cover
Contact Name
Taufik Hidayat
Contact Email
besthd22@gmail.com
Phone
+6285891495357
Journal Mail Official
jipt@untirta.ac.id
Editorial Address
Prodi Ilmu Pertanian Pascasarjana UNTIRTA Alamat Kontak : Jl.Raya Jakarta Km.4 Kota Serang Banten 42124
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa
ISSN : -     EISSN : 27153657     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa merupakan publikasi ilmiah berkala yang diterbitkan Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian terhadap teori dan praktek penerapan ilmu pertanian dalam arti luas, meliputi Ilmu Tanaman, Agronomi, Agro-teknologi, AgroEkosistem dan Lingkungan, Ilmu Pangan, Teknologi Pangan, Agribisnis, Sosial-Ekonomi Pertanian, dan Informasi Pertanian.
Articles 9 Documents
PENGARUH BOBOT UMBI DAN DOSIS KOMBINASI PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Anggraeni, Megita; Hastuti, Dewi; Rohmawati, Imas
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.712 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot umbi dan dosis kombinasi pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2018 di Balai Perkebunan, Penyuluhan, dan Perikanan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, faktor pertama ialah bobot umbi terdiri dari dua taraf dan faktor kedua ialah dosis kombinasi pupuk anorganik terdiri dari empat taraf sehingga terdapat 8 satuan percobaan dan 4 ulangan, faktor pertama bobot umbi yaitu U0 = Bobot umbi 2,5g - 4,0g dan U1 = Bobot umbi 5,5g - 7,0g. Sedangkan faktor kedua dosis kombinasi pupuk anorganik yaitu P0 = Kontrol (tanpa perlakuan kombinasi pupuk anorganik), P1= (Urea 1,8g/polybag, SP-36 3,3 g/polybag dan KCl 1,5 g/polybag), P2 = (Urea 2,4g/polybag, SP-36 4,4g/polybag dan KCl 2,0 g/polybag) dan P3 = (Urea 3,0 g/polybag, SP-36 5,5g/polybag dan KCl 2,5 g/polybag). Kombinasi tersebut menghasilkan 32 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, dan bobot basah umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot umbi 5,5g - 7,0g memberikan hasil tertinggi pada semua parameter yaitu tinggi tanaman (40,98 cm), jumlah daun (30,56 helai), jumlah umbi per rumpun (11,44 buah) dan bobot basah per rumpun (62,69 gram). Pemberian dosis kombinasi pupuk anorganik (Urea 3,0 g/polybag, SP-36 5,5g/polybag dan KCl 2,5g/polybag) memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun (31,00 helai), jumlah umbi per rumpun (11,38 buah) dan bobot basah umbi per rumpun (67,33g). Sedangkan dosis kombinasi pupuk anorganik (Urea 1,8g/polybag, SP-36 3,3 g/polybag dan KCl 1,5g/polybag) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman (42,50 cm). Tidak terdapat interaksi antara perlakuan bobot umbi dan dosis kombinasi pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah
KERAGAMAN PLASMA NUTFAH PADI LOKAL INDONESIA BERBASIS SIFAT AROMATIK DENGAN MARKA SSR Isminingsih, Sulastri; Rismawati, Mariam; Susiyanti, Susiyanti; Rusmana, Rusmana
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.404 KB)

