cover
Contact Name
Niki Puspita Sari
Contact Email
nikipuspita21@gmail.com
Phone
+6281359569292
Journal Mail Official
dialektika@uniramalang.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Mojosari No.2, Kepanjen, Jatirejoyoso, Malang, Jawa Timur 65163
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
ISSN : 25024094     EISSN : 2598781X     DOI : https://doi.org/10.36636/dialektika
Dialektika adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Raden Rahmat Malang. Jurnal ini memiliki spesifikasi sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan pemikiran konseptual yang berkaitan dengan bidang Ekonomi dan Ilmu Sosial. Jurnal ini terbit berkala setiap enam bulan sekali pada bulan Februari dan September.
Articles 71 Documents
PENGARUH MOTIVASI DAN MENTAL BERWIRAUSAHA TERHADAP JIWA BERWIRAUSAHA MAHASISWA STIE CANDA BHIRAWA KEDIRI -, Sinollah; Kumala Sari, Anita
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 1 No 2 (2016): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v1i2.71

Abstract

Pengaruh pendidikan kewirausahaan selama ini telah dipertimbangkan sebagaisalah satu faktor penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan hasrat, jiwa danperilaku berwirausaha di kalangan generasi muda. Terkait dengan pengaruhpendidikan kewirausahaan tersebut, diperlukan adanya pemahaman tentangbagaimana mengembangkan dan mendorong lahirnya wirausaha ? wirausaha mudayang potensial sementara mereka berada di bangku sekolah. Beberapa penelitiansebelumnya menyebutkan bahwa keinginan berwirausaha para mahasiswamerupakan sumber bagi lahirnya wirausaha ? wirausaha masa depan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh motivasi dan mental berwirausaha terhadap jiwa berwirausaha pada mahasiswa STIE Canda Bhirawa Kediri. Untuk mendapatkan sampel yang dibutuhkan maka dilakukan sensus dengan cara wawancara langsung dengan mahasiswa. Setelah dilakukan sensus mahasiswa STIE Canda Bhirawa Kediri yang berwirausaha sejumlah 30 orang. Karena populasi < 100 orang. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan mengumpulkan data primer berupa kuesioner. kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitaitf dan diuji dengan uji z dan uji t.Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa kesesuaian model analisisregresi yang dihasilkan cocok untuk mengetahui pengaruh motivasi dan mental berwirausaha terhadap jiwa wirausaha mahasiswa STIE Canda Bhirawa. Untuk itu perlu motif dan mental dalam berwirausaha di kalangan mahasiswa ini harus dipelihara bahkan mungkin di elaborasi oleh pengelola (perguruan tinggi khususnya) ke dalam kurikulum dalam memberikan bekal kepada mahasiswa untuk memasuki dunia kerja setelah lulus. Kelemahan dari penelitian ini hanya pada sampel mahasiswa di satu perguruan tinggi. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut untuk menggunakan sampel lebih besar dengan beberapa perguruan tinggi agar dapat membuat generalisir lebih bagus, selain itu dapat membuat pembedaan mengenai motivasi dan mental berwirausaha antara mahasiswa dan mahasiswi, dimana dalam penelitian ini ternyata 67% yang berwirausaha adalah mahasiswi.
PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM) Puspitasari, Niki; Muhammad, Helmi; Nafisa, Adita
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 4 No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.071 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v4i2.349

Abstract

ABSTRACT Nowadays social media has become an effective marketing for communicating interactively with consumers. Even social media has an important role in integrated marketing communication (IMC). This study wants to know the implementation of social media and the benefits of social media to the development of UKM TARAJUNIK (Unique Knitting Bag). Some of the most tangible benefits of using social media are 1) as personal contact with consumers, 2) as a product gallery, 3) as a promotional media, and 4) as a basis for business decision making. In addition to these benefits, several other perceived benefits are conveying responses to consumers, customer surveys, online discussion forums, data collection on consumer needs, and others. Keywords: Social Media, Marketing, SMEs
COOPERATIVE LEARNING USING TEAM GAME TOURNAMENT METHOD TO IMPROVE STUDENT’S LEARNING PARTICIPATION AND COMPREHENSION Fitriasari, Fika
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 4 No 1 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.007 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v4i1.286

