cover
Contact Name
Nurru Alfi Fazri Furau'ki
Contact Email
nurru@itsb.ac.id
Phone
+628977778688
Journal Mail Official
journalapps@itsb.ac.id
Editorial Address
Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat 17530
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS)
ISSN : 26567288     EISSN : 26567334     DOI : https://doi.org/10.36870/japps
Core Subject : Engineering,
Journal of Applied Science (JAPPS) is a collection of scientific articles relating to the field of applied science which includes engineering and design. This journal discusses the scientific development of engineering in the fields of civil engineering, mining engineering, metallurgical and material engineering, petroleum engineering, and engineering in other fields. In addition, it also contains scientific articles in the field of planning such as urban and regional planning and Architecture which is balanced with design in the fields of Product and Interior Design. In the process, this journal involves the reviewer with a minimum doctoral qualification from domestic and foreign universities affilitations. In addition, it also involves observers from industry and the government with appropriate qualifications in the field of review. JAPPS will be published twice a year, in February and August with different topics for each volume. In its future development, JAPPS will be published in two versions: Indonesian and English.
Articles 18 Documents
Analisa Gerakan Dermaga Apung dengan Menggunakan Software Moses (Studi Kasus: Pasca Gempa Di Gili Trawangan) Irwan, Asep
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 1 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i1.6

Abstract

Bangunan terapung saat ini sudah banyak digunakan baik untuk kegiatan transportasi ataupun sarana penunjang lainnya. Salah satunya dermaga pontoon yang digunakan sebagai sarana tambat kapal baik di laut maupun di danau. Selain memberikan dampak positif bangunan ini juga sangat efektif dan efisien hal ini dikarenakan mudah dibuat, tidak memakan waktu lama serta ramah lingkungan dibandingkan jenis dermaga pada umumnya. Metode penelitian yang dilakukan dengan menggambil studi kasus di daerah perairan Gili Trawangan, di mana untuk simulasi menggunakan perangkat lunak MOSES. Batasan penelitian terfokus pada pengaruh gelombang yang akan dikaji dalam studi karakteristik gerakan pontoon yaitu dari arah pembebanan 0?, 45?, dan 90? kemudian pemodelan pile diasumsikan menggunakan sistem mooring. Berdasarkan kriteria batas operasional, maka dari hasil analisa gerakan pontoon untuk arah pembebanan 0o, 45o, dan 90o didapat nilai maksimum Gerakan Heave (arah sumbu-z) sebesar 0.609 m dan batas kriteria yang diizinkan yaitu sebesar 1.96 m sehingga masih memenuhi. Maka pontoon tersebut dapat digunakan sebagai dermaga apung karena mempunyai nilai Gerakan Heave (arah sumbu-z) di bawah kriteria batas operasional, sehingga aman untuk dijalankan.
Landscape as Urban Regeneration: Learning from The High Line & Seoullo 7017 Skypark Margono, Romi Bramantyo; Zuraida, Siswanti
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 2 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i2.52

Abstract

Industrial Revolution has a significant contribution to forming the global cities. Many developments happened dictated by Industrial needs simultaneously with increasing number of populations by urbanization. One part of development to support industrialization and urbanization is infrastructures. Infrastructures such as street for cars and train railway. The development of infrastructures is affecting health, social, economic, and environment of citizen. It is also responsible for the decline of quality of life in many global cities. As time goes by, another significant shift happens in many global cities. Infrastructure becomes outdated, industry leaves, the local economy deflates, residents flee and the community implodes. It leaves many derelict infrastructures, other facilities of industry, and diverse impacts. To tackle this situation, Urban Regeneration concept was introduced. Furthermore, landscape also can be used as a tool of urban regeneration concept that intended to improve quality of life in the cities. According to this situation, there are two projects that represent landscape project as urban regeneration. The first project is The Highline project in New York by James Corner Field Operations, Diller Scofidio + Renfro, and Piet Oudolf that revitalizing previous railway and Seoullo 7017 Skygarden in South Korea by MVRDV that revitalizing previous highway. The aim of this paper are to presents more insight and elaboration about how urban regeneration implemented in the cities from two landscape projects example and describe some critical review of both projects.
Kenyamanan Termal dan Kepuasan Pengguna Ruang Kelas di Gedung Kampus ITSB Risnandar, Firman Fadhly Adhi
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 1 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i1.3

