cover
Contact Name
Andri Gunandar, S.Kom.
Contact Email
andri.gunandar@gmail.com
Phone
+6285235138443?
Journal Mail Official
andri.gunandar@gmail.com
Editorial Address
http://ojs.aknacehbarat.ac.id/index.php/vocatech/about/editorialTeam
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal
ISSN : 26864770     EISSN : -     DOI : -
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal is a peer-reviewed scholarly journal. Its main aim is to facilitate development of scientific knowledge and innovation in the field of Vocational Studies. VOCATECH journal accepts paper submissions in the field of Vocational Studies, innovation in technology, and various subfields of vocational studies. Submitted writing should normally range from 3,000 to 6,000 words, although up to 7000 words will be accepted under exceptional circumstances. Book reviews should be between 1,000 to 2,500 words. Submissions based on research are highly valued as researches in Vocational Studies have provided huge insights and enrichments toward the development of vocational studies. Focused topics of interest of VOCATEHC Journal are: 1. Vocational Studies 2. Civil Engineering 3. Electrical Engineering 4. Mechanical Engineering 5. Classroom Instruction in Vocational Context 6. English for Vocation Purposes 7. Innovation in Vocational Education
Articles 16 Documents
KAJIAN KUAT TEKAN BETON BERDASARKAN KONDISI BAKAR DAN TANPA BAKAR (STUDI MUTU BETON 20 MPA MENGGUNAKAN METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUTE) Novriza, Ferdiansyah; Yana, Desi; Yana, Desi; Syukri, Syukri; Syukri, Syukri
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.581 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.5

Abstract

Abstrak?Beton merupakan salah satu campuran material yang sangat banyak digunakan dalam setiap pekerjaan konstruksi, baik untuk kegiatan bangunan, jalan atau pembuatan jembatan. Beton memilikki kriteria yang berbeda-beda sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati. Mutu suatu beton sangat dipengaruhi oleh material pembentuknya ataupun dari sisi perawatannya. Mutu beton dapat berkurang dikarenakan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kebakaran. Proses pemanasan berlebih terhadap suatu beton tidak direncanaan pada tahapan perencanaan beton sehingga bisa saja mengurangi atau menambah mutu beton tersebut. Oleh karena itu tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk membandingkan kuat tekan beton yang terjadi akibat pembakaran dengan kuat tekan beton normal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode American Concrete Institute (ACI). Penelitian ini dilakukaan terhadapat mutu beton 20 MPa dengan sampel berbentuk silinder dengan jumlah sampel penelitian pada masing-masing sampel beton sebanyak 8 buah dengan pembagian sampel penelitian 4 sampel untuk dibakar dan 4 sampel untuk kondisi normal. Pembakaran dilakukan pada suhu >250oC dan lamanya pembakaran selama 3 jam. Berdasarkan hasil penelitian terhadap sampel yang di uji diperoleh mutu beton untuk kondisi beton kondisi bakar berturut- turut sebesar 17,7 Mpa, 20,9 Mpa, 11,4 MPa, dan 21,7 MPa. Sedangkan untuk kondisi beton normal diperoleh sebesar 25,8 MPa, 26,67 MPa, 28,4 MPa dan 22,5 MPa. Berdasarkan kuat tekan beton dengan pembakaran didapatkan kuat tekan rata-rata sebesar 17.925 MPa. Sedangkan pada perlakuan beton normal tanpa bakar diperoleh kuat tekan rata-rata sebesar 27.00 MPa. Sehingga penurunan kuat tekan beton akibat terjadinya kebakaran adalah sebesar 33,61% dari kondisi beton normal. Kata kunci: Kuat Tekan Beton, American Concrete Institute, Beton Bakar. Abstract?Concrete is a mixture of materials widely used in every construction work such as in building, road, and bridge. Concrete has different criteria according to agreed plans. The quality of concrete is greatly influenced by its material and maintenance. Concrete quality can be reduced due to fire. The overheating process of concrete is not planned at the concrete planning stage. Therefore, it may reduce or increase the quality of the concrete. The current study aimed to compare the press strength of combusted and normal concrete. The American Concrete Institute (ACI) method was employed in the study. This study was conducted on the 20 MPa cylindrical concrete for a total of 8 samples. Four samples were set to be burned while the other four were in normal conditions. Combustion is carried out at temperatures above 250oC for the duration of 3 hours. The results showed that the concrete quality of the combusted concrete was 17.7 Mpa, 20.9 Mpa, 11.4 MPa, and 21.7 MPa, respectively while the normal concrete obtained 25.8 MPa, 26.67 MPa, 28.4 MPa, and 22.5 MPa respectively. The average press strength for combusted concrete was 17,925 MPa while the normal concrete without combustion was 27.00 MPa. It can be concluded that combustion reduced the press strength of the concrete at about 33.61% compared to the normal concrete. Keywords: Concrete Press Strength, American Concrete Institute, Burned Concrete
PERANAN INKUBATOR BISNIS DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA AKADEMI KOMUNITAS NEGERI PUTRA SANG FAJAR BLITAR Ardiansyah, Mohamad; Latifah, Nunuk; Widayani, Anna
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.842 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.11

