cover
Contact Name
Dr. H. Muh. Jamil Barambangi, M.Pd
Contact Email
-
Phone
+628114131963
Journal Mail Official
jurnal.bppd.sulbar@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Kantor Gubernur, Jl. Abdul Malik Pattana Endeng No.1, Rangas Mamuju, Sulawesi Barat
Location
Kab. mamuju,
Sulawesi barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Maju
ISSN : 26219404     EISSN : 26543478     DOI : -
Jurnal Ilmiah Maju adalah terbitan berkala ilmiah yang dirintis pada tahun 2017, dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat dengan ISSN Print: 2621-9404 dan ISSN Online: 2654-3478. Jurnal ini menerbitkan artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu diantaranya adalah Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Bidang Ekonomi. Terbitan berkala ilmiah ini menerbitkan artikel dua kali dalam setahun dengan frekuensi 6 bulanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Apa Kabar Konselor Sekolah? Jamil, Kartika
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.964 KB)

Abstract

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau pendidikan khusus dalam satu ranah tertentu. Sebagai sebuah profesi, konselor mengisyaratkan keharusan kinerja profesional bagi setiap orang yang menyandang profesi itu. Maka dituntut keahlian yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanannya berdasarkan norma-norma yang berlaku. Standarisasi prestasi kerja konselor, mensyaratkan pemenuhan jumlah rasio konselor dengan konseli yang dibimbingnya yaitu 1 : 150. Fakta di lapangan  keberadaan guru pembimbing (konselor) di sebagian besar sekolah menengah di Indonesia, belum memenuhi rasio tersebut. Di samping itu, tidak semuanya memiliki latar pendidikan Bimbingan dan Konseling. Olehnya patut dipertanyakan kemampuannya untuk melakukan tugas dan fungsi profesinya memberikan layanan BK sebagai laiknya seorang pemangku pekerjaan profesional. Untuk memperbaikinya, diperlukan komitmen konselor sekolah, agar terus melakukan evaluasi diri (self-evaluation) untuk mengenali sejauh mana efektifitas kinerjanya tercapai. Kepala sekolah sebagai pimpinan konselor di sekolah, untuk memotivasi, memfasilitasi, mensupervisi konselor untuk meningkatkan mutu kinerjanya. Guru mata pelajaran, sebagai mitra kerja konselor hendaknya dapat berfungsi sebagai sumber data yang kooperatif dalam menangani peserta didik. Pihak penentu kebijakan dalam menentukan rekruitmen guru perlu memperhatikan alokasi jumlah yang proporsional bagi penerimaan guru pembimbing dengan latar belakang pendidikan minimal S.1 BK sehingga terus berkelanjutan dapat mendekati pemenuhan rasio yang dibutuhkan. Disertai penyelenggaraan berbagai kegiatan untuk meningkatkan dan menguatkan kemampuan profesional para konselor sekolah, melalui  kerja sama dengan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) dan Perguruan Tinggi, sebagai pembina organisasi dan pengembang ilmu Bimbingan dan Konseling.                                                    Profession is a job that requires or special in a certain sphere. As a profession, the counselor hints at the necessity of professional performance for everyone who carries the profession. It requires high expertise to meet the needs of service users based on prevailing norms. Standardization of the counselor?s work performance, requires the fulfillment of the number of counselor ratio with the guided counselee that is 1: 150. Facts on the ground of the presence of counselors in most secondary schools in Indonesia, have not met the ratio. Besides, not all of them have Guidance and Counseling background. Therefore, their ability to do their duties that is to provide counseling services as professionals is questionable. To improve it, the commitment of school counselor is necessary, in order to keep doing self evaluation to recognize the extent to which the effectiveness of its performance is achieved. Principal as head counselor at school, contribute to motivate, facilitate, supervise counselor to improve the quality of their performance. Subject teachers, as counselor partners should be a cooperative data source in dealing with students. The policy makers in determining the recruitment of teachers need to pay attention to the allocation of the proportional amount for the acceptance of teachers with a bachelor of counselling minimum education background so that can fulfill the required ratio continuously. With the implementation of various activities to enhance and strengthen the professional skills of school counselors, in collaboration with the Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) and universities, as an organizer and developer of Guidance and Counseling.
“Penggemuk” (Penggunaan Elektrik Nyamuk) Tradisional Berbahan Tempurung Kelapa Serta Ekstrak Kemangi Sebagai Cairan Insektisida Alami Pembasmi Nyamuk Asmi, Nurul
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.934 KB)

