cover
Contact Name
Dawam Multazamy Rohmatulloh
Contact Email
-
Phone
+6285230950123
Journal Mail Official
amalee.insuri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bathoro Katong 32, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
ISSN : 27157997     EISSN : 27160750     DOI : https://doi.org/10.37680/amalee
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement focuses on community engagement program, applied science in community to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and engagement. Community engagement means services to society, applying science and technology based on their field, increasing the capacity of society and community empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Kelor Celup sebagai Minuman Kesehatan Tubuh di Gili Timur, Bangkalan Wahyudi, Mohammad Arief; Septaryanto, Joko
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.536 KB)

Abstract

Abstract People of Nangkek in East Gili, Madura, have a very simple life with livelihoods as builders, porters, seasonal farmers and unemployee. Daily necessities such as vegetables are obtained by planting plants in the front or back of the house such as chillies, spinach, and Moringa trees. To satisfy needs of vegetables, they pick, for example, vegetables from Moringa leaves. It is commonly understood that Moringa leaves are very good for our bodies and brings many benefits for our healthiness. Proposers through Community Service provide training on Moringa leaves becoming a Moringa dye for body health. This activity aims to develop entrepreneurship of each household to support the development of the creative economy. The results of these activities include: 1) increasing the entrepreneurship spirit of each head of household in an effort to support the community development activities; 2) the entrepreneurial community has business planning capabilities; 3) increasing the ability of the entrepreneurial community in conducting business operations. The method used is training, assistance and evaluation that is carried out during the community service program until the partners are able to develop the business well. It is finally concluded that as the partner (homemade), they will be creative and productive for their family?s income.  Keywords: Utilization, Moringa leaf packaging, Health     Abstrak Masyarakat Nangkek di Gili Timur, Madura, memiliki kehidupan yang sangat sederhana dengan mata pencaharian sebagai kuli bangunan, kuli angkut, petani musiman, dan pengangguran. Kebutuhan sehari-hari seperti sayuran diperoleh dengan menanam tanaman di bagian depan atau belakang rumah seperti cabe, bayam, dan pohon kelor. Untuk memenuhi kebutuhan sayuran, mereka memilih, misalnya, sayuran dari daun kelor. Secara umum dipahami bahwa daun kelor sangat baik untuk tubuh dan membawa banyak manfaat bagi kesehatan kita. Pengusul melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberikan pelatihan tentang daun kelor menjadi minuman kelor celup untuk kesehatan tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan setiap rumah tangga untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1) meningkatkan semangat kewirausahaan setiap kepala rumah tangga dalam upaya mendukung kegiatan pengembangan masyarakat; 2) komunitas wirausaha memiliki kemampuan perencanaan bisnis; 3) meningkatkan kemampuan komunitas wirausaha dalam melakukan operasi bisnis. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi yang dilakukan selama program pengabdian masyarakat sampai para mitra mampu mengembangkan bisnis dengan baik. Akhirnya disimpulkan bahwa sebagai mitra, mereka akan kreatif dan produktif untuk pendapatan keluarga mereka.  Kata kunci: Pemanfaatan, Pengemasan daun kelor, Kesehatan
Edukasi dan Pendampingan Akuntansi Kader Posyandu Rambutan dan Posyandu Nusa Indah Desa Mekarwangi Kabupaten Tangerang Effendi, Bahtiar
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.801 KB)

