-Juni dan Juli- Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia" : 5 Documents clear
SIFAT TERMAL JENIS-JENIS KAYU BAHAN KONSTRUKSI RUMAH KAKI SERIBU Killian, Zainuddin; Cicilia M.E. Susanti; Susilo Budi Husodo
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan kelembaban pada konstruksi rumah kaki seribu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik observasi. Rumah kaki seribu dipilih secara purposif dengan melibatkan kepala kampung dan ahli waris pemilik rumah. Pengukuran suhu pada rumah kaki seribu di dasarkan pada amplitudo suhu harian yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata di dalam rumah kaki seribu pukul 06:00 sebesar 24,85°C, pukul 12:00 sebesar 23,71°C, pukul 18:00 sebesar 23,89°C. Sementara suhu rata-rata di luar rumah kaki seribu pukul 06:00 sebesar 24,14°C, pukul 12:00 sebesar 26,19°C, pukul 18:00 sebesar 24,23°C. Kelembaban rata-rata di dalam rumah kaki seribu pukul 06:00 sebesar 72,99%, pukul 12:00 sebesar 64,55%, pukul 18:00 sebesar 76,60%. Sementara kelembaban rata-rata di luar rumah kaki seribu pukul 06:00 sebesar 72,39%, pukul 12:00 sebesar 60,79%, pukul 18:00 sebesar 73,17%. Suhu rata-rata pada konstruksi atap berkisar 20,30 - 27,76°C. Suhu rata-rata untuk konstruksi dinding dan tiang berkisar 20,19 - 26,56°C. Suhu rata-rata untuk tiang utama berkisar 20,61 - 25,61°C. Suhu rata-rata untuk lantai berkisar 19,39 - 25,77°C. dan penyangga lantai berkisar 19,69 - 24,81°C. Untuk tangga-tangga shu rata-rata berkisar 19,59 - 24,89°C. Secara umum suhu rata-rata terendah diperoleh pada kayu mem sebesar 21,81°C sementara suhu rata-rata tertinggi sebesar 23,85°C diperoleh pada kayu bingam.
KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN BIAK NUMFOR Wamaer, Piet Yan; Mofu, Wolfram Y.; Peday, Hans F. Z.
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) pada kawasan perkotaan Kabupaten Biak Numfor. Observasi lapang dilakukan untuk mengkalkulasi ketersediaan ruang terbuka hijau dan dikembangkan dengan metode kuantitatif dalam menganalisis kebutuhan ruang terbuka hijau. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa total luasan kawasan perkotaan di Kabupaten Biak Numfor sebesar 11.498.58 hektar dengan jumlah penduduk pada kawasan perkotaan tahun 2010 sebanyak 75.496 jiwa yang terus meningkat dengan rata-rata laju peningkatan 1,70% per tahun. Ketersediaan ruang terbuka hijau saat ini sebesar 9.211.47 hektar dan diproyeksikan akan meningkat terus sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Dengan tren peningkatan jangka panjang, maka diperkirakan kebutuhan lahan untuk ruang terbuka hijau di Kabupaten Biak Numfor akan menjadi tidak mencukupi sesuai Permen PU No. 5 Tahun 2008.   
TEKNOLOGI PEMBUATAN PERAHU TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR DANAU TIGI KAMPUNG PUYAI Mote, Petrus; Rahayu, Yuyu; Arifudin, Muliyana
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kayu dan teknik pembuatan serta pemeliharaan dan pola transfer pengetahuan dari proses pembuatan perahu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik wawancara semistruktural dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 jenis kayu dari 7 famili yang digunakan oleh masyarakat Kampung Puyai sebagai bahan baku pembuatan perahu tradisional. Terdapat 3 (tiga) jenis kayu yang sering digunakan untuk badan perahu yaitu Digi (Nothofagus recurva Steenis), Epo (Eugeniaanomala), Danmoane (Toona sp.). Proses pembuatan perahu meliputi pembagian batang, pembentukan perahu, penghalusan, penyelesaian (finishing), penarikan perahu ke danau dan pengujian kelayakan perahu. Pemeliharaan dilakukan untuk mencegah terjadinya  kerusakan perahu antara lain: pembersihan setiap kali pemakaiaan, perbaikan secara menyeluruh, perlindungan terhadap perahu dari panas matahari. Pola transfer pengetahuan pembuatan perahu secara tradisional kepada generasi berikutnya dilakukan dengan cara mengajak para pemuda untuk ikut serta dalam proses pembuatan perahu. 
ANALISIS KELAYAKAN SUMBER AIR PANAS SEBAGAI OBYEK WISATA ALAM DI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN Fatmaningtyas, Tatik; Renwarin, Dominggas M.H.; Beljai, Matheus
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi tentang obyek wisata alam di Kabupaten Manokwari belum banyak disajikan secara ilmiah, diantaranya obyek wisata air panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan sumber air panas sebagai objek wisata alam di Kabupaten Manokwari Selatan. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan teknik studi pustaka, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Data yang diambil ialah potensi fisik, biologi, pemandangan alam, sejarah dan sosial masyarakat sekitarnya. Data dianalisis dengan metode skoring menggunakan Pedoman Kriteria Penilaian Daya Tarik Wisata Alam yang disesuaikan dengan kondisi kawasan sumber air panas. Analisis kelayakan dilakukan terhadap 4 kriteria, yaitu: daya tarik, akesibilitas, sarana dan prasarana serta kondisi lingkungan sosial masyarakat sekitar. Dari hasil olahan data dan penilaian, sumber air panas di Kampung Siwi memiliki skor sebesar 79,63. Nilai tersebut termasuk dalam kategori sedang. Hasil penilaian ini menunjukkan bahwa seumber air panas tersebut memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai objek wisata alam. Walaupun telah memenuhi syarat namun ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan untuk dikelola secara lebih baik dalam pengelolaan obyek wisata alam tersebut, antara lain dukungan pengembangan sarana dan prasarana dari pemerintah.
ABUNDANCE OF YELLOW ALKALOID ‘BERBERINE’ IN THE MEDICINAL PLANT OF TALI KUNING (Tinospora dissitiflora Diels.) COLLECTED FROM MANOKWARI – WEST PAPUA Wahyudi
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIA Vol 2 No 2 (2016): Jurnal Kehutanan Papuasia
Publisher : Fakultas Kehutanan UNIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducting to quantify the berberine concentration. Rapid method using 1H-NMR was used to determine berberine quantitative and qualitatively from the crude extract. Tali kuning was collected from Manokwari Papua Barat and powdered with hammer mill. Sonication was employed to extract using methanol at room temperature. 500 µg authentic berberine chloride were dissolved in 5.4 mL methanol-d4 (containing 84.4 µg anthracene). 1H-NMR spectra were recorded in methanol-d4 (99,9%) using JEOL JNM-ECX 500. Each sample was scanned for 100 using the following parameter 0.18 Hz/point, spectral width 14400 Hz, pulse with 4.0 US, relaxation delay 2 sc. Peak areas were used for qualitative analysis and integration of each peach were employed for quantitative analysis. The results demonstrated that 1H-NMR signal pattern of H-13 and H-8 recorded from Tali Kuning, and Amur corktree were well recorded, and in accordance to the berberine chloride standard. Using peak integration of H-13 and H-8, the berberine quantity in Tali kuning is 18.06 mg/g of dried powder, and 22.78 mg//gr for Amur corktree. Berberine percentage based on the weight of oven-dried-extracts was 8.34% (MC 7.54%) and 12.04% (11,54%) for Amur corktree and Tali kuning.

Page 1 of 1 | Total Record : 5