Abstract

ABSTRACTThis study aims to know the best practice cooperative learning method, that suitable for economics and business mathematics course learning in Muhammadiyah Malang University. The specific goals of this study are: (1) Improving students of class 1-D in Management Department of Muhammadiyah Malang University?s learning participation in sequence and series subject matter using cooperative learning with Teams Games Tournament (TGT) method in the odd semester of 2017/2018, and also (2) Improving Improving students of class D in Management Department of Muhammadiyah Malang University's comprehension about sequence and series subject matter using cooperative learning with Teams Games Tournament (TGT) method in the odd semester of 2017/2018. The results of this study show that learning activities using Teams Games Tournament (TGT) method has been proven can improve student's learning participation and comprehension in sequence and series subject matter of economics and business mathematics course.Keywords: Cooperative learning, Team Games Tournament, Economics and Business Mathematics
PERSPEKTIF GENDER DALAM PENGANGKATAN DAN PENEMPATAN PEJABAT STRUKTURAL DI PEMPROV NTT Indriyati, Indriyati
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2017): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3204.365 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v2i1.230

Abstract

AbstrakBirokrasi sebagai deskripsi dari model pemerintahan di Indonesai tentunya banyak dipengaruhioleh berbagai unsur, misalnya tuntutan reformasi birokrasi sebagai langkah perubahan positifdemi mewujudkan penyelenggaraan pelayanan publik yang baik bagi masyarakat. Dalamkonteks tersebut tidak terlepas perhatian masyarakat bagaimana hal tersebut tetapmemperhatikan ? gender? dalam pelaksanaannya. Sebagaimana diketahui Isu gender jugamelekat pada berbagai hal kajian, tidak terkecuali pada ruang birokrasi. Maka apabiladikaitakan dengan kebijakan pemerintah dalam penataan organisasi perangkat daerah yangbaru selesai dilaksanakan di lingkup Pemprov. NTT, harapannya kebijakan tersebut tetapmemperhatikan aspek ? gender? dalam pengangkatan dan penempatan pejabat structural diLingkup Pemprov NTTKata Kunci: Reformasi Birokrasi, Gender, Pelayanan PublikAbstracBereaucracy as a description of the model of government in Indonesia, of couse heavilyinfluence by element. For example, the demands of bureaucratic reform as a positive stepchange in order to realize the implementation of good public service for the community. In thatcontext did not escape the attention of the public how they still consider ? gender? in itsimplementation. Then if it is linked with the government?s policy in the structuring of newregional organizations that completed n the scope of the Pemprov. NTT, hopes the policy takinginto account the aspect of ? gender? in the recruitment and placement of structural officerscope Pemprov NTTKeywords: Bureucratic Reform, Gender, Public Services
PERAN DESA ADAT DALAM PENERTIBAN PENDUDUK PENDATANG DI KOTA DENPASAR Larantika, A.A.Ayu Dewi
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 2 No 1 (2017): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.183 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v2i1.240

