cover
Contact Name
Moch Mahsun
Contact Email
bidayatuna@gmail.com
Phone
+62811101665
Journal Mail Official
bidayatuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Bidayatuna: Jurnal Pendidikan Guru Mandrasah Ibtidaiyah
Core Subject : Religion, Education,
Bidayatuna: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (p-ISSN: 2621-2153, e-ISSN: 2715-0232) terbit dua kali dalam setahun, yakni bulan Oktober dan April. Jurnal ini diterbitkan oleh LP3M Institut Agama Islam Syarifuddin Wonorejo Lumajang. Jurnal ini bertujuan untuk menampung pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan (akademisi, agamawan, intelektual dan mahasiswa) dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Dasar Islam, Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah dan/ atau Guru Kelas Sekolah Dasar juga Manajemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
SEKOLAH UNGGULAN TUNTUTAN PENDIDIKAN GLOBAL Syuhud, Syuhud
Bidayatuna Vol 2 No 01 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.998 KB)

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan sangat pesat dan kompetitif, dunia global banyak memberikan kontribusi arah perubahan dunia pendidikan, temasuk di Indonesia. Perubahan ini menuntut pada setiap lembaga pendidikan untuk terus berpacu dengan waktu dalam perubahan dan persaingan yang dinamis, lembaga pendidikan yang mampu menunjukkan keunggulannya yang akan bisa masuk dalam persaingan ini. Sekolah unggulana yang menjadi impian semua kalangan dan golongan seharusnya sudah jelas terminologinya yang dapat dipahami oleh semua orang, sehingga kata ?unggul? ini tidak menjadi superioritas intelektual sebagian orang. Di beberapa negara-negara maju, untuk menunjukkan sekolah yang baik tidak menggunakan kata unggul (excellent) tetapi menggunakan istilah efektif dan lain sebagainya, dari sisi ukuran muatan sekolah unggulan di Indonesia juga tidak memenuhi syarat. Sekolah unggulan di Indonesia hanya mengukur sebagian kemampuan akademis. Dalam konsep yang sesungguhnya sekolah unggul adalah sekolah yang secara terus menerus meningkatkan kinerjanya dan menggunakan sumber daya yang dimilikinya secara optimal untuk menumbuhkembangkan prestasi siswa secara menyeluruh. 
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK BUDAYA RELIGIUS DI SMA NEGERI 1 GENTENG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Fanani, Ahmad Aziz; Mashuri, Imam; Istiningrum, Dina
Bidayatuna Vol 2 No 01 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.935 KB)

Abstract

Today the need of education is increasingly high, but it is inversely proportional to the condition of education that is increasingly regressive. This happened because of the development of science, knowledge, and technology (modernism) which had a negative impact on moral decadence. Because of this threat, Islamic education as a branch of aespecially scientific discipline is expected to be a solution to the threat. Therefore, educational institutions must be able to be pioneers in improving the character of students, namely by implementing policies or programs that lead to Islamic education. One of them has been done by a non-Islamic national standard school, namely SMA Negeri 1 Genteng, which has instilled Islamic values in the educational environment.
PERAN GURU EKSTRAKURIKULER DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT SISWA DI MI MIFTAHUL ULUM 02 GUMUKREJO KARANGSONO BANGSALSARI JEMBER Mas?adah, Ni?mah Lailatul; Murtadlo, Ali
Bidayatuna Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.377 KB)

Abstract

Salah satu peran guru dalam mengembangkan bakat anak adalah dengan cara membantu pribadi anak baik dari sisi kemandirian, membimbing dan mendorong bakat dan aspek-aspek kepribadian kemasyarakatan. Khsuusnya dalam mengembangkan keterampilan motorik melalui perencanaan pembimbingan dan penyediaan sarana penunjang yang memadai. Kegiatan yang menarik dalam pengembangan ini adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti Qiroah, Pidato, dan Kaligrafi. Penelitian ini difokuskan terhadap peran guru ekstrakurikuler dalam mengembangkan bakat anak di MI Miftahul Ulum 02 Gumukrejo Karangsono Bangsalsari Jember yang menitikberatkan pada faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus. Peran Guru Ekstrakurikuler dalam Mengembangkan Bakat Anak memunculkan beberapa indikator keberhasilan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi perhatian dan selalu diupayakan guru ekstrakurikuler adalah Qiroah, Pidato dan Kaligrafi; dengan di dukung oleh a) Guru memiliki semangat yang tinggi dan professional; b) Adanya sarana prasarana yang memadai; c) Antusiasme para guru dalam melakukan kerjasama kegiatan ekstrakurikuler;  sedangkan penghambatnya adanya siswa yang hanya kengikuti kegitan tanpa ada resspon, seperti ketika kegiatan qiroah, mereka hanya mengikuti saja, tidak ada semangat untuk menunjukkan kemampuannya.
RESITASI PENERAPAN METODE RESITASI DAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA APLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS III MIS. NURUL ISLAM MOJOSARI TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Ibad, Taqwa Nur
Bidayatuna Vol 1 No 01 (2018): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.654 KB)

