cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalalim@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Alim | Journal of Islamic Education
ISSN : 26860767     EISSN : 26857596     DOI : -
Core Subject : Education,
Alim | Journal of Islamic Education specifications in the discourse of Islamic Education. Alim | Journal of Islamic Education invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related. That aims to encourage and promote the study of the Islamic Education from a wide range of scholarly perspectives.
Articles 20 Documents
Konsep Metode Pembelajaran Perspektif Ibnu KhaldÈ—n Serta Relevansinya Dengan Pendidikan Masa Kini Rahmah, Eka Naelia
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul ?Konsep Metode Pembelajaran Perspektif Ibnu Khaldun Serta Relevansinya Dengan Pendidikan Masa Kini?, adapun latar belakang pengambilan judul tersebut yaitu Ibnu Khaldun menentukan beberapa metode pembelajaran yang harus diperhatikan oleh pendidik dalam proses pengajaran agar sampai kepada tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan. Tujuan penddikan tersebut yaitu mampu meningkatkan anak didik yang kreatif dan dialogis, untuk itu penerapan suatu metode pembelajaran yang relevan dengan situasi tertentu perlu dipahami keadaan metode pembelajaran tersebut baik ketetapan maupun tata caranya. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini, ditinjau dari segi sumber merupakan penelitian kepustakaan (Liberary Reaseach) yang bertujuan untuk mengungkap pemikiran pendidikan khususnya mengenai metode pembelajaran Ibnu Khaldun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ibnu Khaldun sebagai intelektual muslim telah banyak memberikan kontribusi pemikirannya dalam bidang pendidikan khususnya metode pembelajaran. Ibnu Khaldun tidak memusatkan perhatiannya pada metode tertentu dalam pengajaran. Diantara beberapa metode pembelajaran yang terpenting menurut Ibnu Khaldun yaitu metode bertahap dan pengulangan, metode dialog dan diskusi, metode wisata dan metode bahasa arab. Diharapkan dengan metode tersebut bisa diterapkan dalam pembelajaran dan menjadi pedoman bagi seorang pendidik dalam mendidik murid-muridnya  
Metode Pendidikan Keberagamaan di Lingkungan Keluarga Sadari, Sadari
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pendidikan Agama Islam, Bagi anak di dalam lingkungan keluarga sangat penting untuk diperhatikan oleh orang tua, kewajiban itu terpikul dipundak kedua orang tua. Sangat tidak benar seandainya orang tua menyerahkan pendidikan Agama bagi anak-anaknya kepada sekolah. Karena pembinaan keberagamaan anak akan lebih banyak berada di dalam keluarga dan itu membutuhkan pengawasan langsung dari orang tua. Orang tua perlu menambah ilmu pengetahuan agamanya sehingga memiliki modal untuk dapat memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anaknya. Materi pokok pendidikan Agama Islam yang harus ditanamkan (dididikkan) kepada anak-anak di dalam lingkungan keluarga terdapat pada Q.S Luqman ayat 13-19. Faktor-fakior yang mungkin dapat menghambat pelaksanaan pendidikan Agama Islam bagi anak di lingkungan keluarga adalah faktor pendidik (orang tua sendiri), anak didik (dalam hal ini anak) dan lingkungan dimana anak berada. Metode-metode yang dipakai dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga. Metode-metode pendidikan Islam yang dapat dipakai di dalam menyampaikan materi-materi tersebut di atas adalah mauizah al-hasanah (pemberian nasehat yang baik), kasih sayang, perumpamaan, pembiasaan dan keteladanan. Namun demikian bukan berarti metode yang lainnya tidak bisa diterapkan. Penggunaan metode tergantung situasi dan kondisi orang tua dalam menyampaikan materi keagamaan.
