cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 50 Documents
EATING DISORDERS PADA SISWA SMA DI KOTA GORONTALO Tumenggung, Imran; TAlibo, Sofyawati D.
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 1 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.374 KB)

Abstract

ABSTRACT Special report and research on eating disorders (EDs) and its determinant are not very much exist. There are three eating disorders categories namely anorexia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN) and binge eating disorder (BED) that give further impact namely several health disorders problem. Objective it aims to investigate prevalence of EDs and its determinant at students of SMA in Gorontalo City. Research design it is quantitative research with analytical survey method and it applies cross sectional study. Research samples are 350 students of SMA in Gorontalo City. Research hypothesis is Ha: there is influence of knowledge on nutrition, mass media, body image and self confidence on EDs. Ho: there is no influence of knowledge on nutrition, mass media, body image and self confidence on Eds. Finding univariate analysis shows that mostly students of SMA in Gorontalo City have high nutrition knowledge (59,14%), it is not influenced by mass media (73,14%), body image is good (67,42%) and level of self confidence is high (70,57%). Prevalence of EDs is 9,1%. Bivariate analysis shows that knowledge on nutrition has p value for 0,32, p value of mass media for 0,00, p value of body image for 0,00 and p value of body image for 0,00. Conclusion knowledge on nutrition does not correlate with eating disorders at students of SMA in Gorontalo City. Then, mass media, body image and self confidence are correlated with eating disorders incident at students of SMA in Gorontalo City. Keywords: Eating Disorders, Students of SMA ABSTRAK Laporan kasus dan penelitian mengenai kejadian eating disorders (EDs) dan determinannya belum banyak dilakukan. Tiga kategori eating disorders yaitu anoreksia nervosa (AN), bulimia nervosa (BN), dan binge eating disorder (BED) memberikan dampak yang lebih lanjut yaitu berbagai masalah gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi EDs dan determinannya pada siswa SMA di kota Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei analitik, menggunakan rancangan studi potong lintang. Sampel penelitian adalah siswa SMA di kota Gorontalo sebanyak 350 orang. Analisis data dilakukan dengan cara analisis univariat dan analisis bivariat. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA di kota Gorontalo memiliki pengetahuan gizi yang tinggi (59,14%), tidak dipengaruhi media massa (73,14%), citra tubuh yang baik (67,42%), dan tingkat percaya diri yang tinggi (70,57%). Prevalensi EDs sebanyak 9,1%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan gizi tidak berhubungan dengan kejadian eating disorders pada siswa SMA di kota Gorontalo. Pengaruh media massa, citra tubuh, dan percaya diri berhubungan dengan kejadian eating disorders pada siswa SMA di kota Gorontalo. Kata Kunci: Eating Disorders, Siswa SMA
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK 6-24 BULAN DI DESA ULAPATO A KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATEN GORONTALO Misnati, Misnati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 2 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.391 KB)

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan pada bayi atau anak yang berumur 6 ? 24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizinya (Depkes, 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan di Desa Ulapato A. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan cross-sectionalstudy. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Ulapato A Kecamatan Telaga Biru. Kabupaten Gorontalo pada bulan Oktober tahun 2015. Populasi adalah seluruh anak balita yang berumur 6-24 Bulan Di Desa Ulapato A Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo berjumlah 52 orang. Semua populasi dijadikan subyek penelitian . Analisis yang digunakan ialah univariat dan bivariat uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian MP-ASI Pada anak 6-24 bulan di Desa Ulapato A kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo sebagian besar baik yaitu sebesar 55,8%, tingkat pendidikan ibu sebagian besar SD yaitu sebesar 73,1%, sedangkan tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI persentasenya tidak berbeda jauh antara yang baik dan tidak baik yaitu sebesar 48,1% dan 51,9%. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemberian MP-ASI (p = 0.420), terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI (p = 0,005). Kesimpulan: tidak ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan. Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian MP-ASI pada anak 6-24 bulan.
FOOD DEMOCRACY Labatjo, Rahma
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.367 KB)

