cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Johar Nurhadi No.6, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : -
Journal Kesehatan diterbitkan oleh STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta. Jurnal Kesehatan meliputi bidang keperawatan yang mencakup Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan terbit dua kali dalam satu tahun.
Articles 96 Documents
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUANG OBSTETRI GINEKOLOGI RUMAH SAKIT BETHESDA YOGYAKARTA 2014 Retnaningsih, Ika; Palupi, Niken WN; Prawesti, Indah
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin, hormon prolaktin, reflek prolaktin dan reflek let down. Salah satu cara untuk merangsang hormone oksitosin dengan pijat oksitosin. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Obstetri-Ginekologi Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta 2014”. MetodePenelitian: Rancangan penelitian ini adalah One-group pra-post test design. Populasi yang digunakan yaitu ibu yang melahirkan post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bethesda yang rata-rata setiap bulannya adalah 20 orang sehingga peneliti mengambil sampel sebanyak 20 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik consecutive sampling. Uji statistik dengan menggunakan uji paired t test.Hasil Penelitian: Hasil uji paired t test pijat oksitosin diperoleh p value < α (0,05) yaitu .000. Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post Sectio Caesarea. Saran: Pijat Oksitosin dapat dipakai sebagai Standar Prosedur Operasinal (SPO) Perawatan Payudara di Rumah Sakit Bethesda dan mendukung program Rumah Sakit Sayang Ibu Balita (RSSIB). Kata Kunci : Pijat oksitosin - Pengeluaran ASI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG SKIZOFRENIA DENGAN MOTIVASI KELUARGA UNTUK MEMBAWA PASIEN SKIZOFRENIA BEROBAT KE PUSKESMAS DI DESA BANARAN KABUPATEN KULON PROGO YOGYAKARTA JULI 2014 Pristiwanto, Pentana Akhir; Ngapiyem, Ruthy; Permitasari, Lisa
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: World Health Organization (WHO) tahun 2009 memperkirakan 450 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan jiwa. Skizofrenia merupakan jenis gangguan jiwa yang paling banyak terjadi. Angka kejadian skizofrenia yang tinggi menjadi alasan perlunya untuk meningkatkan pemahaman individu tentang skizofrenia, sehingga mampu memberikan pelayanan pada anggota keluarga dengan skizofrenia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang skizofrenia dengan motivasi keluarga untuk membawa berobat pasien skizofrenia berobat ke puskesmas di Desa Banaran Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Juli 2014. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 76 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 51 orang dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Analisa data menggunakan Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil tingkat pengetahuan keluarga tentang skizofrenia dalam kategori baik sebanyak 70,59%, sedangkan motivasi keluarga untuk membawa pasien skizofrenia berobat ke Puskesmas dalam kategori sedang sebanyak 62,75%. Hasil uji analisis Chi Square menunjukkan hasil X2 hitung sebesar 4,59sedangkan X2 tabel 9,49. Sehingga X2 hitung= 4,59< X2 tabel= 9,49. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang skizofrenia dengan motivasi keluarga untuk membawa berobat pasien skizofrenia berobat ke puskesmas di Desa Banaran Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Juli 2014. Saran: Diperlukan penelitian lanjut untuk mengetahui apa yang memotivasi keluarga membawa pasien skizofrenia berobat ke puskesmas. Kata Kunci: Skizofrenia – Pengetahuan – Motivasi – Keluarga
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN KOMUNIKASI SBAR DALAM REKAM MEDIS TERINTEGRASI RUANG RAWAT INAP III RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA FEBRUARI-MARET 2014 Mariani, Paula Dianti; Sudarta, Wayan; Listyaningsih, Enik
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.283 KB)

