cover
Contact Name
Yopi Arianto
Contact Email
yopiarianto@kahuripan.ac.id
Phone
+6281334767978
Journal Mail Official
ejurnal@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 1 Pelem Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KOULUTUS
ISSN : 26206277     EISSN : 26206285     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal of Koulutus is published twice a year (March and September), contains research or reviewing on Education and learning.The authors may discuss about the teaching culture, teaching method and others teaching matters in every education levels. Journal of Koulutus is managed by LPPM of University of Kahuripan Kediri.
Articles 57 Documents
PROBLEMATIKA PENERAPAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Permatasari, Futika
JURNAL KOULUTUS Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.719 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan problematika dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah. Kebijakan GLS merupakan upaya pemerintah dalam menumbuhkembangkan minat baca yang dituangkan dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. GLS mengatur secara teknis dan menghimbau bagi siswa di setiap jenjang pendidikan untuk menyukai dan membiasakan kegiatan membaca. Salah satu kegiatan yang dihimbau dari kebijakan tersebut adalah dengan membaca buku pengayaan 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai dengan harapan minat baca siswa meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.. Metode pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan tiga tahap yakni data reduksi, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang menghambat implementasi Gerakan Literasi Sekolah diantaranya adalah rendahnya minat baca siswa, kurangnya penggerak Literasi di Sekolah, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, problematika, implementasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NILAI (VALUE LEARNING) MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBUAT (ACTION LEARNING APPROACH) Anjani, Siti Rahmi
JURNAL KOULUTUS Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.626 KB)

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan beresensikan pendidikan nilai, sehingga Pendidikan Kewarganegaraanharus memberikan perhatian kepada pengembangan nilai, moral dan sikap perilaku siswa. Model inikhususnya dapat diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di persekolahanjenjang SMP dan SMA..Penerapan pendekatan pembelajaran berbuat (action learning approach) padamata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat memahami tentang bagaimanamenerapkan variasi model pembelajaran nilai (value learning) dengan menggunakan pendekatanpembelajaran berbuat (action learning approach). Penyebab permasalahan yang ada adalah bermuarapada strategipembelajaran yang masih berorientasi target penguasaan materi, bukan membekali siswakemampuan untuk memecahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian untukmampu pengembangkan kemampuan berfikir kritis dan keterampilan melakukan perbuatan moral,strategi pembelajaran perlu dilakukan salah satu cara yakni dengan pendekatan pembelajaran berbuat(action learning approach) yaitu pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untukmelakukan perbuatan-perbutaan moral baik secara perseorangan maupun secara bersama-sama dalamsuatu kelompok.Kata Kunci: nilai moral, value learning, action learning approach, Jenjang, berfikir kritis
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN “JIGSAW” PADA MATERI PERKAWINAN PADA SUBMATERI HUKUM ISLAM SEMESTER TIGA Su'udiyah, Ulfah
JURNAL KOULUTUS Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.951 KB)