Abstract

ABSTRACT Democracy values in context of food systems reflect the equality in food choices, information availability, sustainability, involvement and greater satisfaction. In fact, development of food industry tends to lead people away from the truth concept of democracy. Farmers hardly play in food supply chain since their roles have been replaced by sophisticated food manufacturers. Their essential roles in food system have been overtaken by other actors which belong to industrialised food system such as large supermarket and food retailers. This means that equality as the truth concept of democracy has been limited. This essay describes the comparison between two major food supply sites namely large supermarket and farmers market. This essay examines the concepts of ?food? and ?democracy? in both sites, and provides further exploration of how the implementation of ?food democracy? in both sites. Keywords:Food, Democracy, Market ABSTRAK Nilai demokrasi dalam konteks sistem pangan mencerminkan kesetaraan dalam pilihan makanan, ketersediaan informasi, keberlanjutan, keterlibatan dan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Pada kenyataannya, perkembangan industri makanan cenderung membuat orang menjauh dari konsep demokrasi. Petani hampir tidak berperan dalam rantai pasokan makanan karena peran mereka telah digantikan oleh produsen makanan yang canggih. Peran penting mereka dalam sistem pangan telah digantikan oleh sektor lain yang tergabung dalam sistem pangan industri seperti supermarket besar dan pengecer makanan. Ini berarti bahwa persamaan hak sebagai konsep demokrasi telah dibatasi. Esai ini menggambarkan perbandingan antara dua lokasi penyediaan makanan utama yaitu supermarket besar dan pasar petani. Esai ini mengkaji konsep 'makanan' dan 'demokrasi' di kedua lokasi tersebut, dan memberikan eksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana penerapan 'demokrasi pangan' di kedua lokasi tersebut. Kata kunci: Makanan, Demokrasi, Pasar
PENGELUARAN ROKOK DALAM RUMAH TANGGA KELUARGA BALITA BERSTATUS GIZI PENDEK DAN NORMAL DI DESA TABUMELA KECAMATAN TILANGO KABUPATEN GORONTALO Goi, Misrawatie
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.785 KB)

Abstract

Status gizi pendek dan sangat pendek yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif dan perkembangan motorik yang rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang. Perilaku perokok kepala rumah tangga berhubungan secara bermakna dengan keadaan gangguan gizi pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek dan normal. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan potong lintang untuk mengukur pengeluaran rokok rumah tangga dan status gizi balita. Sampel sebanyak 116 balita di Desa Tabumela Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo. Analisis data menggunakan uji t dua sampel bebas untuk melihat perbedaan pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada balita berstatus gizi pendek dan normal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengeluaran rokok per hari pada keluarga balita berstatus gizi normal dan berstatus gizi pendek. Pengeluaran rokok pada keluarga balita berstatus gizi pendek lebih tinggi dibanding balita berstatus gizi normal. Rekomendasi yang diberikan yaitu kepada keluarga yang memiliki balita hendaknya memprioritaskan belanja keluarga pada bahan makanan bergizi dibandingkan untuk membeli rokok atau hendaklah berhenti mengonsumsi rokok. Rekomendasi lainnya hendaknya petugas kesehatan lebih intensif mengkampanyekan program hidup sehat tanpa asap rokok.
FAKTOR RESIKO POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN ANAK BALITA KURANG ENERGI PROTEIN DI DESA PENTADIO BARAT KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATN GORONTALO Salman, Salman
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 2 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR RESIKO POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN ANAK BALITA KURANG ENERGI PROTEIN DI DESA PENTADIO BARAT KECAMATAN TELAGA BIRU KABUPATN GORONTALO
HUBUNGAN KEAKTIFIFAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI DESA PENTADIO BARAT KECAMATAN TELEGA BIRU KAB. GORONTALO Arbie, Fitri Yani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 2, No 1 (2016): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN KEAKTIFIFAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI DESA PENTADIO BARAT KECAMATAN TELEGA BIRU KAB. GORONTALO
TINJAUAN POLA ASUH IBU DAN STUNTING PADA ANAK UMUR 12-36 BULAN DI DESA TOLUTU KECAMATAN TOMINI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Hadi, Novian Swasono; Sapii, Prahmanawati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 4, No 2 (2018): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.783 KB)