Abstract

Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, motivasi terhadap pelaksanaan dokumentasi komunikasi SBAR ruang rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Februari-Maret 2014. Penelitian ini merupakan analisis observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah perawat pelaksana Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dengan pendidikan D III Keperawatan dengan metode purposive sampling. Hasil dari 56 responden, pengetahuan tinggi 29 (51,8%), sedang 21 (37,5%) dan rendah 6 (10,7%), sikap baik ada 47 (83,9%) dan sikap tidak baik ada 9 (16,1%), motivasi tinggi 36 (64,3%), sedang 15 (26,8%) dan rendah5 (8,9%). Kelengkapan dokumentasi komunikasi SBAR ada 14 (25%) dan tidak lengkap ada 42 (75%). Hasil uji Chi-Square menunjukan ada pengaruh antara motivasi terhadap pelaksanaan dokumentasi menunjukkan bahwa p value = 0,03( ן൏< 0,05), Berarti Ho ditolak H ן൏diterima yaitu ada hubungan antara motivasi terhadap pelaksanaan dokumentasi komunikasi SBAR oleh perawat pelaksana dalam rekam medis terintegrasi ruang rawat inap III Rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta Februari-Maret 2014 hasil pengaruhnya agak rendah. Rekomendasi penelitian ini adalah diadakan penyegaran kembali tentang pelaksanaan dokumentasi komunikasi SBAR secara periodik bagi perawat pelaksana di lingkungan Rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta, sehingga akan meningkatkan pengetahuan perawat dan kualitas layanan keperawatan serta meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan faktor yang berhubungan dalam pelaksanaan dokumentasi adalah sikap hasilnya 0.292dan motivasi 0.537.
EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI TERSTRUKTUR TERHADAP PENCEGAHAN DEPRESI DAN SPASTISITAS OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO SOLO Ikaningtyas, Nurlia; Sitorus, Ratna; Sukmarini, Lestari
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.306 KB)

Abstract

Latar belakang : Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler utama di Amerika Serikat dan dunia. Pasien stroke mengalami berbagai komplikasi diantaranya depresi dan spastisitas otot. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mobilisasi dini terstruktur terhadap pencegahan depresi dan spastisitas otot pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Panti Waluyo Solo. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experimental post test non equivalent control group. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 29 responden didapatkan dengan menggunakan consecutive sampling, dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 14 responden yang diberikan mobilisasi dini terstruktur dan kelompok kontrol sebanyak 15 responden yang diberikan mobilisasi dini standar rumah sakit. Evaluasi penelitian ini dilakukan pada hari ke delapan dengan menggunakan Zung Depression Scaledan Asworth Scalepada kedua kelompok tersebut. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kejadian depresi antara kelompok intervensi dan kontrol (p value= 0,002) dan tidak ada perbedaan yang signifikan tentang kejadian spastisitas antara kelompok intervensi dan kontrol (p value= 1,00) setelah diberikan mobilisasi dini terstruktur. Kesimpulan: Ada perbedaan kejadian depresi antara kelompok intervensi dan kelompok kontol dan tidak ada pebedaan yang signifikan kejadian spasitas antara kelompok intervensi dan kontrol Saran: Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut mengenai mobilisasi dini terstruktur dengan menambah waktu pengukuran spastisitas otot dan memperhatikan variable confounding letak dan luas lesi. Kata kunci :depresi; mobilisasi dini terstruktur; stroke iskemik; spastisitas otot.
PERBEDAAN TINGKAT STRESS SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI MUSIK MOZART PADA TUNA DAKSA DI PUSAT REHABILITASI TERPADU PENYANDANG CACAT YOGYAKARTA Destiyanti, Asteria; Saputro, Dwi Nugroho Heri; Sari, Ignasia Yunita
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Perbedaan Tingkat Stress Sebelum dan Sesudah Terapi Musik Mozart Pada Tuna Daksa di Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat Yogyakarta Maret 2014”. Latar belakang: Stres adalah suatu keadaan yang dialami setiap orang berupa respon tubuh yang tidak spesifik terhadap tekanan yang didapatkan secara tidak disengaja terhadap setiap kebutuhan yang terganggu, atau berupa pembebanan yang diperoleh dan tidak dapat dihindari. Ketidakmampuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh mental, fisik emosional, dan spiritual manusia, yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia. Musik adalah salah satu terapi yang digunakan untuk mengurangi stress. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Perbedaan Tingkat Stress Sebelum dan Sesudah Terapi Musik Mozart pada Tuna Daksa di Pusat Rehabilitasi Terpadu Penyandang Cacat Yogyakarta Maret 2014. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimendengan rancangan penelitian Time Series Design. Teknik samplingyang digunakan adalah NonProbability samplingjenis Sampling Kuota. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 orang. Pengumpulan data dilakukan pada saat sebelum dan sesudah diberikan terapi musik Mozart dengan menggunakan instrument PSS (Preceived Stress Scale) untuk mengetahui tingkat stress. Uji normalitas data menggunakan shapirowilk test. Analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon didapatkan p= 0,001, dengan demikian terdapat perbedaan antara Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan ada perbedaan bermakna antara tingkat stress sebelum dan sesudah terapi musik Mozart. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan lebih banyak responden, menggunakan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
HUBUNGAN PAPARAN ALERGEN DAN LATIHAN DENGAN TERJADINYA SERANGAN ASMA PADA PASIEN ASMA Ekarini, Ni Luh Putu
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronis pada saluran napas. Prevalensi kejadian asma masih terus mengalami peningkatan setiap tahunnya baik di dunia maupun di Indonesia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pemicu dominan terjadinya serangan asma pada pasien asma. Metode : Desain pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah responden adalah 118 orang (60 pasien asma persisten dan 58 pasien asma intermiten). Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor-faktor pemicu dan karakteristik yang berhubungan dengan terjadinya serangan asma adalah paparan alergen (p value= 0,006), exercise(latihan) (pvalue= 0,042) dan pekerjaan (pvalue= 0,095). Hasil analisis multivariat diketahui bahwa paparan alergen dan exercise(latihan) adalah faktor yang paling dominan dengan terjadinya serangan asma pada pasien asma. Kesimpulan dan Saran : Diharapkan pemberian asuhan keperawatan, khususnya pengkajian keperawatan yang berfokus pada faktor-faktor pemicu lebih dikembangkan sehingga pendidikan kesehatan yang diberikan bisa terfokus hanya pada faktor pemicu yang menjadi masalah pasien. Kata kunci :faktor pemicu, pasien asma serangan asma ABSTRACT
EFEKTIFITAS TRAKSI TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA HERNIA NUKLEUS PULPOSUS LUMBAL Istiarini, Catharina Hatri
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.072 KB)

