cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 168 Documents
Problem Solving dengan Metode Identifikasi Variabel berdasarkan Skema: Tinjauan terhadap Formulasi Hukum Pertama Termodinamika Suryantari, Risti
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.432 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24409

Abstract

Metode identifikasi variabel berdasarkan skema merupakan  salah satu metode problem solving dalam fisika terkait formulasi.  Metode ini telah diterapkan bagi formulasi kecepatan relativistik, serta panjang dan waktu relativistik. Pada penelitian kali ini akan diterapkan metode serupa bagi topik termodinamika,. Hukum Pertama Termodinamika melibatkan tiga variabel yaitu kalor, usaha dan perubahan energi dalam. Terdapat dua jenis proses dalam sistem termodinamika , yaitu kalor dan usaha diberikan pada sistem atau dihasilkan oleh sistem. Pada berbagai buku referensi, hal tersebut dicirikan dengan tanda positif dan negatif. Permasalahan yang ditemui adalah kemungkinan terjadinya kesalahan pada perhitungan, terutama jika  siswa tidak menentukan tanda positif atau negatif tersebut dengan benar. Skema akan membantu siswa dalam menyelesaiakan soal terkait formulasi ini, tanpa harus memikirkan tanda positif atau negatif pada variabel kalor dan usaha. Metode ini akan diterapkan pada contoh-contoh soal sederhana dan diimplementasikan terhadap mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan soal dengan benar dan berpendapat bahwa metode ini lebih mudah untuk dipahami. Guru atau para pengajar fisika dapat menggunakan metode ini sebagai variasi dalam pembelajaran, sehingga formulasi tidak lagi dianggap sulit dalam fisika.
Effect of Substrate Temperature and Target-Substrate Distance on Growth of TiO2 Thin Films by Using DC- Reactive Sputtering Technique Rabih, Laith; -, Sudjatmoko; Triyana, Kuwat; Nurwantoro, Pekik
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.161 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24408

Abstract

Titanium oxide (TiO2) thin films have been deposited by a DC sputtering technique onto microscope glass slides. The effect of substrate temperature (Ts) and target-substrate distance (Dts) on some optical and electrical properties have been studied each individually. The structure of TiO2 thin films has been improved and became more crystalline when Ts has been increased (from 150 ºC to 250 ºC). The conductivity (?), deposition rate (DR) and average values of grain size (G.S) have been increased with increasing Ts while the values of band gap (Eg) and weight percentage of the anatase phase (WA) have been decreased. The thickness of TiO2 film has been increased from 920 nm to 960 nm with increase Ts while it has been decreased from 960 nm to 680 nm with increase Dts (from 25mm to 35mm). As Dts has been increased, the conductivity ?, thickness (d) and average values of grain size have been decreased. The decreasing of conductivity at Dts=35 maybe attributes to increase the weight percentage of the rutile phase (WR). The XRD results show that the TiO2 structure phase has been varied. The results show that the optical and electrical properties of TiO2 film affected by changes the condition parameters especially Ts and Dts as well as the density and energy of the impinging atoms. The surface morphology and component of TiO2 thin films, resistance, optical transmittance and structure of film were characterized by SEM (EDX), I-V meter, UV-VIS spectrophotometer and XRD respectively.
Analisa Pergeseran Magnetic Domain Wall Pada Lapisan Tipis Free Layer CoFeB Untuk Sistem Spin-Valve Tunneling Magneto-Resistance (TMR) Sensor Setyawan, Galih; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.051 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24407

