cover
Contact Name
Rinto Alexandro
Contact Email
rintoalexandro76@gmail.com
Phone
+6282141262814
Journal Mail Official
rintoalexandro76@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS)
ISSN : 23550236     EISSN : 26846985     DOI : 10.37304
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) mencakup bidang ilmu Sosial
Articles 93 Documents
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN TES HASIL BELAJAR AKHIR SEMESTER II MELALUI WORKSHOP DI SDN 1 MANTANGAI TENGAH KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.061 KB)

Abstract

ABSTRAKGuru merupakan faktor dominan dalam proses belajar mengajar, oleh karena itumeningkatkan kemampuan guru mutlak dilakukan agar terjadi peningkatan kemampuan didalam mengelola proses pembelajaran. Salah satu indikator yang menunjukkan bahwaseorang guru tersebut mampu menyusun tes telah banyak dilakukan seperti mengikutipenataran, dan pelatihan lainnya. Dari hasil evaluasi terhadap kedua bentuk upaya tersebut,ditemukan belum banyak memberikan sumbangan terhadap profesional guru. Sehubungandengan hal tersebut muncul pemikiran untuk memberdayakan pengawas sekolah untuk lebihbanyak mengadakan pembinaan secara kolaboratif yang bersifat kekeluargaan, keterbukaandan keteladanan yang dilaksanakan melalui workshop menyusun tes hasil belajar akhirsemester yang layak dipakai.Berdasarkan pemikiran tersebut maka peneliti ini bertujuan untuk menjawabbagaimana upaya meningkatkan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun tes hasilbelajar akhir semester melalui workshop SDN 1 Mantangai Tengah Kecamatan MantangaiKabupaten Kapuas Tahun pelajaran 2017/2018?Penelitian ini dilaksanakan melalui workshop menyusun tes dengan jumlah guru 10orang guru yang diikutkan dalam workshop yang mengajar mata pelajaran SDN 1 MantangaiTengah Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian inimelakukan penilaian satu kali siklus. Tes sudah selesai dianalisis dan dinilai berdasarkan 2parameter yang telah ditetapkan.Untuk mengetahui aktivitas guru dalam bekerja maka peneliti melengkapi denganpanduan observasi yang meliputi : 1. Silabus, 2.RPP, 3 Buku pengangan, 4. format kisi ? kisites, 5. kesiapan mental yang masing ? masing diberikan skor 1 ? 4.Dari hasil penelitian yang dilaksanakan melalui workshop maka peneliti dapatmenyimpulkan bahwa kemampuan guru SDN 1 Mantangai Tengah Kecamatan MantangaiKabupaten Kapuas Tahun pelajaran 2017/2018 dalam menyusun tes hasil bejar akhirsemseter genap meningkat.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TEMA LINGKUNGAN MATERI MEMAHAMI PERISTIWA PENTING DALAM KELUARGA SECARA KRONOLOGIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING DENGAN MEDIA GAMBAR KELAS II SDN 1 TELUK PALINGET TAHUN PELAJARAN 2016/2017 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.676 KB)