Abstract

Latar belakang : Semakin banyak pasien yang mulai berpikir bagaimana menghilangkan rasa nyeri tanpa harus menggunakan obat-obatan yang mereka sadari betul akan efek sampingnya dan ternyata traksi merupakan salah satu metode yang cukup signifikan untuk menurunkan nyeri tersebut. Tujuan: Mengetahui adanya efektifitas traksi terhadap penurunan skala nyeri pada pasien Hernia Nukleus Pulposus Lumbal di Rumah Sakit Bethesda Februari Maret 2013. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experimental nonequivalent control group. Populasinya seluruh pasien yang mengalami nyeri punggung bawah di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta dan sampel berjumlah 15 responden. Sistem pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi (check list) skala nyeri yang terdiri dari lembar observasi tingkat nyeri sebelum dan sesudah dilakukan traksi. Analisa data yang digunakan uji T-Test dengan bantuan SPSS for windows versi 11.00. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melakukan traksi, sebanyak 9 responden (60%) mengalami nyeri sedang dan sebanyak 6 repsonden (40%) tidak mengalami nyeri. Berdasarkan hasil uji T-Test bahwa t-hitung sebesar 12,220 dan t-tabel sebesar 1,753 yang artinya t-hitung lebih besar dar t-tabel maka Ho ditolak dan Hα diterima. Dengan demikian terdapat efektifitas traksi pada penurunan skala nyeri pada pasien Hernia Nukleus Pulposus Lumbal di Rumah Sakit Bethesda February Maret 2013. Kesimpulan: Terdapat efektifitas traksi terhadap epnurunan skala nyeri pada pasien Hernia Nukleus Pulposus Lumbal di Rumah Sakit Bethesda February Maret 2013. Saran:Rekomendasi kepada rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan dan pengadaan informasi yang lebih maksimal tentang efektifitas dilakukannya tindakan traksi bagi pasien Hernia Nukleus Pulposus Lumbal. Kata kunci:Traksi, skala nyeri, Hernia Nukleus Pulposus Lumbal ABSTRACT Background: More patients start thinking about how to reduce pain without use drugs that they certainlu know its side effects and in fact, traction is the most significant to lower the pain. Objective:Knowing the effectiveness of traction to decrease pain scale in patients with Hernia Nucleus Pulposus Lumbal in Bethesda Hospital on February March 2013. Methods: The design of this study is quasi experimental nonequivalent control group. The populations is all patients who undergo low back pain at Bethesda Hospital Yogyakarta and the sample respondents were 15. Gathering data used accidental of sampling. Instrument used sheets of observation pain scale consisting of sheets observation the level of pain before and after traction.Data analize used t-test SPSS with assistance for windows version 11,00. Results:The research results shown that after traction, as many as 9 respondents ( 60 % ) undergo pain in moderate level and as many as six repsondents ( 40 % ) did not experience pain. Based on the results of the t-test that t-count of 12,220 and t-table of 1,753 which means t-count greater of t-table so Ho were rejected and Hα accepted. Thus there are the effectiveness of traction on the decline in pain scale in patients with Hernia Nucleus Pulposus Lumbar in Hospital Bethesda February March 2013. Recommendation:Recommendations to hospitals to improve the service and provide more information about the effectiveness of maximum he did the act of traction for patients with Hernia Nucleus Pulposus Lumbar. Keywords: Traction, pain scale, Hernia Nucleus Pulposus Lumbar
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Hatri, Chatarina
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.632 KB)