Abstract

Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa, dan kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut sedangkan Metode simulasi sebagai metode mengajar merupakan kegiatan untuk menirukan suatu perbuatan. Menurut Abu Ahmadi simulasi (simulation) berarti tiruan atau suatu perbuatan yang bersifat pura-pura saja. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 2) Apa saja kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 3) Apa saja kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk Mengetahui Kemampuan Kognitif Siswa Dengan Denggunakan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 2) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 3) Untuk Mengetahui kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif karena peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dengan peserta didik dan guru kelas yang berada di MI Nurul Islam Mojosari Tahun Pelajaran 2017/2018 Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.
POTRET BUDAYA ORGANISASI MA AL-AMIRIYYAH BLOKAGUNG TEGALSARI BANYUWANGI Aimah, Siti
Bidayatuna Vol 2 No 01 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.802 KB)

Abstract

Setiap lembaga pendidikan Islam perlu memiliki desain organisasi yang didasarkan pada visi, misi, nilai-nilai, asumsi-asumsi dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Filosofi dan asumsi-asumsi tersebut dikenal dengan budaya organisasi. Budaya organisai diperlukan untuk mengubah perilaku individual menjadi perilaku organisasional. Karena itu, akan dipaparkan tentang: (1) Makna Dari Budaya Organisasi; (2) Tingkatan Budaya Organisasi; (3) Bagaimana Budaya Organisasi Dimulai (4) Peran Budaya Organisasi; (5) Implementasi Budaya Organisasi; (6) Membangun Budaya yang Kuat Pada Organisasi (7) Mengenali Lingkungan dan Proses Adaptasi; (8) Budaya Organisasi di Madrasah Aliyah Amiriyyah Blokagung Tegalsari Banyuwangi; (9) Peran Pimpinan dalam Sosialisasi dan Implementasi Budaya Organisasi di MA al-Amiriyyah Blokagung Tegalsari Banyuwangi. Secara sederhana penelitian ini dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi didefinisikan sebagai seperangkat asumsi yang dibangun dan dianut bersama oleh organisasi sebagai moral dalam beradaptasi dengan lingkungan eksternal dan proses integrasi internal. Diantranya proses organisasi, artifak; nilai-nilai; dan asumsi dasar yang dipengarauhi oleh para pendiri organisasi secara tradisional. Budaya organisasi yang ada di Madrasah Aliyah al-Amiriyyah Blokagung dibagi menjadi tiga ranah, yaitu: (1). Budaya Keagamaan kegiatan pesantren; (2) Budaya Keindonesiaan, (3) Budaya Kemanusiaan. Hal ini juga didukung dengan peran pimpinan dalam sosialisasi dan implementasi budaya organisasi di Madrasah Aliyah al-Amiriyyah dilakukan secara tertulis dan tidak tertulis.
KONSEP PENDIDIKAN DALAM KITAB TA’LIMUL MUTA’ALLIM KARYA SYEKH AL-ZARNUJI DAN KITAB WASHOYA AL-ABA’ LIL-ABNA’ KARYA SYEKH MUHAMMAD SYAKIR Mahsun, Moch; Maulidina, Danish Wulydavie
Bidayatuna Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.935 KB)

Abstract

Pendidikan sangat berpengaruh terhadap peserta didik dalam penyesuaian diri dan berkesinambungan sosial terhadap lingkungannya, pendidikan terdapat konsep pendidikan yang harus ditata dengan rapi dalam menjalankan prisip pendidikan dengan hasil berkualitas dan membuat pendidikan benar-benar mampu membentuk peserta didik menjadi generasi yang cerdas dan religius. Konsep pendidikan tersebut banyak ditemukan di dalam kitab Ta?limul Muta,allim kraya Syekh Burhanuddin al-zarnuji dan kitab Washoya al-aba? lil abna? karya syekh Muhammad Syakir yang banyak dipakai sebagai pedoman santri dalam menuntut ilmu di pondok pesantren. Kedua kitab tersebut diangap penting untuk dikomparasikan sebagai salah satu acuan dalam mengetahui antara konsep pendidikan di dalam kitab ta?limul mut?allim karya syekh burhanuddin al-Zarnuji dan konsep pendidikan menurut kitab Washoya al-ab? lil Abna? karya Syekh Muhammad Syakir. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan memakai teknik pengumpulan data dokumentasi adapun analisis data menggunakan teknik kualitatif deskriptif. Peneliti menemukan di dalam kitab Ta?lim Muta?allim menjelaskan bahwa konsep pendidikan di dalam kitab ini lebih cenderung memaparkan tentang adab seseorang ketika melaksanakan kegiatan belajar maupun mengajar. Sementara konsep pendidikan dalam kitab Washoya al-aba? lil abna? tidak hanya berpusat terhadap ketentuan saat belajar dan mengajar akan tetapi juga menjelaskan tentang harusnya seorang anak mengabdi kepada Allah dan rosul-Nya, termasuk di dalamya  dipaparkan tentang akhlak kehidupan sehari-hari.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MEMBUAT RPP TEMATIK MELALUI WORKSHOP DENGAN VARIASI MODEL JIGSAW DI UPTD SDN LEMBUNG GUNONG I KECAMATAN KOKOP KABUPATEN BANGKALAN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Muninggar, Dewi
Bidayatuna Vol 2 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.393 KB)