Abstract

Abstrak?Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) merupakan program untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan yang berbasis teknologi berupa pendanaan, pelatihan, dan asistensi bagi inkubator dan tenant (pengusaha pemula) yang dilaksanakan melalui sistem kompetisi/seleksi. Sebagaimana perguruan tinggi lain di Indonesia yang menyelenggarakan mata kuliah kewirausahaan, tantangan yang dihadapi Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar (AKB) adalah menyediakan sebuah fasilitas yang dapat membantu melahirkan wirausahawan yang tidak hanya memahami teori dan konsep bisnis serta berhasil menghasilkan konsep produk, akan tetapi juga memfasilitasi dan mendampingi pendirian usaha yang dirintis oleh mahasiswa.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dengan pembina Inkubator Bisnis, anggota Inkubator Bisnis, dan mahasiswa AKB serta dokumentasi berupa gambar dan audio. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Inkubator Bisnis dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan adalah pelatihan dan pembinaan serta pembentukan unit bisnis. Dalam usaha menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar beberapa cara sudah dilakukan. Dalam menjalankan kegiatannya, inkubator bisnis di kampus Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar tak lepas dari kendala yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal.Kata kunci: jiwa kewirausahaan, Inkubator BisnisAbstract? Technology Business Incubator (IBT) is a program to develop technology-based entrepreneurship in the form of funding, training, and assistance for incubators and tenants (novice entrepreneurs) which are implemented through a competition / selection system. As with other tertiary institutions in Indonesia that conduct entrepreneurship courses, the challenge faced by the Putra Sang Fajar Blitar Academy (AKB) is to provide a facility that can help give birth to entrepreneurs who not only understand business theories and concepts and successfully produce product concepts, but also facilitates and accompanies the establishment of businesses pioneered by students. The method used in this study uses descriptive qualitative approaches. Data collection techniques in this study used interviews with Business Incubator coaches, Business Incubator members, and AKB students as well as documentation in the form of images and audio. The results showed that the Business Incubator activity in fostering an entrepreneurial spirit was training and coaching as well as the formation of business units. In an effort to grow the entrepreneurial spirit of Academy students, some methods have been done. In carrying out its activities, the business incubator on the campus of Putra Sang Fajar Academy can not be separated from obstacles originating from internal and external factors.Keywords: entrepreneurial spirit, Business Incubator
STRATEGI PENANGANAN KEMACETAN ARUS LALU LINTAS BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Erliana, Hilma
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.761 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.4