Abstract

Telah dilakukan analisa pergeseran magnetic domain wall pada lapisan tipis free layer CoFeB untuk sistem spin-valve Tunneling Magneto-Resistance (TMR). Analisa telah dilakukan dengan menggunakan software Object Oriented Micromagnetic Framework (OOMMF) berdasarkan persamaan Landau-Lifshitz Gilbert (LLG). Analisa pergeseran magnetic domain wall pada CoFeB yang mempunyai ukuran luas 120x100 nm2 dengan variasi ketebalan 1 dan 4 nm. Dari simulasi didapatkan hasil analisa pergeseran magnetic domain wall, histeresis loop dan energi dari sistem ferromagnetik (energy exchange dan demagnetisasi). Pada medan eksternal 299,9 Oersted CoFeB dengan ketebalan 1 nm nilai Mx/Ms adalah 0,99 dan pada ketebalan 4 nm nilai Mx/Ms adalah 0.93. Energi demagnetisasi mempunyai pola naik dengan bertambahnya medan luar dan energi exchange menurun dengan bertambahnya medan luar. 
Pengembangan Prototipe Sensor Elektromekanik Berbasis Prinsip Strain Gauge Menggunakan Poly(3,4-ethylenedioxythiophene):Poly(styrene sulfonic acid) (PEDOT:PSS) (Halaman 14 s.d. 17) Goldianto Octensi Hernowo, Detiza; Triyana, Kuwat
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.575 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan prototype sensor elektromekanik menggunakan polimer konduktif poly (3,4-ethylenedioxythiophene): poly (styrenesulfonate) (PEDOT: PSS). Sebelum melakukan fabrikasi dan karakterisasi sensor, pertama ? tama dilakukan verifikasi homogenitas resistansi pada lapisan PEDOT:PSS yang dideposisikan pada substrat isolator. Pada kasus ini, uji homogenitas dilakukan pada 5 posisi berbeda di atas lapisan PEDOT:PSS. Fabrikasi sensor dilakukan pada PEDOT:PSS menggunakan metode drop-coating di atas substrat nitrile rubber. Hasil yang diperoleh pada resistivitas listrik relatif ternormalisasi dari sensor elektromekanik menunjukkan sifat linear terhadap strain sensor. Selain itu, resistivitas sensor dipengaruhi oleh perubahan suhu secara eksponensial pada rentang 30 - 80  °C.
Pengembangan Sistem Sensor Rasa Berbasis Membran Selektif Ion untuk Klasifikasi Buah Jeruk (Halaman 9 s.d. 13) Surya Wibowo, Bagas; Tazi, Imam; Triyana, Kuwat
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.618 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24405

Abstract

Sebuah sistem sensor rasa dengan sifat selektivitas global atau yang lebih dikenal sebagai lidah elektronik (e-tongue) berbasis pada larik sensor ion-selektif membran (ISMS)telah dibuat dan diterapkan untuk menganalisis secara kualitatif tiga macam buah jeruk (jeruk peras, jeruk siam dan jeruk nipis). E-tongue dilengkapi dengan sistem pengenal pola berbasis principle component analysis (PCA). Enam jenis lipid yang digunakan untuk membuat membrane selektif ion terdiri atas: asam oleat (OA), dioktil phosphat (DOP), desil alkohol (DA), dodesilamin (DDC), dan metil amonium klorida trioctyl (Toma). Setiap membran selanjutnya dipasang pada bagian dari tabung teflon yang memiliki lubang pada ujungnya, sehingga bagian dalam silinder terisolasi dari luar. Ujung tabung tersebut disegel dengan stopper yang memegang kawat Ag / AgCl. Sistem akuisisi data dalam e-nose dibangun menggunakan mikrokontroler. Agar dapat digunakan, tabung-tabung tersebut diisi dengan larutan KCl dengan konsentrasi 100 mM. Berdasarkan analisis PCA, e-hidung dapat mengklasifikasikan semua pola respon dari empat rasa dasar, yaitu, kepahitan (MgCl2), asin (NaCl), asam (HCl) dan kelezatan atau umami (MSG), ditunjukkan oleh nilai total komponen utama (PC1 dan PC2) sebesar 95,1%. Selanjutnya, e-tongue juga mampu mengklasifikasi tiga jenis buah jeruk yang ditunjukkan oleh nilai total komponen utama sebesar 88,6%. Dengan demikian, e-nose memiliki peluang sebagai alat untuk kendali mutu pada industri minuman berbahan buah jeruk. 
Pengukuran Magnetoresistance Berbasis Lapisan Tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) Pada Polyethylen Glicol (PEG)-Coated-Nanopartikel Magnetit (Fe3O4) (Halaman 5 s.d. 8) Musa Rampengan, Alfrie; -, Ma?arif; Nuzully, Seveny; Kato, Takeshi; Iwata, Satoshi; Suharyadi, Edi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.887 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24404