Abstract

Latar belakang: Peningkatan jumlah penderita Diabetes Melitus pada tahun 2013 mencapai 366 juta jiwa. Stres pada penderita Diabetes Melitus berakibat gangguan pada pengontrolan kadar glukosa darah. Penderita Diabetes Melitus diharapkan mengendalikan tingkat stresnya sehingga kadar gula darah terkendali. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus tipe II di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta Maret 2014. Metode: Desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 61 responden dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner Perceived Stres Scale (PSS) dan Gluco meter. Analisa data dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan yang paling banyak tingkat stres ringan (44,3%) dan kadar gula darah tinggi (67,2%). Hasil uji Chi square dengan α=0,05 x2 hitung>x2 tabel (7,717>5,991), dan uji keeratan koefisien kontinensi 0,335 (korelasi rendah). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus tipe II di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta Maret 2014. Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini, perawat sebaiknya melakukan pengkajian tingkat stres dan intervensi yang tepat. Untuk peneliti lain, bisa dilakukan penelitian pengaruh teknik relaksasi dan distraksi terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II. Kata kunci: Diabetes Melitus tipe II, tingkat stres, kadar gula darah ABSTRACT Background: The increasing number of Diabetes Mellitus in 2013 reached 366 miliion people. Stress on Diabetes Mellitus led of bullying on glucose control. Diabetes Mellitusexpected control the level of stress so the blood glucose could be controled. Objective:To know the relationship between the level of stress and blood glucose in patient with type II Diabetes Mellitus in Puskesmas Mergangsan Yogyakarta March 2014. Methods: This research used correlative description with cross-sectional study. The sample was 61 respondents with technique accidental sampling. Data collection with questionnaire of Perceived Stres Scale (PSS) and Gluco meters. Analysis data used chi square. Results:The research results show the most level of stress is mild (44,3%) with high blood glucose (67,2%).The results of chi square was α=0,05 x2 count>x2 table (7,717>5,991), and the coeficien contingency 0,335 (low correlation).Conclucion:There is correlation betweenthe level of stress and blood glucose in patient with type II Diabetes Mellitus in Puskesmas Mergangsan Yogyakarta March 2014.Recommendation:According to this results, nurse should acess the level of stress and give appropriate intervention. For other researcher, they can do research about the influence of relaxation technique and distraction toward blood glucose in patient with type II Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus tipe II, level of stress, blood glucose
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PROFIL TEKANAN DARAH PADA LAKI-LAKI Heri Saputro, Dwi Nugroho
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.99 KB)

Abstract

Latar belakang: Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok tertinggi ke-3 di dunia (WHO. 2008). Data WHO bulan Agustus mencapai 5 juta kasus kematian. 70% terjadi di Asia. Thailand dan Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok laki-laki terbesar di dunia yatu 14% (Depkes. RI. 2012). Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengna profil tekanan darah pada laki-laki di Padukuhan Sejati Dukuh Kelurahan Sumberarum Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman Yogyakarta Agustus 2014. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi. menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 40 orang dan sampel penelitian berjumlah 36 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil: Kebiasaan merokok tertinggi berkategori perokok ringan 24 orang (66.7%). profil tekananan darah tertinggi berkategori hipertensi ringan 18 orang (50%). jenis rokok tertinggi berkategori rokok non filter 21 orang (58.3%) dan lama merokok tertinggi berkategori >3 tahun 35 orang (97.2%). Kesimpulan: Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan p value=0.048. ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan profil tekanan darah pada laki-laki di Padukuhan Sejati Dukuh Kelurahan Sumberarum Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman Yogyakarta 2014. Hasil correlation coeficients yaitu 0.527. berarti tingkat hubungan sedang. Sedangkan sub variabel lama merokok menunjukkan p value=0.838. tidak ada hubungan antara lama merokok dengan profil tekanan darah. Saran: Bagi penelitian selanjutnya bisa menggunakan jenis. desain serta uji statistik yang berbeda. Penggolongan lama merokok dikategorikan menjadi 10-20 tahun. Faktor pengganggu dapat diperhatikan dan diikutsertakan dalam variabel penelitian. Kata kunci: Kebiasaan rokok. merokok. profil tekanan darah ABSTRACT Background: Indonesia is the country with the highest smokers number three in the world (WHO. 2008). Data WHO on August reached 5 million death cases. 70 % happened in Asia. Thailand and Indonesia. Indonesia is a country with the highest number of smokers in the world that counted 14 % (Ministry of Finance. Indonesia. 2012). Objective: Knowing the relationship between smoking habit and blood pressure profile in males at Sejati Dukuh Hamlet Sumberarum Village Moyudan Subdistrict Sleman Regency Yogyakarta District 2014. Methods: Quantitative research by correlation design used cross sectional. Populations of 40 people and the sample were 36 people used purposive sampling technique. Analysis of data used the Spearman‘s rho. Results: Highest smoking habits categoried as smokers were 24 people (66.7 %). highest blood pressure profile categoried as minor hypertension were 18 people (50 %). the highest cigarette smoking categoried non filter were 21 people (58.3 %) and the highest duration of smoking categoried >3 years were 35 people (97.2 %). Conclucion: Test results of Spearman’s rho shown that p value = 0.048 . there was a correlation between smoking habit and blood pressure profile in males in Sejati Dukuh Hamlet Sumberarum Village Moyudan Subdistrict Sleman Regency Yogyakarta District 2014. The correlation coeficients was 0.527. means moderate correlation. While sub variable duration of smoking shown that p value = 0.838. there was no correlation between duration of smoking and blood pressure profile. Recommendation: For further research could use design and different statistical test. Long smoking loans are being categoried for 10-20 years. Confounding factors can be noticed and involved in the study. Keywords: Smoking habit. smoke. blood pressure profil
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI IBU TENTANG RESIKO 4T PADA KEHAMILAN Sudarta, I Wayan
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 1 (2015)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.631 KB)

