cover
Contact Name
Rohdhiana Sumariati
Contact Email
-
Phone
+62274561215
Journal Mail Official
pancanaka@latbangdjogja.web.id
Editorial Address
Jl. Kenari No. 58, Muja Muju, Umbulharjo, Timoho, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55165
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga, dan Sumber Daya Manusia
ISSN : -     EISSN : 27162036     DOI : -
Core Subject : Social,
Pancanaka is a scientific journal published by the National Population and Family Planning Agency Representatives of Yogyakarta Special Region. This journal is published twice a year as a forum to disseminate ideas from the results of studies and research in the field of and/or related to the issue of Population, Family and Human Resources.
Articles 6 Documents
Akselerasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Daerah Tertinggal Melalui Model Pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS) di Era Industri 4.0 (Studi Kasus Implemetasi Pilot Project di Kabupaten Halmahera Barat) Khuriyana, Evy; Priyono, Priyono
Pancanaka Vol 1 No 1 (2020): PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.69 KB) | DOI: 10.37269/pancanaka.v1i1.9

Abstract

Kesetaraan pendidikan merupakan salah satu persoalan utama pendidikan di daerah tertinggal. Tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana dan prasarana, namun ketersediaan tenaga pendidik dan kualitas belajar mengajar juga perlu mendapatkan perhatian. Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menginisiasi percepatan peningkatan kualitas pendidikan di tingkat SMP daerah tertinggal. Rintisan model pembelajaran berorientasi Higher Order Thinking Skill (HOTS) dilakukan bersama pihak mitra yang telah mengembangkan pembelajaran menggunakan materi belajar digital. Penyampaian materi pelajaran dapat secara online dan offline, mudah disesuaikan dengan kondisi daerah pedalaman yang sulit mengakses fasilitas internet. Implementasi pilot project di kabupaten yang masih berstatus daerah tertinggal, Halmahera Barat, melibatkan 2 rombongan belajar siswa kelas IX A dan IX B, SMPN 7 Halmahera Barat. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah kuantitatif eksperimen yaitu dengan melihat hasil belajar siswa yang diukur dari nilai pre-test dan post-test yang dilakukan terhadap kelas eksperimen dan analisis data dilakukan dengan uji-T paired test. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan (thitung > ttabel). Implementasi metode pembelajaran berbasis HOTS dengan fasilitas materi belajar digital dapat direplikasi untuk daerah tertinggal dan terpencil yang masih kurang ketersediaan tenaga guru dan sebagai bentuk antisipasi penyiapan SDM di era Industri 4.0.
Komodifikasi Keluarga dalam Dunia Virtual untuk Peningkatan Ekonomi di Era Revolusi Industri 4.0 Syafuddin, Khairul
Pancanaka Vol 1 No 1 (2020): PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.134 KB) | DOI: 10.37269/pancanaka.v1i1.10

Abstract

Perkembangan industri 4.0 diawali dengan munculnya teknologi internet yang dapat menghubungkan seluruh masyarakat tanpa terkendala ruang dan waktu. Industri 4.0 juga memunculkan adanya society 5.0 yang berorientasi pada segala permasalahan dapat diselesaikan melalui teknologi. Salah satu permasalahan dalam masyarakat adalah masalah ekonomi. Dalam keluarga yang hidup di era industri 4.0 ini permasalahan tersebut dapat dihadapi melalui teknologi internet. Salah satunya adalah dengan menjadikan kehidupan keseharian dalam keluarga menjadi bahan spectacle atau tontonan. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka kehidupan keluarga perlu dijadikan alat komoditas sehingga dapat melakukan proses komodifikasi. Proses komodifikasi tontonan dalam dunia virtual ini dapat dilakukan melalui platform yang ditawarkan melalui internet, salah satunya adalah Youtube. Salah satu contoh akun Youtube yang berhasil mengkomodifikasi kehidupan keluarga di era industri 4.0 adalah akun milik Li Ziqi. Kreatifitas yang dimilikinya dalam membuat konten dan membuat narasi kehidupan keluarga dapat menjadi salah satu contoh referensi bagi keluarga untuk memanfaatkan internet dalam menghasilkan keuntungan. Melalui Youtube, keluarga juga dapat melakukan komersialisasi terhadap konten yang dibuatnya sebagai tanda bahwa proses komodifikasi tersebut berhasil.
Inisiasi Sekolah Keluarga dalam Pengasuhan Era Industri 4.0 di Kabupaten Jombang Jawa Timur Nurhajati, Widi Asih; Iriani, Eva
Pancanaka Vol 1 No 1 (2020): PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.282 KB) | DOI: 10.37269/pancanaka.v1i1.14

Abstract

Eta Industri 4,0. membawa perubahan dalam setiap sendi kehidupan manusia dengan kemajuan media digital. Perkembangan teknologi tidak hanya memberikan pengaruh positif namun juga membawa implikasi dampak negatif terhadap anak yang menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif maupun sosial anak. Salah satu cara untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan mengimplementasikan pengasuhan dari orangtua yang berdasar pada penerapan 8 fungsi keluarga. Inisiasi sekolah keluarga di Jombang merupakan inisiatif untuk memberikan pemahaman dan keterampilan agar orangtua dapat membangun keluarganya. Enam belas materi dalam sekolah keluarga diharapkan dapat menciptakan keluarga berkualitas dan berkontribusi pada terwujudnya ketahanan keluarga.
Kepatuhan Petugas Kesehatan Terhadap Standar Pelayanan Antenatal Yang Berkualitas Di Puskesmas Kabupaten Karawang Maryono, Maryono
Pancanaka Vol 1 No 1 (2020): PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.166 KB) | DOI: 10.37269/pancanaka.v1i1.15