Abstract

Telah dilakukan pengujian Magnetoresitance berbasis lapisan tipis Giant-Magnetoresistance (GMR) pada Plyethylen Glicol (PEG)-coated-nanopartikel magnetit (Fe3O4). Penambahan lapisan nanopartikel magnetit Fe3O4 dan lapisan nanopartikel magnetit Fe3O4 yang dimodifikasi dengan PEG menyebabkan pergeseran nilai resistance pada lapisan tipis GMR dan mempengaruhi pergerakan domain-wall free layer FeCoB seiring dengan bertambahnya medan eksternal. Hasil ini ditunjukkan dengan pergeseran nilai resistansi sebesar ± 55,5 %, sebelum dan setelah dilapisi oleh nanopartikel magnetit Fe3O4. Resistansi ± 45,6 %, sebelum dan setelah dilapisi oleh nanopartikel magnetit Fe3O4 yang dimodifikasi dengan PEG.
Pemurnian Carbon Nanotubes menggunakan Larutan HNO3 dengan metode Pencucian Biasa dan Reflux (Halaman 1 s.d. 4) Subagio, Agus; -, Pardoyo; -, Priyono; Yudianti, Rike; Rowi, Khasan; Imam Taufiq, M.
Jurnal Fisika Indonesia Vol 17, No 49 (2013)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.309 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24403

Abstract

Telah dilakukan penelitian berkaitan pemurnian carbon nanotubes (CNT) dengan metode pencucian biasa dan reflux menggunakan larutan HNO3. Pemurnian menggunakan metode pencucian biasa dilakukan dengan memasukkan CNT ke dalam 25 ml larutan HNO3 dengan variasi konsentrasi 25, 45 dan 65% di dalam gelas beker. Selanjutnya dilakukan pengadukan dan didiamkan selama 30 menit. Hasil pencucian disaring dengan kertas saring dan residunya dikeringkan di dalam oven dengan temperatur 120oC selama 1 jam. Sedangkan metode reflux dilakukan pada temperatur 100oC selama 4 jam menggunakan larutan HNO3 dengan variasi konsentrasi 25, 45 dan 65%. CNT hasil pemurnian selanjutnya dikeringkan di dalam oven dengan temperatur 120°C selama semalam. Carbon nanotube sebelum dan sesudah pemurnian dianalisis menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemurnian CNT yang paling baik dengan menggunakan metode pencucian reflux pada konsentrasi HNO3 sebesar 65%.  
Pengembangan Sistem Deteksi Gas CO pada Gas Hembus Manusia Berbasis Spektroskopi ICOS (Halaman 35 s.d. 38) Widiatmono, Restu; Mandon, Julien; J. M. Harren, Frans; -, Kusminarto; A. Joko Wasono, M.; -, Mitrayana
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.445 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24402

