cover
Contact Name
Bramantyo Adi Nugroho
Contact Email
bramantyo.adi.n@gmail.com
Phone
+6285246990880
Journal Mail Official
jurnal.riset.pembangunan@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No. 126 RT. 10 Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Pembangunan
ISSN : 26543710     EISSN : 26547872     DOI : https://doi.org/10.36087
JRP memuat informasi di bidang pembangunan daerah berupa hasil riset orisinil, artikel ulasan ilmiah, studi kasus yang meliputi bidang: 1. Pemerintahan 2. Pemberdayaan Masyarakat 3. Kependudukan 4. Ekonomi dan Keuangan Daerah 5. Pengembangan Wilayah, Fisik dan Prasarana
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
GELIAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PASCA PEMEKARAN DAERAH Pujianty, Diana; Wibowo, Puji
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.067 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.33

Abstract

ABSTRAK Kalimantan Timur terkenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, khususnya yang terkait dengan kehutanan, pertambangan, perikanan dan minyak dan gas. Sejak 2012, provinsi ini telah dibagi menjadi dua wilayah, Kalimantan Timur dengan 10 kabupaten / kota dan provinsi baru, Kalimantan Utara telah mengelola 5 kabupaten/kota. Kinerja Anggaran Daerah (APBD) telah dipengaruhi oleh kebijakan ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis perbandingan mengingat kinerja anggaran daerah dan daerah sebelum dan sesudah ekspansi Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari perspektif APBD provinsi, terdapat perbedaan statistik antara periode sebelum dan sesudah pemekaran provinsi. Perbedaan tersebut terutama ditemukan dalam dengan rasio desentralisasi, rasio interdependensi, rasio belanja modal, dan rasio pengeluaran tak terduga. Keempat jenis rasio tersebut menunjukkan performa yang semakin baik pada masa sesudah pemekaran daerah. Studi ini juga menunjukkan hasil bahwa ditinjau dari perspektif APBD kabupaten/kota yang berada dalam wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Timur, tidak terdapat perbedaan kinerja APBD yang signifikan secara statistik antara periode sebelum dan sesudah pemekaran. Kata kunci: kinerja APBD, pemekaran daerah, rasio keuangan. ABSTRACT East Kalimantan is well-known as a natural resources-rich region, particularly associated with forestry, mining, fishery and oil and gas. Since 2012, this province has been splited into two regions, East Kalimantan with 10 regencies/municipalities and the new province, North Kalimantan has administered 5 cities. Regional Budget (APBD) performances have been affected by this policy. This research aims to provide comparison analysis in the light of regional and local budget performance before and after East Kalimantan expansion. It is confirmed that from budget province perspective, there were statistically differences between pre-expansion and post-expansion periods. Those differences were associated with decentralization ratio, interdependency ratio, capital expenditure ratio, and unexpected expenditure ratio in East Kalimantan budget. Meanwhile, it has been discovered that there were no statistically differences between pre-expansion era and post-expansion era in terms of budget performances in East Kalimantan?s regencies/municipalities.Keywords: APBD Performance, regional expansion, financial ratio.
STRATEGI PENINGKATAN INVESTASI NON TAMBANG DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Karmini, Karmini
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.362 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.36

Abstract

ABSTRAKInvestasi non tambang berperan dalam perekonomian Kabupaten Kutai Kartanegara. Namun diharapkan peran tersebut meningkat menjadi sama atau lebih besar dibandingkan investasi tambang.  Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui jenis investasi non tambang, faktor-faktor penentu investasi non tambang, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan peningkatan investasi non tambang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Muara Jawa, Samboja, Sanga-sanga, Anggana, Muara Badak, dan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Terdapat berbagai jenis kegiatan investasi non tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara antara lain investasi pada sektor pertanian; industri pengolahan; bangunan; perdagangan, hotel, dan restoran; pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; jasa; dan lainnya. Faktor-faktor penentu investasi non tambang di lokasi studi adalah potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia, karakteristik wilayah, dan iklim investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan berbagai strategi, kebijakan, program, dan kegiatan untuk meningkatkan investasi non tambang di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia serta pengembangan wilayah dan iklim investasi. Kata kunci: Investasi, Kutai Kartanegara, non tambang, strategi. ABSTRACTInvestment has role in economics of Kutai Kartanegara. However, it is hoped the role will increase become same or more than mining investment.  The aims of this study were to know kinds of non-mining investment, factors determine non-mining investment, strategy, regulation, program,, and activity to increase non-mining investment. The study was done in Subregency of Muara Jawa, Samboja, Sanga-sanga, Anggana, Muara Badak, and Marang Kayu, Regency of Kutai Kertanegara, Province of East Kalimantan. Data were collected in this study both primary and secondary data. There are various activities of non-mining investments in Regency of Kutai Kartanegara such as investment in sectors of agriculture; manufacturing industries; construction; trade, hotel, and restorant; transportation and communication; financial, leasing, and business service; services, and others. Factors detemine non-mining investment in study areas are potency of natural resources, potency of human resources, charateristics of area, and climate of investment.  The results of this study show strategies, regulations, programs, and activities to increase non-mining investment in Regency of Kutai Kartanegara in relation to the management of natural and human resources also the development of region  and invesment climate.Keywords: Investment, Kutai Kartanegara, non-mining, strategy.
ANALISIS PERSEPSI USAHA MIKRO TERHADAP PEMANFAATAN MEDIA DARING DI KOTA SAMARINDA Nugroho, Bramantyo Adi; Budiman, Puput Wahyu; Wahyuningsih, Noor
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.182 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.37

