cover
Contact Name
Muhammad Andi Septiadi
Contact Email
Septiadi.andi90@uinsgd.ac.id
Phone
+6282176562270
Journal Mail Official
Kthelogia@uinsgd.ac.id
Editorial Address
1th Floor, Building of Program Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Jl. Cimencrang, Cimenerang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Khazanah Theologia
ISSN : -     EISSN : 27159701     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Khasanah Thelogia is a national journal managed by the Program Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Khasanah Thelogia is a double blind reviewer and open access peer-reviewed journal that focuses on the novelty of theology, and education practices through quantitative and qualitative research (hermeneutics, argumentative, and case studies). This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Kehidupan Masyarakat Bima Pada Masa Kepemimpinan Sultan Muhammad Salahuddin Tahun 1915-1951 Pratama, M Al Qautsar
Khazanah Theologia Vol 1, No 1 (2019): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.124 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang peranan Sultan Muhammad Salahuddin dalam perkembangan Islam di daerah Bima. Masalah yang diteliti dalam tulisan ini difokuskan pada Bagaimana kondisi Bima pra Sultan Muhammad Salahuddin, Bagaimana Usaha-usaha Sultan Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima dan Bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapi Sultan Muhammad Salahuddin dalam mengembangkan Islam di Bima. peneliti menggunakan metode sejarah, untuk mengungkapkan fakta sejarah tentang biografi Sultan Muhammad Salahuddin dan peranannya dalam perkembangan Islam di daerah Bima. Untuk menganalisis fakta tersebut peneliti menggunakan pendekatan yang sering digunakan dalam penelitian sejarah, yaitu pendekatan politik, sosiologi, antropologi, agama dan pendidikan. Penelitian ini menemukan Muhammad Salahuddin lahir dalam lingkungan istana dan dibesarkan oleh para ulama. Dari didikan ulama inilah sehingga membentuk kepribadian sultan sampai tumbuh dewasa. Muhammad Salahuddin di nobatkan menjadi Sultan setelah kematian saudaranya Abdul Azis dan mendapatkan pelajaran dari ulama di daerah dan luar daerahnya sehingga pada masa kepemimpinanya Islam di Bima mengalami perkembangan, dalam mengembangan Islam di daerah Bima Sultan melakukan pembaharuan sehingga pada masanya Islam di derah Bima mengalami kejayaan. Adapun hal-hal yang dilakukan oleh Sultan adalah membagun lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal, dan masjid-masjid dan dalam menunjang kemajuan daerah Bima Sultan membiayai dan memberikan beasiswa kepada remaja yang sekolah di timur tengah dan bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam bidang agama.
Pengaruh Tradisi Sekatenan Terhadap Perilaku Keagamaan Masyarakat Yogyakarta Al-Fajriyati, Melati Indah
Khazanah Theologia Vol 1, No 1 (2019): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.678 KB)

Abstract

Dalam setiap agama-agama besar di Indonesia dikenal juga dengan adanya perayaan hari-hari besar keagamaan tertentu, sebut saja Islam. Dalam agama Islam dikenal juga ada Hari Raya Umat Islam yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, ada juga memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW., yang dalam beberapa tradisi masyarakat berbeda-beda penyebutan dan tata caranya. Seperti di daerah Istimewa Yogyakarta, disebut dengan istilah Tradisi Sekatenan. Artikel ini melihat Tradisi Sekatenan sebagai bagain dari kegiatan ritus dari Keraton Yogyakarta dan masyarakatnya. Perbedaan pola interaksi dan tingkah laku masyarakat Yogyakarta ini terus berakumulasi oleh waktu yang membawa tradisi ini bisa sampai hidup di masyarakat. Tradisi-tradisi ini memberikan kepercayaan tersendiri yang tumbuh di masyarakat. Kebudayaan asli Jawa yang bersifat transendental lebih cenderung pada paham animisme dan dinamisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Menghasilkan adanya nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Tradisi Sekatenan yang berbentuk simbol-simbol. Muatanmuatan religiusitas ke-Islaman masyarakat Keraton seiring dengan masuknya agama Islam ke Jawa adalah merupakan wujud dari falsafah ?mikul dhuwur medem jero? (adalah gambaran, bagaimana Islam merangkul seluruh lapisan masyarakat, dari kalangan ningrat sampai masyarakat jelata. Menyentuh setiap aspek kehidupan, menarik dan mengaturnya dengan hukum dan norma-norma yang Islam ajarkan tapi tidak sampai meningglkan budaya yang sudah ada--pen) dari keraton terhadap perjuangan Wali Songo yang telah berhasil menyebarkan tuntutan Nabi Muhammad SAW.
Talqin Dzikir Sebagai Metode Dakwah Jama’ah Dan Fardiyyah Luthfi, Danial
Khazanah Theologia Vol 1, No 1 (2019): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.589 KB)