Abstract

Abstrak: Pasar sangatlah identik dengan pusat keramaian, karena pasar merupakan pusat perdagangan yang terletak di pusat kota yang sering disebut juga dengan kawasan Central Bussiness District (CBD). Karena pasar merupakan pusat keramaian sehingga mengundang banyak masyarakat untuk datang ke kawasan tersebut sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas, akibat tidak terkendalinya arus lalu lintas di sekitar pasar. Kemacetan arus lalu lintas salah satunya akibat dari tidak terkendalinya parkir sehingga membuat kondisi parkir di sekitar daerah tersebut menjadi semakin semrawut. Pasar Aceh merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar dan yang paling berkembang di kota Banda Aceh. Semakin berkembangnya kawasan Pasar Aceh membuat aktivitas pergerakan masyarakat semakin meningkat, sehingga membuat menurunnya tingkat pelayanan jalan di kawasan tersebut,  yang diakibatkan oleh kendaraan yang berjalan lambat, parkir, pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Pasar Aceh memiliki fasilitas ruang parkirnya. Setelah disediakan ruang parkir pada gedung Pasar Aceh (off-street parking) yang baru ini ternyata masih banyak masyarakat yang lebih memilih parkir dibadan jalan (on-street parking), sementara pelataran parkir pada gedung Pasar Aceh belum habis terisi penuh, sehingga masih terjadi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas yang diakibatkan oleh banyaknya pengguna jalan yang menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengevaluasi kinerja jalan yang terbebani oleh kendaraan yang melintasi jalan di kawasan Pasar Aceh, (2) mengevaluasi kebutuhan ruang parkir yang optimal untuk melayani para pengunjung Pasar Aceh dan (3) mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang timbul akibat on-street parking berdasarkan persepsi masyarakat. Sehingga diharapkan dapat direncanakan manajemen parkir yang baik untuk masa yang akan datang.Kata kunci : tingkat pelayanan jalan, permasalahan parkir, persepsi masyarakat, manajemen parkirAbstract: The market is very synonymous with the center of the crowd, because the market is a trading center located in the city center which is often referred to as the Central Bussiness District (CBD). Because the market is a center of crowds that invites many people to come to the area, causing traffic congestion, due to uncontrolled traffic flow around the market. One of the traffic jams is due to uncontrolled parking, making parking conditions around the area increasingly chaotic. Aceh Market is one of the largest and most developed trade centers in the city of Banda Aceh. The increasing development of the Aceh Market area has made community movement activities increasingly increasing, which has caused a decline in the level of road services in the area, which is caused by vehicles that run slowly, parked, pedestrians and street vendors. Aceh Market has its parking facilities. Having provided parking space on the new Pasar Aceh (off-street parking) building it turns out that there are still many people who prefer on-street parking, while the parking lot on the Aceh Market building has not been fully filled, so traffic jams still occur and the chaos of traffic caused by many road users who use the road as a parking lot. The objectives of this study are: (1) evaluating road performance burdened by vehicles crossing the road in the Aceh Market area, (2) evaluating optimal parking space requirements to serve Aceh Market visitors and (3) identifying problems arising from -street parking based on people's perception. So it is expected that good parking management can be planned in the future. Keywords: level of road service, parking problems, public perception, parking management
EFEKTIVITAS PENILAIAN KINERJA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (BKPSDM) KABUPATEN ACEH TENGAH Hasan, Riza
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.005 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.13