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro terhadap pemanfaatan media sosial dalam mendukung kinerja usaha di Kota Samarinda. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dan wawancara serta observasi secara langsung di lokasi responden dan dengan cara studi literatur seperti jurnal, artikel, hasil riset, buku dan arsip dari masing-masing kecamatan, Dinas UMKM Kota Samarinda. Penelitian ini berfokus hanya pada persepsi pelaku usaha mikro yang bergerak dalam bidang jasa, bidang dagang dan bidang manufaktur. Penelitian ini dilakukan di 10 (sepuluh) kecamatan yang ada di Samarinda yaitu Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Palaran, Kecamatan Sambutan, Kecamatan Sungai Kunjang dan Kecamatan Sungai Pinang. dengan sampel penelitian sebanyak 100 buah. Jumlah sampel didapat dengan perhitungan rumus Slovin. Adapun Kesimpulan Kajian Analisis Persepsi Usaha Mikro Terhadap Pemanfaatan Media Daring Di Kota Samarinda adalah (1) Masih terbatasnya pemanfaatan media daring pada pelaku Usaha Mikro baik dilihat dari penggunaan komputer ataupun handphone maupun internet dalam pengelolaan usahanya. (2) Beberapa faktor-faktor kunci penghambat yang menentukan tingkat pemanfaatan media daring pada pelaku Usaha Mikro di Kota Samarinda ini yaitu (a) Rendahnya pemahaman terhadap manfaat teknologi informasi terutama media daring dalam pengembangan usaha; (b) Rendahnya ketersediaan investasi teknologi informasi; (c) Masih rendahnya dukungan lembaga pemerintah. (3) Sedangkan beberapa faktor-faktor kunci pendukung yang menentukan tingkat pemanfaatan teknologi informasi pada pelaku Usaha Mikro di Kota Samarinda ini yaitu (a) Ketersediaan sumberdaya manusia dari sisi pendidikan yang relatif baik; (b) Kemampuan individu dari pelaku usaha mikro yang relatif  baik dalam informasi dan teknologi dan dalam pemanfaatan media daring (e-commerce). Kata kunci: Usaha Mikro; Media Daring; Teknologi Informasi. ABSTRACT The purpose of this study was to find out perceptions about micro-enterprises on the use of social media in supporting businesses in Samarinda City. The method of data collection in this study was conducted with questionnaires and interviews as well as direct observation at the respondent's location and by means of literature studies such as journals, articles, research results, books and archives from each Sub-District, Samarinda UMKM Service. This research only supports micro business printing that is engaged in services, trade and manufacturing. The study was conducted in 10 (repetitive) sub-districts in Samarinda, namely Samarinda Kota Sub-District, Samarinda Ilir Sub-District, Samarinda Seberang Sub-District, Samarinda Ulu District, North Samarinda Sub-District, Loa Janan Ilir Sub-District, Palaran District, Sambutan District, Sungai Kunjang District and District Sungai Pinang. with a sample of 100 pieces. The number of samples is obtained by calculating the Slovin formula. Based on the conclusions of the Micro Business Perception Analysis Study on the Use of Online Media in Samarinda City are (1) The limited use of online media on the dangers of Micro-Business both from the use of computers and cellphones and the internet in managing their businesses. (2) Some key inhibiting factors that determine the level of utilization of online media in the efforts of Micro Enterprises in Samarinda City are (a) Low understanding of the benefits of information technology requires online media in business development; (b) Information technology investment is low; (c) Still low support from government institutions. (3) While some of the key supporting factors that determine the level of development of information technology in Micro businesses in Samarinda City are (a) Development of human resources in terms of education that is relatively good; (B) Individual abilities of micro businesses that are relatively good in information and technology and in the use of online media (e-commerce).Keywords: Micro business; Online media; Information Technology.
PENGEMBANGAN DESAIN RUMAH KUTAI UNTUK DAERAH RAWA Rulia, Anna; Esfianto, Anton; N., Alfin Y.; A., M. Fikri; N., Sopian
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.722 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.32