Abstract

Hukum Islam adalah sebuah mata kuliah yang menawarkan tantangan bagi dosen pengajar. Tantangan tersebut timbul dari latar belakang mahasiswa yang beragam dalam memahami hukum islam. Salah satu tema hukum Islam yang menarik adalah tentang perkawinan. Tema ini diajarkan di semester 5 yang mana mahasiswanya semua masih belum menikah sehingga mereka akan mendapatkan sebuah pengetahuan baru tentang perkawinan. Tema pernikahan mempunyai beberapa sub-tema yang bisa dijadikan bahan bagi mahasiswa untuk belajar dengan lebih efektif. Dalam tema perkawinanan terdapat beberapa sub ? tema yang bisa dijadikan bahan bagi mahasiswa untuk presentasi dan berdiskusi. Banyaknnya sib ? tema inilah yang membuat peneliti memilih untuk menerapkan metode pembelajaran jigsaw yang bisa menfasilitasi mahasiswa untuk mempresentasikan sub ? tema yang telah dipelajari. Penerapan jigsaw berjalan dengan lancar karena kelompok mahasiswa telah mempelajari dan mempersiapkan diri sebelumnya. Hasil dari penelitianini sesuai dengan tujuan dari penelitian yaitu untuk menemukan model pembelajaran yang tepat untuk materi yang mempunyai banyak sub-tema. Mahasiswa menjadi lebih aktif untuk mencari materi, menyusun materi, mempresentasikan tema dan yang terpenting mahasiswa berdikusi tentang materi perkawinan dalam situasi yang menyenangkan. Sementara peran dosen dalam proses penerapan jigsaw, dosen hanya berperan sebauh controller. Seminggu setelah penerapan model pembelajaran Jigsaw, peneliti melaksanakan sebuah evaluasi test dengan hasil yang memuaskan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah materi kuliah dengan banyak sub ? tema akan lebih efektif dengan metode pembelajaran jigsaw karena tiap sub ?tema dipelajari dan dipresentasikan oleh mahasiswa. Kata Kunci: metode pembelajaran Jigsaw, hukum Islam, materi perkawinan  
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI 2017/2018 Fajar, Muhammad Kharis; Iswahyudi, Nanda
JURNAL KOULUTUS Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.653 KB)

Abstract

Penyebab utama penurunan kebugaran jasmani siswa sekarang ini adalah karena mereka kurang aktif dalam bergerak.Hampir semua peralatan yang diperlukan manusia saat ini dirancang otomatis.Sehingga banyak pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan tenaga yang besar.Bila ingin menuju ke suatu tempat, orang hanya perlu mengendarai mobil, sepeda motor, maupun alat transportasi lainya. Siswa juga cenderung lebih banyak menonton televisi, bermain game online yang telah banyak menyita waktu seharian duduk di depan komputer kegiatan tersebut telah banyak memanjakan siswa, sehingga menyebabkan kurangnya aktivitas gerak, terlebih kepada anak dan remaja yang sedang dalam pertumbuhan. Jika keadaan ini berlangsung lama maka bisa memungkinkan terjadinya obesitas ataupun penyakit akibat kurangnya aktivitas gerak. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain kelompok tunggal dengan Pretest Postest One Group. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Penjaskesrek Umur 16-19 Tahun tahun 2017/2018 Universitas Kahuripan Kediri sampel berjumlah 20 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latiahan plyometric, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kebugaran Mahasiswa Universitas Kahuripan Kediri depan dari pretest dan posttest. Teknik pengambilan data menggunakan metode tes TKJI. Hasil Ini terbukti dari rata-rata hasil Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) pretest sebesar 16.6000 sedangkan posttest 18.2000. Selanjutnya analisis statistik Uji T juga didapatkan Nilai hitung sebesar 5.812 lebih besar dari T tabel = 3.579, Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terhadap kebugaran Penjaskesrek jasmani Universitas Kahuripan Kediri tahun 2017/2018 Kunci : Plyometric, Kebugaran Jasmani,
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR BERDASARKAN PENELITIAN ANALISIS MORFOLOGI DURIAN DI JAWA TIMUR Yulia Christie, Chitra Dewi; Lestari, Nia Agus
JURNAL KOULUTUS Vol 2 No 2 (2019): JURNAL KOULUTUS
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.813 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media ajar berupa booklet berdasarkan penelitian analisis morfologi durian di Jawa Timur dan mengetahui kelayakan media ajar berupa booklet berdasarkan penelitian analisis morfologi durian di Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu research and development dengan model pengembangan Borg and Gall. Hasil penelitian ini berupa media ajar booklet berdasarkan penelitian analisis morfologi durian di Jawa Timur serta pengembangan media ajar booklet berdasarkan penelitian analisis morfologi durian di Jawa Timur dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media ajar dengan skor persentase dari validator ahli media sebesar 86%, validator ahli materi sebesar 90%, dan uji coba keterbacaan sebesar 92,5%.   Kata kunci: media ajar, analisis morfologi, durian Jawa Timur   Abstract   The aims of research to produce teaching media of booklets based on analysis of morphological durian in East Java and the feasibility of teaching media of booklets based on analysis of morphological durian in East Java. The method used in this research is research and development with the Borg and Gall development model. The results of research are teaching media of booklets based on analysis of morphological durian in East Java andand the development of teaching media of booklets based on analysis of morphological durian in East Java was declared very feasible to be used as teaching media with a percentage score of validator media experts by 86%, material expert validator by 90% , and a readability test of 92,5%.   Keywords: teaching media, analysis of morphological, durian in east java
THE EFFECTIVENESS Of STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) AND ICT TECHNIQUE in INCREASING READING COMPREHENSION of RECOUNT TEXT FOR EIGHT GRADE STUDENTS At JUNIOR HIGH SCHOOL Nafi?yah, Siti
JURNAL KOULUTUS Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.328 KB)