Abstract

Penelitian menggunakan rancangan penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna meningkathasil belajar IPA dengan model Pembelajaran inkuiri menggunakan pada tema DiriLingkungan pada kelas II SD Negeri 1 Teluk Palinget Kecamatan Pulau Petak.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas II (dua) Sekolah DasarNegeri 1 Teluk Palinget Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas yang terdiri dari 21 orangpeserta didik. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes.Penelitian ini menggunakan analisis nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajarindividu dan secara klasikal.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ada Peningkatan Aktivitas Pembelajaran padapembelajaran awal sebelum tindakan adalah 52%, dengan dilakukannya tindakan pembelajaranmodel pembelajaran Menggunakan metode Role Palying pada siklus I meningkat menjadi67%, dan pada siklus II dengan persentase aktivitas pemBelajaran memenuhi standarketuntasan efektifitas belajar mencapai 100%.Ada Peningkatan hasil pembelajaran data awaldiperoleh nilai rata-rata pembelajaran dari 69,33 atau 52% pra tindakan pembelajaran, setelahdilaksanaan pembelajaran dengan metode Menggunakan metode Role Palying meningkatmenjadi 71,62 pada siklus I dengan persentase ketuntasan 67%. Pada Siklus II rata-rata nilaimeningkat menjadi 75,48 dengan ketuntasan 100%.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN HUMANISTIK PADA KELAS V MATA PELAJARAN PKn DI SDN 1 HALIMAUNG JAYA J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.919 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: Pendekatan, Humanistik, hasil belajar.Fakta menunjukan bahwa sampai saat ini masih sering terjadi praktik pendidikan yangmembelenggu kebebesan hakiki manusia. Tidak jarang juga terjadi praktik pendidikan yangmemperlakukan peserta didik tidak lebih sebagai pelayan dengan menempatkan posisi pendidiksebagai tuannya. Peserta didik masih saja menjadi objek. Mereka diposisikan sebagai orang yangtertindas, orang yang tidak tahu apa-apa, orang yang harus dikasihani, oleh karenanya harusdijejali dan disuapi bahkan dilakukan indoktrinasi-indoktrinasi. Pendekatan humanistik adalahpendekatan yang lebih manusiawi, ramah seperti kedekatan orang tua dengan anaknya, penuhkasih sayang. Pelaksanaan pendekatan humanistic adalah berorientasi pada individu danpengembangan diri (self).Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SDN 1 Halimaung Jaya kecamatan SeruyanHilir Timur Kabupaten Seruyan dengan subjek penelitian siswa kelas V berjumlah 25 orang,terdiri dari 10 laki-laki 15 Perempuan, Penelitian ini dilaksanakan pada semester I Tahunpelajaran 2015/2016. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama 3 siklus, dimanasetiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tingkat perubahan yang ingin dicapai. Sebagai acuandari refleksi awal adalah acuan guru selama observasi. Penelitian tindakan kelas dengan prosedura) perencanaan (planning), b) pelaksanaan tindakan (acting), c) observasi (observating), d)refleksi (reflection).Keberanian siswa bertanya dan mengemukakan pendapat, rerata perolehan skor padasiklus pertama 59.75% menjadi 69.44% pada siklus 2 dan 78.56% pada siklus 3. Pada siklus 3mengalami kenaikan 9.12% dari siklus 2.Indicator motivasi dan kegairahan dalam mengikutipelajaran pada siklus pertama 60.20% dan pada siklus kedua 76.65% dan pada siklus ketiga82.56%. Aktivitas siswa yang relevan dengan kegiatan pembelajaran pada siklus 2 dan siklus 3mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus 1. Pada siklus 2 mengalami kenaikan12.38% dibandingkan dengan siklus I. sedangkan pada siklus 3 mengalami kenaikan 9.23 %dibandingkan dengan siklus 2. Aktivitas siswa yang kurang relevan dengan kegiatan diatasmengalami penurunan persiklus yaitu siklus II 9.23 % dibandingkan siklus I dan siklus III10.03 % dibandingkan siklus II. Skor rerata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaranmengalami peningkatan dari siklus pertama, siklus kedua dan peningkatan signifikan pada siklusketiga. Skor rerata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran mengalamipenurunan dari siklus pertama, siklus kedua dan mengalami penurunan yang signifikan padasiklus ketiga. Skor rerata pemahaman siswa tentang materi-materi yang telah disampaikanmengalami peningkatan, demikian juga pada penuntasan belajar siswa mengalami peningkatan.41PENDAHULUANA. Latar BelakangPendidikan merupakan faktor terpenting dalam
