cover
Contact Name
Dewi Rulia Br Sitepu
Contact Email
serunaibudidaya@gmail.com
Phone
+6281370463131
Journal Mail Official
serunaibudidaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gaharu No. 147 Kel. Jati Makmur, Kec. Binjai Utara
Location
Kota binjai,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan
ISSN : 25416324     EISSN : 26209209     DOI : 10.37755
Core Subject : Education,
Jurnal serunai Administrasi Pendidikan merupakan media informasi yang diterbitkan secara berkala 6 Bulan sekali sebagai sarana publikasi bagi Dosen-dosen prodi Administrasi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
PENGARUH SUPERVISI TERHADAP KINERJA GURU Damanik, Rabukit
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SERUNAI ADMINISTRASI PENDIDIKAN (Februari 2019)
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.365 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh supervisi terhadap kinerja guru. Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian expost facto dengan teknik Analisis Jalur. Sampel penelitian ini adalah guru SMA Negeri Se-Kabupaten Deli Serdang sebanyak 88 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah kuesioner skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pengaruh supervisi terhadap kinerja guru sebesar 0,324 = 32,4%, hal ini terlihat pada nilai Sig. 0,00 (0,00 < 0,05.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI DAN PERKEMBANGANNYA DI KELAS X IPS-2 SMA NEGERI 5 BINJAI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 -, Suryati Suryati
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.139 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kegiatan belajar mengajar guru dan siswa pada Penerapan metode pembelajaran problem solving  terhadap hasil belajar siswa pada materi sejarah pembentukan bumi dan perkembangannya di kelas X IPS-2 SMA Negeri 5 Binjai tahun  pelajaran 2016/2017, (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah diterapkan Penerapan metode pembelajaran problem solving  terhadap hasil belajar siswa pada materi sejarah pembentukan bumi dan perkembangannya di kelas X IPS-2 SMA Negeri 5 Binjai tahun  pelajaran 2016/2017, (3) Mendeskripsikan respon siswa terhadap Penerapan metode pembelajaran problem solving  terhadap hasil belajar siswa pada materi sejarah pembentukan bumi dan perkembangannya di kelas X IPS-2 SMA Negeri 5 Binjai tahun  pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian dengan menggunakan proses pengkajian melalui system berdaur (siklus) dari berbagai kegiatan pembelajaran. Siklus yang dimaksud melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Untuk penelitian ini direncanakan sampai 2 siklus. Dilihat dari hasil observasi proses pembelajaran yang mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 2,28 (kategori baik) pada siklus I menjadi 3,58 (kategori sangat baik) pada siklus II. Peningkatan keaktifan siswa juga terjadi dalam pembelajaran Problem Solving, pada siklus I nilai rata-rata 2,19 (kategori baik) meningkat menjadi 3,56 (kategori sangat baik) pada siklus II.
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KIRKPATRICK Damanik, Rabukit
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SERUNAI ADMINISTRASI PENDIDIKAN (2019)
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.479 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) makin tinggi penguasaan kompetensi pedagogik guru maka makin tinggi pula tingkat penguasaan reaksi siswa, belajar siswa, perilaku siswa, dan hasilnya; (2) makin tinggi penguasaan kompetensi profesional guru maka makin tinggi pula tingkat penguasaan reaksi siswa, belajar siswa, perilaku siswa, dan hasilnya. (3) makin tinggi penguasaan kompetensi pedagogik guru  dan professional guru secara bersama-sama maka makin tinggi pula tingkat penguasaan reaksi siswa, belajar siswa, perilaku siswa, dan hasilnya. Metode penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan desain penelitian expost facto.  Tujuan penelitian evaluasi adalah untuk mengukur efek program, yang dimaksudkan untuk memperbaiki program atau mengembangkan program yang akan datang, sebagai pranata untuk membuat keputusan yang akan datang tentang program tersebut. Populasi penelitian ini adalah guru dan siswa SMA Sub Rayon 3 Kota Medan, sebanyak 258 orang siswa dan 14 orang guru pada mata pelajaran matematika. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah kuesioner skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) makin tinggi penguasaan kompetensi pedagogic guru maka makin tinggi pula tingkat penguasaan reaksi siswa, belajar siswa, perilaku siswa, dan hasilnya; (2) bila ubahan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dikendalikan maka tingkat penguasaan reaksi dan perilaku yang signifikan sedangkan belajar dan hasil tidak signifikan; dan (3) ubahan kanonis bebas (kompetensi pedagogic dan kompetensi professional berpengaruh terhadap reaksi (dengan muatan kanonis 0,99), terhadap belajar (dengan muatan kanonis 0,09), terhadap perilaku (dengan muatan kanonis 0,59), dan terhadap hasil (dengan muatan kanonis 0,19).
KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH Sanjani, Maulana Akbar
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.8 KB)