Abstract

Perkembangan metode dakwah idelanya mampu mengimbangi perkembangan zaman. Hari ini ketika dakwah berhadapan dengan kondisi masyarakat modern, dakwah dituntut menggunakan metode yang relevan dengan karakteristik masyarakat modern. Masyarakat modern yang mengalami kehampaan dan kekeringan spiritualitas, ditambah dengan gaya hidup yang serbacepat, berhadapan dengan luangnya waktu mereka yang serba terbatas. Hal ini menuntut da?i mampu memilih metode yang bisa menjawab kondisi tersebut. Talqin dzikir adalah salah satu metode dakwah yang bisa mengakomodir kebutuhan ini. Selain karena waktunya yang singkat, juga bisa langsung menembus kesadaran batin yang ditaqin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konsep dan proses talqin dzikir. Setelah itu, ingin mengetahui bagaimana keampuhan talqin dzikir dalam konteks keberhasilan dakwah. menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengambil metode studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka.  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa talqin dzikir secara konseptual dan prosesnya merupakan metoda dakwah yang bisa menjawab problematika masyarakat modern. Selain itu, baik secara berjamaah maupun individual, talqin dzikir mampu mengantarkan peserta talqin pada tersentuhnya aspek margin al-?âthifiy (emosional-spiritual); kedua, margin al-?aqliy (rasional); dan terakhir margin alhissiy (inderawi).
Perjuangan Kh.Choer Affandi Pendiri Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Prayoga, Dian
Khazanah Theologia Vol 1, No 1 (2019): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.512 KB)

Abstract

Pesantren Miftahul Huda yang didirikan oleh Almarhum K.H. Choer Affandi, dan merupakan Pesantren Salafiyah terbesar yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, yang masih mempertahankan sistem Salafiyah dengan sedikit mengadopsi sistem pembelajaran dari Pesantren Modern sehingga dengan hal ini mengakibatkan tingkat kemajuan dalam bidang pendidikan bagi santrinya itu sendiri. Pesantren ini lahir berkat kesabaran dan keinginan serta kepatuhan pendiri terhadap gurunya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi serajah dan cara mendapatkan data dilakukan dengan wawancara,studi literature dan turun langsung kelapangan. Perkembangan pesantren juga bisa dikatakan berkembang dengan pesat, ini terbukti dengan luas pesantren yang semakin luas walaupun tidak secara keseluruhan dijadikan bangunan pesantren namun kepemilikan lahan pesantren yang luas membuktikan pesantren tersebut bisa mandiri dan berkembang tanpa tergantung dari uluran tangan dermawan-dermawan, luas lahan pesantren ini mencapai 8,5 Ha dengan luas 5 Ha di tempai bangunan dan rumah serta asrama pesantren, sedangkan sisanya dijadiakan lahan pertanian, peternakan, kolam ikan. Dengan jumlah santri secara keseluruhan mencapai 2.085 jiwa.
Peran Perempuan dalam Tradisi Sunda Wiwitan Muttaqien, Zaenal
Khazanah Theologia Vol 1, No 1 (2019): Khazanah Theologia
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.756 KB)

Abstract

Masyarakat suku Baduy sampai saat ini masih dianggap sebagai sebuah masyarakat yang primitif, tertinggal, tradisional, bahkan tidak beradab. Betulkah klaim semua itu layak disandang oleh mereka?. Menurut peneliti tentu tidak. Menurut pengamatan peneliti, masyarakat yang dianggap primitif tersebut ternyata memiliki keadaban yang sangat luar biasa. Salah satu diantaranya adalah terkait dengan makna saling bekerjasama dalam menjalani ritual keagamaan dalam tradisi Sunda Wiwitan Baduy. Mengamati model-model ritual keagamaan yang dilakukan suku Baduy sangatlah menarik. Banyak keunikan yang kita temui. Keunikan itu mulai terasa dari proses-proses yang dijalani. Keunikan itu penting untuk dipublikasikan sebagai khazanah keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan penelitian etnografis ditemukan beberapa hal penting: Pertama, sampai saat ini, Orang Baduy masih menganggap tradisi yang mereka laksanakan adalah kewajiban yang bernilai sakral. Kedua, dalam kehidupan Orang Baduy, eksistensi perempuan dan laki-laki bukan untuk saling mendominasi, keduanya hidup untuk saling melengkapi. Ketiga, penghayatan makna ritual di atas, disebabkan oleh kepatuhannya dalam memegang peraturan adat. Masyarakat Baduy memahami bahwa aturan adat (pikukuh) merupakan warisan leluhur Baduy yang sakral dan harus dipatuhi sampai kapanpun. Kata Kunci: Baduy, Gender, Kearifan Lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 5