Abstract

Selama tahun 2014 - 2016, cakupan pelayanan antenatal (ANC) kabupaten Karawang selain melampaui dari target, cakupan ini juga diatas cakupan provinsi dan nasional. Meskipun cakupan ANC mengalami peningkatan, namun kabupaten Karawang menempati rangking kedua kabupaten di Jawa Barat yang jumlah kematian ibu terbanyak. Tingginya hasil cakupan ANC (kuantitatif), namun masih tingginya jumlah kematian ibu, hal ini menunjukkan masih rendahnya kualitas ANC di kabupaten Karawang. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kepatuhan petugas kesehatan dalam melaksanakan standar pelayanan antenatal. Lokasi penelitian di Puskesmas Rengasdengklok, Puskesmas Ciampel, dan Puskesmas Jatisari Kabupaten Karawang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan cara interaktif yang terdiri atas: reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, analisis kasus negatif, member check, dan low inference descriptor (verbatim), dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas kesehatan pada tiga puskesmas lokus penelitian lebih berfokus pada kebijakan, sarana dan prasarana, standar operasional prosedur, dan koordinasi tim. Kepatuhan petugas kesehatan akan lebih baik jika ada kebijakan yang lebih memadai, kelengkapan sarana dan prasarana, standar operasional prosedur yang jelas, dan koordinasi tim yang lebih serta kepemimpinan yang kuat.
Perancangan Intelligent Tutoring System Menggunakan Chatbot pada Mata Pelatihan Barang Dalam Keadaan Terbungkus Febriantoro, Wicaksono; Nurhadi, Achmad
Pancanaka Vol 1 No 1 (2020): PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1792.342 KB) | DOI: 10.37269/pancanaka.v1i1.33

Abstract

ASN mempunyai kewajiban pengembangan kompetensi selama minimal 20 JP/tahun. Akan tetapi tidak semua ASN dapat mengikuti pelatihan sebagai bentuk pengembangan kompetensi dikarenakan terbatasnya kuota/jumlah pelatihan tatap muka (klasikal) yang tersedia. Regulasi terbaru memberikan alternatif pembelajaran non klasikal yang tidak harus bertatap muka antara lain e-learning, distance learning dan belajar mandiri. Belajar mandiri dapat digunakan siswa untuk meningkatkan kompetensinya menggunakan berbagai sumber belajar yang tersedia baik konvensional dan berbasis pada teknologi informasi. Dalam paper ini akan dibahas salah satu tools pendukung belajar mandiri berupa perancangan intelligent tutoring system menggunakan chatbot pada mata pelatihan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT). Perancangan menggunakan framework Design Science Research, mulai dari penetapan tujuan, perancangan desain alur percakapan chatbot, pengembangan aplikasi menggunakan chatfuel, demonstrasi melalui simulasi via Facebook Messenger dan Evaluasi Blackbox. Prototype yang dihasilkan telah dapat mengikuti alur percakapan yang dirancang dan dapat digunakan sebagai pendukung belajar mandiri kapan saja dan dimana saja (domain pelajari materi dan evaluasi) asalkan terkoneksi dengan internet.
Strategi Smart Test Dalam Pembelajaran Latsar CPNS di Era Society 5.0 Suharsono, Agus; Uluwiyah, Ana
Pancanaka Vol 1 No 1 (2020): PANCANAKA Jurnal Kependudukan, Keluarga dan Sumber Daya Manusia
Publisher : Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.487 KB) | DOI: 10.37269/pancanaka.v1i1.34

Abstract

Point penting dalam society 5.0 adalah terjadinya cross-sectional pada knowledge dan informasi, sehingga mendorong orang untuk dapat terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi masyarakat yang aktif. Konsep dalam society 5.0, telah mulai berkembang dalam budaya masyarakat Indonesia. Ada beberapa indikator penting, diantaranya adalah kesadaran masyarakat untuk menggunakan IT sebagai salah satu ?enabler? dalam mendukung aktivitas pekerjaannya. Tulisan ini akan memberikan gambaran umum tentang salah satu metode pembelajaran yang mendukung terwujudnya budaya society 5.0 untuk meningkatkan kompetensi peserta diklat, melalui studi empiris dengan data hasil apada Diklat Latsar CPNS Kemenkeu. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, diperoleh gambaran umum bahwa melalui pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan budaya society 5.0, tujuan pembelajaran seperti meningkatkan kompetensi peserta lebih mudah dicapai. Alasannya karena, pengembangan metode pembelajaran, dalam paper ini menggunakan Quizziz, sesuai dengan kebutuhan dan budaya peserta yang pada dasarnya adalah 100%  generasi milineal. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa dengan budaya masyarakat yang sudah mulai bergeser ke soceity 5.0, maka pemerintah perlu melakukan inovasi atau terobosan sesuai kebutuhan masyarakat agar lebih efektif dan efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 6