Abstract

Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala Sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan lainnya, pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana juga sebagai supervisor pada sekolah yang dipimpinnya. Jika dilihat dari syarat guru untuk menjadi Kepala Sekolah, Kepala Sekolah bisa dikatakan sebagai jenjang karier dari jabatan fungsional guru. Apabila seorang guru memiliki kompetensi sebagai Kepala Sekolah dan telah memenuhi persyaratan atau tes tertentu maka guru tersebut dapat memperoleh jabatan Kepala Sekolah. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Gaya kepemimpinan demokratis ditandai dengan pola perilaku tugas tinggi dan pola perilaku tenggang rasa tinggi. Kepala sekolah yang melakukan gaya kepemimpinan demokratis besar sekali perhatiannya, baik dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru maupun pegawai. Berbeda dengan gaya kepemimpinan partisipatif yang lebih banyak mempercayakan kepada guru dan pegawai untuk mengorganisir pekerjaannya masing-masing. Dalam gaya kepemimpinan demokratis, kepala sekolah berperan aktif dalam menentukan tugas dan tanggung jawab masing-masing guru, dan tetap melakukan pengawasan dalam proporsi yang memadai.
PENANGANAN MANAJEMEN DI INDONESIA D, Hamidah
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SERUNAI ADMINISTRASI PENDIDIKAN (Februari 2019)
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.65 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih terus berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negaranya. Kualitas pendidikan di Indonesia menjadi salah satu hal yang patut untuk mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lain disebabkan karena kualitas pendidikan di Indonesia turut mempengaruhi kemajuan bangsa Indonesia itu sendiri. Salah satu faktor pendukung yang dapat mempengaruhi daya saing masyarakat Indonesia adalah kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain, kualitas pendidikan di Indonesia akan menjadi cerminan dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh negara Indonesia. Namun, kita tidak dapat memungkiri jika kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh di bawah rata-rata kualitas pendidikan di negara-negara berkembang lainnya. Perbaikan pada manajemen pendidikan di sekolah dirasa mampu untuk membantu mengatasi permasalahan mutu pendidikan di Indonesia. Dengan adanya manajemen pendidikan maka akan ada suatu sistem yang mampu melibatkan berbagai aspek dalam pendidikan itu sendiri sehingga mampu mencapai tujuan dengan efektif dan efisien. Bidang-bidang garapan manajemen sekolah harus saling berkaitan dalam menjalankan tugasnya agar manajemen pendidikan di sekolah bisa terlaksana dengan baik. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dari bidangbidang garap manajemen sekolah tersebut, tentunya ada tantangan manajemen sekolah yang harus dihadapi para penyelenggara pendidikan.
PENGARUH LAYANAN ORIENTASI TERHADAP PENGEMBANGAN DIRI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SALAPIAN TANJUNG LANGKAT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Wahyudi, M Dian
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.176 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan layanan orientasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salapian Tanjung Langkat Tahun Pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salapian Tanjung Langkat dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan layanan orientasi terhadap pengembangan diri siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Salapian Tanjung Langkat adalah dengan melakukan kegiatan layanan orientasi terhadap pengembangan diri siswa adalah berkaitan dengan pendidikan, kegiatan belajar dan ekstrakulikuler. Pentingnya berbagai dukungan sebagai faktor bagi berkembngnya kreativitas agar potensi kreatif individu dapat diwujudkan, diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong dari luar yang didasari oleh potensi dari dalam individu itu sendiri. Kreativitas itu bukan semata-mata merupakan hasil dari hubungan interaktif dan dialektis antara kreatif individu dengan proses belajar dan pengalaman dari lingkungannya. Terdapat hubungan layanan orientasi terhadap pengembangan diri siswa SMP Negeri 1 Salapian Tanjung Langkat yang memiliki kaitan yang signifikan karena Fhitung > Ftabel (5,556 > 1,680). Dari kategori pelaksanaan layanan orientasi terhadap pengembangan diri dapat diketahui bahwa skor jawaban siswa adalah 71, skor terendah 38, nilai rata-rata skor adalah 54,84, varians adalah 50,23 dan standar deviasi adalah 7,09. Berdasarkan perolehan perhitungan di atas selanjutnya dapat diketahui bahwa nilai rata-rata diketahui bahwa 17 orang atau 34,00% dan sebanyak 16 orang atau 32,00% berada di bawah rata-rata.
PENGARUH PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP PEMAHAMAN KARIR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KWALA BEGUMIT KABUPATEN LANGKAT TAHUN AJARAN 2018/2019 Julkifli, Julkifli; Wahyudi, M. Dian
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SERUNAI ADMINISTRASI PENDIDIKAN (2019)
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.135 KB)