Pendidikan Humanistik Dalam Perspektif Al-Qur’an Sarnoto, Ahmad Zain; Muhtadi, Mohammad
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pendidikan humanistik dalam al-Qur?an mengandung unsur diantaranya: a) Pendidikan manusia secara fisik dan biologis; b) pendidikan manusia secara batin dan psikologi; c) pendidikan manusia secara sosial dan d) pendidikan manuisa secara spiritual.  Konsep manusia dalam perspektif al-Qur?an yang menjadi dasar pijakan bagi sebuah pendidikan yang humanis, meliputi: hakikat wujud manusia, potensi insaniyah manusia, dan tujuan penciptaan manusia.  Humanisasi yang diterapkan dalam al-Qur`an tidak meninggalkan peran manusia di bumi sebagaimana fungsi dan perannya sebagai ?imarah al-ardl,?  dan sebagai hamba yang diwajibkan untuk mengabdi kepada sang khalik sebagaimana fungsi dan perannya sebagai ?ibad.? Adapun  pendidikan dengan paradigma humanis yang terdapat didalam al-Qur`an adalah:  Pertama, menempatkan kembali seluruh aktifitas pendidikan (talab al-ilm) di bawah frame work agama yang bertujuan mencari ridha Allah. Kedua, adanya perbandingan antara pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Ketiga, kebebasan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Keempat, mengkaji ilmu pengetahuan yang membumi sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan mulai mencoba melaksanakan strategi pendidikan yang integrative. Aktivitas hidup manusia berdasar dimensi spiritual sehingga tidak merugikan pihak lain. Pemikiran ini menekankan pengembangan potensi manusia supaya mampu memerankan diri sebagai  ?abd Allah dan khalifah Allah. Pendidikan ini ditujukan untuk membantu peserta didik dalam mengaktualisasikan potensinya supaya menjadi manusia mandiri dan kreatif yang sadar akan kehadiran Allah dalam dirinya.
Pendidikan Etika Budaya Komunikasi Melalui Media Sosial Berbasis Al-Qur’an Taher, Muhammad Syu'aib; Masrap, Masrap
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isyarat tentang etika budaya komunikasi di media sosial berbasis Al-Qur?an mengutamakan penyampaian kalimat thayyibah yang mengandung unsur solidaritas, kooperatif, ekualitas dalam bingkai menjaga persatuan ummat. Di dalam al-Quran juga ditemukan dua macam makna etika budaya komunikasi, yaitu: makna etika budaya secara konotatif dan denotatif.  Konotatif yaitu  makna yang timbul dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang di kenakan pada makna Konseptual, sedangkan makna denotatif yaitu makna dalam arti wajar secara ekplisit (makna wajar, makna yang sesuai apa adanya). Artikel ini juga menemukan model komunikasi secara  konotatif : da?wah (mengajak, menyeru kebaikan), nasehah (memberi masukan untuk kebaikan), hiwar (berdialog), Jidal (adu argumen), bayan (menjelaskan), tadzkir (memberi peringatan), tabligh (Menyampaikan), indzar (peringatan keras), ta?aruf (saling mengenal), tawashi (saling memberi pesan), mauidzoh (saling memberi nasehat), tabsyir (memberi kabar gembira), idzkhol al-surur (menyenangkan hati orang). Sedangkan komunikasi secara denotatif, yaitu: qowlan kariman (Perkatan yang mulia), qowlan layyinan (perkataan lemah lembut), qowlan sadidan (perkataan yang benar), qawlan maysuran (perkataan yang mudah), qawlan balighan (perkataan yang jelas), qowlan ma?rufan (perkataan yang baik). Artikel ini memiliki kesamaan dengan: Andi Faozi Hadiono (2016) yang mengatakan bahwa: Manusia berkomunikasi untuk menyelesaikan hal-hal yang penting bagi kebutuhanya. Manusia berkomunikasi untuk menciptakan, memupuk hubungan yang baik dengan orang lain. Harold Dwight Lassweel (1978) mengatakan  bahwa manusia hidup tidak bisa terhindar dari kegiatan komunikasi. Sasa Djuarsa Sanjaya  mengatakan manusia hidup sangat memerlukan komunikasi.  Sebaliknya, artikel ini memiliki perbedaan  dengan : Rerin Maulida dan Suryatno  (2016) yang menjelaskan tentang Media social -Media Sosial, Twiter, Face book, Instagram,  Path, WhatsAp tanpa menghubungkan medsos sebagai salah satu perangkat media da?wah. Metode penelitian dalam disertasi ini adalah metode penelitian kualitatif dan library research. Metode penafsiran yang dipilih dalam disertasi ini adalah metode tafsir Maudu?i. Sedangkan pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan humanistic.
