cover
Contact Name
Bramantyo Adi Nugroho
Contact Email
bramantyo.adi.n@gmail.com
Phone
+6285246990880
Journal Mail Official
jurnal.riset.pembangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No. 126 RT. 10 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pembangunan
ISSN : 26543710     EISSN : 26547872     DOI : https://doi.org/10.36087
JRP memuat informasi di bidang pembangunan daerah berupa hasil riset orisinil, artikel ulasan ilmiah, studi kasus yang meliputi bidang: 1. Pemerintahan 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kependudukan 4. Ekonomi dan Keuangan Daerah 5. Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
MENGATASI LIMPASAN BANJIR DENGAN METODE REDIMENSI PARSIAL BADAN AIR SUNGAI Sulardi, Sulardi
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.741 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i1.23

Abstract

Permasalahan yang dihadapi adalah terjadinya limpasan banjir di kawasan perumahan pekerja PT.Pertamina Tanah Abang, kawasan perumahan Karang Anyar dan kawasan pemukiman penduduk Karang Anyar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran akar penyebab masalah (bad actor) terjadinya limpasan banjir permukaan dan tindakan perbaikan yang dilakukan dengan metode redimensi parsial badan air sungai Karang Anyar. Hasil penelitian menunjukkan metode redimensi parsial badan air sungai dengan mempertinggi tanggul badan air, memperbesar box culvert dan saluran dibawah jembatan, memperbesar dimensi saluran sesuai kebutuhan aktual dan perbaikan konfigurasi badan air dikawasan belokan terbukti dapat mengatasi masalah limpasan banjir dari Sungai Karang Anyar. Keberhasilan mengatasi limpasan dengan metode redimensi parsial ini terbukti dapat menormalisir aliran sungai pada saat banjir, dapat mencegah kerugian penduduk akibat kerusakan harta benda, timbulnya rasa percaya masyarakat terhadap manfaat hasil pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Balikpapan, kawasan pemukiman disekitar badan air aman terhadap limpasan banjir dan rasa konfiden dari pemerintah dapat memberikan pelaayanan yang baik kepada masyarakat.     
ASPEK MANUSIA PULL/PUSH FACTORS DI PASAR BUAH JL. ANGGI SAMARINDA Rochdi, Edith Abram
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.406 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i1.24

Abstract

Manusia dengan berbagai aspek yang mempengaruhinya seperti tingkah laku, batas sosial, budaya dan kecenderungan menguasai wilayah atau territorial mempunyai peranan yang besar sekali dalam pembentukan dan perkembangan kota dengan pendekatan perancangan kota. Adanya kecenderungan pengelompokan oleh manusia dalam suatu areal perkotaaan berdasarkan pada pemahaman terhadap keserba samaan, penjabaran kualitas lingkungan, gaya hidup, sistim simbol dan pertahanan melawan kepadatan dan ketegangan permasalahan penduduk. Terkait dengan hal ini, pada perkembangan kota Samarinda di Kalimantan Timur ada salah satu fenomena yang timbul dengan lingkungan terbangun atau built environment yang mempunyai properti yang menurut Rapoport(1984) akan diambil alih oleh komunitas bila tempat yang ada bisa memberikan penilaian tinggi terhadap karakteristik lingkungannya atau akan ditinggalkannya bila tempat tersebut mempunyai anggapan negatif. Yang selanjutnya dapat dinyatakan sebagai pull factors dan push factors sebagai istilah yang biasa dipakai dalam Perancangan kota,Fenomena yang ada di kota Samarinda saat ini adalah dengan masih maraknya  pedagang kaki lima (pkl)  yang berjualan di lokasi-lokasi terlarang di Samarinda. Adapun salah satunya  yang menyolok adalah pedagang buah-buahan yang berada di sepanjang jl. Slamet Riyadi dan jalan sekitarnya. Pada perkembangannya untuk mengatasi para pedagang buah tersebut ternyata pemkot Samarinda mempunyai berbagai kendala dan masalah yang ada. Hal ini ada kaitannya dengan masalah kecenderungan para pedagang buah yang bisa dikatakan sebagai suatu komunitas tersendiri yang mampu  melakukan tindakan pull factors dan push factors.
ANALISA PENGGUNAAN PASIR SILIKA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON Adi, Ari Sasmoko
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.402 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i1.25