Abstract

Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi, keadaan jiwa yang menyebabkan seseorang bertindak tanpa difikirkan terlebih dahulu, keadaan atau kondisi jiwa yang bersifat batiniah, sifat alami seseorang dalam merespons situasi secara bermoral, cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Karir bagi siswa bukan hal yang mudah untuk ditentukan dan menjadi pilihan yang sesuai dengan kemampuan yang miliki namun haruslah ditentukan. Untuk membentukan hal demikian harus didasarkan pada keputusan siswa itu sendiri yang didasarkan pada pemahaman tentang kemampuan dan minat serta pengenalan karir yang ada di masyarakat. Keberhasilan siswa dalam pemilihan karir yang tepat tidaklah semudah seperti apa yang dibayangkan, agar siswa mempunyai pilihan yang tepat terhadap suatu pilihan karir atau pekerjaan. pendidikan karakter diperuntukkan semua siswa agar siswa mampu mengembangkan karakternya dengan baik dan berlandaskan kebijakan-kebijakan inti yang secara objektif baik bagi individu maupun masyarakat, serta telah dilaksanakan dan dinilai sangat baik. Pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Kwula Begumit setelah dilakukan Penelitian memberikan pengaruh terhadap pemahaman karir siswa  sebesar 88,08% yang tidak berpengaruh sebesar 11,92%.Pemahaman karir siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kwala Begumit Kecamatan  Binjai tergolong sedang dengan persentase 77,61%, berarti pemahaman karir sebesar 22,49% perlu ditingkatkan oleh pihak sekolah dalam hal ini petugas bimbingan dan konselinglah yang dimaksud.  Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara pendidikan karakter terhadap pemahaman karir siswa. Hasil ini di buktikan dengan koefisien korelasi rxy = 0,993 dan telah dikorelasikan dengan rtabel pada taraf signifikansi 5% ternyata rhitung  lebih besar dari rtabel (0,993 > 0,304). Dengan demikian, maka dapat dinyatakan bahwa pendidikan karakter di sekolah dilakukan sesuai dengan ketentuan akan berpengaruh terhadap pemahaman karir siswa.  Sebaliknya, bila pendidikan karakter di sekolah tidak sesuai dengan ketentuan maka pemahaman karir siswa di sekolah tidak berhasil.
KONSEP MANAJEMEN KELAS -, Hamidah D
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.614 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pentingnya manajemen kelas dalam proses pembelajaran. Manajemen kelas dan pengajaran adalah dua kegiatan yang sangat erat hubungannya, namun dapat dan harus dibedakan satu sama lain karena tujuannya berbeda. Kalau pengajaran mencakup semua kegiatan yang secara langsung dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran. Manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang mencakup dan memperhatikan kondisi yan optimal bagi terjadinya pfroses belajar-mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar, yaitu pengaturan kelas dan pengajaran itu sendiri. Kedua hal itu saling tergantung. Keberhasilan pengajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan instruksional, sangat tergantung pada keterampilan manajemen kelas. Kelas yang baik dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak belajar sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. Proses ini bisa berjalan berkat kerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan pendidikan dalam hal ini sekolah. Dalam proses pembelajaran di kelas yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah mengupayakan atau menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik. Dengan kondisi belajar yang baik diharapkan proses belajar mengajar akan berlangsung dengan baik pula. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Maka dari itu penting sekali bagi seorang guru memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik dan untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam kegiatan instruksional kemampuan manajemen kelas merupakan salah satu faktor yang harus dikuasai oleh seorang guru
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DENGAN MUTU PEMBELAJARAN Damanik, Rabukit
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SERUNAI ADMINISTRASI PENDIDIKAN (Februari 2019)
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.659 KB)