Abstract

Karya yang dibuat di SMA Negeri 1 Sendana ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan mengetahui seberapa besar manfaat penggunaan Elektrik tadisional dari tempurung kelapa dan ekstrak kemangi ini sebagai insektisida alami,. Alat elektrik pembasmi nyamuk tradisional ini sangat bermanfaat bagi manusia dan ramah lingkungan, sebab tidak mengandung bahan kimia yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan manusia, juga mengurangi limbah organik di lingkungan, serta dapat digolongkan sebagai teknologi tepat guna karena dipandang dari aspek ekonomi, budaya dan sosial.. The work made in SMA Negeri 1 Sendana aims to optimize the utilization of natural resources and find out how much benefit of traditional electrical use of coconut shell and basil extract as a natural insecticide. This traditional electric mosquito repellent tool is very beneficial for humans and environmentally friendly, because it does not contain chemicals that can adversely affect human health, also reduce organic waste in the environment, and can be classified as appropriate technology because viewed from the economic, cultural and social aspects.
Sulawesi Barat Darurat Narkoba : Analisis Faktor Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Sulawesi Barat Badu, Nasir; Amin, Asma; Farhanuddin, Farhanuddin; Darwis, Darwis
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.617 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri faktor yang mempengaruhi tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Barat. Dengan menggunakan penelitian kualitatif, penelitian ini menunjukkan bahwa ada delapan faktor yang mempengaruhi antara lain : kondisi geografis; keterlibatan penegak hukum; kehidupan ekonomi penduduk yang membaik; kehidupan sosial dan gaya hidup yang permisif terhadap perubahan; perubahan pola peredaran narkoba ke wilayah pedesaan;  kurang aktifnya pemerintah daerah dalam upaya P4GN;  banyaknya migrasi di Sulawesi Barat; serta banyaknya narkoba substitusi.  This study aimed to explore the factor that influence the high number of drug abuse in west Sulawesi. By using a qualitative approach, this study shows that there are eight main contributing factors causing, i.e :geographical conditions; involvement of law enforcement officers; improved economic life of the population; social life and a permissive lifestyle of change; changing patterns of drug trafficking into rural areas; lack of active regional government in performing the P4GN; the number of migrant in West Sulawesi; as well as the substanstial amount  of cheap substitution drugs.
Pernikahan Dini Jembatan Menuju Perceraian Study Kasus Kecamatan Wonomulyo Dan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Rahman, Kaprawi
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.394 KB)

Abstract

(BKKBN 2012, 2016). Pernikahan dini adalah suatu pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah usia minimal untuk melakukan pernikahan, yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Hasil pendataan Keluarga 2017 Polewali Mandar, angka perempuan menikah dibawah 21 tahun tertinggi di Sulawesi Barat sebanyak (34.941) orang, laki-Laki dibawah usia 25 tahun mencapai (29.092) orang. Lalu pengadilan agama Kabupaten Polewali Mandar mencatat angka perceraian dari 490 di tahun 2015 menjadi 507 kasus di tahun 2016. Penelitian di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar memberikan gambaran hubungan antara bercerai dengan menikah muda adalah positif, makin besar menikah muda maka makin tinggi pula tingkat perceraian. Hasil analisis deskriptif menggunakan aplikasi SPSS rata-rata menikah muda dari 50 orang adalah 30,02 sedangkan rata-rata bercerai 29.06. Penyebab utamanya adalah 1) Menikah karena pilihan sendiri atau pacaran, 2) Tidak lagi bersekolah dan menikah adalah solusinya, 3) Menikah karena salah pergaulan, 4) Ingin meringankan beban orang tua dan ke 5) Menikah karena dijodohkan (BKKBN, 2016). Early marriage is a marriage that one or both couples under the age of minimum to make a marriage, is 21 years for women and 25 years for men. (BKKBN, 2012). if it refers to the Convention on the Rights of the Child which defines that everyone under 18 years as a child, then marriage of one or both couples aged 18 years can be said to be child marriage. (UNICEF, 2016). Family Data Collection 2017 was found in Polewali Mandar district with the highest number of married women under 21 years in West Sulawesi (34,941), men under the age of 25 reached (29,092) people. Then the religious court of Polewali Mandar Regency recorded divorce from 490 in 2015 to 507 cases in 2016. Research in Wonomulyo Sub-district Polewali Mandar District gives an idea of the relationship between divorced by married young is positive, the bigger married young the higher the divorce rate. The result of descriptive analysis using SPSS average young married application from 50 people is 30.02 while the average divorced is 29.06. The main cause is 1) Married by choice or courtship, 2) No more schooling and marriage is the solution, 3) Married because of wrong association, 4) Want to lighten the burden of parents and to 5) Married because mated.
“WATAN (Water Plan)” Sebagai Alat Penyiram Tanaman Otomatis Berbasis Sensor Kelembaban Harits, Muhammad
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.919 KB)