Abstract

Abstrak? Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Tata kelola pemerintahan yang baik salah satunya dapat diketahui dari hasil penilaian kinerja pegawai negeri sipil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada instansi pemerintah berkaitan dengan aktivitas penilaian kinerja pegawai negeri sipil. Masalah ini membuat penulis menjadi tertarik untuk mengambil topik mengenai Efektivitas Penilaian Kinerja di Kantor BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif field research dengan pendekatan teorisasi induktif. Fokus dalam penelitian ini yaitu mengenai efektivitas penilaian kinerja di BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas penilaian kinerja dan faktor penghambat penilaian kinerja. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, observasi, dokumenter dan wawancara. Kemudian, untuk metode analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Dari hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan penilaian kinerja di Kantor BKPSDM Kabupaten Aceh Tengah tidak efektif karena sistem penilaian kinerja yang saat ini digunakan tidak sepenuhnya terintegrasi dengan standar kinerja dan indikator kinerja. Faktor penghambat dalam penilaian kinerja tersebut, antara lain: (1) BKPSDM tidak memiliki dokumen analisis jabatan, (2) Penempatan PNS dalam suatu jabatan tidak sepenuhnya memperhatikan pertimbangan antara kebutuhan suatu jabatan dengan kesesuaian latar belakang pendidikan atau kompetensi PNS yang menduduki suatu jabatan, (3) rendahanya controlling atasan kepada bawahannya dalam memberikan penilaian prilaku kerja bawahannya, hal ini menimbulkan penilaian kinerja yang tidak bersifat objektif. Kata kunci: efektivitas penilaian kinerja, sasaran kerja pegawai, prilaku kerja, pegawai negeri sipil.Abstract? Bureaucratic reform is an effort to realize good governance. Good governance can be identified in the performance evaluation of the civil servants. Thus, the writer is encouraged conduct a study under the title of ?Effectiveness of Performance Appraisal at BKPSDM Office of Aceh Tengah.?  The findings are expected to contribute to government agencies in term of civil servant?s performance appraisal. This qualitative study employed a descriptive field research method with an inductive theoretical approach. The study focused on the effectiveness of performance appraisal at BKPSDM Office of Aceh Tengah. This study aims to describe and analyse the effectiveness of performance appraisal and inhibiting factors of the performance evaluation. The data were collected through literature study, observation, documentaries and interviews. Then, the data were analysed using the interactive analysis method. The findings indicate that the performance evaluation at the BKPSDM Office Aceh Tengah has not been effective. The performance appraisal system currently used is not fully integrated with performance standards and performance indicators. Inhibiting factors in the performance appraisal include (1) missing job analysis document, (2) Mismatch between the needs of an office and educational background or competence of civil servants occupying a position, (3) lack of top-down leadership control from supervisors to the subordinates in providing an in assessing work behaviour of the subordinates. This results in unobjective performance assessments. Keywords: effectiveness of performance appraisal, employee work goals, work behaviour, civil servants.
FUNGSI TINDAK TUTUR DIREKTIF PEDAGANG ASONGAN PADA KAPAL MOTOR PENYEBERANGAN DI PELABUHAN ULEE LHEUE BANDA ACEH Sakdiah, Sakdiah; Cahyani, Maulidya; Nuthihar, Rahmad
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.214 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.3

Abstract

Abstrak? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang digunakan pedagang asongan pada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dalam interaksinya dengan pembeli. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam dan catat. Data diolah dengan langkah mengidentifikasi data, mengklasifikasi data, menganalisis data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada interaksi jual-beli pedagang asongan pada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh meliputi: jenis pertanyaan (questions), permintaan (requstives), larangan (prohibitive), pemberian izin (permissives), desakan dan saran, (2) Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam interaksi jual-beli pedagang asongan pada Kapal Motor Penyeberangan (KMP) di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh sebanyak enam fungsi tindak tutur direktif. Fungsi tindak tutur direktif yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi: delapan fungsi bertanya, satu fungsi memohon, dua fungsi melarang, tiga fungsi mendesak, satu fungsi membolehkan, dan dua fungsi menyarankan. Kata Kunci: Tindak Tutur Direktif, Interaksi Jual Beli. Abstract? This study aims to describe the type and function of directive speech acts used by hawkers in Motorized Crossing Ships (KMP) in Ulee Lheue Port, Banda Aceh, in their interactions with buyers. This research includes the type of qualitative research using a descriptive-qualitative approach. Data collection is done by recording and recording techniques. Data is processed by step identifying data, classifying data, analyzing data, and concluding. The results of the study show that, (1) the type of directive speech acts that occur in the interaction of selling and buying peddlers at the Crossing Motorboat (KMP) at Ulee Lheue Port in Banda Aceh include: questions, requests (requstives), prohibitions (prohibitive ), permissives, pressures and suggestions, (2) The directive function of speech acts found in the interaction of the sale and purchase of hawkers at the Crossing Motorboat (KMP) at Ulee Lheue Port in Banda Aceh is six directive speech acts. The directive speech act functions found in this study include: eight question functions, one invoking function, two prohibiting functions, three urgent functions, one function allows, and two functions suggest. Keywords: Directive Speech, Buy and Sell Interactions.
ANALISA KEBUTUHAN ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE UNTUK PENDIDIKAN VOKASI Masykar, Tanzir
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.224 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.9