Abstract

Abstract This community service activity aims to provide education and assistance to Kader Posyandu Rambutan and Posyandu Nusa Indah in Mekarwangi village, Tangerang, by providing an adequate understanding of effective accounting practices and introduction of financial accounting standards for non-profit organizations (PSAK 45). The method of community service activities is carried out through several stages. The first stage is the assessment of needs. The second stage is the implementation of activities in the form of education and accounting assistance which is carried out through the delivery of material and direct assistance in bookkeeping for Posyandu and discussions. The third stage is monitoring which aims to accommodate the problems experienced by Posyandu during the accounting process. Based on the activities carried out, Kader Posyandu are quite helpful in the bookkeeping process which has been considered difficult due to their lack educational background on elementary and junior high school, so that their competencies need to be improved, therefore Posyandu bookkeeping and/or accounting practices can run effectively and can also improve the timeliness of Posyandu formal reporting to Mekarwangi Village Midwives and Puskesmas (community health center). Community service activities still need to be continued to other Posyandu in Mekarwangi Village so that the competence of accounting among Kader Posyandu can be evenly distributed. Keywords: accounting, posyandu, Mekarwangi village   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan bagi Kader Posyandu Rambutan dan Posyandu Nusa Indah di Desa Mekarwangi, Tangerang, dengan memberikan pemahaman memadai tentang praktik pembukuan (akuntansi) yang efektif dan pengenalan standar akuntansi keuangan organisasi  nirlaba (PSAK 45). Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah kegiatan penjajakan kebutuhan. Tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan berupa edukasi dan pendampingan akuntansi yang dilakukan melalui penyampaian materi dan pendampingan langsung pembukuan Posyandu dan diskusi. Tahap ketiga adalah monitoring yang bertujuan untuk menampung permasalahan yang dialami Posyandu selama proses pembukuan (akuntansi). Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan, Kader Posyandu cukup terbantu dalam proses pembukuan yang selama ini dianggap sulit dikarenakan kompetensi pendidikan mereka yang mayoritas SD dan SMP sehingga kompetensinya perlu ditingkatkan agar praktik pembukuan (akuntansi) Posyandu bisa berjalan secara efektif dan dapat meningkatkan ketepatwaktuan pelaporan formal Posyandu kepada Bidan dan Puskesmas Desa Mekarwangi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat masih perlu dilanjutkan ke Posyandu lainnya di Desa Mekarwangi agar kompetensi pembukuan (akuntansi) para Kader Posyandu dapat seimbang. Kata kunci: akuntansi, posyandu, desa Mekarwangi
Pemberdayaan Ekonomi Pemuda Melalui Budidaya Jamur Tiram di Dusun Sidowayah, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Fitriawan, Fuad; Rohmatulloh, Dawam Multazamy; Asfahani, Asfahani; Ulfa, Risa Alfiyah
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.298 KB)

Abstract

Sidowayah is a hamlet located in Sidoharjo Village, Jambon District. Sidowayah is known as an idiot village, even though actually there are only a few people having mental limitations. On the other hand, Sidowayah is also an area that has advantages both in natural and human resources. The productive age of the Sidowayah community has been on the rise lately, the most prominent is the existence of youth where they have the determination to advance the hamlet, one of them in the economic field. Mushroom cultivation is a long-term plan for them, and therefore better mushroom cultivation training done by university side as proposer plays an important role in realizing these ideals. The training was intended as an initial provision before starting a business. The impact of the training is expected to be able to provide provisions and motivation for young people to start a mushroom cultivation business. In addition, it is expected that the existence of mushroom cultivation can increase assets and the economy of the community of Sidowayah. Keywords: Sidowayah, youth, mushroom cultivation   Abstrak Sidowayah adalah sebuah dusun yang terletak di Desa Sidoharjo, Kabupaten Jambon. Sidowayah dikenal sebagai desa idiot, meskipun sebenarnya hanya ada beberapa orang yang memiliki keterbatasan mental. Di sisi lain, Sidowayah juga merupakan daerah yang memiliki keunggulan baik dalam sumber daya alam maupun manusia. Usia produktif masyarakat Sidowayah telah meningkat akhir-akhir ini, yang paling menonjol adalah keberadaan kaum muda di mana mereka memiliki tekad untuk memajukan dusun, salah satunya di bidang ekonomi. Budidaya jamur adalah rencana jangka panjang bagi mereka, dan oleh karena itu pelatihan budidaya jamur yang lebih baik, yang dilakukan oleh pihak universitas sebagai pengusul program pengabdian kepada masyarakat, memainkan peran penting dalam mewujudkan cita-cita ini. Pelatihan ini dimaksudkan sebagai inisiatif awal sebelum memulai bisnis. Dampak pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bekal dan motivasi bagi generasi muda untuk memulai usaha budidaya jamur. Selain itu, diharapkan adanya budidaya jamur dapat meningkatkan aset dan ekonomi masyarakat Sidowayah. Kata kunci: Sidowayah, pemuda, budidaya jamur
E-Commerce to Improve Homemaker Productivity (Women Entrepreneur Empowerment at Meruya Utara, Kembangan District, West Jakarta, Indonesia) Nugroho, Lucky
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.723 KB)