Abstract

ABSTRACT According to the Basic Health Research in Indonesia in 2013, national prevalence of stunting in 2013 was 37.2 percent (18.0 percent severely stunting and 19.2 percent stunting) which meant an increase compared to 2010 (35.6%) and 2007 (36.8%). In 2013, the prevalence of severely stunting showed a decline, from 18.8 percent in 2007 and 18.5 percent in 2010. Meanwhile, the stunting prevalence increased from 18.0 percent in 2007 to 19.2 percent in 2013 (Ministry of Health, 2013). Research objectives: To find out the description of mother and stunting parenting children aged 12-36 months in Tolutu Village, Tomini District, South BolaangMongondow Regency. The study design used a descriptive observational study design. This approach is intended to describe parenting and stunting. The results showed that a number of 12 children (80%) did not exclusive breastfed, 7 children (46.6%) consumed mostlyrice, fish and vegetables,8 children (53.3%) had eating frequency 1-3 times per day plus snacks, and 8 children (53.3%) consumed ½ portion size. The results showed eight children (53.5%) were in the non-stunting category and 7 children (46.6%) in the stunting category. Keywords: Parenting, Stunting ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar di Indonesia tahun 2013 menunjukkan prevalensi pendek secara nasional tahun 2013 adalah 37,2 persen, yang berarti terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Prevalensi pendek sebesar 37,2 persen terdiri dari 18,0 persen sangat pendek dan 19,2 persen pendek. Pada tahun 2013 prevalensi sangat pendek menunjukkan penurunan, dari 18,8 persen tahun 2007 dan 18,5 persen tahun 2010. Prevalensi pendek meningkat dari 18,0 persen pada tahun 2007 menjadi 19,2 persen pada tahun 2013 (Kemenkes, 2013).Tujuan penelitianMengetahui gambaran tentang pola asuh ibu dan stunting anak usia 12-36 bulan di Desa Tolutu Kecamatan Tomini Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.Desain penelitianmenggunakan desain studi observational deskriptif dengan melakukan pendekatan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menggambarkan pola asuh dan stunting.Hasildidapatkan bahwa sejumlah 12 anak (80%) tidak berikan ASI Ekslusif, jenis makanan yang dikonsumsi sebagian besar mengkonsumsi nasi, ikan dan sayur yakni sebanyak 7 anak (46.6%), frekuensi makan anak sebagian besar 1 ? 3 kali ditambah selingan yakni sebanyak 8 anak (53.3%) dan jumlah makanan yang dikonsumsi anak dalam sehari sebagian besar mengkonsumsi ½ piring yakni sebanyak 8 anak (53.3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bahwa terdapat 8 balita (53.5%) dalam kategori tidak stunting dan 7 balita (46.6%) dalam kategori stunting. Kata Kunci : Pola Asuh, Stunting
UJI TINGKAT KESUKAAN YOGHURT JAGUNG MANIS DENGAN PENAMBAHAN BUAH NAGA Yasin, Yade Kurnia; Liputo, Sitti Aisah; Dukalang, Nirmala H.
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 2 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.582 KB)