Abstract

Aroma pada beras muncul karena tanaman memiliki gen yang mengendalikan sifat aroma. Penelitian inibertujuan mengidentifikasi gen aromatik pada beras lokal Indonesia. Isolasi DNA tanaman dilakukandengan metode Doyle dan Doyle (1999) yang dimodifikasi, diikuti amplifikasi DNA PCR dengan 5 primerpenanda SSR. Nilai PIC dalam bentuk scoring data digunakan untuk melihat tingkat kekerabatan dalambentuk dendogram menggunakan program Nonomical Taxonomy dan Multivariate System (NT-SYS). Hasilpenelitian gen aromatik pada 23 aksesi beras lokal menunjukkan bahwa alel bersifat polimorfik (100%) danterdapat 3 kelompok utama, yaitu kelompok 1 (aromatik) dan kelompok 2 dan 3 (non-aromatik). Kelompok1 terdiri dari 19 varietas padi dengan kemiripan genetik 0,822-0,96 atau tingkat keragaman genetik 4%-17,8%, Kelompok 2 terdiri dari 3 varietas padi dengan kemiripan genetik 0,832-0,921 atau tingkatkeragaman genetik 7,9%-16,8%, kelompok ketiga terdiri dari 1 varietas padi dengan kemiripan genetik 0,79-0,96 atau tingkat keragaman genetik 4%-0,21%.
PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI BERDASARKAN LUAS LAHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI (Suatu Kasus di Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung) Rahayu, Dwi Ajeng; KS, Karyana
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.306 KB)

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan salah satu sentra perkebunan hortikultura khususnya kacang kedelai yang dikelola oleh petani di Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Kondisi petani saat ini perlu mengetahui bagaimana petani dalam membudidayakan kedelai dengan menerapkan penerapan teknologi produksi berdasarkan luas lahan dan petani harus memahami bagaimana penerapan teknologi produksi pada masing-masing luas lahan petani terhadap pendapatan usahatani kedelai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan teknologi produksi pada masing-masing luas lahan dan pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani kedelai. Metode yang digunakan adalah metode survei terhadap 54 orang petani yang menerapkan teknologi sapta usahatani kedelai. Objek penelitian adalah penerapan teknologi produksi terhadap masing-masing luas lahan petani dan pengaruhnya terhadap pendapatan usahatani dengan menggunakan analisis tabulasi dan analisis statistika inferensi chi square. Tingkat capaian penerapan teknologi sapta usahatani berdasarkan luas lahan dikategorikan cukup baik, namun tingkat capaian penerapan teknologi pada petani lahan luas lebih baik daripada petani lahan sedang dan sempit. Produktivitas kedelai pada luas lahan dengan kriteria baik, luas lahan sedang dengan kriteria cukup baik, dan luas lahan sempit dengan kriteria kurang baik. Pendapatan usahatani kedelai pada luas lahan luas dengan kriteria baik, luas lahan sedang dan sempit dengan kriteria kurang baik. Penerapan teknologi sapta usahatani tidak berpengaruh terhadap produktivitas kedelai. Penerapan teknologi sapta usahatani berpengaruh terhadap pendaptan usahatani kedelai
FLUKS CO2 DI LAHAN KELAPA SAWIT DAN HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR LINGKUNGAN PADA SIANG HARI Prihutami, Muhti Dewi; Gusmayanti, Evi; Pramulya, Muhammad
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.908 KB)

Abstract

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di lahan gambut yang semakin besar menimbulkan isu negatif sebagai penyumbang terbesar emisi CO2. Tingginya emisi CO2 di lahan kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya umur tanaman dan waktu pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur fluks CO2 dari lahan kelapa sawit fase menghasilkan (TM 5 dan TM 6) pada siang hari dan hubungannya dengan faktor lingkungan. Penelitian berlokasi di perkebunan kelapa sawit PT. Sintang Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Pengukuran fluks dilakukan empat minggu, dengan waktu pengukuran siang hari pada pukul 06.00, 10.00, 14.00, 18.00. Pada awal penelitian dilakukan pengukuran kedalaman gambut dan pengambilan sampel tanah kedalaman 0-30 cm untuk dianalisis bahan organik, porositas, bobot isi tanah, kadar abu, pH tanah, dan Eh tanah. Bersamaan dengan pengukuran fluks CO2, dilakukan juga pengukuran suhu tanah, muka air tanah, dan pengambilan sampel tanah kedalaman 0-5 cm yang digunakan untuk mengukur kadar air gravimetrik, pH tanah, dan Eh tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fluks CO2 di lahan kelapa sawit umur TM 5 berbeda tidak nyata dengan fluks pada lahan TM 6. Hal ini berkaitan dengan karakteristik gambut dan lingkungan yang berbeda tidak nyata di kedua lahan tersebut. Selain itu, fluks CO2 tidak dipengaruhi secara nyata oleh waktu pengukuran, tetapi dipengaruhi oleh Eh tanah dan suhu tanah.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERKELANJUTAN DI HUTAN MANGROVE KUALA LANGSA KOTA LANGSA Iswahyudi, Iswahyudi; Haser, T Fadlon; Abdurrachman, Abdurrachman
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.189 KB)