Strategi Pembelajaran Nilai-Nilai Agama di Raudhatul Atfal Assu`Ada Cijerah Bandung Watini, Sri
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi Pembelajaran  Nilai-nilai Agama di Raudhatul Athfal Assu`ada dengan alamat Jl. Cijerah Komplek Pesantren No. 83 Telp.(022) 6075882 ,email: madrasahassuada@gmail.com.  Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dalam rangka menggambarkan secara komprehensif dari data-data atau informasi yang diperoleh selama penelitian dengan penyajian apa adanya sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Data atau informasi yang didapatkan didokumentasikan sebagai bukti otentik hasil penelitian berupa CW (Catatan Wawancara), CD (Catatan Dokumentasi), CO (Catatan Observasi) dan CL (Catatan Lapangan). Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah anak usia dini 5-6 tahun pada lembaga Raudhatul Athfal Assu`ada Jl. Cijerah Komplek Pesantren No. 83 Telp. 022(6075882) email: madrasahassuada@gmail.com, dengan jumlah peserta didik sebanyak 73 anak. Hasil penelitian yang diperoleh berupa gambaran secara umum dan khusus berkaitan dengan aplikasi strategi pembelajaran nilai-nilai agama di RA Assu`ada mulai dari berupa komponen SDM, Peserta Didik, Sarana dan Prasarana (fasilitas lembaga), Program Tahunan, Program Semester, Kurikulum, Contoh silabus dan RKH yang digunakan, proses belajar mengajar media yang ada sampai pada kegiatan penilaian.
Diskursus Terminologi Model, Pendekatan, Strategi, Dan Metode Pembelajaran Reksiana, Reksiana
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, beberapa istilah seperti strategi, pendekatan, model dan metode sering digunakan untuk menggambarkan situasi belajar-mengajar. Dan istilah-istilah tersebut sering tidak konsisten dan acap kali terjadi overlapping dalam penggunaannya. Untuk membedakan dan memperjelas perbedaan masing-masing istilah tersebut, perlu dikaji dan dibahas secara kontekstual dan komprehensif. Hal ini perlu dilakukan,  guna tidak  terjadi lagi kerancuan dan salah pemahaman makna dari beberapa istilah tersebut. Tulisan ini secara khusus akan mencoba menguraikan keempat istilah tersebut, karena keempat istilah tersebut paling banyak digunakan dan diacu oleh para praktisi di bidang pendidikan. Klarifikasi terhadap istilah-istilah tersebut akan membantu untuk menguraikan kerancuan pemahaman makna dalam dunia pendidikan dan dunia literasi.
Krisis Dunia Akibat Krisis Karakter Dan Krisis Manusia Modern Surasman, Otong
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjelang pertengahan tahun 2019 kehidupan manusia semakin kompleks dan kemanjuan teknologi tidak bisa dihindarkan, terutama pengaruh android. Hampir sebagian besar manusia saat ini menggunakan android dalam mengisi kehidupannya. Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur kembali yang digenggam adalah android. Tanpa banyak berpikir bahwa yang dilakukannya telah menyita sebagian besar kehidupannya, yang bisa membawa kepada kegalauan hidup pada satu sisi, walaupun tidak menafikan ada sisi positif pada sisi lainnya. Bagi manusia yang menggunakan akal sehatnya, tentunya akan mampu menyaring mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga akan terhindar dari krisis karakter pada manusia yang hidup di zaman modern ini. Nah, untuk memperbaiki krisis karakter dan krisis manusia modern, maka sangat penting memahami dan mempraktekkan karakter Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari-hari.      