Abstract

Abstrak Saat ini banyak ibu rumah tangga memiliki bisnis sampingan yang sesuai dengan keterampilan dan hobi mereka. Adapun tujuan dari bisnis sampingan tersebut adalah untuk membantu kebutuhan keuangan rumah tangga mereka. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa ibu rumah tangga yang juga pengusaha perempuan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Namun demikian, terdapat kesulitan dari ibu rumah tangga dalam memasarkan produk dan layanan mereka. Pengabdian ini melaksanakan sosialisasi terkait cara membuat akun e-commerce dan menggunakannya sebagai alternatif untuk menjual produk dan layanan mereka. Selain itu, hasil dari kegiatan layanan masyarakat internasional ini adalah bahwa ibu rumah tangga dapat menjual produk dan layanan mereka melalui e-commerce. Menurut hasil survei pada kegiatan sosialisasi ini, diketahui bahwa hambatan bagi ibu rumah tangga adalah masih rendahnya pendidikan mereka dimana 65% dari mereka memiliki pendidikan sekolah menengah. Juga, kepemilikan aplikasi internet banking dan mobile banking masih rendah, yaitu 35%. Dengan demikian, kepemilikan yang rendah atas aplikasi internet banking dan mobile banking membuat mereka kesulitan untuk menjual produk dan layanannya melalui e-commerce. Semua peserta sosialisasi menyatakan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan menambah pengetahuan mereka. Selanjutnya untuk dapat meningkatkan omset penjualan mereka adalah melalui perbaikan kemasan produk dan layanan mereka untuk membuatnya lebih menarik bagi pembeli.  Kata kunci: Ibu Rumah Tangga, Pengusaha Wanita, Mobile Banking, Internet Banking, E-Commerce.   Abstract The current phenomenon is that many homemakers have a side business following their skills and hobbies that aim to help their household financial needs. Previous research has shown that homemakers who are also women entrepreneurs have a significant contribution to family welfare. However, there are difficulties from homemakers in marketing their products and services. The method used in this international community service is socialization related to how to create an e-commerce account and use it as an alternative to selling their products and services. Furthermore, the outcome of this service activity is that homemakers can sell their products and services through e-commerce. According to the survey results on this socialization activity, it is known that the obstacle for homemakers is that education is still low, 65% of them have high school and junior high school education. Also, internet banking and mobile banking application ownership are still small, at 35%. Thus, the low ownership of internet banking and mobile banking applications has made it difficult for them to sell through e-commerce. All participants of the socialization stated that this activity was useful and increased their knowledge. Next to be able to increase their sales turnover is through improvements to the packaging of their products and services to make it more attractive to buyers.  Keyword : Homemaker, Women Enterpreneur, Mobile Banking, Internet Banking, E-commerce
Praktik Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) sebagai Penguatan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Malang Hijri, Yana Syafriyana; Kurniawan, Wahyudi; Hilman, Yusuf Adam
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.527 KB)

Abstract

Abstract Disaster management (DM) gets a new dimension with the ratification of Law No. 24 (2007) on disaster management followed some related rules. DM as an thorough effort is started by disaster risk reduction, emergency, rehabilitation, and reconstruction. Based on the authority, DM needs to be in a comprehensive policy level ranging from national, regional, up to the village scope as a front guard of the government, though DM is not only the responsibility of government, where the people have to also actively participate. Pujiharjo Village, Tirtoyudo District, Malang, is one of villages potentially affected by natural disasters, ranging from erosion and flooding. This village as the smallest government unit interacting with the community, has policies that are poured into village regulations (Perdes) about the disaster management with local knowledge to reduce disaster risk. Thus, the community is expected to be tougher because they can anticipate and minimize the disaster risk by breakthrough adaptation, ability to handle and keep the structure, and function certain basic in times of disasters. Even if affected by any disaster, they would quickly rebuild into normal or at least can independently recover. Desa Tangguh (Tough Village) as a national program of BNPB, can also act as the responsibility of a government against people in the disaster management.  Keyword : Disaster Management, Regulations, Village       Abstrak   Penanggulangan bencana (PB) mendapat dimensi baru dengan diterbitkannya UU No. 24 (2007) tentang penanggulangan bencana yang diikuti beberapa aturan terkait. PB sebagai upaya menyeluruh dan proaktif dimulai dari pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Berdasarkan kewenangannya, PB perlu memiliki kebijakan komprehensif mulai dari tingkat nasional, regional, hingga ruang lingkup desa sebagai ujung tombak pemerintahan, meski PB bukan hanya tanggung jawab pemerintah, di mana rakyat juga harus ikut aktif. Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Malang, adalah salah satu desa yang berpotensi terkena bencana alam, mulai dari erosi hingga banjir. Desa ini sebagai unit pemerintah terkecil yang berinteraksi dengan masyarakat, memiliki kebijakan yang dituangkan ke dalam peraturan desa (Perdes) tentang manajemen bencana dengan pengetahuan lokal untuk mengurangi risiko bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih tangguh karena mereka dapat mengantisipasi dan meminimalkan risiko bencana dengan melakukan terobosan adaptasi, kemampuan menangani dan menjaga struktur, dan fungsi dasar tertentu pada saat bencana. Bahkan jika terdampak bencana, mereka akan dengan cepat membangun kembali hingga normal atau setidaknya dapat pulih secara mandiri. Desa Tangguh sebagai program nasional BNPB, juga dapat berperan sebagai tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat dalam manajemen bencana.  Kata kunci: Penanggulangan Bencana, Paraturan, Desa
PENERAPAN METODE SWOT DALAM PENINGKATAN KAPASITAS MULTISEKTORAL MASYARAKAT DESA LIFOFA KABUPATEN TIDORE KEPULAUAN Garwan, Muhammad Sakti
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i01.157