Abstract

Abstrak? Mata kuliah Bahasa Inggris pada pendidikan vokasi merupakan mata kuliah umum (MKU) wajib. Berbeda dengan pendidikan di universitas, pendidikan vokasi menuntut konten pengajaran suatu mata kuliah dalam bentuk konten praktis. ESP, English for Sepcific Purpose adalah salah satu cabang ilmu pendidikan Bahasa Inggris yang dapat diterapkan dalam mengembangkan MKU Bahasa Inggris pada pendidikan vokasi. Studi pustaka ini menganalisis beberapa jurnal dan buku yang berkaitan dengan ESP dan mewawancarai dosen Bahasa Inggris pada tingkat universitas untuk menentukan materi Bahasa Inggris yang sesuai untuk pendidikan vokasi. Hasil kerangka need analysis (NA) Basturkmen dan Dudley-Evans, St John, & Saint John, dipaparkan dan diuji dengan kebutuhan pendidikan vokasi jurusan mesin [1, 2]. Hasil kajian pustaka dan Analisa kebutuhan menunjukkan perlu adanya kurikulum, silabus, dan aktivitas berbeda untuk setiap jurusan pada pendidikan vokasi. Silabus Bahasa Inggris umum di perguruan tinggi tidak dapat dipakai sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan vokasi. Kata kunci: Analisa Kebutuhan, English for Specific Purposes, Bahasa Inggris Umum, Pendidikan vokasi Abstract? English courses in vocational education are compulsory general courses (MKU). In contrast to university education, vocational education demands the teaching content of a course in the form of practical content. ESP, English for Specific Purpose is one branch of English education that can be applied in developing the English course in vocational education. This literature study analyzes a number of journals and books related to ESP and English language lecturer studies at the university level to determine appropriate English material for vocational education. The results of the Basturkmen and Dudley-Evans, St John, & Saint John's framework of need analysis are presented and tested with the vocational education needs of across three majors [1, 2]. The results of the literature review and need analysis indicate the need for different curriculum, syllabus, and activities for each department in vocational education. The general English syllabus in universities cannot be fully applied for vocational education needs. Keywords: Needs analysis, English for Specific Purposes, General English, Vocational Education
RANCANG BANGUN APLIKASI QR CODE BERBASIS ANDROID PADA PERPUSTAKAAN AKADEMI KOMUNITAS NEGERI PUTRA SANG FAJAR BLITAR Fu'ad, M. Nur; Kholil, Moch; Wardhani, Shanti Ike
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.036 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.2

Abstract

Abstrak? Perpustakaan bermanfaat untuk memajukan dan melestarikan kebudayaan serta merupakan fasilitas penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Namun perpustakaan Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar belum tersistem sehingga pengelolaan dan pelayanan perpustakaan masih dilakukan secara manual dengan pencatatan transaksi peminjaman dan pengembalian secara tertulis. Dibutuhkan sistem peminjaman dan pengembalian yang tepat guna untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan. Teknologi QR Code menjadi salah satu solusi dengan didukung sistem operasi Android, QR Code digunakan sebagai kode buku yang akan dicatat dalam transaksi peminjaman dan pengembalian. Uji coba aplikasi membuktikan bahwa transaksi peminjaman dan pengembalian dengan aplikasi QR Code perpustakaan lebih cepat daripada manual. Lama waktu rata-rata transaksi untuk 1, 3 dan 5 buku dengan aplikasi QR Code perpustakaan adalah 4,9 detik, 14,7 detik dan 23,2 detik.Kata kunci: QR Code, Android, aplikasi  perpustakaanAbstract? The library is useful for promoting and preserving culture and becomes an important facility in the education process. But the library of Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar has not been systemized so that library management and services are still done manually by recording borrow and return transactions in writing. An appropriate borrows and returns system is needed to improve library services. QR Code technology is one of the solutions supported by Android operating system, QR Code is used as a book code that will be recorded in the borrows and returns transaction. Test of application prove that borrow and return transactions with the library QR Code application is faster than manual. Average transaction time for 1, 3 and 5 books are 4.9 seconds, 14.7 seconds and 23.2 seconds respectively.Keywords: QR Code, Android, library application
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS JALAN UJUNG BEURASOK STA 0+^000 S/D STA 0+^700) Agusmaniza, Roni; Fadilla, Ferhan Dimas
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.836 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.7