Abstract

The 2013 curriculum that has been re-enacted by the government, must be accompanied by an increase educators quality. Actually there are several problems faced in the implementation of this curriculum, including teachers do not yet know the form of RPP specifically in the thematic, scientific approach to the 2013 curriculum. This study uses a school action research design (PTS). In each cycle includes planning, implementing actions, observing, and reflecting. In the first cycle, it was known that the teacher's ability to make high-class thematic RPPs was only 3 teachers out of 7 or 42.86%. Furthermore, the implementation of the second cycle shows an increase in the ability to make thematic lesson plans for teachers. This is evidenced that there are 6 out of 7 teachers based on the results of the assignment obtained the ability to make high thematic thematic RPPs. The percentage of high category teachers is 85.71%. This shows that workshops on variations in jigsaw models can improve the ability of teachers to make thematic lesson plans for learning. Teachers and teachers should continue to improve their competence in making lesson plans, while principals try to continue to facilitate their supporting facilities.
KONTRUKSI SOSIAL DAN PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA PELAKU TERORIS Nihayati, Arini Indah
Bidayatuna Vol 1 No 01 (2018): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.447 KB)

Abstract

This article discusses the phenomenon of the widespread involvement of children in acts of terrorism in Indonesia, especially those that occurred in 2018. Such phenomenon indicates that mothers and fathers involve their children in acts of terrorism. The research is conducted with Berger and Luckman?s social construction approach. In addition, Derrida's deconstruction theory is also employed to support the analysis. The result, based on Berger and Luckman?s social construction theory, this phenomenon occurs because of radical constructivism. Furthermore, employing Derrida's deconstruction theory, this research finds that such terrorism has tendency of deconstruction process that rejects all forms of establishment, absoluteness, standard and rigid values in society. This proves the dynamics of human diversity in the real sense. However, this can also lead to intolerance.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MELALUI MEDIA BIG BOOK PADA SISWA KELAS IA MI NURUL ISLAM KALIBENDO PASIRIAN LUMAJANG Mahsun, Moch.; Koiriyah, Miftakul
Bidayatuna Vol 2 No 01 (2019): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.957 KB)

Abstract

Untuk siswa tingkat rendah tahapan membacanya adalah membaca permulaan. Membaca permulaan pada siswa kelas rendah merupakan fondasi dari tahapan membaca cepat, membaca ekstensif, dan membaca pemahaman yang sangat diperlukan pada kelas tingkat tinggi. Sehingga guru harus benar-benar mengasah kemampuan membaca permulaan siswa. Media dalam pembelajaran membaca juga belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh Guru. Kedudukan media pengajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan belajarnya. Salah satu penunjang pembelajaran membaca permulaan adalah mengajarkan keterampilan membaca seperti kartu huruf, gambar seri, big book, kalender cerita, dan buku bercerita bergambar. Media-media tersebut sangat mudah diperoleh ataupun dibuat sendiri oleh guru. Fokus penelitian ini, untuk meningkatkan pembelajaran keterampilan membaca permulaan melalui media big book siswa kelas IA MI Nurul Islam Kalibendo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran keterampilan membaca permulaan menimbulkan peningkatan signifikan yang didasarkan pada keaktifan dan antusias siswa selama pembelajaran. Sehingga hal ini dapat meningkat dengan menggunakan media big book secara maksimal. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata keterampilan membaca permulaan siswa setelah tindakan meningkat menjadi 93,3%.
KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK Nurchayati, Zulin
Bidayatuna Vol 1 No 01 (2018): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.003 KB)

Abstract

Education in the family is the basis of children?s education. The process should be supported  by  family  members,  especially  the  parents. Hence, the  communication within family motivates and becomes reinforcement in learning process as well as weapon in encountering the problems so that all resolution can be obtained.

Page 1 of 2 | Total Record : 18