Abstract

ABSTRACT Yogurt is a food product of fermented milk in the form of a thick liquid until semi-solid with a specific sour taste. Yoghurt in the market today is yoghurt generally made of animal milk. Along with the development of food technology, vegetable milk is introduced as an alternative ingredient of yoghurt whose nutritional value is as great as animal milk. This study aims to determine the acceptance of sweet corn yoghurt favoured by dragon fruit with three treatments namely Y1 Y2 and Y3, including colour, aroma, texture and taste. The research method is experimental research with three treatments that are Y1, Y2, and Y3 by using organoleptic test. The results showed that the average panelist prefer Y3 with the addition of dragon fruit 25%, compared with yoghurt Y1 ie without the dragon fruit and Y2 with the addition of dragon fruit 15%. The conclusion of this research is the favourite level of sweet corn yogurt with the addition of dragon fruit has an average score between 2.84 and 3.28. Where the highest level of satisfaction is Y3 with the addition of 25% dragon fruit. Keyword :yogurt, favourite level ABSTRAK Yoghurt merupakan produk makanan hasil fermentasi susu yang berupa cairan kental hingga semi padat dengan cita rasa asam yang spesifik. Yoghurt yang beredar dipasaran saat ini adalah yoghurt yang umumnya terbuat dari susu hewani. Seiring dengan perkembangan teknologi pangan, susu nabati mulai diperkenalkan sebagai bahan alternatif pembuatan yoghurt yang nilai gizinya tidak kalah dibandingkan dengan yoghurt susu hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji tingkat kesukaan yoghurt jagung manis dengan penambahan buah naga dengan tiga perlakuan yaitu Y1 Y2 dan Y3, meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu Y1, Y2, dan Y3 dengan menggunakan uji organoleptik tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata panelis lebih menyukai perlakuan Y3 dengan penambahan buah naga 25%, dibandingkan dengan yoghurt perlakuan Y1 yaitu tanpa penambahan buah naga dan Y2 yaitu dengan penambahan buah naga 15%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tingkat kesukaan yoghurt jagung manis dengan penambahan buah naga memiliki nila rata-rata skor antara 2,84 ? 3,28. Dimana tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada perlakuan Y3 dengan penambahan 25% buah naga. Kata Kunci: yoghurt, tingkat kesukaan
PENATALAKSANAAN DIET DAN PERKEMBANGAN STATUS GIZI BALITA GIZI BURUK DI TFC (Therapeutic Feeding Center) PUSKESMAS TELAGA KABUPATEN GORONTALO TAHUN 2011 – 2013 Tumenggung, Imran
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 1, No 1 (2015): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.299 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi kurang dan gizi buruk adalah dengan menjadikan tatalaksana gizi buruk sebagai upaya menangani setiap kasus yang ditemukan. Penanganan kasus balita gizi buruk harus dilakukan dengan serius. Pusat Pemulihan Gizi atau TFC (therapeutic feeding center) merupakan sarana tempat pelayanan/ penanganan balita gizi buruk yang bertujuan untuk pemulihan dan peningkatan status gizi balita secara intensif dan terintegrasi antara pelayanan medis, nutrisi, dan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penatalaksanaan diet dan perkembangan status gizi balita gizi buruk yang dirawat di TFC Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo tahun 2011-2013. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Besar sampel 33 balita sesuai kriteria inklusi. Data diperoleh dari status pasien dan wawancara dengan petugas gizi di TFC. Hasil penelitian diperoleh bahwa penatalaksanaan diet balita gizi buruk yang dirawat inap di TFC telah dilaksanakan berdasarkan pedoman dan disesuaikan syarat dan prinsip diet pada fase-fase stabilisasi, transisi dan rehabilitasi. Sebagian besar balita yang dirawat mengalami peningkatan berat badan tetapi tidak mengalami peningkatan status gizi karena adanya penyakit penyerta, lamanya hari rawat yang singkat dan perawatan yang tidak tuntas akibat pulang paksa. Saran untuk pengelola TFC dan petugas gizi Puskesmas untuk mengintensifkan penyuluhan dan konseling kesehatan dan gizi bagi pihak keluarga khususnya orang tua balita gizi kurang dan gizi buruk. Kata kunci : penatalaksanaan diet, status gizi, balita gizi buruk.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 13 KABILA KECAMATAN KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Anasiru, M. Anas; Misnati, Misnati; Puspawati, Ni Nengah
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 3, No 1 (2017): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.154 KB)

Abstract

ABSTRACT Learning achievement is the mastery of knowledge or skills developed through the subjects, embodied in the form of values or numbers. Learning achievement that is displayed with the scores or numbers created by teachers based on assessment guidelines on each student is different, based on the level of mastery of the competencies that have been set. The problem studied is whether breakfast has an influence on student achievement in school. This study aims to determine the relationship between Breakfast Habits and Student Achievement in State Elementary School Number 13 Kabila District of Kabila Bone Bolango Regency. The research method is analytic survey with cross-sectional survey design. The population is 102 students enrolled in SDN 13 Kabila.Samples are taken from class III, IV and V, using simple random sampling. Independent variable is breakfast habit and the dependent variable is student achievement in school. Data collection is done by using questionnaire.Data analysis method is "Chi-Square (X2)." The result of statistic test obtained by the researcher found that X2 count was bigger than X2 table (10,935> 9,488). Where Ha is accepted and Ho is rejected. Conclusion: there is Relationship between Breakfast Habit and Student Achievement at State Elementary School 13 Kabila Sub District Kabila of Bone Bolango Regency. Keywords: Breakfast Habit, Learning Achievement, Student ABSTRAK Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, diwujudkan dalam bentuk nilai atau angka. Prestasi belajar yang ditampilkan dengan nilai atau angka dibuat guru berdasarkan pedoman penilaian pada masing-masing siswa berbeda, berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi yang telah ditetapkan. Permasalahan yang dikaji adalah apakah sarapan memiliki pengaruh dengan prestasi belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kebiasaan Sarapan Dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 13 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan survei analitik dengan rancangan survey cross sectional. Populasi sebanyak 102 siswa yang terdaftar di SDN 13 Kabila sampel yang diambil dari kelas III, IV dan V, menggunakan simple random sampling. Variabel bebas yaitu kebiasaan sarapan dan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa di sekolah Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan ? Chi Square (X2).? Hasil uji statistik yang diperoleh peneliti didapatkan bahwa X2 hitung ternyata lebih besar dari X2 tabel ( 10,935 > 9,488). Dimana Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat Hubungan Kebiasaan Sarapan dengan Prestasi Belajar Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 13 Kabila Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango Kata Kunci: Kebiasaan Sarapan, Prestasi Belajar, Siswa