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan nasional telah dilakukan dengan perbaikan kurikulum, peningkatan mutu guru, penyediaan sarana prasarana, perbaikan kesejahteraan guru, perbaikan manajemen, pengawasan dan perundang-undangan. Guru yang profesional dan handal akan mengetahui manajemen kelas dengan baik guna mengelola  proses pembelajaran  yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui hubungan kepemimpinan dengan mutu pembelajaran; Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  korelasi. Sampel adalah guru SMA Rayon 3 Medan  yang berjumlah 67 orang. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan mutu pembelajaran. Koefisien Korelasi yang diperoleh adalah 0,604 dengan level signifikansi alpha sebesar 0,05.
PENTINGNYA IKLIM ORGANISASI YANG EFEKTIF DI SEKOLAH M.Pd, Rabukit Damanik
Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan
Publisher : Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.949 KB)

Abstract

Iklim organisasi atau suasana kerja organisasi yang dilihat, dipikir, dan dirasakan oleh para pekerja diharapkan dapat menimbulkan suasana kerja yang kondusif, persuasif dan edukatif. Dalam menciptakan iklim organisasi diperlukan hubungan sosial yang harmonis antara sesama pekerja. Hubungan sosial mencakup komunikasi baik vertikal maupun horizontal, kerjasama antara para pekerja, supervisi, dukungan dari bawahan, dan kejelasan tugas yang diemban oleh masing-masing pekerja. Iklim organisasi merupakan gambaran kolektif yang bersifat umum terhadap suasana kerja organisasi yang membentuk harapan dan perasaan seluruh pegawai sehingga kinerja organisasi meningkat. Iklim sekolah yang positif merupakan suatu kondisi dimana keadaan sekolah dan lingkungannya dalam keadaan yang sangat aman, damai, menyenangkan untuk kegiatan belajar mengajar/proses pembelajaran. Iklim yang positif  ini merupakan iklim sekolah yang terbebas dari kemungkinan kebisingan, keramaian mapun kejahatan. Semuanya senantiasa dalam keadaan yang tenteram, hubungan yang sangat bersahabat tampak menonjol diantara penghuninya, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa maupun pegawai administrasi. Keadaan semacam ini menyebabkan siswa merasa aman, tenteram, bebas dari segala tekanan, ancaman yang bisa merugikan kegiatan belajarnya. Iklim sekolah yang kondusif baik fisik maupun non fisik merupakan landasan bagi penyelenggaraan pembelajaran yang efektif dan produktif. Oleh karena itu, sekolah perlu menciptakan iklim yang kondusif untuk menumbuhkembangkan semangat dan merangsang nafsu belajar peserta didik. Dengan iklim yang kondusif diharapkan tercipta suasana yang aman, nyaman, dan tertib, sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang dan menyenangkan. Seperti halnya iklim fisik, suasana kerja yang tenang dan menyenangkan juga akan membangkitkan kinerja para tenaga kependidikan. Untuk itu, semua pihak sekolah harus mampu menciptakan hubungan kerja yang harmonis, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24