Abstract

Pengembangan sistem deteksi gas hembus pernapasan manusia yang memiliki kepekaan tinggi telah dilakukan dalam penelitian ini. Laser QCL (Quantum Cascade Laser) kontinyu dengan panjang gelombang 4610 nm sebagai sumber radiasi yang dikombinasikan dengan teknik spektroskopi off-axis ICOS (integrated cavity output spectroscopy) digunakan untuk medeteksi gas Karbon Monoksida (CO) bertekanan rendah. Sel sampel gas dengan panjang 15 cm yang dilengkapi dengan cermin high-finesse sekaligus berfungsi sebagai rongga resonator laser dengan lintasan optik efektif mencapai 400 m. Batas deteksi sebesar 1 ppbv dalam waktu akuisisi kurang dari 2 detik telah berhasil dicapai. Pendeteksian kasar pada gas hembus pernapasan manusia telah berhasil mendeteksi gas CO sebesar 0,7 ppmv.  
Pemanfaatan Alat Standar Primer untuk Peningkatan Kualitas Nilai Kalibrasi Alat Ukur Radioaktivitas di Bidang Kedokteran Nuklir (halaman 30 s.d. 34) Wurdiyanto, Gatot; -, Pujadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.852 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24401

Abstract

Pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan yang menggunakan teknologi Positron Emission Tomography (PET) telah berkembang dengan pesat di Indonesia.  Teknologi PET tersebut memanfaatkan sumber radioaktif 18F sebagai perunut yang digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit.  Laboratorium Metrologi Radiasi pada PTKMR - BATAN, yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai laboratorium acuan nasional di bidang radiasi pengion berperan dalam melakukan tugas untuk melakukan standardisasi radionuklida dan mengkalibrasi alat ukur aktivitas.  Pada mulanya, kalibrasi alat ukur aktivitas ?dose calibrator? di rumah sakit menggunakan alat standar sekunder yang tertelusur ke laboratorium primer LMRI (Laboratoire Metrologie Ranyonnements Ionisants), melalui standardisasi 18F dilakukan menggunakan metode spektrometri-g.  Dengan cara seperti ini didapatkan hasil kalibrasi dengan nilai ketidakpastian bentangan  6,3 %.  Untuk meningkatkan kualitas hasil pengukuran, dilakukan standardisasi 18F menggunakan alat standar primer dengan metode absolut koinsidensi 4pb(LS)-g.   Dengan metode ini didapatkan nilai ketidakpastian bentangan  2,9 % dengan faktor cakupan, k=2, dan tingkat kepercayaan 95%.  Dengan berhasilnya penelitian ini diharapkan Laboratorium Standardisasi Radionuklida PTKMR-BATAN dapat berperan dalam kalibrasi alat ukur aktivitas secara kontinu agar pemanfaatan teknologi nuklir di bidang kesehatan dapat terlaksana dengan aman dan selamat baik bagi pekerja, masyarakat maupun lingkungannya.  
Optimasi Kinerja Primitive Root Diffuser (PRD) dengan Teknik Sisipan Resonator Jamak (Halaman 25 s.d. 29) Ahmad, Fahrudin; -, Harjana; -, Suparmi; Yahya, Iwan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 18, No 52 (2014)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.661 KB) | DOI: 10.22146/jfi.24400

Abstract

Telah  dilakukan kajian untuk meningkatkan kinerja primitive roots diffuser (PRD) dengan model standar berbentuk Skyline dengan jumlah elemen 5x8. Teknik modifikasi yang telah diterapkan adalah penyisipan rangkaian resonator seperempat panjang gelombang dengan kedalaman yang bersesuaian dengan masing-masing elemen PRD. Pengujian dilaksanakan dengan metode interrupted noise mengacu kepada prosedur standar ISO 3382 untuk mendapatkan nilai waktu dengung T30 dan T20. Adapun respon spasial dari PRD yang dikembangkan disimulasikan dengan perangkat lunak AFMG Reflex. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan rangkaian resonator jamak berhasil mengurangi nilai waktu dengung rerata sebesar 0,78 dan 1,83 sekon berturut-turut untuk T30 dan T20 pada bentang frekuensi rendah. Di samping itu pemakaian resonator memperbaiki respon spasial omnidireksional PRD. 

Page 1 of 17 | Total Record : 168