Abstract

Pembudidayaan tanaman, baik tanaman hias maupun tanaman pangan berkembang menjadi hobi maupun kebutuhan pada saat ini. Namun seringkali terjadi kegagalan akibat kontrol perawatan tanaman yang kurang baik, seperti pada pola penyiraman, yang disebabkan padatnya aktivitas masyarakat zaman ini. Maka dari itu Watan dibuat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas perawatan dan pembudidayaan tanaman, baik hias maupun pangan.   Watan merupakan alat penyiram tanaman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah yang menggunakan dua rangkaian listrik sederhana. Rangkaian pertama, yakni rangkaian yang berfungsi mengukur kelembaban tanah. Rangkaian kedua berfungsi sebagai penyiram tanaman otomatis, Kedua rangkaian akan saling terhubung, apabila pada rangkaian pertama mendeteksi rendahnya kelembaban tanah pada tanaman budidaya, maka secara otomatis rangkaian akan bekerja untuk mengaktifkan Relay sebagai motor aktivasi Watan. Cultivation, both for ornamental plants or food plans, evolved into a hobby or a needs at this time. But actually there is problem with this cultivation, such as the pattern of filtration, which is very dense in today's society. Therefore Watan is made to improve the efficiency on handling the cultibation, both ornamental or food plants. Watan is an automatic plant sprayer based on soil moisture sensors that use two simple electrical circuits. The first circuit, the circuit that measures the soil moisture. The second circuit serves as a sprinkler of the plant automatically, The two connections will be connected, resulting in a lower first signal to the speed at the plant, it will automatically work to activate the Relay as Watan's activation motor.
Mempersiapkan Remaja Bangsa Menjadi Generasi yang Ideal Sejak Dini, agar dapat Berpartisipasi Aktif dalam Upaya Pembangunan Bangsa yang Lebih Baik Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.919 KB)

Abstract

Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang di rencanakan untuk mempengaruhi seseorang, kelompok atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Studi kependudukan adalah studi yang berkenaan dengan segala aspek yang berhubungan dengan tingkat kemakmuran penduduk yang melingkupi tidak hanya terbatas pada demografi, tetapi juga meliputi aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, psikologi, histori, geografi, serta menyangkut mental, tradisi, hubungan antar individu, keruangan dan kemakmuran serta kesejahteraan. Adapun tujuan utama pendidikan kependudukan ialah mengupayakan perubahan sikap serta perilaku, reproduksi dan peyebaran penduduk secara rasional dan bertanggungjawab. Partisipasi pemuda bangsa Indonesia yang sangat diharapkan guna untuk mengupayakan pembangunan bangsa yang lebih baik dan sebagai sumber insan bagi pembangunan. Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas para pemudanya, sebab generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. Oleh karena itu, generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki potensi yang tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing serta mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global di bidang mereka masing-masing  Education in general is any effort planned to influence a person, a group or society, so they do what the educator is expected to do. Population study is a study dealing with all aspects related to the level of prosperity of the population that covers not only limited to demography, but also covers the economic, social, political, cultural, psychological, historical, geographic and mental aspects, traditions, relationships between individuals, spatial and prosperity and prosperity. The main objective of population education is to strive to change attitudes and behavior, reproduction and peyebaran of the population in a rational and responsible. The participation of the Indonesian youth is highly expected in order to pursue the development of a better nation and as a source of human for development. The good of a country is seen from the quality of its youth, because the young generation is the successor and heir of the nation and state. Therefore, the young generation must have strong character to build nation and country, have high potency, spirit of nationalism, compete and be able to understand knowledge and technology to compete globally in their respective fields.  
“Komet (Kompor Briket)” Sebagai Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan Mangera, Wenkey
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1866.136 KB)