Abstract

Gedung Kampus ITSB merupakan salah satu gedung Kampus di Indonesia yang sudah memenuhi kriteria hijau dengan predikat ?Gold? dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Gedung kampus dirancang dengan banyak bukaan untuk pemanfaatan pengawaan alami. Di sisi lain, penggunaan perangkat aktif masih digunakan untuk penghawaan tersebut, seperti penggunaan Air Conditioning (AC). Dalam hal ini, pemanfaatan desain pasif gedung belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja desain pasif gedung Kampus ITSB. Metode yang digunakan melalui simulasi antara pengukuran termal dengan survey kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kinerja desain pasif gedung Kampus ITSB melalui penghawaan alami berkontribusi dalam memberikan kenyamanan bagi pengguna ruang.
Respon AVO dan Pemodelan Subsitusi Fluida dengan Menggunakan Teori Gassmann dan Differential Effective Medium pada Batuan Karbonat Hambali, M. Dhany
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 2 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i2.47

Abstract

Pemodelan subsitusi fluida menjadi salah satu hal yang penting dalam studi mengenai seismik attribute. Pemodelan subsitusi fluida dapat melihat anomali dari respon Amplitude Versus Offset (AVO) dari batuan tersebut. Anomali dari Amplitude Versus Offset pada umumnya disebabkan karena kehadiran dari hidrokarbon atau fluida pada pori batuan. Pendekatan yang biasa digunakan untuk melakukan pemodelan subsitusi fluida adalah berdasarkan persamaan Gassmann yang menghubungkan antara modulus bulk pada saat saturasi dengan modulus bulk frame batuan dan properties dari fluida pengisi pori nya. Metode lain adalah Differential Effective Medium (DEM) yaitu berdasarkan penambahan inklusi fluida secara infinitedesimal pada matriks yang telah ada. Hasil pemodelan berupa analisa respon AVO dalam bentuk crossplot dari AVO gradient dan AVO intercept dari batuan tersebut. Hasil analisa pemodelan didapatkan bahwa pemodelan menggunakan Teori Gassmann memberikan kesalahan relatif rata-rata yang paling kecil dibanding dengan menggunakan Differential Effective Medium. Dari pemodelan respon AVO dapat diklasifikasikan bahwa batuan karbonat tersebut tergolong kelas I karena memiliki nilai AVO intercept yang positif dan AVO gradient yang negatif.
Public Space as an Urban Acupuncture: Learning From Bandung, Indonesia Margono, Romi Bramantyo; Zuraida, Siswanti
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 1 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i1.5

Abstract

Bandung is the capital city of West Java, Indonesia. Since colonial era, Bandung has been designed by Dutch colonizer as tuinstad (garden city) to increase quality of life in this city. It is shown by at least five city garden and several plein (square) built from 1885 to 1925. After colony era, Bandung had been developed, it was also affecting the condition of city garden and squares. It became fenced city parks and squares because of maintenance issue and misconception by local municipality. After decades of degradation of parks and squares, in 2013 new mayor of Bandung Ridwan Kamil, has a vision to bring back again the glory of parks. He believes by revitalizing the parks will increase the quality of life in Bandung and also index of happiness. The parks and squares revitalized by giving specific theme, for example: Superhero Park, Photography Park, Pet Park and so forth. The idea is to attract more people come to park. It is also targeted specific community according to the theme to be part of actor that will maintain the park. The aim of this paper is to describe some critical review of the revitalization of parks in Bandung. In comparison with urban acupuncture concept and also review the quality of the parks and squares as public space.
Experimental Study of the Effect of Continuous Surfactant Injection Alternating Cyclic Huff & Puff Stimulation on Oil Efficiency Recovery in A 3D Reservoir Physical Model Maurich, David
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 2 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i2.49