Abstract

ABSTRAKFenomena penduduk pendatang sudah tidak asing bagi pulau Bali dan kotaDenpasar. Kota Denpasar sebagai kota metropolis dengan berbagai fasilitasyang ditawarkan sesuai fungsi dan peran strategisnya sebagai pusatpemerintahan, perekonomian dan perdagangan, pusat aktivitas pendidikan sertapelayanan kesehatan, disamping juga merupakan pusat kegiatan pariwisata yangberperan besar terhadap perkembangan perekonomian Bali, menjadi alasanpenduduk pendatang datang menyerbu kota Denpasar. Pesatnya arus migranyang masuk ke kota Denpasar menimbulkan berbagai permasalahan sosial sepetipemukiman kumuh, polusi, persaingan ekonomi, kejahatan dan sebagainya.Tulisan ini bertujuan menyajikan berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintahkota Denpasar untuk menertibkan penduduk pendatang, salah satunya denganmelibatkan desa adat. Oleh karenanya menjadi menarik untuk mengamatibagaimana peran desa adat dalam penertiban penduduk pendatang di kotaDenpasar. Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan serta mempelajaridokumentasi yang ada, dapat dikatakan bahwa peran desa adat dalammenertibkan penduduk pendatang sangat penting, karena wilayah pulau Baliumumnya dan Denpasar khususnya habis dibagi dalam desa adat. Desa adatdengan aturan adatnya bersentuhan langsung dan mengikat masyarakat dan inidapat menjadi salah satu strategi dalam menertibkan penduduk pendatang di kotaDenpasar.Kata kunci: desa adat, penertiban penduduk pendatang ABSTRACTThe phenomenon of migrants is not foreign to the island of Bali and Denpasarcity. Denpasar city as a metropolis with many amenities offered according to thefunction and its strategic role as the center of government, economy and trade,the activity center of education and health services, as well a center of tourismactivities that contribute to the development of Bali's economy, the reasonmigrants come storming Denpasar city. The rapid flow of migrants coming intothe city of Denpasar cause various social problems crate slums, pollution,economic competition, crime and so on. This paper aims to present the variouspolicies adopted by the government of Denpasar to curb settlers, one of theminvolving indigenous villages. It is therefore interesting to observe how the role ofindigenous villages in the demolition of migrants in the city of Denpasar. Fromobservation and interviews as well as studying the existing documentation, it canbe said that the role of indigenous villages in the discipline of migrants is veryimportant, because the territory of the island of Bali in general and in particularDenpasar divisible in indigenous villages. The traditional village with customaryrules of direct contact and bind communities and this can be one of the strategiesin the discipline of migrants in the city of Denpasar.Keywords: indigenous villages, curbing population of migrants.
Signifikansi Nauru dalam Kebijakan Bantuan Finansial Australia (2001-2008) Asmoro, Bramantyo Tri
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 1 No 1 (2016): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v1i1.16

Abstract

ABSTRAKAustralia setiap tahun mempunyai kebijakan bantuan luar negeri yang difokuskan pada kawasan Asia Pasifik. Untuk kawasan Pasifik Selatan, Australia memfokuskan pada negara-negara Melanesia seperti Papua Nugini, Solomon Islands, Fiji dan Vanuatu. Namun sejak tahun 2001, Australia meningkatkan bantuan finansial ke sebuah negara kecil bernama Nauru. Nauru terletak di kawasan Micronesia dan mempunyai ukuran yang sangat kecil. Dibandingkan dengan negara Pasifik Selatan lainnya, bantuan Australia ke Nauru cenderung terus meningkat. Fakta ini menimbulkan suatu pertanyaan, mengapa Australia meningkatkan bantuan finansialnya ke Nauru, khusunya sejak tahun 2001?Dalam menjawab pertanyaan di atas, penulis menggunakan teori motivasi bantuan luar negeri, kemanan regional, dan konsep pertahanan Australia, yaitu continental defence. Hasil dari penelitian ini adalah Australia meningkatkan bantuan finansial ke Nauru karena ingin menjaga keamanan regional. Nauru terancam menjadi negara gagal hingga dapat memberikan efek yang buruk terhadap keamanan regional Pasifik Selatan.   Kata Kunci : bantuan luar negeri, keamanan regional, negara gagal. ABSTRACTAustralia has foreign aid policy distributed to Asia Pacific region annually. Specifically for South Pacific region, Melanesian countries such as Papua New Guinea, Solomon Islands, Fiji and Vanuatu had always been main priorities. But since 2001, Australia increased its financial aid to Nauru, a small country located in Micronesia. Compared to other countries in South Pacific, Australia's financial aid to Nauru tends to increase. This fact raise a question about why Australia increased its financial aid to Nauru, especially since 2001?  To answer the question, the writer use foreign aid motivation theory, regional security, and Australia's defence concept, continental defence. The result of this research is, Australia increased its financial aid to Nauru because Australia want to maintain regional security. Nauru is potential failed state that can disturbed regional security in South PacificKeywords : failed state, foreign aid, regional security
Analisis Undang-undang Desa Fanani, Abdul Fatah; Astutik, Wahyu; Wahyono, Dodik; Suprapto, Suprapto
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 4 No 1 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.932 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v4i1.280