Abstract

The research focuses on reading comprehension used in recount text at junior high school. Reading  is a part of skill english. It is concerning to increase reading comprehension at junior  high school. Starting for Eight Grade Students at junior high school. The research problems of the study are (1) Do the students who have been taught recount text with student team achievement divisions (STAD) technique is  achieve better than using Information and communication technology (ICT) ?  (2) What are students? opinion toward  the implementation of student team achievement divisions (STAD) and Information and communication technology (ICT)  technique in teaching reading recount text ?. The purpose of the research are finding (1) To find out wether the students who have been taught STAD technique is significantly better in reading recount text than ICT. (2) To describe the students? opinions toward the implementation of student team achievement divisions (STAD) and Information and communication technology (ICT)  in teaching reading recount text .This design of the study is quasy experimental research design. The source of data was recount text at junior high school of MTSN Karangrejo. The subject of data was junior  high school students and the writer chose recount text used in junior  high school at eight grade as object of this research. The researcher gave pre test-treatment-post test.The research have used statistic. It was ANCOVA. The researcher showed that mean of STAD group is 82, median is 84 and mode is 80. The std. Deviation is 5,261. The range STAD group is 24. The minimum score in post test of STAD group is 68, the score for maximum of STAD group is 92 . Summary score for post-test of STAD group is 2968.  And the researcher found that mean post-test of ICT group is 73,37 and  the median score in post-test of ICT group is 76,00. The mode is 76. The std. Deviation is 8,122. The range is 44. The minimum score for post-test of ICT group is 56. The maximum score is 100. The Summary score for post-test of ICT group is 2788. The result of the computation of spss 15 version is , Determine the level of significance, here is 0,00 . Determine the degree of freedom (df)  is 72. And determine the critical T-value is 5,635. T value is 5,635 while the significant is 0, 00. It means that there is significant is less than 1 %. So, it can conclude that there is significant different between STAD technique and ICT technique in increasing reading comprehension for junior high school. it can be concluded that ha is accepted.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII A SMP KRISTEN 1 SURAKARTA Noviasari, Nettiy; Djono, Djono; Sudiyanto, Sudiyanto
JURNAL KOULUTUS Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.789 KB)