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI KERJA GURU MELALUI PERAN PEMBINAAN KEPALA SEKOLAH DI SDN 3 SELAT TENGAH KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.199 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: Prestasi Kerja, Pembinaan Kepala SekolahSeorang kepala sekolah dalam organisasi sangat dibutuhkan dalam membawapada tujuan organisasi yang telah ditetapkan, fungsinya sebagai penanggung jawabsekolah. Pembinaan prestasi kerja guru merupakan hal yang sangat menentukan keberhasilanlembaga pendidikan. oleh karena itu peran kepala sekolah sangat penting untuk membantuguru agar lebih profesional dalam bekerja. Akan tetapi dalam pelaksanaan pembinaan prestasikerja guru masih belum terlihat adanya guru yang berprestasi, guru teladan, kurangnyakedisiliplinan guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga pengajaratau pendidik sehingga belum adanya diperoleh guru yang berprestasi. Hal tersebutkemungkinan juga dipengaruhi oleh kurangnya segi pengawasan, pengelolaan kerja kepalasekolah kurang maksimal dalam menjalankan perannya, masih kurangnya pelaksanaanpengawasan terhadap kerja guru, pembagian tugas guru, dan pengembanggan kualitas kerjaguru.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah, strategi kepalasekolah dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaanprestasi kerja guru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan empat orang guru. Datadikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisisyang digunakan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peran kepala sekolah dalam pembinaan prestasi kerja guru dilaksanakandengan menyesuaikan kondisi maupun keadaan guru agar pretasi kerja dapat tercapai, strategiyang dilaksanakan kepala sekolah dengan memberikan motivasi, pengembangan kreatifitas,mempercepat karir guru dan meningkatkan kesejahteraan guru yang belum terlaksanadengan maksimal karena dipengaruhi oleh pendapatan sekolah yang masih minin, faktorekonomi sosial dan budaya.Faktor penghambat prestasi kerja guru: kurangnya fasilitas yang memadai, gurukurang mendukung dalam kegiatan pembinaan prestasi kerja guru, kurangnya tenaga ahlidalam pembinaan prestasi kerja guru. Faktor pendukung prestasi kerja guru: kepala sekolahsenantiasa memberi arahan maupun dorongan terhadap guru yang memiliki kinerja terbaikdan guru biasa saja, sebagian guru sangat mendukung program pembinaan prestasi yangdirencanakan oleh guru dan kepala sekolah, guru antusias dalam mengikuti pembinaanprestasi kerja guru guna pengembagan kopetensi, pengalaman dan pengetahuan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PESAWAT SEDERHANA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDN 2 KUALA PEMBUANG I TAHUN PELAJARAN 2017/2018 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.237 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci: Hasil Belajar, Materi PesawatProses pendidikan tidak lepas dari pembelajaran, karena pembelajaran merupakansuatu usaha untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi belajar peserta didik. Setiap modelpembelajaran lebih mengarahkan guru dalam mendesain pembelajaran untuk membantupeserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.Proses pembelajaran adalah proses membantu siswa belajar yang ditandai dengan perubahanperilaku, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Seorang guru hanya dapatdikatakan telah melakukan kegiatan pembejaran jika terjadi perubahan perilaku pada diripeserta didik sebagai akibat dari kegiatan tersebut. Ada hubungan fungsional antara perbuatanguru dengan perubahan perilaku peserta didik. Artinya proses pembelajaran tersebutmemberikan dampak kepada perkembangan peserta didik
UPAYA MENINGKATKAAN HASIL BELAJAR IPS MATERI PENINGGALAN SEJARAH BERSKALA NASIONAL DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN RESITASI (PENUGASAN) PADA PESERTA DIDIK KELAS V SDN 1 TABORE KECAMATAN MANTANGAI TAHUN PELAJARAN 2018/2019 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.561 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci : Kemampuan, Belajar IPS, Metode ResitasiPenelitian menggunakan rancangan penelitian Tindakan Kelas (PTK) gunameningkat hasil belajar IPS. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukanselama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telahdilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pembelajaran dengan metode belajar aktifmetode Resitasi (Penugasan) pada materi Peninggalan Sejarah berskala nasionalpelajaran memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik yangditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus, yaitusiklus I (62,96%), siklus II (77,78%), siklus III (88,89%). Penerapan metode belajaraktif metode Resitasi (Penugasan) pada materi Peninggalan Sejarah berskala nasionalpelajaran mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajarpeserta didik yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban peserta didik yang menyatakanbahwa peserta didik tertarik dan berminat dengan metode belajar aktif metode Resitasi(Penugasan) pada materi Peninggalan Sejarah berskala nasional pelajaran sehinggamereka menjadi termotivasi untuk belajar Penerapan metode belajar aktif metodeResitasi (Penugasan) pada materi Peninggalan Sejarah berskala nasional pelajaranefektif untuk mengingatkan kembali materi Peninggalan Sejarah berskala nasional ajaryang telah diterima peserta didik selama ini, sehingga mereka merasa siap untukmenghadapi ujian kenaikan kelas yang segera akan dilaksanakan.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING PADA KELAS VI SDN 2 KUALA PEMBUANG I J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.253 KB)