Abstract

Ekowisata Hutan Bakau Kuala Langsa adalah kegiatan wisata yang mempromosikan sumber daya hutan mangrove dan komunitas sosial budaya. Agar pemanfaatannya tidak merusak, perlu perencanaan pembangunan yang cermat. Tujuan penelitian untuk merancang strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Hutan Bakau Kuala Langsa. Penelitian ini telah dilakukan selama 3 bulan (Agustus hingga bulan Oktober 2016), penentuan lokasi dilakukan secara "purposive". Metode pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur, wawancara dan observasi lapangan. Data yang dikumpulkan meliputi data tentang kondisi, data potensi pariwisata, data pengunjung dan manajemen data pada saat itu. Untuk mengembangkan strategi untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan, pendekatan analisis SWOT. Berdasarkan analisis pendekatan SWOT, strategi pengembangan pariwisata ditujukan untuk kegiatan pariwisata yang bertujuan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan, seperti perjalanan menanam mangrove, festival bersih pantai dan pantai. Pengembangan wisata hutan bakau Kuala Langsa juga mengajak semua pihak yang berkepentingan untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam melestarikan sumber daya alam dan lingkungan di kawasan tersebut, sehingga pariwisata dapat terus melestarikan sumber daya alam tanpa merusak dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang. dan di masa depan sebagai budidaya perjalanan dan perjalanan pendidikan. Selain itu, kebijakan yang dikeluarkan oleh manajer area diarahkan pada kondisi bisnis meningkatkan dan melestarikan sumber daya alam, dan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan dalam skala nasional dan internasional.Kata Kunci: ekoturisme, mangrove, SWOT
MENGELOLA DAN MERESTORASI LAHAN (TANAH) PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS SOSIAL-EKOLOGI (STUDI KASUS DESA RECO, WONOSOBO JAWA TENGAH) Kristiyanto, Kristiyanto; Kristina, Riajeng
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.796 KB)

Abstract

Dinamika persepsi disertai dengan refleksi dalam mengelola lahan pertanian saat ini, sangat diperlukandalam rangka untuk mengevaluasi, yang mengarah pada perbaikan atau restorasi, sehingga keterlibatanpetani menjadi penting dalam merestorasi lahan pertanian, terutama dalam mengelola lahan (tanah).Komponen tanah dalam pertanian memegang peran penting, sehingga di dalam pengelolaannya perlumenjadi perhatian. Pupuk organik dianggap sebagai salah satu solusi dalam memperbaiki kualitas lahanpertanian, sehingga memperbaiki tanah menjadi bagian penting dalam pengelolaannya. Ada beberapa tipetanah yang dapat diidentifikasi dan diukur oleh petani (kualitatif), karena itu penelitian ini menggunakanmetode observasi langsung, wawancara, dan FGD yang digunakan untuk pengumpulan data. Subyekpenelitian ini mengacu pada permasalahan yang dihadapi petani di lapang. Hasil penelitian menunjukkanbahwa komponen tanah di areal Desa Reco sebagian dalam kategori baik atau subur, dan sebagian lagidalam kategori rusak. Kerusakan tanah di Desa Reco terutama disebabkan oleh adanya akumulasi pestisidayang digunakan petani dalam pengelolaan lahan. Oleh karena itu konservasi tanah harus dilakukan,terutama di Desa Reco, dimana desa ini merupakan bagian dari daerah dataran tinggi
ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN PENAWARAN BAWANG MERAH (KASUS DI DESA TOYOMERTO KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG) Nailufar, Shella Fajru; Anggraeni, Dian; Sari, Ratna Mega
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.43 KB)