Abstract

Policies on villages in Indonesia have experienced ups and downs since theRepublic of Indonesia was established. The regulation of the village is urgent because thevillage has a strategic position in development in Indonesia. Further the existence ofvillages in Indonesia had already existed before the Indonesian republic was established.In this article, we analyze the policy on villages by making comparisons of some villageregulations starting before the republic of Indonesia was established, at the beginning ofindependence and until now. This research is library research, and the main data comesfrom book and journal publications available in Indonesia since before independenceuntil post independence. This research is ultimately useful for any policy study on villageregulation. The results of the policy analysis on the village law show that several lawsand regulations concerning the village in the past have reduced independence and natural conditions of the village. Law number 5 of 19th7e9 hsoavs erreediguncteyd,the authenticity and uniqueness of the village from its natural conditions by carrying outuniformity on the form of villages and village government in Indonesia. However, withthe enactment of Law number 6 of 2014, the sovereignty, independence and naturalconditions of the village are given the right and authority to return to their originalnatural forms with the recognition of the right to recognize and subsidiarity.Keywords: Village Law, Recognition, Subsidiarity, Village Sovereignty, VillageCommunity
Memanfaatkan Peluang dari Fasilitasi Perdagangan ASEAN Melalui ASEAN Single Window System Menuju ASEAN Economic Community (AEC) 2016 Yunita, Primadiana
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 1 No 1 (2016): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v1i1.19

Abstract

ABSTRAKPenerapan ASEAN Economic Community (AEC) atau Komunitas Ekonomi ASEAN yang akan dimulai pada tahun 2016 akan menjadi babak baru bagi pengembangan perekonomian ASEAN. Salah satu kerangka yang dicanangkan dalam mempercepat penerapan AEC adalah dengan mengurangi hambatan perdagangan melalui ASEAN Trade Facilitation atau yang lebih dikenal dengan fasilitasi perdagangan. ASEAN Trade Facilitation dimaksudkan untuk memberikan berbagai kemudahan perdagangan di kawasan ASEAN, yang diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan antar negara -negara ASEAN. Salah satu upaya ASEAN dalam fasilitasi perdagangan adalah pembentukan National Single Window masing-masing anggotanya yang nantinya diintegrasikan ke dalam ASEAN Single Window (ASW). Tulisan ini ingin menganalisis dilematisasi penerapan ASEAN Single Window serta peluang-peluang yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh negara anggota ASEAN dari adanya ASW ini.Kata Kunci: AEC, ASEAN Trade Facilitation, National Single Window, ASW ABSTRACTThe ASEAN Economic Community (AEC) which begins in 2016 will be new chapter for economic of ASEAN .One of the framework was proclaimed in speed up the implementation of AEC is to reduce trade barriers through ASEAN trade facilitation. ASEAN Trade Facilitation intended to provide many facilities trade in the asean region, expected to increase the volume of trade between asean countries . One of ASEAN's efforts in trade facilitation is the establishment of the National Single Window each member that will be integrated into the ASEAN Single Window (ASW). This paper wants to analyze the dilemma of implementation of the ASEAN Single Window and the opportunities that may be utilized by ASEAN member countries of the ASW's.Keywords : AEC, ASEAN Trade Facilitation, National Single Window, ASW
EKSPLORASI KONTEMPORER KONSEP KEADILAN KARL MARX Pohan, Ibnu Asqori; Talitha, Talitha; Yudia, Yudia
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2018): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.704 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v3i2.149

Abstract

ANALISIS PENGARUH FIRM SIZE, RISIKO KEUANGAN, DAN PROFITABILITAS TERHADAP RISIKO BISNIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA Meriam, Andi
DIALEKTIKA : Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 4 No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.629 KB) | DOI: 10.36636/dialektika.v4i2.348

Abstract

Abstrak Companies in the food and beverage consumption goods sector are mostly affected by a number of factors that affect risk. Variables that are quite dominant influence on business risk include firm size, financial risk and profitability. This study uses a quantitative approach to analyze the effect of firm size, financial risk and profitability on business risk in the food consumption goods sector on the IDX. The results showed that the three variables together influenced the business risk of the consumer goods sector while partially the profitability variable was the most influential on business risk in the food and beverage sector companies on the IDX. Kata kunci : firm size, risiko keuangan, profitablitas, risiko bisnis