Abstract

PENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahDalam kehidupan ini, kita senantiasa berhadapan dengan berbagai masalahdan pilihan sehingga dituntut untuk mampu berpikir secara kritis dan kreatif dalammenyelesaikan suatu masalah. Itulah sebabnya mengapa siswa perlu dibiasakanuntuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. IPS sebagai salah satumata pelajaran yang dipelajari di sekolah sangat penting dalam rangkapembentukan manusia yang kreatif, kritis dan inovatif, serta menghargai nilai-nilaiperjuangan bangsa yang sasarannya lebih ditekankan pada pembentukanpemahaman, kesadaran dan wawasan para siswa sebagai bekal kehidupan di masamendatang.Melalui penerapan Metode Problem Solving dalam pembelajaran IPS, siswadiharapkan dapat terlibat secara langsung dalam mencari dan menemukan masalahserta memiliki kemampuan yang optimal dalam memecahkan masalah-masalahyang ada.Dalam kehidupan ini, kita senantiasa berhadapan dengan berbagai masalahdan pilihan sehingga dituntut untuk mampu berpikir kritis dan kreatif. Itulahsebabnya mengapa siswa perlu dibiasakan untuk mengembangkan kemampuantersebut, sehingga nantinya memudahkan siswa dalam memikirkan dan mencarijalan keluar bagi masalah tersebut sebagai suatu proses penyelesaian akan suatumasalah.Kebanyakan kegiatan pembelajaran geografi dibangku sekolah dalam hal inikelas VI SDN 2 Kuala Pembuang I dirasakan siswa sebagai pelajaran yang sangatmembosankan dimana pelajaran geografi hanyalah pelajaran yang menceritakankejadian-kejadian yang tidak akan terjadi lagi yang biasanya menerangkan suatutempat/ruang, waktu/tahun dan nama-nama tokoh/pelaku yang harus diingat dandihafal oleh siswa Selain itu materi dalam pelajaran sejarah juga menerangkantentang sejarah perkembangan bangsa Indonesia yang berisikan banyak konsep -konsep, tahun penemuan, tempat penemuan, pola hidup, hasil-hasilkebudayaannya, membuat peta persebarannya dan mendeskripsikan perkembangankehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu. Bahkan ada sebagian siswa yangmenganggap bahwa pelajaran IPS hanya pelajaran tambahan yang tidak disertakandalam Ujian Sekolah (US).Berawal dari kondisi tersebut penelitian ini dilakukan, selain untukmemperbaiki pola pembelajaran, juga diharapkan siswa dapat terlibat secara aktifdan interaktif dalam proses pembelajaran geografi. Dengan demikian gurudiharapkan memiliki kemampuan dalam memilih, menentukan, dan menggunakanmetode pembelajaran yang mampu menciptakan situasi yang kondusif, sehinggasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran IPS. Dalam hal ini gurumemiliki peranan penting dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa dalambelajar.Dengan demikian seorang guru diharapkan memiliki kemampuan untukmenggunakan berbagai strategi dan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran 115geografi sehingga peranan guru dapat lebih maksimal dalam mencapai tujuanpendidikan.Berdasarkan latar belakang di atas peneliti berkeinginan untuk menerapkanmetode problem solving dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritissiswa pada pembelajaran geografi.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA GURU DI SD NEGERI JEJANGKIT TIMUR TAHUN PELAJARAN 2016/2017 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11 No 1 (2019): Journal Pendidikan IPS Vol, 11 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.411 KB)

Abstract

Kata Kunci : Komunikasi InterpersonalKonsep kualitas tak dapat dilepaskan dari manajemen mutu, sebab kualitas bukanbarang tambang yang sudah jadi, melainkan sebuah proses dinmisyang baru dapat dicapaisetelah diusahakan dari waktu kewaktu. Diprogram dengan baik, melibatkan semua orangdengan komitmen yang tinggi. Baru dapat dicapai dalam kurun waktu yang relative lama,dengan mengerahkan segenap kemampuan yang dimiliki. Kualitas bukan sesuatu yang dapatdicapai dengan mudah, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan secarasimultan oleh semua orang dalam semua tingkatan organisasi, pada setiap waktu. Jadi, dapatdisimpulkan bahwa kualitas pekerjaan seorang guru tidak hanya dilihat pada saat ia mengajardi dalam kelas, tapi merupakan suatu keseluruhan tugas yang dapat meningkatkan mutusekolah.Dalam penerapan mplementasi Komunikasi Interpersonal pada guru ini, didapatipengaruh yang positif terhadap terciptanya produktifitas kerja guru dalam kegiatan belajarmengajar, Hal ini ditandai dengan adanya kenaikan signifikan pada tiap siklusnya, siklus Isebesar 65% dan siklus II sebesar 80%. Hal ini menunjukkan keberhasilan program rewardguru terhadap motivasi dalam mengajar guru.
UPAYA MENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI PENYELENGGARAAN BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK) DI GUGUS INTI UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10 No 02 (2018): Jurnal Pendidikan IPS volume 10 Nomor 02, Desember, Tahun 2018
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.911 KB)