Abstract

This paper describes the community service activities with cross-scientific and sectoral approaches using the SWOT method at certain times and regions, with the aim of providing several aspects, including education, social, religious, and health. Through this community service program it is expected that students can optimize a family or household in building their personality into a prosperous, independent, religious family that is able to face the challenges of a better future. Keywords: SWOT Method, Education, Social, Health, Religion, Lifofa Village  Abstrak: Tulisan ini mendesripsikan tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu menggunakan metode SWOT, dengan tujuan memberikan beberapa aspek, diantaranya pendidikan, sosial, keagamaan, dan kesehatan. Melalui program pengabdian ini pemberdayaan masyarakat ini diharapkan mahasiswa bisa mengoptimalisasikan suatu keluarga dalam membangun kepribadiannya menjadi keluarga yang sejahtera, mandiri, agamis yang mampu menghadapi tantangan masa depan yang lebih baik. Kata Kunci: Metode SWOT, Pendidikan, Sosial, Kesehatan, Keagamaan, Desa Lifofa
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI DUSUN SUMBER REJO DESA LEMBEYAN WETAN KABUPATEN MAGETAN Nurhidayati, Maulida
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i01.175

Abstract

Sumber Rejo Hamlet is a hamlet located in Lembeyan Wetan Village with the majority of the population's livelihoods being farmers. Community empowerment was chosen as a step to increase community knowledge, skills and motivation to strengthen their resources. Using ABCD approach, the activity began with the mapping of the area, community, associations, and individual assets. There were a number of problems that occurred in Sumber Rejo Hamlet. In mapping step, several obstacles faced by the community especially the fact that there were the amount of garbage scattered in the river and the lack of management of plastic waste. Then, plastic waste management training program was chosen to run. This activity is becoming the focus of main activities because more and more plastic waste will potentially pollute the environment. The waste management training was held on August 7, 2019 at Mrs. Katini?s home, one of the residents in Sumber Rejo Hamlet. The target of this activity is homemakers in Sumber Rejo village with the aim that they become more concerned with plastic waste and its use. Presenters of plastic waste management training came from Kopma Al-Hikmah IAIN Ponorogo where the implementation of the training went very well. The participants were very enthusiastic in welcoming the training and were able to take part in the activity until the end.  Keywords: empowerment, community, pollution, environment, garbage  Abstrak Dusun Sumber Rejo adalah dusun yang terletak di Desa Lembeyan Wetan dengan mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani. Pemberdayaan masyarakat dipilih sebagai langkah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat untuk memperkuat sumber daya mereka. Menggunakan pendekatan ABCD, kegiatan dimulai dengan pemetaan area, komunitas, asosiasi, dan aset individu. Ada sejumlah masalah yang terjadi di Dusun Sumber Rejo. Dalam langkah pemetaan, beberapa kendala yang dihadapi oleh masyarakat terutama fakta bahwa ada jumlah sampah yang berserakan di sungai dan kurangnya pengelolaan sampah plastik. Kemudian, program pelatihan pengelolaan limbah plastik dipilih untuk dijalankan. Kegiatan ini menjadi fokus kegiatan utama karena semakin banyak sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan. Pelatihan pengelolaan sampah plastik diadakan pada 7 Agustus 2019 di rumah Ny. Katini, salah satu warga di Dusun Sumber Rejo. Sasaran dari kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga di desa Sumber Rejo dengan tujuan agar mereka lebih peduli dengan sampah plastik dan penggunaannya. Penyaji pelatihan pengelolaan sampah plastik datang dari Kopma Al-Hikmah IAIN Ponorogo di mana pelaksanaan pelatihan berjalan dengan sangat baik. Para peserta sangat antusias dalam menyambut pelatihan dan dapat mengambil bagian dalam kegiatan sampai akhir.  Kata kunci: pemberdayaan, masyarakat, pencemaran, lingkungan, sampah
COVER AMALEE VOL 1 NO 01 (2020) Editorial Team, Amalee
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 01 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8