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan prasarana jalan sesuai dengan rencana pembangunan jalan, maka perlu dilakukan usaha-usaha pemeliharaan dan penanganan yang harus direncanakan dengan baik terhadap jalan yang rusak. Kerusakan jalan disebabkan antara lain oleh lalu lintas berulang, muatan berlebih, suhu udara, air serta mutu awal produk jalan yang jelek. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui jenis kerusakan dan tingkat kerusakan jalan pada jalan Ujong Beurasok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode bina marga. Langkah awal penelitian  ini menghitung lalu lintas harian rata-rata dan mengelompokkan data hasil survei sesuai dengan jenis kerusakan jalan. Selanjutnya menilai dan menjumlahkan setiap jenis kerusakan jalan. Lalu menetapkan nilai kondisi jalan dan menghitung nilai prioritas kondisi jalan. Hasil penelitian kerusakan jalan didapatkan jenis kerusakan jalan yaitu pelempasan butir sebanyak 11 buah dengan luas 4.185.924 cm2 (13,29%), retak kulit buaya sebanyak 13 buah dengan luas 353.185,5 cm2 (1,121%), retak pinggir sebanyak 3 buah dengan luas 104.400 cm2 (0,331%), retak memanjang sebanyak 1 buah dengan luas 2000 cm2 (0,006%), tambalan  sebanyak 12 buah dengan luas 244.221 cm2 (0,775%) dan lubang sebanyak 14 buah dengan luas 193.293,74 cm2 (0,613%) dan volume 1.082.898,56 cm3. Dari hasil perhitungan Urutan Prioritas didapat nilai sebesar 8 menanda bahwa jalan Ujung Beurasok Kecamatan Johan Pahlawan STA 0+000 s/d 0+700 dapat dimasukan kedalam program pemeliharaan rutin. Kata kunci : Kerusakan Jalan, Metode Bina Marga Abstract : The utilization of road infrastructures in accordance with road development plans requires maintenance and handling efforts that must be planned well against the damaged roads. Road damage is caused by the repeated traffic, overload, air temperature, water, and the initial quality of the poor road product. This research aims to determine the type of damage and damage level of road on Ujong Beurasok Road. The method used in this research is the method of Bina Marga. The initial step of the study calculated average daily traffic and grouped the survey result data according to the type of road damage. Type of road damage are graded and summed. The road condition value is set, and the priority value of the road condition is calculated. The damagaes found are 11 sections of loose grain with an area 4.185.924 cm2 (13.29%), 13 sections of alligator cracking with an area of 353.185,5 cm2 (1.121%), 3 sections of cracked edges with an area of 104.400 cm2 (0.331%), 1 elongated crack with an area of 2000 cm2 (0.006%), 12 sections of patch with an area of 244,221 cm2 (0.775%) and 14 pieces of holes with an area of 193.293,74 cm2 (0.613%) and the volume of 1.082.898,56 cm3. The calculation of priority order obtained the value of 8 indicating that Beurasok Road of Johan Pahlawan district STA 0 + 000 S/D 0 + 700 should be considered in the routine maintenance program.Keywords: Road damage, Bina Marga method
PENGENALAN KARAKTER JAWI TULISAN TANGAN MENGGUNAKAN FITUR SUDUT Safrizal, Safrizal
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 1 (2019): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.517 KB) | DOI: 10.38038/vocatech.v1i0.1