Abstract

Latar belakang: Angka kematian ibu mencapai 125 per 100.000 kelahiran hidup. Faktor penyebab terjadinya kematian ibu adalah kehamilan beresiko yang dipengaruhi oleh faktor 4T. yakni terlalu tua saat hamil. terlalu muda untuk hamil. terlalu banyak anak. dan terlalu dekat jarak kehamilan. Hasil prasurvei yang didapat di Puskesmas Danurejan I. ditemukan jumlah ibu hamil yang mengalami resiko 4T berjumlah 42 orang setiap bulan pemeriksaan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi ibu tentang persepsi ibu tentang resiko 4T pada kehamilan di Puskesmas Danurejan I Yogyakarta 2014. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti mengambil responden dengan accidental sampling. sebanyak 36 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan chi square. Hasil: Faktor pengetahuan. faktor tingkat pendidikan. faktor motivasi yang memiliki hubungan dengan persepsi ibu tentang resiko 4T pada kehamilan di Puskesmas Danurejan I Yogyakarta. Hasil analisis chi square untuk faktor pengetahuan diperoleh hasil x2 hitung>x2 tabel (17.305>9.488). faktor pendidikan x2 hitung>x2 tabel (17.495>9.488). faktor motivasi x2 hitung>x2 tabel (13.544>9.488). Kesimpulan: Ketiga faktor: pengetahuan. tingkat pendidikan. motivasi memiliki hubungan dengan persepsi ibu tentang resiko 4T pada kehaamilan di Puskesmas Danurejan I Yogyakarta 2014 dengan tingkat keeratan agak rendah. Saran: Rekomendasi kepada tenaga kesehatan Puskesmas Danurejan I Yogyakarta untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai bahaya resiko 4T khususnya pada ibu-ibu hamil. Kata kunci: persepsi ibu hamil. resiko 4T. faktor-faktor ABSTRACT Background: Maternal mortality reached 125 per 100.000 live births. The cause of the maternal deaths are pregnancy risk affected by a factor of 4T. full growth during pregnancy. too young to conceive. too many children. and too close haul pregnancy. Prasurvey results obtained in Puskesmas of Danurejan I. founded the number of pregnant women who have 4T risk were 42 people every month examination. Objective: Knowing the factors that deals with perception mother about the perception of mothers about 4T risk in pregnancy in Puskesmas Danurejan I Yogyakarta 2014. Methods: This research used survey analytic by cross sectional approach. Researchers took respondents with accidental sampling. a total of 36 people. Gathering data used questionnaire. Analysis of data used chi square. Results: Factors such as knowledge. the level of education. motivation have relationship with perception of mothers about 4T risks in pregnancy in Puskesmas Danurejan I Yogyakarta. The results of the analysis chi square to the factors of knowledge x2 count>x2 tabel (17.305>9.488). factor of education x2 count >x2 tabel (17.495>9.488). factor of motivation x2 count >x2 tabel (13.544>9.488). Recommendation: Recommendations to health workers of Puskesmas Danurejan I Yogyakarta to give education related health risk of the 4T dangers particularly at pregnant women. Keywords: Perception of pregnant women . 4T risk . factors

Page 1 of 10 | Total Record : 96