Abstract

Surfactant can displace oil which trapped by capillary effect, make it easier to be produced and finally improve oil recovery factor. However, the effectiveness of surfactant injection depends on many parameters such as surfactant-reservoir fluids properties and interaction, reservoir characteristics and its interaction with surfactant and also surfactant injection scenario or operational methods. This paper discusses about the effect of continuous surfactant injection alternating huff & puff stimulation on oil recovery factor from a quadrant of five-spot pattern in a 3D physical model made from a mixture of sands, cement and water with dimension of 15 cm x 15 cm x 2.5 cm to serve as the surrogate for oil reservoir in laboratory. In order to simulate the oil recovery from a secondary waterflooding process, 0.17 PV of formation water was injected into 3D reservoir physical model. This process could recover about 25.5% OOIP from the physical model, however the injection then shortly terminated due to a drastically increase of watercut. Residual oil then be recovered by a sequence of continuous surfactant injection alternating huff and puff stimulation method. The recovery factor by continuous surfactant injection combine with chase water drive gave a 5.5 % OOIP additional recovery and another 6.8 % OOIP after 24 hours surfactant huff & puff stimulation in the first sequence. After conducting 3 series of a combination of continuous surfactant injection alternating huff & puff stimulation, the total oil recovery from overall processes was about 51.7% OOIP. We presume that the lack of mobility control on macroscopic sweep efficiency in a 3D reservoir physical model is the rationale behind this moderate oil recovery which only produced by surfactant microscopic displacement efficiency. Nevertheless, the research shows that the combination of continuous surfactant injection alternating huff & puff stimulation obviously improve the recovery factor to some extent.
Kopiah/Peci sebagai Salah Satu Atribut Identitas Bangsa Indonesia Hadiwijaya, Dody
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 2 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i2.50

Abstract

Kopiah/peci sebagai bagian atribut busana kaum pria di Indonesia yang cukup populer, berkembang sebagai atribut busana resmi di kalangan pemerintah dan atribut busana keseharian masyarakat Indonesia yang puncaknya terjadi pada pertengahan abad ke-20. Kopiah/peci disepakati secara sosial sebagai salah satu atribut yang identik dengan bangsa Indonesia, meskipun asal usulnya bukanlah berasal dari kebudayaan Indonesia asli. Penelitian ini bertujuan mengungkap alasan kopiah/peci dapat diterima sebagai atribut busana yang identik dengan identitas bangsa Indonesia, penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan latar belakang sejarah dan perkembangan desain kopiah/peci yang bertransformasi mengikuti perubahan zaman dan menjadi sangat beragam di setiap daerah Indonesia. Layaknya atribut pelengkap berbusana, kopiah/peci juga mengalami pergeseran nilai dan fungsi dalam penggunaannya di masyarakat, hal tersebut tidak terlepas dari dinamika pergeseran mode/fashion yang terus terjadi. Menurut sebagian orang, cara pakai kopiah/peci dapat menjadi indikator sifat pribadi bersangkutan, mirip dengan cara berpakaian yang dapat menunjukan sifat dan status pemakainya. Konsep dasar dari desain kopiah/peci berbentuk oval dan berwarna hitam dengan tampilan yang sederhana, merupakan hasil pengembangan orang Indonesia dan mencerminkan pada budaya bangsa Indonesia yang rendah hati.
Pengaruh Penambahan Corn Cob Ash dan Bagasse Ash terhadap Setting Time dan Kuat Tekan Material Berbasis Semen Harmaji, Andrie
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 1 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i1.1

Abstract

Indonesia merupakan negara 10 besar penghasil Jagung dan Tebu. Limbah bonggol jagung dan Ampas Tebu masih belum banyak dimanfaatkan. Corn Cob Ash (CCA) dan Bagasse Ash (BA) memiliki komposisi SiO2 dan Al2O3 seperti Semen Tipe I menggunakan metode XRF. Pasta dibuat dengan mencampurkan Semen, Corn Cob Ash/Bagasse Ash, dan air dengan w/c 0.6. Sampel kemudian diuji Setting Time, dan kuat tekan. Dengan substitusi 25% semen, nilai kuat tekan semen dengan campuran CCA dan BA adalah masing masing 8.82 MPa dan 1.33 MPa.
Analisis Kebutuhan Energi Pabrik Kelapa Sawit Sungai Rungau Mill Laila, Lia
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 1 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i1.7