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain rumah Kutai sebagai solusi alternatif dalam pembangunan perumahan pada daerah rawa. Desain yang berkembang saat ini umumnya merupakan model rumah-rumah beton yang berpotensi membuat banjir akibat tertutupnya jalur air sebagai konsekuensi penimbunan lahan. Rumah Kutai memiliki karakter sederhana namun mengandung estetika yang memberi jati diri kelokalan. Pengembangan model konstruksi juga dapat dilakukan seiring perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode perancangan arsitektur lima langkah meliputi perhitungan kebutuhan ruang, menentukan modul bangunan, mengembangkan pilihan desain, menetapkan desain terpilih serta membuat gambar arsitekturalnya. Lokasi perancangan adalah di Kalimantan Timur. Target capaian adalah dihasilkannya pengembangan desain rumah Kutai yang dapat menjadi alternatif solusi perumahan di daerah rawa yang tetap memperhatikan unsur estetika sekaligus sebagai usaha pelestarian kekayaan arsitektur Indonesia.Kata kunci: Rumah, Kutai, desain, daerah rawa, arsitektur ABSTRACTThis research aims to develop the Kutai house design as an alternative solution for housing on the swampy area. The current design is generally a model of concrete houses that have the potential to cause flooding due to the closure of waterways as a consequence of landfilling. Despite its simplicity, Kutai house design has aesthethic value and strong local characteristic. Design can also be developed in the building technology. This reseach used the five steps of architectural design method that includes calculating space requirements, determining building modules, developing design choices, setting selected designs and making architectural drawings. Located in Kalimantan Timur, the output of this research is not only can be seen as an alternative housing design solution in swamp areas but also can be considered as an effort to preserve the wealth of Indonesian architecture.Keywords: House, Kutai, design, swampy area, architecture
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG INVESTASI DAERAH DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Fitrian, Zhikry; Santi, Eka Nor; Putranto, Fajar Febrian
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.257 KB) | DOI: 10.36087/jrp.v1i2.39

Abstract

ABSTRAK  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Visi Kaltim Maju 2018, yakni Mewujudkan Kaltim Sejahtera yang Merata dan Berkeadilan Berbasis Agroindustri dan Energi Ramah Lingkungan, berupaya untuk mengubah perekonomiannya yang semula berdasarkan pada unrenewable resources menjadi renewable resources berbasis agroindustri. Walaupun agroindustri menjadi visi utama Provinsi Kalimantan Timur namun dalam kurun waktu 2014-2017 peningkatan PDRB dari Sektor Pertanian hanya terjadi di bawah angka 1%. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis investasi di sektor agroindustri di provinsi Kalimantan Timur dalam pemasaran daerah. Pasca desentralisasi, pemerintah daerah harus dapat menarik investasi di daerah. Khususnya, Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki visi untuk menjadi provinsi agroindustri, memerlukan kiat-kiat khusus bagi investor yang mau menanamkan modalnya di Kalimantan Timur pada sektor agroindustri. Analisis yang digunakan adalah segmentasi pasar, analisis SWOT, diferensiasi dan bauran pemasaran. Hasil dari artikel ini adalah bahwa pasar membutuhkan konsistensi dan kerja keras oleh para pemangku kepentingan. Semua aspek potensi pemasaran daerah harus dioptimalkan penggunaannya karena mereka tidak bisa berdiri sendiri. Daerah tidak bisa hanya mengandalkan keuangannya sendiri untuk mengembangkan daerahnya. Upaya daerah harus memiliki kreatif dan inovatif dalam memenuhi peluang bisnis di daerah. Tren persaingan antardaerah dalam menarik investasi, terutama di sektor agroindustri di provinsi Kalimantan Timur perlu didukung dengan data dan potensi pengembangan strategi masing-masing daerah.Kata kunci: pemasaran daerah, agroindustri, investasi, Kalimantan Timur ABSTRACT The East Kalimantan Provincial Government through the East Kalimantan Vision 2018, namely To Realize a Equitable and Fair Prosperous East Kalimantan Based on Agroindustry and Environmentally Friendly Energy, strives to change its economy which was originally based on unrenewable resources into agroindustry-based renewable resources. Although agroindustry is the main vision of East Kalimantan Province, in the period of 2014-2017 the increase in GDRP from the Agriculture Sector only occurred below 1%. This article aims to analyze the investment in agroindustry sector in the province of East Kalimantan in the regional marketing. Post decentralization, local governments should be able to attract investment in the region. Specially, Eastern Kalimantan Province that has a vision to become the province of agroindustry, required special tips for investors willing to invest their capital in East Kalimantan on the agroindustry sector. The analysis used is market segmentation, SWOT analysis, differentiation and marketing mix. The results of this article is that the market takes consistency and hard work by the stakeholders. All aspects of the marketing potential of the region should be optimized usage because they can not stand on their own. Regions can not simply rely on its own finances to develop their regions. Regional efforts should have a creative and innovative in meeting the business opportunities in the area. The trend in interregional competition in attracting investment, especially in the agroindustry sector in the province of East Kalimantan needs to be supported with data and strategy development potential of each region.Keywords: regional marketing, agroindustry, investment, East Kalimantan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5