Abstract

Kata Kunci: Profesionalisme Guru, Kegiatan Belajar Mengajar dan BimtekDalam suatu proses pembelajaran, terjadi proses interaksi antara guru dan siswa. Disinilah sangat diperlukan kedisiplinan baik oleh guru maupun siswa. Terciptanya situasiyang disiplin dapat menimbulkan jalannya pelajaran, yang berpengaruh terhadappencapaian tujuan. Demikian pula bagi guru disiplin mengajar harus ditingkatkan agarsecara efektif dapat dicapai suatu etos kerja yang semaksimal mungkin dalam rangkameningkatkan mutu pengajaran di kelas. Kenyataan menunjukkan bahwa dalam suatukehidupan, orang-orang yang berhasil dalam hidupnya kebanyakan dilandasi olehdisiplin diri yang sangat tinggi. Pendidikan sekolah dasar merupakan salah satu bentukpenyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arahpertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan(daya fikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap danperilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahapperkembangan yang dilalui oleh anak usia dini (Depdiknas, 2004). Sekolah memiliki tugasdan tanggung jawab yang cukup besar dalam mempersiapkan peserta didik yangberkualitas. Sehubungan dengan hal tersebut kepala sekolah memiliki volume kerja yangsangat besar hal ini sesuai dengan pernyataan Supriadi (Mulyasa, 2003:24) menyatakanbahwa: Erat hubungannya antara mutu kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupansekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurunnya perilaku nakalpeserta didik. Dengan demikan sangat jelas apabila ingin meningkatkan kualitas pesertadidik semenjak dini maka salah satunya ditentukan oleh kinerja menejerial administrasisekolah yakni kepala sekolah.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui tentang penyelenggaraanBimbingan Teknis sebagai upaya peningkatan profesionalme guru dalam kegiatan belajarmengajar. (2) Untuk mengetahui peranan Bimtek sebagai upaya peningkatan prfesionalismeguru dalam kegiatan belajar mengajar. (3) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yangsignifikan tentang profesinalisme guru kegiatan belajar mengajar terkait denganpenyelenggaraan Bimbingan Teknis di Gugus Inti sekolah binaan Kecamatan SelatKabupaten Kapuas Tahun Pelajaran 2017/2018.Dari Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa bimbingan teknis merupakan suatubentuk kegiatan yang merupakan bagian pengembangan staf dalam usaha meningkatkankemampuan profesional personel sekolah terutama guru dengan cara mengubah sikap,meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan. Bimbingan Teknis mempunyai perananpenting bagi upaya peningkatan profesional guru dalam kegiatan belajar mengajar, sebab Sebab menjadikan guru lebih maju, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebihmodern.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI GAYA DAPAT MENGUBAH GERAK DAN/ATAU BENTUK SUATU BENDA DENGAN METODE PRAKTIK PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 2 SUNGEI HANYO TAHUN PELAJARAN 2016/2017 J-ips, admin
Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10 No 02 (2018): Jurnal Pendidikan IPS volume 10 Nomor 02, Desember, Tahun 2018
Publisher : Pengelola Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (J-IPS), Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.27 KB)

Abstract

ABSTRAKKata Kunci : Hasil Belajar, IPS, PraktikPenelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dalampembelajaran IPA materi Memahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatubenda di kelas (2) Untuk mengetahui persentase ketuntasan hasil pembelajaran IPA materiMemahami gaya dapat mengubah gerak dan/atau bentuk suatu benda SDN 2 Sungei HanyoTahun Pelajaran 2016/2017. Pembelajaran Praktik adalah sebagai suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atauketerampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah di pelajari. Teknik mengajar ini biasanyadigunakan untuk tujuan agar siswa memiliki kerampilan motorik/gerak, mengembangkankecakapan intelek dan memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaandengan hal lain.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SDN 2 SungeiHanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas yang terdiri dari 24 orang pesertadidik. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Penelitianini menggunakan analisis nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar individu dansecara klasikal.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ada peningkatan aktivitas pembelajaran padapembelajaran awal sebelum tindakan adalah 42%, dengan ketuntasan hasil belajar 33% dannilai rata-rata 67,63. Dengan dilakukannya tindakan pembelajaran metode Praktik padasiklus I aktivitas meningkat menjadi 67% ketuntasan hasil belajar 67% dan nilai rata-rata70,58, dan pada siklus II dengan persentase aktivitas pembelajaran memenuhi standarketuntasan efektifitas belajar mencapai 100% dengan nilai rata-rata 75,5. Ada Peningkatanhasil pembelajaran siklus I diperoleh nilai rata-rata pembelajaran dari 67,83 pra tindakanpembelajaran, setelah dilaksanaan pembelajaran dengan metode praktik meningkat menjadi70,58 pada siklus I dengan persentase ketuntasan 67%. Pada Siklus II rata-rata nilaimeningkat menjadi 75,50 dengan ketuntasan 100%. Direkomendasikan Bagi guru agar bisamelakukan pembelajaran yang inovatif guna mengatasi masalah pembelajaran dan dapatdigunakan sebagai referensi teknik pembelajaran model praktik karena hasil pembelajaranyang baik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Page 1 of 10 | Total Record : 93