Abstract

Komet (Kompor Briket) merupakan salah satu kompor hasil dari daur ulang bahan-bahan buangan salah satunya sampah kaleng, hal ini dikarenakan kaleng bekas dari logam memiliki struktur yang cukup kuat sehingga bisa menahan beban dan panas. Dengan demikian kaleng bekas yang berupa logam dapat kita manfaatkan sebagai kompor.  Dengan adanya kompor ini masyarakat dapat lebih mudah untuk memasak dimanapun, dikarenakan kompor ini sangat praktis untuk dibawah kemana saja dan tentunya karena proses pembuatannya yang sederhana sehingga tidak banyak memakan waktu dan biaya. Briket adalah sebuah bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket yang paling umum digunakan adalah briket batu bara, briket arang, briket gambut, dan briket biomassa. Dalam penelitian ini dibuat briket dari serbuk kayu dan sampah kertas sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Dengan beberapa manfaat, yaitu : Menambah pengetahuan masyarakat bahwa kaleng bekas bisa berguna untuk dijadikan kompor serta serbuk kayu dan sampah kertas bisa digunakan sebagai pengganti minyak tanah. Mengurangi limbah kaleng dan serbuk kayu serta sampah kertas yang banyak terdapat di lingkungan. Komet (Briquette Stove) is one of the stoves resulting from recycling waste materials one of them cans of waste, this is because the metal cans have a structure that is strong enough so that it can load and heat. Thus a used metal cans can be used as a stove. With this stove people can be easier to cook anywhere, because the stove is very practical to under anywhere and of course because the process of making a simple so that not much time and cost. Briquettes are a combustible material used as fuel to start and maintain a flame. The most commonly used briquettes are coal briquettes, charcoal briquettes, peat briquettes, and biomass briquettes. In this study made briquettes from wood powder and paper waste as an alternative fuel environmentally friendly. With some benefits, that is : Increase public knowledge that used cans can be useful for stoves and wood powder and paper waste can be used as a substitute for kerosene. Reduce waste cans and wood powder and paper waste that is widely available in the environment.
“PETIK (Pemanfaatan Limbah Kakao)” Sebagai Bahan Biogas Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.516 KB)

Abstract

Di Kabupaten Mamuju limbah kulit kakao jumlahnya melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah kakao dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia. Kulit kakao merupakan limbah organik yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas. Biogas dapat diperoleh dengan menggunakan prinsip fermentasi. Limbah kulit kakao dicampurkan dengan kotoran sapi dan bahan tambahan lainnya, kemudian dimasukkan dalam tabung digester, kemudian difermentasikan selama 14-20 hari di dalam ruang yang gelap dan hangat. Hasil fermentasi campuran kulit kakao dan kotoran sapi menghasilkan biogas berupa gas metana yang dapat terbakar. Makin banyak bahan yang digunakan akan menghasilkan biogas yang lebih banyak pula. Hasil inovasi ini dapat membantu masyarakat dalam mengurangi biaya untuk membeli bahan bakar dalam rumah tangga. In Mamuju, cocoa peel waste is abundant and has not been utilized optimally. Cocoa waste can lead to environmental pollution that affects human health. Cocoa peel is an organic waste that can be used to produce biogas. Biogas obtained by using fermentation principle. The cocoa skin waste is mixed with cow dung and other additives, then put in a digester tube, then fermented for 14-20 days in a dark and warm room. The result of fermentation of cocoa peel mixture and cow dung produces biogas in the form of methane gas which is a flammable gas. The more materials used will produce more biogas. The results of this innovation can help people in reducing the cost of buying fuel in the household.
Meningkatkan Prestasi Belajar Kesetaraan Paket C Melalui “Kebiri” Berhasil Mengajak Kembali Anak-Anak Putus Sekolah ke PKBM SMAN 1 Pangale (Kab. Mamuju tengah, Sulawesi Barat) Rahman, Abdul
Jurnal Ilmiah Maju Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Maju Periode Januari - Juni 2018
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.084 KB)

Abstract

There Is no abstract
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMAN 1 BAMBAIRA KABUPATEN PASANGKAYU Syaripuddin, Syaripuddin; Barambangi, Muhammad Jamil
Jurnal Ilmiah Maju Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Maju Vol.2 No.1 Januari - Juni 2019
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.752 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) guna meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi, sehingga model PBM dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran menulis teks eksposisi bagi siswa SMA Negeri I Bambaira.Masalah penelitian adalah; (1) Bagaimana kemampuan menulis teks eksposisi siswa, (2) Bagaimana implementasi model pembelajaran berbasis masalah dalam menulis teks eksposisi, dan(3) Bagaimana keefektifan model pembelajaran berbasis masalah dalam menulis teks eksposisi bagi siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 1 Bambaira.Sampel pada penelitian ini adalah dua kelas yaitu kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Struktur dan kaidah teks eksposisi yang dinilai dalam penelitian ini mencakup lima aspek yaitu; isi, struktur teks, kosakata, keefektifan kalimat, dan mekanik.Berdasarkan hasil pengujian statistik, diperoleh data hasil perhitungan Sig uji-t? kemampuan menulis teks eksposisi sebesar 0,035. Taraf signifikansi pada penelitian ini adalah 0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh hasil yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks ekposisi di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan kemampuan pada kelas control yang tidak menggunakan PBM.Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan PBM dalam menulis teks eksposisi lebih efektif. Kata kunci: Model Pembelajaran, Berbasis Masalah, Teks Eksposisi 

Page 1 of 4 | Total Record : 37