Abstract

  Abstrak Proses pembelajaran sangat ditentukan oleh guru sebagai pendidik terutama di sekolah dasar., sekolah menengah. Pembelajaran memberikan pengetahuan pada siswa dan dapat merubah sikap secara terus menerus. Oleh karena itu sangat penting bagi guru untuk mengembangkan berbagai model pembelajaran sehingga siswa mempunyai semangat belajar Inovasi dalam model pembelajaran juga penting untuk guru. Pada dasarnya yang paling pokok adalah siswa di kelas. Pengembangan model ini bisa dilakukan di kelas. Guru dapat menggunakan model pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas yang disesuaikan dengan materi bagi siswa. Berbagai macam model pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah, siswa dan juga fasilitas yang ada di sekolah. Inovasi dalam pembelajaran contohnya penggunaan LC agar materi dapat dipahami oleh siswa pembelajaran sekarang ini menggunakan kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendekatan saintifik meliputi mengamati, mengumpulkan sumber, menganalisa, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Siswa tidak hanya diberi pengetahuan tetapi sikap juga ketrampilan untuk masa depannya. Kemudian guru harus dapat mengembangkan model pembelajaran. Guru dapat membuat inovasi dalam pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Model pembelajaran yang membantu siswa untuk memberikan informasi, ide-ide, pemikiran dan juga untuk memcahkan masalah. Salah satu model pembelajaran adalah Contextual Teaching Learning (CTL ) dimana model ini dapat digunakan oleh guru. Model ini mengaitkan materi dengan kehidupan nyata atau sekitarnya. Model ini juga dapat membantu siswa untuk lebih memahami hubungan materi dengan lingkungannya juga antara guru dan siswa terutama dalam pembelajaran IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial menyangkut lingkungan sekitar manusia. Adanya masyarakat belajar atau kelompok belajar saling mendukung, saling mengemukakan pendapat siswa satu dengan lainnya. Kata Kunci: pendidikan, CTL, perubahan, kurikulum 2013, IPS  
MODEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MA’HAD ISLAM THAILAND. (STUDI KASUS: MA’HAD ASSAADAH JUJOR PROVINSI NARATHIWAT THAILAND SELATAN) Mama, Rufaidah; Katni, Katni; Laksana, Sigit Dwi
JURNAL KOULUTUS Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.807 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap orang. Meskipun masyarakat Islam menjadi minoritas muslim di Thailand, masyarakat tidak pernah putus asa dan tetap berkeyakinan bahawa pendidikan sangatlah penting bagi masa dapan yang akan datang, karena hal tersebut peneliti menganbil judul Model Pendidikan Agama Islam Di Ma?had Islam Thailand.(StudiKasus: Ma?had Assaadah Jujor Provinsi Narathiwat Thailand Selatan). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara kritis tentang pendidikan agama Islam di Ma?had Assaadah Jujor Provinsi Narathiwat Thailan Selatan (Tujuan Model dan Metode pendidikan di thailand). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil data di Ma?had Assaadah Jujor Provinsi Narathiwat Thailan Selatan. Pengumpulan data menggunakan beberapa metode yaitu observasi, intetview dan dokumentasi. Kemudian analisis data dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil di kumpulkan. Subjek penelitian yang menjadi subjek dan sekaligus sumber informasi, adalah Kepala Ma?had Assaadah, ustaz ustazah dan peserta didik. Hasil Penelitianmenunjuk bahwa 1) Model pendidikan Agama Islam yang digunakan baik dari bidang keagamaan, bidang bahasa dan sosial. 2) pelaksanaan metode yang dilaksanakan oleh para guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, adalah metode ceramah, tanya jawab, hafalan, diskusi, pemberian tugas, kisah. Namun metode yang sering digunakan oleh para ustaz dan ustazah adalah metode ceramah dan metode tanya jawab. 3) evaluasi pembelajaran sebagai tolak ukur dari kemampuan siswa untuk memahami materi dalam kelas. evaluasi yang dilakukan untuk kehadiran, tugas dan keaktifan masing-masing bernilai 10% ,untuk hafalan atau makalah bernilai 20% sedangkan ujian akhir sebesar 50% dari total nilai 100% diantaranya evaluasi kelas, ujian akhir dan ujian nasional. Kata kunci: Model Pendidikan, Pelaksanaan Pendidikan, Evaluasi Penbelajaran
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH SE KECAMATAN REJOTANGAN Iswahyudi, Nanda; Fajar, Muhammad Kharis
JURNAL KOULUTUS Vol 2 No 2 (2019): JURNAL KOULUTUS
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.819 KB)