Abstract

Abstrak? Karakter Jawi salah satu varian karakter Arab adalah karakter Jawi. Karakter tersebut mengakomodasi penulisan bahasa Melayu. Karakter Jawi banyak digunakan oleh kerajaan Islam di Nusantara sehingga banyak dokumen menggunakan karakter tersebut. Untuk menjaga kelestarian dokumen tersebut maka karakter Jawi tersebut harus di rubah kedalam format digital, salah satu caranya adalah dengan metode Optical Character Recognition (OCR). Salah satu metode OCR dalam mengekstraksi fitur adalah menggunakan sudut yang dibentuk dari bagian utama karakter. Fitur yang dihasilkan dari sudut tersebut digunakan oleh SVM untuk di klasifikasi kedalam karakter Jawi. Dengan menggunakan fitur tersebut, SVM mampu mengklasifikasi karakter Jawi dengan tingkat akurasi rata-rata sebesar 78,86%.  Abstract? The Jawi character is one variant of Arabic characters that adopts Malay language writing. The character of Jawi is widely used by the Islamic kingdom in the Archipelago. Many document written using these characters. To preserve the history and the book, the Jawi character need to be converted into digital form, one way is by Optical Character Recognition (OCR) method. One method of OCR in extracting features is to use angles formed by main part of the character. The features generated are used by SVM to be classified into Jawi characters. By using these features, SVM is able to classify Jawi characters with an average level of accuracy of 78.86%.
PENERAPAN GENERAL ENGLISH DAN ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES DI PERGURUAN TINGGI KHUSUSNYA PADA PENDIDIKAN VOKASI Juliana, Rena; Juliani, Reni
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 1, No 2 (2020): April
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v1i2.26

Abstract

Abstract The increasing role of English in this era of globalization seems to force us to recognize that English has a great impact on all aspects of life, so learning the English language is a must. Previously, studying English at Indonesian universities was limited to General English or English General Purposes, which became general subjects. However, over time, learning English has been developed specifically for English for Specific Purposes. This study is intended to show how the use of English learning at universities, especially in vocational education, works. In this study, the literature study was chosen as the research method. The literature study shows that the use of General English and English for Specific Purposes in higher education is very different. Where there is no special learning material for teaching General English. The learning material usually contains general knowledge of English. Unlike English for Specific Purposes, where teaching English for Specific Purposes requires special materials that are tailored to the needs of students depending on the subject. Keywords: Use, General English, English for Specific Purposes, University, Vocational Education. __________________________ Abstrak Meningkatnya peran bahasa Inggris di era globalisasi ini seolah memaksa kita untuk mengakui bahwa bahasa Inggris mempunyai pengaruh besar di segala aspek kehidupan sehingga mempelajari bahasa Inggris merupakan hal yang wajib. Sebelumnya di Indonesia, pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi hanya sebatas General English atau English for General Purposes yang menjadi mata kuliah umum, namun seiring berjalannya waktu pembelajaran bahasa Inggris dikembangkan lagi secara khusus dalam mata kuliah English for Specific Purposes. Studi ini memiliki tujuan untuk melihat bagaimana penerapan kedua pembelajaran bahasa Inggris tersebut di perguruan tinggi khususnya pada pendidikan vokasi. Studi pustaka dipilih sebagai metode penelitian dalam studi ini. Dari studi kepustakaan tersebut diperoleh hasil bahwa penerapan General English dan English for Specific Purposes di perguruan tinggi sangatlah berbeda antara keduanya. Dimana tidak ada materi pembelajaran khusus terhadap pengajaran General English. Materi pembelajaran biasanya berisikan pengetahuan umum tentang bahasa Inggris. Beda halnya dengan English for Specific Purposes, dimana dalam pengajaran English for Specific Purpose, dibutuhkan materi khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan dari mahasiswa sesuai dengan bidang yang mereka ambil. Kata Kunci: Penerapan, General English, English for Specific Purposes, Perguruan Tinggi, Pendidikan Vokasi. __________________________

Page 1 of 2 | Total Record : 16