Kinerja Guru Dan Hubungannya Dengan Kualitas Hasil Belajar Siswa Madrasah Aliyah Idrus Alawi, Asep Habib
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hasil belajar siswa menjadi sebuah barometer suksesnya sebuah lembaga pendidikan, kualitas ini erat hubungannya dengan kinerja guru dan gaya kepemimpinan kepala sekkolah yang mana dalam hal ini dikenal dengan managemen strategic, permasalahan belum potimalnya kinerja guru di Madrasah Aliyah Al-Fadilah ini terlihat pada periode tahun ajaran 2016/2017 sampai 2017/2018 dimaana hasil belajar siswa yang mengikuti Ujian Nasional berada pada skor minimal, untuk itu perlu adanya perubahan mengenai kinerja guru sehingga upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar Madrasah Aliyah Al-Fadilah dapat terwujud secara optimal.penulis berusaha untuk mengungkapkan aspek-aspek kelemahan dan keunggulan, serta upaya untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan, khususnya kinerja Guru melalui kejelasan Visi dan Misi sekolah dengan kurikulum, penerapan gaya kepemimpinan Kepala Sekolah, komitmen Guru pada tugas profesional, latar belakang sosekbud sekolah/ masyarakat Bungbulang selama ini, sehingga diharapkan memberikan motivasi terhadap penguasaan konsep-konsep dan aplikatif kinerja guru melalui kemampuan atau kompetensinya yang dimiliki, sehingga  pada akhirnya kualitas hasil belajar siswa Madrasah Aliyah Al-Fadilah meningkat
Memahami Penafsiran Ayat poLigami Melalui Pendekatan Qiraat Al-Qur’an : Penafsiran Qs. An-Nisa Ayat : 3 Widayati, Romlah
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap qirâ`ât sebagai prasarat dalam tafsir, menurut Jalâluddin al-Suyûthi, disebabkan adanya versi bacaan (qirâ?ât) Al-Qur?an berbeda-beda, adakalanya perbedaan itu berkaitan dengan substansi lafazh atau berkaitan dengan lahjah atau dialek kebahasaan. Perbedaan qirâ?ât yang berkaitan dengan substansi lafazh bisa menimbulkan perbedaan makna, sementara perbedaan qirâ?ât yang berkaitan dengan lahjah atau dialek kebahasaan tidak menimbulkan perbedaan makna seperti bacaan tashîl, imâlah, taqlîl, tarqîq, tafkhîm dan sebagainya. Penafsiran ayat ini melalui pendekatan qira?at Al-Qur?an baik yang nilai sanadnya mutawatir maupun syadz, Adanya perbedaan bacaan - yang tidak lain adalah sebagai suatu keringanan dan kemurahan dari Allah swt untuk hamba-Nya-,ternyata dapat ditemukan beberapa kemungkinan makna yang bisa memberikan spectrum penafsiran yang lebih luas. Mudah-mudahan semua membawa kemudahan bagi umat dalam memahami,menghayati,dan mengamalkan ajaran Al-Qur?an.
Pendekatan Keagamaan Mediator Terhadap Para Pihak Dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Karmawan, Karmawan
Alim | Journal of Islamic Education Vol 1 No 1 (2019): Alim | Journal of Islamic Education
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The religious knowledge possessed by the mediator becomes the basis for the case in the religious court, the religious court provides space for the mediator to improve his ability so that the mediated case is not in the form of a decision from a panel of judges but in the form of a peace deed. The mediator uses a religious approach to be understood by the parties considering separating. Because the religious approach is considered more rational in the family problem back to the teachings of Islam, not disagree with each other. The mediator of the religious court provides religious knowledge in the form of advice to the parties in the event of a divorce which is certainly sacrificed by the problems of the position of husband and wife, issues of property and status of children who are victims of the separation of their parents

Page 1 of 2 | Total Record : 20