Abstract

Abstrak Status gizi dan keterampilan motorik siswa perlu dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik agar dapat mendukung keterampilan motorik siswa yang akan memengaruhi kehidupan masa depan mereka..Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan metode survei dan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas 7 di MTS Se Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung sejumlah 100 anak. Untuk variabel status gizi, pengukuran menggunakan uji berat / tinggi badan (BB / TB), dan untuk keterampilan motorik variabel dengan instrumen berikut: Standing Broad Jump, Wall pass, Teknik analisis data menggunakan uji t. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi terhadap motorik siswa MTS se Kecamatan Rejotangan. Hasil perhitungan diperoleh hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik sebasar 0,557. hasil pengujian hipotesis hubungan tersebut dinyatakan positif dan signifikan karena nilai t hitung lebih besar dari t hitung sebesar 21,232 lebih besar dari t tabel sebesar 1,553 hasil korelasi antara status gizi dengan kemapuan motorik bernilai positif artinya status gizi dengan kemampuan motorik bernilai positif artinya status gizi memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan gerak motorik, dengan adanya pernyataan tersebut rata rata status gizi pada MTS se kecamatan Rejotangan dapat diterima. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan status gizi dengan mototrik siswa terdapat hubungan yang signifikan dimana dapat dilihat dari hasil uji korelasi antara status gizi dengan motorik siswa Kata Kunci: Status Gizi, Motorik   ABTRACT The nutritional status and motor skills of students need to be considered. Meeting the needs of good nutrition can support students' motor skills that will affect their future lives. This research is a correlational study using survey methods and data collection techniques using tests and measurements. The subjects in this study were all 7th grade students in MTS in Rejotangan District Tulungagung Regency with 100 students. For nutritional status variables  measurements using weight / height (BB / TB) test, and for variable motor skills are used the following instruments: Standing Broad Jump, Wall Pass, data analysis techniques using t test. This study aims to determine the relationship between nutritional status and motor skills of MTS students in Rejotangan Subdistrict. This research type is a correlation study to determine the relationship between nutritional status and motor ability, the calculation results obtained by the relationship between nutritional status and 0.557 motor skills. the results of testing the hypothesis of the relationship are stated positive and significant because the value of t arithmetic greater than t arithmetic of 21.232 is greater than t table of 1.553 the results of the correlation between nutritional status with motoric positive value means that nutritional status with positive motor ability means that nutritional status influences positive for motor ability, with the statement the average nutritional status in MTS in Rejotangan sub-district is acceptable. Based on the above data it can be concluded that the nutritional status mountains with the student's mototrics have a significant relationship which can be seen from the results of the correlation test between the nutritional status and students' motor skills.   Keywords: Nutritional Status, Motoric status
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA MATERI POKOK KOLOID Wariani, Theresia; Naen, Alfons Bunga; Lawung, Yustina D.
JURNAL KOULUTUS Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Koulutus
Publisher : JURNAL KOULUTUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.825 KB)

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana efektifitas pembelajaran kimia dengan menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada materi pokok Koloid? Secara terperinci dapat diuraikan sebagai berikut: a. Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada materi pokok Koloid? b. Bagaimana ketuntasan tujuan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah pada materi pokok Koloid? b.Bagaimana ketuntasan hasil belajar dengan menerapkan Model Pembelajaran. Berdasarkan Masalah pada materi pokok Koloid? Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa: (1) a. Kemampuan guru dalam mengelola pelaksanaan pembeajaran termasuk kategori baik dengan skor 3,75. b. Ketuntasan tujuan pembelajaran (KI-3) yang diukur dengan soal kuis sebesar 0,83, dengan tugas rumah 0,82, dan dengan THB berupa soal essay sebesar 0,82. Ketuntasan tujuan keterampilan (KI-4) yang meliputi kemampuan aspek presentasi sebesar 0,90, aspek psikomotor 0,805, dan aspek portofolio sebesar 0,85, aspek proses sebesar 0,79, aspek hasil karya 0,85. c. Ketuntasan hasil belajar meliputi: Ketuntasan hasil belajar KI-3 sebesar 83 %, ketuntasan hasil belajar KI-4 sebesar 83,66 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah efektif diterapkan pada Materi pokok Sistem Koloid. Kata kunci: Model Pembelajaran, Berdasarkan Masalah