Abstract

Pabrik Kelapa Sawit Sungai Rungau Mill mempunyai bahan bakar biomassa yang sangat melimpah. Akan tetapi penggunaan sumber bahan bakar ini harus dioptimalkan agar performa pabrik dapat berjalan dengan baik dengan cara mengkaji kebutuhan energi secara aktual. Jumlah dan komposisi bahan bakar yang digunakan harus diperhatikan sesuai dengan kebutuhan. Kelebihan atau kekurangan bahan bakar dapat menyebabkan terjadinya penurunan tekanan dan komposisi yang tidak tepat yang akan menyebabkan perambatan panas yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kebutuhan dan komposisi bahan bakar yang sesuai dengan energi yang dibutuhkan untuk proses produksi kelapa sawit. Pabrik Kelapa Sawit Sungai Rungau Mill mempunyai sistem pembangkit uap yang mengubah air menjadi steam untuk menggerakan turbin uap dengan bahan bakar serabut dan cangkang hasil dari proses produksi tandan buah segar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran langsung di Pabrik Kelapa Sawit Sungai Rungau Mill dengan berbagai instrumen dan peralatan yang ada. Dari proses produksi tandan buah segar dengan kapasitas 82,3 ton/jam diperoleh serabut dan cangkang masing-masing sebanyak 11,36 ton/jam dan 4,73 ton/jam. Kemudian bahan bakar tersebut dipakai untuk boiler dengan jumlah serabut 10,60 ton sedangkan cangkang 2,73 ton dengan persentase 79,49 % serabut dan 20,51 % cangkang. Selanjutnya pembakaran dalam boiler menghasilkan steam dengan jumlah 43,2 ton/jam yang digunakan untuk menggerakan turbin sehingga menghasilkan daya listrik sebesar 1475 kWh.
Model Genesa Endapan Besi di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, Kalimantan Barat Andriansyah, Rian
JOURNAL OF APPLIED SCIENCE (JAPPS) Vol 1, No 2 (2019): Journal Of Applied Science (JAPPS)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/japps.v1i2.51

Abstract

Besi merupakan unsur yang cukup melimpah di kerak bumi, dari 300 mineral yang pada dasarnya mengandung besi hanya 6 mineral yang dapat terkumulasi dan memiliki nilai ekonomis (bijih besi), yaitu magnetit, hematit, gutit, siderit, pirit, pirotit, dan chamosit. Bahan baku besi dibutuhkan baik oleh pasar dalam negeri maupun luar negeri, sehingga kegiatan pencarian endapan besi terus dilakukan. Kegiatan eksplorasi endapan besi akan lebih efisien bila penentuan model genesa endapan besi dapat lebih awal diketahui. Daerah Kendawangan di Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah prospek endapan besi yang menarik untuk menjadi objek penelitian. Metode penelitian yang diterapkan untuk mengetahui genesa pembentukan endapan besi ini yaitu melalui proses pemetaan geologi dan analisis petrografi dan mineragrafi tanpa melakukan survei geofisika. Bijih besi masif hematit dan magnetit di daerah Bajal, Air Jamai, Bukit Kedijo terbentuk oleh proses hidrotermal. Diperkirakan pengendapan bijih besi hematit dan magnetit pada batuan samping mikrogranit terjadi secara epigenetik pada fase mesotermal dan epitermal yang ditandai adanya mineral serisit dan mineral lempung sebagai mineral ubahan pada batuan induk. Selain bijih besi masif, terdapat juga endapan koluvium besi limonit dengan ketebalan kurang lebih 3m. Kualitas bijih besi masif daeraf penelitian memiliki kadar rata-rata Fe total sekira 60% sedangkan bijih besi butiran memiliki kadar rata-rata Fe total sekira 30%.

Page 1 of 2 | Total Record : 18