Abstract

Silika mineral adalah senyawa yang banyak ditemui dalam bahan tambang/galian yang berupa mineral seperti pasir kuarsa, granit, dan fledsfar yang mengandung kristal-kristal silika (SiO2). Silika mengandung senyawa pengotor yang terbawa selama proses pengendapan, sebelum digunakan sebagai bahan campuran beton harus di kontrol dengan melakukan pengujian kandungan lumpur di dalam pasir silika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas material pasir silika, komposisi gradasi gabungan agregat dan kualitas karakteristik mutu beton. Pelaksanaan penelitian dengan melakukan pengujian analisa saringan material agregat kasar dan halus untuk mendapatkan komposisi agregat gabungan. Rancangan campuran beton dengan melakukan analisis perhitungan guna mengetahui komposisi pemakaian agregat kasar, agregat halus, air, semen dan bahan tambah (additive). Sampel beton diambil dari hasil pengecoran dilapangan sedangkan curing beton di laboratorium. Komposisi agregat gabungan untuk agregat kasar 2/3 = 16 %, agregat kasar 1.2 = 41 % dan agregat halus (Pasir Silika) = 43 %. Kuat tekan beton rata-rata (f?cr) = 266,102 Kg/cm2, simpangan baku (S) = 37,155 Kg/cm2dan kuat tekan beton karakteristik (f?c) = 205,167 Kg/cm2. Sedangkan hasil analisis rata-rata dua sampel dengan hasil uji kuat tekan beton rata-rata (f?cr) = 266,102 Kg/cm2, simpangan baku (S) = 35,352 Kg/cm2 dan kuat tekan karakteristik (f?c) = 208,124 Kg/cm2. Evaluasi mutu beton dilapangan hasil analisis syarat mutu I > f?c ? 0,82 x S = > 223,655 Kg/cm2 sedangkan syarat mutu II yaitu harus >  0,85 x f?c = > 191,250 Kg/cm2.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ZONASI SEKOLAH DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) TINGKAT SMA TAHUN AJARAN 2017/2018 DI KOTA SAMARINDA Bintoro, Ratih Fenty Anggriani
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.452 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i1.26

Abstract

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas menyebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Namun fenomena yang terjadi saat ini terdapat kesenjangan yang cukup kasat mata karena maraknya sekolah negeri berlabel unggul yang digagas pemerintah di hampir setiap daerah yang tentu membuka jurang kesenjangan yang begitu lebar dengan sekolah lain yang berstatus tidak unggul. Sekolah unggulan terkesan hanya bisa dinikmati anak-anak dengan kemampuan akademik serta finansial tertentu.  Orang tua murid pun berlomba untuk menyekolahkan anaknya di sekolah unggulan.  Sehingga dampaknya ada sekolah yang banyak muridnya dan ada sekolah yang kekurangan siswa.  Tentu saja ketidakmerataan ini akan menimbulkan ekses yang tidak baik pada dunia pendidikan nasional. Menyikapi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan atau bentuk Lain Yang Sederajat.  Dalam Permendikbud tersebut ditetapkan pemberlakuan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru.  Dalam sistem zonasi diatur bahwa sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah, paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan kebijakan zonasi sekolah dalam PPDB tingkat SMA Tahun Ajaran 2017/2018  di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui metode penjelasan (explanatory). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan orang tua murid, perwakilan sekolah dan dinas terkait juga didukung oleh studi literatur yang berhubungan dengan kebijakan zonasi sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan zonasi sekolah menimbulkan gejolak di masyarakat. Waktu sosialisasi yang terbatas, kurangnya pemahaman terhadap mekanisme PPDB dengan sistem zonasi dan juga standar pendidikan yang masih belum merata merupakan beberapa kendala dalam pelaksanaannya di lapangan.
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI KARANG ASAM KECIL Budiman, Puput Wahyu
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.252 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i1.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Sub Daerah Alirah Sungai Karang Asam Kecil (Sub DAS) dengan menggunakan analisis deskriptif yaitu analisis karakteristik wilayah studi, analisa tinjauan kebijakan dan analisa photo mapping, kemudian untuk mengetahui penggunaan lahan dan luasan lahan terdampak, digunakan analisa deskriptif evaluatif yaitu analisis spasial dengan teknik area serta analisa spasial dengan teknik buffer dan intersect menggunakan software ArGis. 10.4 dengan basis data Foto Udara Kota Samarinda Tahun 2016. Dari hasil analisa luasan guna lahan dengan teknik spasial area diketahui bahwa terdapat guna lahan permukiman sebesar 4,92 Ha yang terletak pada sempadan sungai karang asam kecil sejauh 10 meter dari tepi sungai yang tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 mengenai Sungai. Terdapat guna lahan permukiman sebesar 1,95 Ha yang terletak pada sempadan sungai karang asam kecil sejauh 5 meter dari tepi sungai yang merupakan kawasan perlindungan setempat yangi tidak sesuai dengan arahan dalam RTRW Kota Samarinda Tahun 2014 ? 2034 (Perda Kota Samarinda Tahun 2014). Arahan penggunaan lahan pada wilayah studi ialah mengidentifikasi  secara detail bangunan yang masuk kawasan sempadan sungai, melakukan penertiban bangunan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengelola sungai.

Page 1 of 1 | Total Record : 5