Abstract

Komoditas bawang merah termasuk ke dalam kelompok rempah tidak bersubtitusi. Tingginya permintaanmasyarakat terhadap bawang merah tersebut, tidak diikuti dengan penawaran bawang merah yang beradadipasar. Hal itu dikarenakan adanya kelangkaan produksi bawang merah. Permasalahan pada aspekproduksi dapat memberikan gambaran terhadap kemungkinan adanya risiko produksi dan tingkatpenawaran bawang merah akan dipengaruhi oleh jumlah komoditas yang diproduksinya. Sehinggapenelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko produksi bawang merah dan menganalisis faktor-faktoryang mempengaruhi penawaran bawang merah di Desa Toyomerto Kecamatan Kramatwatu KabupatenSerang. Analisis ini menggunakan model Regresi linear berganda double log. Berdasarkan hasil analisistingkat risiko bawang merah yang dihadapi petani di Desa Toyomerto tergolong tinggi serta risiko terbesarbersumber dari serangan hama dan penyakit. Terdapat empat faktor yang berpengaruh nyata terhadappenawaran bawang merah di Desa Toyomerto yaitu variabel harga bibit, harga NPK, biaya obat-obatan danbiaya tenaga kerja.
SELEKSI PADI GOGO DI LAHAN KERING MASAM Yullianida, Yullianida; Hermanasari, Rini; Lestari, Angelita Puji; Hairmansis, Aris
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.796 KB)

Abstract

Optimalisasi peningkatan produktivitas padi nasional dapat dicapai melalui penambahan indeks pertanaman dan per1uasan tanam ke lahan suboptimal, seperti lahan kering masam. Potensi lahan kering masam untuk tanaman pangan di Indonesia cukup luas, namun terkendala cekaman kekeringan dan keracunan Aluminium (Al). Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan dalam budidaya di lahan kering masam yang efisien dan berkelanjutan, yaitu dengan pemilihan varietas yang adaptif pada lahan kering masam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan galur-galur padi gogo toleran kekeringan dan keracunan aluminium, serta tahan penyakit blas. Seleksi dilakukan di lahan kering masam KP Tamanbogo, Lampung pada MH 2017/2018. Materi seleksi meliputi 265 galur dengan varietas pembanding Limboto, Inpago 12, Situpatenggang, Batutegi dan Inpago 7. Berdasarkan hasil seleksi terpilih sebanyak 61 galur adaptif lahan kering masam dan memiliki rata-rata hasil melebihi rata-rata hasil varietas pembandingnya (3.46 t/ha). Galur-galur tersebut tahan terhadap serangan penyakit blas leher dan blas daun, serta toleran keracunan Al. Respon pertumbuhan galur-galur terpilih yang berpengaruh sangat nyata terhadap keracunan Al adalah tinggi tanaman (r=-0.51**) dan hasil (r=0.38*). Sedangkan berdasarkan data pengamatan 265 galur padi gogo yang diseleksi, yang paling berkorelasi terhadap hasil adalah jumlah anakan produktif (r=0.94**), umur berbunga (r=-0.56**), umur panen (r=-0.60**) dan serangan blas leher (r=0.47**). Tingkat toleransi terhadap keracunan Al berkorelasi kuat dengan ketahanan terhadap serangan penyakit blas leher (r=0.59**) dan blas daun (r=0.77**).
FRONT MATTER AND BACK MATTER Hidayat, Taufik
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover depan dan belakang volume 1(1) 2019

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019